"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26(RRM)
Malam hari
Nina terlihat rapi dengan jaket yang ia pakai,ia pun segera keluar dari kost tanpa ia sadar dari balik pintu ada seseorang yang sedang mengawasi dirinya.
"Dia mau pergi kemana?" batin Airin yang melihat Nina keluar dengan pakaian rapinya.
Saat Nina baru saja keluar,dari depan sudah ada Andra menunggu Nina sedari tadi.Andra menyapa Nina yang saat itu juga sudah keluar dari kostnya.
"Ayo kita berangkat." Ajak Andra yang akhirnya mereka berdua keluar bersama.
Keduanya pergi di suatu tempat yang begitu ramai yang dimana didepan mereka ada sebuah panggung besar di lokasi itu.
"Ada pertunjukan musik,ayo kita kesana." ajak Andra yang lokasi itu dikelilingi banyak penonton.
Nina hanya terdiam sampai-sampai tangannya mulai ditarik oleh Andra,"Jangan sampai kita berpisah." Andra menggenggam tangan Nina dengan erat.
Nina tertegun saat Andra menggenggam tangannya,ia belum sama sekali melakukan hal ini dengan pria lain bahkan ia tak pernah merasakan cinta karena semua hanya omong kosong.
Andra terus menggenggam tangan Nina hingga sampai posisi mereka sudah ada ditengah kerumunan.
"Hanya melihat ini?" tanya Nina ya pandangannya mengarah kedepan.
"Ini acara konser, setiap malam tempat ini sangat ramai di kunjungi para pengunjung yang ingin menikmati musik." ucap Andra yang sengaja mengajaknya dan menikmati waktu bersamaan dengan Nina.
Tiba-tiba saja Nina merasakan sesuatu seperti ada seseorang sedang mengawasi dirinya,ia sampai menoleh kanan kiri hingga mendapati seseorang yang sedari tadi selalu mengawasi dirinya.
"Siapa pria itu." batin Nina yang mulai mencurigai gerak-gerik pada pria itu.
Nina segera pergi dari tempat itu,ia sengaja lari mengejar pria yang mulai dia curigai. Nina melihat langsung pria itu langsung lari setelah melihat kehadiran dirinya.
Dengan cepat Nina lari mengejar dan dengan langkah cepat dia menghajar pria itu,"Siapa tuanmu?"tanya Nina yang mulai mencurigai jika orang itu suruhan dari musuhnya.
Pria itu hanya terdiam menatap wajah Nina,"Kalau kamu tidak bicara, Aku pastikan hari ini menjadi hari terakhirmu."ucap Nina yang terlihat begitu kesal.
Tiba-tiba saja Nina mengeluarkan sebuah pistol dari tas miliknya,pria itu tampak terkejut melihat seorang wanita membawa senjata seperti itu.
"Jangan kau kira aku akan bermain-main dengan apa yang kulakukan, cepat katakan Siapa tuanmu." Nina mulai mengancam sekali lagi Nina mulai mengancam sekali lagi kepada pria itu kepada pria itu.
Pistol yang ia pegang mulai ia arahkan ke arah kepala pria itu pistol yang ia pegang mulai ia arahkan ke arah kepala pria itu.
Pria itu mulai gugup pria itu mulai gugup,"T-tuan Danzel." Seketika kedua mata Nina langsung melotot.
"Apa Papa."ucap lirik Nina yang mendapatkan informasi jika mana pria yang ada di depannya adalah orang suruhan dari tuan Danzel.
Pria itu hanya terdiam dan ia pun terpaksa harus jujur tentang siapa orang yang menyuruh dirinya.
Nina pun langsung melepaskan pria itu,"Lebih baik kamu diam, jangan lagi kamu mengikuti ku lagi."Nina langsung melepaskan pria itu dan mengembalikan senjata pistolnya ke dalam tas miliknya.
"Ternyata Papa masih saja menyuruh orang untuk mengawasi ku." gumam Nina yang tak habis pikir jika di belakang Papanya masih melakukan hal itu.
Nina pun perkakas kembali menemui Andra di tempat semula, tapi di tempat itu sudah tidak ada keberadaan Andra.
"Kemana orang itu."ucap lirik Nina yang menoleh kanan kiri mencari keberadaan Andra.
Tiba-tiba saja ada sebuah tangan menggenggam tangan Nina,"Darimana saja kamu, dari tadi aku mencari mu." ucap Andra yang terlihat begitu cemas setelah Nina pergi tanpa pamit dengan dirinya.
Nina merespon dengan santai,"Aku pergi ke toilet." jawab Nina yang sebenarnya berbohong pada Andra,ia tak ingin jika Andra mengetahui apa yang sedang dia lakukan.
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal.Aku takut ada apa-apa denganmu." jawab Andra yang terlihat cemas minta ampun setelah melihat Nina tidak ada disampingnya.
"Untuk apa aku pamit denganmu,jika kamu fokus dengan acara itu." jawab Nina yang melihat Andra lebih fokus melihat acara diatas panggung.
Andra menghela nafas pelan-pelan,"Baiklah,begini saja kita duduk disana saja.Sekalian kita membeli minuman." Ajak Andra yang kedua langsung membeli minuman dan duduk santai di bangku kosong .
Nina lebih memilih diam sembari mengawasi sekeliling.Tiba-tiba saja tangan Andra menggenggam tangan Nina kembali.
"Lepas." ucap Nina yang terlihat begitu kesal dengan cara Andra yang spontan memegang tangannya.
"Aku hanya tak ingin kamu lari lagi seperti tadi,aku benar-benar khawatir ada apa-apa denganmu." ucap Andra yang menatap wajah dengan tatapan serius.
"Aku sudah bilang,tadi aku pergi ke toilet." Nina berusaha melepaskan tangannya dari Andra,tapi Andra menggenggam tangan Nina sangat erat.
"Aku hanya ingin menggenggam tanganmu saja tidak lebih dari ini." ucap Andra yang pertama kalinya menggenggam tangan Nina begitu lama setelah status mereka menjadi pasangan.
Nina sebenarnya kesal dan rasanya ingin melepaskan genggaman tangan Andra. tapi Andra semakin kuat menggenggam tangan Nina.
Tak terasa sudah setengah jam mereka mengobrol dan masih tetap saja tanggapan Nina masih terlihat dingin kepada Andra.
Mereka pun pergi dari tempat itu,Andra langsung mengantarkan Nina pulang.Nina sudah ada didepan pintu pagar kostnya.
"Aku pulang dulu." Pamit Andra pada Nina,Nina hanya membalasnya dengan Anggukkan kepala.
Saat hendak akan masuk ke dalam, tiba-tiba saja ada Lina dan Airin yang sudah datang menghampiri Nina.
"Nina." Sapa Airin pada Nina.
"Kalian berdua." Nina melihat kehadiran mereka berdua yang sudah berdiri disamping Nina.
Airin menatap curiga pada Nina,"Tadi kamu keluar sama Andra ya." pertanyaan itu langsung keluar dari mulut Airin yang seolah ingin mengetahui tentang mereka berdua.
Nina mulai merasa pasti kedua mulai mencurigai dirinya,"Iya,ada apa?" tanya balik Nina yang seketika tangan Nina di tarik oleh Airin dan masuk kedalam kamarnya.
"Kamu benar-benar sudah jadian sama Andra." Pertanyaan itu langsung membuat Lina mendengarnya kaget.
"Maksudnya apa ini?" tanya Lina yang masih tak mengerti.
"Aku tanya sekali lagi,apa kalian sudah jadian?" pertanyaan itu keluar lagi dari mulut Airin.
Nina terpaksa menjawabnya dengan anggukkan kepala,Airin membalasnya dengan senyuman dan tak menyangka jika Nina menerima juga pria itu.
Airin terlihat begitu sangat bahagia, setelah mendengar hal itu."Kamu tidak bercanda kan?" tanya Airin yang memastikan kembali tentang informasi yang ia dapatkan.