Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergerakan Cepat Keluarga Qin
"Malam ini kita tangkap orang itu, tapi sebelumnya terlebih dahulu kita harus memastikan seluruh orang Raja Beiliang yang ada di Kota Beixuan telah tertangkap!"
Qin Tianyu sudah membuka suara, dan tidak ada suara sumbang yang menolak rencana pria itu.
"Paman, bagaimana kalau kita membagi tugas?"
Song Jiao yang cepat akrab dengan Qin Tianyu, dengan lantang dia menyuarakan pendapatnya.
"Dengan membagi tugas semua bisa diselesaikan dengan cepat, memperkecil kemungkinan orang-orang Raja Beiliang lolos dari Kota ini!"
Song Jiao melanjutkan ucapannya, sebuah ucapan yang masuk akal untuk dilakukan.
"Aku setuju dengan pendapat Adik Jiao. Ayah, memang sebaiknya kita membagi tugas, dan serahkan tugas bersih-bersih orang Raja Beiliang yang ada di Kota ini padaku dan Adik Jiao! Lalu Ayah bisa fokus menangkap Penguasa Kota, Mo Yuyan!"
Qin Zixuan bicara dengan penuh semangat.
Sebuah anggukan kepala saat ini juga diperlihatkan Qin Tianyu. "Zixuan, kau tau siapa-siapa mereka yang merupakan orang Raja Beiliang, dan dengan bantuan Jiao'er, aku serahkan tugas menangkap mereka semua pada kalian!"
"Kami siap menjalankan tugas!"
Bersamaan Song Jiao dan Qin Zixuan membalas ucapan Qin Tianyu.
"Paman, kami sekalian akan mengambil dan mengumpulkan barang bukti di tempat-tempat yang ditunjukkan oleh Mo Yan!"
Song Jiao menyampaikan hal lain yang sekalian ingin dilakukannya.
"Ambil semuanya tanpa terkecuali, tapi untuk barang bukti yang ada di Kediaman Penguasa Kota, itu akan menjadi urusan Paman!"
Qin Tianyu bicara sambil mengarahkan pandangan ke arah Song Jiao, dan sebuah anggukan kepala diberikan gadis itu sebagai balasan.
Setelahnya mereka mulai merinci rencana yang akan dilakukan malam ini juga.
Bagaimanapun juga, lebih cepat rencana terselesaikan, semakin kecil kemungkinan Raja Beiliang, Song Yanzhe tau apa yang saat ini tengah terjadi di Kota Beixuan.
Tidak lama kemudian Song Jiao, Qin Zixuan dan sepuluh prajurit bayangan keluarga Qin pergi meninggalkan kediaman.
Tujuan mereka adalah tempat tinggal orang-orang di Kota Beixuan yang menjadi kaki tangan Raja Beiliang.
Sebagian besar dari mereka memang telah berhasil ditangkap siang tadi, sekarang tinggal menangkap sisanya, sekaligus menutup akses keluar masuk baru orang-orang Raja Beiliang.
Tujuan pertama Song Jiao dan yang lainnya adalah kediaman Mo Jing, Kepala tim keamanan kota.
Waktu saat ini belum menunjukkan tengah malam, tapi penjagaan di kediaman Mo Jing sangat lengang, hanya terlihat satu dua prajurit yang melakukan patroli, dan tanpa adanya perlawanan mereka dilumpuhkan oleh prajurit bayangan keluarga Qin.
Qin Zixuan kebetulan pernah berkunjung ke kediaman Mo Jing, jadi dia tau persis dimana kamar pria itu.
"Syut... Syut.."
Song Jiao melemparkan jarum beracun yang langsung saja melumpuhkan dua penjaga di depan kamar Mo Jing, dan sebelum keduanya jatuh, dua prajurit bayangan cepat menangkap lalu menjauhkan kedua penjaga dari kamar tuan mereka.
Tiba di kamar Mo Jing, tanpa permisi Song Jiao dan Qin Zixuan langsung menerobos masuk, dan sebelum seorang pria dan dua wanita di dalam kamar merespon apa yang tengah terjadi, tiga jarum perak sudah lebih dulu tertancap di kening mereka.
Ketiganya jatuh tidak sadarkan diri, tapi hanya Mo Jing yang ditangkap, sedangkan dua wanita yang merupakan selir dari pria itu, keduanya dibiarkan begitu saja terbaring menunggu kematian.
Song Jiao melumuri jarum peraknya dengan racun mematikan, dimana satu tetesnya cukup untuk membunuh gajah dalam kurun waktu dua puluh empat jam, dan hanya dia yang memiliki penawarnya.
"Kalian berdua bawa Mo Jing ke penjara, gabungkan dia dengan Mo Yan!"
Qin Zixuan memberi perintah pada dua prajurit bayangan, dan cepat mereka pergi, sedangkan kelompok yang seolah berada di bawah kepemimpinan Song Jiao, mereka melanjutkan perjalan ke tempat selanjutnya.
Masih ada dua pejabat di Kota Beixuan yang malam ini juga harus merry tangkap, dan untuk yang lainnya, mereka hanyalah orang-orang biasa yang dikerahkan Raja Beiliang untuk diam-diam mengawasi keluarga Qin.
Untuk orang-orang yang bekerja demi uang pemberian Raja Beiliang. Song Jiao dan Qin Zixuan hanya tau satu hal yang harus dilakukan ke mereka, yaitu memberi kematian cepat.
***
Di tempat berbeda, Qin Tianyu bersama dengan 20 prajurit bayangan keluarga Qin, mereka telah berhasil masuk ke kediaman Penguasa Kota.
Bukan hal sulit bagi mereka masuk ke dalam kediaman yang sesungguhnya dijaga ketat puluhan bahkan ratusan prajurit.
Tetapi para penjaga hanyalah prajurit tanpa pengalaman di medan perang yang sesungguhnya, dan begitu berhadapan dengan orang-orang keluarga Qin, mereka hanyalah ayam sayur yang dengan mudah di bantai.
Pertama-tama yang dilakukan Qin Tianyu begitu berhasil membersihkan prajurit yang menjaga kediaman Penguasa Kota, cepat dia pergi menuju ruang kerja Mo Yuyan.
Tujuannya adalah barang bukti yang menunjukkan hubungan antara Raja Beiliang dengan sosok Pangeran Kedua Kekaisaran Xue Long.
Barang bukti tersimpan rapi di sebuah ruang rahasia, tepat di sebelah ruang kerja Mo Yuyan, dan pintu menuju ke ruangan itu adalah sebuah rak buku, yang mana buku nomor dua dari atas dengan warna merah paling mencolok adalah kunci membuka pintu rahasia.
Setelah berhasil mendapatkan apa yang dicarinya, Qin Tianyu memimpin prajurit menangkap Mo Yuyan yang malam ini sedang pesta minum-minum dengan sekelompok wanita penari, membuat prajurit bayangan keluarga Qin dengan mudahnya menangkap pria itu.
Para wanita penari sama sekali tidak ada hubungannya dengan Raja Beiliang, tapi bisa saja mereka merusak rencana Qin Tianyu, hingga pada akhirnya mereka tetap dibunuh dengan sebuah serangan mematikan.
Hanya dalam kurun waktu 1 jam, seluruh penghuni kediaman Penguasa Kota telah dibantai, sama sekali tidak menyisakan siapa-siapa, hanya sosok Mo Yuyan yang selamat, itu juga karena dia masih memiliki nilai, yaitu nilai dari informasi yang kemungkinan bisa memperkuat bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh keluarga Qin.
***
Tepat di tengah malam, semua orang yang sebelumnya pergi meninggalkan kediaman keluarga Qin, kini mereka telah kembali dengan membawa hasil memuaskan, tapi karena hari sudah larut malam dan semua orang butuh istirahat setelah apa yang terjadi seharian ini, segera semua orang istirahat, dan untuk barang bukti yang telah berhasil dikumpulkan, semua diserahkan pada Song Jiao.
Semua orang di keluarga Qin yakin barang bukti itu bakalan aman berada di tangan Song Jiao, meski mereka tidak tau pasti apa alasannya.
Sementara itu Song Jiao yang mendapat kepercayaan dari semua orang, dia langsung saja menyimpan seluruh barang bukti di ruang ajaibnya, memastikan tidak ada yang bisa mencuri barang-barang itu dari tangannya.
"Dengan begini pencuri paling handal sekalipun tidak punya kesempatan mengambil apa yang sudah aku amankan ke dalam ruang ajaib!"
Song Jiao tersenyum lebar, dan malam ini dia bisa istirahat dengan tenang.