NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI LAMARAN TIBA

Setelah menyelesaikan satu persatu permasalahan, perjanjian, dan perasaan maka saatnya penetapan hari. Hari lamaran pun tiba . Langit cerah awan putih berarak seakan menghalau mendung . Seolah alam pun ikut merestui, tidak ada hujan seperti air mata sebulan yang lalu.

Rumah Bailla disulap menjadi indah. Dekorasi sudah terpasang dengan indah. Dari kemarin MUA sudah sibuk mendekor ruangan tersebut. Di dinding, foto keluarga diganti pigura yang lebih besar—Papi, Mami, Bailla Waktu belum ada kata “bangkrut”.

Jam 9 pagi, tetangga dan tamu undangan sudah berdatangan menunggu calon tunangannya Bailla Zahira. Suara mobil rombongan Pak Arya masuk ke halaman. Keluarga inti dan anak-anak pak Arya Arbil,.Ara dan Aya, serta rombongan yang membawa barang seserahan.

Arbil pakai kemeja batik kepanjangan, tangannya gak berhenti betulin kerah. Ara pakai dress pink, jepit kupu-kupunya ganti jadi pita. Aya juga pakai baju kembaran dengan Ara, tangannya genggam boneka Marsya, katanya “biar gak deg-degan”.

Bailla ngintip dari jendela kamar. Jantungnya lari. Dia pakai kebaya kutu baru warna biru muda juga—Pak Arya yang belikan, diam-diam titip ke Mami. “Biar serasi,” katanya waktu itu. Sederhana, tapi pas di badan. Pas di keadaan.

“Udah siap, Nak?” Rombongan pak Arya sudah sampai .” tanya mami dengan degdegan.

“Sudah Mi, ini udah selesai dandannya. Jawab Bailla sambil membuka pintu.

Mami terpukau melihat Bailla yang dia rawat sepenuh hati telah berbuah menjadi sosok cantik, anggun dan menawan "Kamu cantik sekali nak". Puji mama sambil tersenyum terharu.

Bailla mengunakan kebaya dilengkapi dengan sanggul kecil dirias dengan begitu anggun nya. Gadis muda yang akan mengikatkan janji dengan pria duda beranak tiga.

Di ruang tamu, Papi duduk paling ujung. Pakai batik terbaiknya, yang biasanya cuma keluar pas kondangan. Di sampingnya, ada tamu undangan sudah menempati kursi yang sudah disediakan.

Pak Arya salaman sama Papi. Lama. Dua-duanya gak ngomong, tapi jabatannya kencang. Jabatan dua laki-laki yang ngerti arti “janji” dan “utang budi”.

“Bapak, Ibu,” suara Pak Arya pelan, tapi jelas seisi ruangan dengar, “Saya datang hari ini untuk meminang Bailla Zahira binti Bayu Samudra untuk menjadi calon istri saya, ibu dari anak saya kelak. Mohon kepada Bapak Bayu untuk mengizinkan dan memberikan restu kepada kami.

Papi angguk. Tenggorokannya naik turun. “Saya merestui dan mengizinkan dan merestui Bailla Zahira putri saya untuk menjadi calon istri mu. Kami titipkan Bailla, Arya. Dia keras kepala. Tapi hatinya... lembut. Jangan dibentak kalau dia salah. Diajarin aja. Kayak ngajarin Ara nulis.”

“Saya ingat, Pak,” jawab Pak Arya.

Lalu giliran Aya. Bocah 4 tahun itu maju, disuruh Arbil. Dia sodorin boneka Barbie lnya ke Bailla. “Kak... eh... Bu Bailla, ini buat kamu. Biar kalau kangen rumah, ada temennya.”

Bailla jongkok. Air mata yang ditahan dari subuh akhirnya lolos satu tetes. Dia terima boneka Barbie itu. “Makasih, sayang. Kakak simpan ya. Nanti kita main bersama”

Ara maju juga, malu-malu, nyodori gambar. Crayon. Ada lima orang bergandengan: Pak Arya, Arbil, Ara, aya, dan satu perempuan rambut panjang pakai kebaya. Di atasnya tulisan miring: “Keluarga Baru”.

Bailla gak kuat. Dia peluk Ara. Di pelukan itu, dia nyium bau bedak bayi dan sedikit bau crayon. Bau “anak”.

Zeze, yang dateng diam-diam dari kampus, bisik-bisik dari pojok: “Anjir, Bailla. Ini lamaran apa sidang skripsi? Gue nangis.”

Acara inti berlangsung dengan khidmat. Pemasangan cincin berbalas pantun. Hantaran 99 macam. Pak Arya nyerahin , sebuah map dan kotak cincin ke Papi Mami. Lalu Papi serahin tangan Bailla.

“Bailla Zahira,” kata Papi, suaranya serak, “Papi lepas kamu ke orang yang Papi percaya. Bukan karena Papi gak sayang. Tapi karena Papi sayang, makanya Papi mau kamu selamat.”

Bailla sungkem. Lama. Dia cium punggung tangan Papi yang biasa berkerja keras. Asin. Air mata atau keringat, dia gak tahu.

Setelah itu sukeman ke mama. Tak terasa air mata mama menetes. Sambil memeluk Bailla Tampa satupun kata-kata yang diucapkannya.

Pas berdiri, Pak Arya udah di depan dia. Tidak megang tangan. Tidak ngerangkul. Dia cuma bilang, satu kalimat:

“Bailla, makasih udah mau datang dikehidupan kami. Saya janji, gak akan bikin kamu nyesel.”

Tidak ada “aku cinta kamu”. Tapi bagi Bailla, kalimat itu lebih berat dari ijab kabul.

Siang itu, mereka makan bersama. Hidangan prasmanan , dengan beranekaragam masakan ditambah sambel, lalap, kerupuk. Ara nambah dua kali. Aya numpahin kuah, Bailla yang ngelap. Ara bisik-bisik ke Bailla, “Kak, nanti ajarin aku kuncir rambut ya.”

Selesai sudah acara pesta sederhana. Tidak ada foto prewedd di studio. Tapi ada foto HP Zeze: Bailla duduk di lantai, Bima di pangkuan, Ara nyisir rambut Bailla, Arbil pura-pura gak peduli tapi ngasih kerupuk ke piring Bailla diam-diam.

Malamnya, setelah semua pulang, Bailla buka kotak merah. Dia pakai cincin perak itu di jari manis. Pas. Hangat.

Dia tulis di diari:

_“20 mei 2025. Hari ini aku dilamar. Gak ada bunga. Gak ada lilin. Ada Boneka Barbie, gambar crayon, sama janji laki-laki yang gak pandai gombal. Aku gak tau ini awal bahagia atau awal luka baru. Tapi hari ini, aku gak ngerasa dijual. Aku ngerasa... dijemput.”

...****************...

...****************...

Di luar, akhirnya hujan turun. Rintik. Pelan. Kayak restu.

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!