NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang Dimulai

Satu bulan telah berlalu. Baik Li Hua maupun Shu Hua, keduanya telah berlatih dengan sungguh-sungguh hingga pada akhirnya bisa mencapai titik dimana mereka mulai bisa mengendalikan kekuatan yang mereka miliki.

Li Hua berlatih di bawah bimbingan Guru Bai Yun. Li Hua dilatih dengan sangat keras walaupun kelihatannya hanya duduk dan tenang-tenang saja, energi Li Hua seringkali tidak cukup besar untuk menampung penglihatan yang begitu banyak, bahkan tak jarang mata Li Hua mengeluarkan darah.

Di sisi lain, Shu Hua juga berlatih keras bersama dengan Yu Xuan. Tidak peduli jika memang harus mengorbankan tangan mulusnya, Shu Hua tidak menyerah, dia terus belajar dan belajar hingga kini kemampuannya sudah jauh lebih baik dan jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

"Terima kasih banyak, Yu Xuan." Selagi istirahat makan siang di tempat latihan mereka, Shu Hua menggunakan kesempatan santai itu untuk mengucapkan terima kasih kepada Yu Xuan atas kebaikan hatinya mau mengajari Shu Hua selama ini dengan sangat sabar.

"Tidak perlu berterima kasih seperti itu. Lagipula mengajari kamu adalah sesuatu yang memang sudah menjadi kewajiban bagiku. Dan jujur saja, aku merasa terhormat karena bisa berlatih bersama dengan seseorang yang spesial seperti kamu," sahut Yu Xuan sambil memberikan daging yang ada di bekalnya kepada Shu Hua.

Jujur saja, sikap manis Yu Xuan membuat Shu Hua merasa nyaman dan aman saat bersama dengannya.

"Dengan kemampuan kamu yang sekarang, kurasa kamu sudah bisa mencoba untuk berlatih langsung menggunakan pedang aslimu. Dan kita akan melakukan hal itu setelah makan siang kita ini selesai."

Saat mendengar Yu Xuan yang mengatakan jika mereka akan berlatih dengan menggunakan pedang asli, Shu Hua merasa senang dan cepat-cepat ingin menghabiskan makanannya. Dan saat setelah Shu Hua dan Yu Xuan menghabiskan bekal makan siang mereka, selanjutnya mereka ingin kembali berlatih.

Namun, saat Shu Hua dan Yu Xuan ingin lanjut berlatih, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan Mei yang memanggil nama Shu Hua dan Yu Xuan.

"Bukankah itu suara Mei? Kenapa dia berteriak?" tanya Shu Hua.

Saat itu tidak ada waktu untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan Shu Hua; dengan langkah kaki yang bergerak cepat, Shu Hua dan juga Yu Xuan langsung berlari kembali ke pondok untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Mei berteriak dengan suara yang begitu keras. ​

→→→

Saat sampai di pondok, Shu Hua dan juga Yu Xuan langsung bertanya kepada Mei tentang alasan apa yang Mei punya sampai berteriak begitu keras memanggil nama Shu Hua dan juga Yu Xuan.

"Ada apa? Apakah telah terjadi sesuatu?" tanya Yu Xuan.

"Kenapa kamu berteriak? Dan ada apa dengan Kak Li Hua? Kenapa dia diam seperti patung begitu?" tanya Shu Hua yang sejak awal datang langsung fokus kepada sang kakak yang pada saat itu terlihat sedikit aneh di matanya.

"Kak Li Hua sedang berusaha untuk melihat sesuatu yang akan segera terjadi. Dan untuk alasan kenapa aku berteriak tadi adalah: Kak Li Hua tadi mengatakan jika diperbatasan perang sudah dimulai, dan beberapa prajurit musuh mulai memasuki hutan ini. Jadi karena itulah aku berteriak memanggil kalian berdua," jelas Mei.

"Perang? Sudah terjadi? Kenapa secepat ini?" Yu Xuan tampak cemas, dan rasa cemas itu semakin membesar sangat mengingat jika saat itu sang kakek sedang tidak berada di tempat itu.

Pagi-pagi sekali, sang kakek telah pergi ke hutan untuk mencari jamur, dan sampai detik ini dia belum pulang juga.

"Kakek!?" Saat Yu Xuan mengingat tentang sang kakek, barulah Mei kembali menjelaskan hal lainnya kepada Yu Xuan.

"Itulah yang sedang Kak Li Hua lakukan. Dia sedang berusaha mencari di mana keberadaan Guru Bai Yun. Saat ini Guru Bai Yun sedang berada di hutan, dan akan sangat buruk jika sampai dia bertemu dengan prajurit musuh."

Merasa sangat cemas, Yu Xuan tidak bisa terus menunggu Li Hua berhasil menemukan di mana keberadaan sang kakek.

Yu Xuan yang khawatir langsung berlari masuk ke dalam hutan untuk mencari sang kakek. Dan di sisi lain, Li Hua masih berusaha mencari di mana keberadaan Guru Bai Yun, dan setelah berusaha keras, akhirnya Li Hua berhasil mendapatkan penglihatan tentang di mana keberadaan Guru Bai Yun.

"Aku menemukannya!"

"Di mana?" Shu Hua langsung menyahut.

"Aku melihat sebuah goa... dekat dengan sungai. Dia ada di sana. Dan tidak jauh dari sana, beberapa prajurit musuh juga ada. Jika sampai mereka bertemu..."

"Mereka tidak boleh bertemu! Akan aku pastikan jika mereka tidak akan bertemu!" seru Shu Hua yang langsung berlari masuk ke hutan, mengejar Yu Xuan yang sudah lebih dulu masuk ke hutan itu. ​

→→→

Diwaktu yang tepat, Shu Hua berhasil menemukan Yu Xuan dan mencegah Yu Xuan bertemu dengan prajurit musuh.

"Apa yang kamu lakukan di sini? Harusnya kamu menjaga Li Hua. Kamu pikir kamu ada di mana sekarang? Ini situasi yang berbahaya, Shu Hua!" seru Yu Xuan, hanya tidak ingin Shu Hua terluka.

"Aku ke sini untuk membantumu, dan juga mencegah kamu untuk mengambil jalan yang salah," jawab Shu Hua.

"Jika saja tadi kamu terus berjalan lurus ke sana, kamu tidak akan menemukan apa-apa. Sebaliknya, kamu yang akan ditemukan oleh para prajurit musuh. Mereka ada di arah sana, dan Guru Bai ada di arah sini. Kita harus menjemputnya." Shu Hua menjelaskan segala hal yang ia tahu kepada Yu Xuan.

Setelah Yu Xuan mendengar semua, akhirnya Yu Xuan bersedia menerima bantuan dari Shu Hua. Dengan pergerakan yang pelan namun pasti, Shu Hua dan Yu Xuan pergi ke tempat yang sebelumnya disebutkan oleh Li Hua.

Dan saat Yu Xuan dan Shu Hua sampai di tempat itu, ternyata di sana memang ada Guru Bai Yun yang sedang bersembunyi. Dan dari reaksinya, dia sepertinya tidak terkejut dengan kedatangan Yu Xuan dan Shu Hua.

"Tidak ada yang mengikuti kalian bukan?" tanya Guru Bai Yun.

"Iya. Kita aman, Kek. Sekarang, kita harus segera keluar dari sini dan kembali. Tidak aman jika tetap bersembunyi di sini. Cepat atau lambat, pasti akan ketahuan juga. Jauh lebih aman jika kita kembali ke pondok, dan di sana kita bisa pasang tabir pelindung agar para prajurit Dinasti Qing tidak bisa melihat tempat kita," ujar Yu Xuan.

"Benar. Yang Yu Xuan bilang itu benar. Kita harus segera pergi. Biar aku bantu membawa semua jamur itu." Shu Hua membantu membawa jamur yang sebelumnya telah Guru Bai Yun kumpulkan, dan di sisi lain Yu Xuan membantu sang kakek untuk berjalan keluar dari goa itu.

Namun, saat mereka baru saja keluar dari goa, tiba-tiba beberapa prajurit dari Dinasti Qing menghadang mereka dengan pedang tajam mereka.

-Bersambung-​

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!