NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Rahasia Besar di Taman

   ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Suasana di dalam ruangan begitu haru dan penuh emosi. Semua orang tampak saling memandang dengan mata berkaca-kaca, seolah ada sebuah rahasia besar yang baru saja terbongkar dan membuat mereka semua bahagia.

Namun, di tengah kegembiraan orang-orang itu, Aisyah justru merasa semakin bingung dan pusing.

Ia berdiri mematung di sudut ruangan. Telinganya mendengar percakapan mereka, mendengar Bunda Maryam dan Ayah Abdul menyebut-nyebut nama dirinya, menyebut tentang janji, tentang masa kecil, tentang Pondok At-Taqwa, dan tentang takdir...

Tapi... Aisyah tidak mengerti sepenuhnya.

"Maksud mereka apa sih? Janji apa? Kenapa mereka memanggilku seolah-olah aku ini orang yang sangat penting dan sudah lama dikenal?" batin Aisyah bertanya-tanya. Dadanya terasa sesak, kepalanya pening campur aduk antara kaget, bahagia, dan kebingungan.

Akhirnya, tanpa sadar, Aisyah perlahan mengundurkan diri. Ia ingin pergi sebentar, mencari udara segar agar pikirannya bisa lebih jernih.

"Permisi... Aisyah ke luar sebentar ya..." bisiknya pelan, lalu dengan langkah pelan ia keluar meninggalkan ruangan dan semua orang yang sibuk berbincang penuh haru itu.

Aisyah berjalan menuju taman kecil yang ada di area rumah sakit. Angin sore berhembus pelan menyejukkan kulit. Ia memilih duduk di bangku panjang yang terletak di bawah pohon rindang, memandang kosong ke arah bunga-bunga yang bermekaran, namun pikirannya melayang entah ke mana.

"Apa maksud semua ini? Kenapa Gus Aqlan tiba-tiba berubah? Kenapa keluarganya kaget begitu melihatku?"

Belum lama ia duduk, terdengar suara langkah kaki mendekat. Aisyah menoleh, dan ternyata itu adalah Bunda Maryam.

Wanita itu berjalan mendekat dengan senyum yang sangat lembut dan teduh, senyum seorang ibu yang penuh kasih sayang. Ia lalu duduk di sebelah Aisyah, menjaga jarak sopan namun terasa sangat dekat.

"Sendirian saja, Nak?" tanya Bunda Maryam lembut, suaranya menenangkan.

Aisyah mengangguk pelan, menundukkan pandanan sedikit karena malu. "Iya Bu... Cuma pengen cari angin sebentar. Kepala Aisyah agak pusing soalnya."

Bunda Maryam tersenyum, lalu perlahan mengulurkan tangannya, memegang tangan Aisyah dengan sangat hati-hati dan hangat. Sentuhan itu terasa begitu akrab, seakan sudah biasa dilakukan sejak dulu.

"ibu ngerti kok perasaan kamu sekarang, Sayang..." ucap Bunda Maryam pelan, matanya menatap wajah Aisyah dalam-dalam. "Kamu pasti bingung kan? Kenapa tadi kami semua kaget, kenapa Aqlan tiba-tiba ingat banyak hal, dan kenapa kami memanggilmu dengan cara yang aneh?"

Aisyah mengangguk cepat, matanya mulai berkaca-kaca. "I-iya Bu... Aisyah benar-benar tidak mengerti. Aisyah kira... Aisyah kira kita baru kenal sekarang di sini. Aisyah kira cuma kebetulan nama atau suasana saja."

Mendengar itu, Bunda Maryam tertawa kecil namun penuh air mata. Ia menggeleng pelan.

"Bukan kebetulan, Sayangku... Bukan sekadar nama..."

Bunda Maryam menarik napas panjang, lalu mulai membuka cerita, suaranya terdengar jauh dan mengenang masa lalu.

"Dulu... bertahun-tahun yang lalu, di Pondok Pesantren Nurul Ilmi tempat kami tinggal, ada dua anak kecil yang sangat akrab sekali. Ada seorang anak laki-laki yang pendiam tapi sangat pintar, dan ada seorang anak perempuan yang cantik, suaranya merdu, dan sangat disayangi semua orang."

"Nama anak laki-laki itu Aqlan... Dan nama anak perempuan itu... Aisyah."

GEDUBAR!!!

Jantung Aisyah berdegup kencang.

"Mereka itu teman bermain terbaik. Ke mana pun pergi selalu berdua. Makan bersama, belajar bersama, main di halaman masjid bersama. Aqlan kecil itu sangat sayang sekali sama temannya itu. Dia selalu bilang sama Bunda..."

Bunda Maryam menirukan suara gus aqlan ,

'Bunda... Aqlan suka sama Aisyah. Aqlan mau nikah sama Aisyah nanti besar.'

Mendengar cerita itu, tubuh Aisyah seakan tersengat listrik. Gambar-gambar samar mulai berkelebat di kepalanya. Sosok anak laki-laki berkacamata kecil... Tepuk tangan di halaman masjid... Rasa aman saat tangannya dipegang...

"Tapi... tapi itu kan masa kecil, Bu..." potong Aisyah terbata-bata, suaranya gemetar. "Itu kan cuma main-main anak ..."

"Bukan main-main, Sayang..." potong Bunda Maryam lembut namun tegas. Ia menatap mata Aisyah lekat-lekat, lalu berkata kalimat yang paling mengejutkan,

"Karena mereka sangat cocok dan orang tua kami pun sudah saling kenal, akhirnya Ayah dan Bunda... dan juga orang tuamu, memohonkan doa restu agar kelak jika mereka besar, mereka bisa dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Itu bukan mimpi, Sayang... Itu adalah janji suci keluarga."

BRUK!

Aisyah terperanjat hebat, matanya membelalak lebar tak percaya. Mulutnya terbuka sedikit namun tak bisa mengeluarkan suara.

"Jadi... jadi wanita yang ibu dan pak cari selama ini... wanita yang kami harapkan jadi pendamping Aqlan..."

Bunda Maryam menggenggam tangan Aisyah semakin erat, matanya berbinar penuh keyakinan,

"...itu KAMU, Aisyah. Itu kamu, Sayangku. Bukan orang lain. Kamu adalah Aisyah yang dulu kami kenal. Kamu adalah jodoh yang sudah dituliskan sejak lama."

Aisyah menutup mulutnya dengan tangan, air matanya tumpah ruah. Kepalanya bergoyang pelan menolak percaya, namun hatinya berteriak bahwa itu semua benar.

"Gak mungkin... Bu... Kok bisa? Aisyah... Aisyah yang ini? Aisyah yang sekarang?" isaknya tak percaya. "Jadi selama ini... pak Aqlan kehilangan ingatan, dan dia kembali bukan karena siapa-siapa... tapi karena dia menemukan kembali dirinya sendiri dan menemukan kembali jodohnya?"

"Betul, Sayangku..." jawab Bunda Maryam sambil tersenyum bahagia. "Allah itu Maha Ajaib. Dia memisahkan kalian sementara waktu, supaya ketika bertemu lagi nanti, cinta kalian lebih dewasa dan lebih indah dari sebelumnya."

 

BERSAMBUNG....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!