NovelToon NovelToon
Petualangan Bintang ( Han Le)

Petualangan Bintang ( Han Le)

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patung Perunggu

Han Le masuk ke lorong besar itu dengan perlahan tapi pasti

tak

tak

tak

Draaaak

Langkah Han Le bergema di atas lantai batu yang dingin saat pintu batu raksasa di belakangnya menutup dengan dentuman yang menggetarkan dada. Seketika, suasana menjadi sunyi senyap, hanya menyisakan kegelapan yang pekat sebelum perlahan-lahan lampu-lampu minyak di dinding lorong menyala sendiri, langkah Han Le ternyata memicu mekanis di dalam ruangan.

Lorong itu luas, dengan langit-langit tinggi yang dipenuhi uap dingin. Han Le menggenggam tongkat kayunya erat-erat. bersiap akan segala kemungkinan

sreeeng

sreeeng

sreeeng

Tiba-tiba, suara derit logam terdengar nyaring. Dari balik pilar-pilar batu, tiga buah patung setinggi manusia meluncur keluar.

"Patung Perak" Gumam Han Le

Wuut

Tanpa peringatan, patung pertama melesat maju dengan pukulan lurus yang membelah udara. jurus yang di pakai untuk menyerangnya ternyata jurus Lohan, tetapi kekuatannya sangat luar biasa  Han Le segera memiringkan tubuhnya, namun patung kedua sudah berada di belakangnya, melancarkan tendangan sapuan yang mengincar kuda-kudanya.

Whosh

"Cepat sekali!" batin Han Le.

" Hiaaaaat"

Ia melompat tinggi, berputar di udara, dan menggunakan teknik Tongkat Gemuruh Langit. Tongkat kayunya menghantam bahu patung ketiga yang mencoba menyergap dari samping.

Trang!

Suara benturan kayu dan logam bergema, namun patung itu sama sekali tidak bergeming. Patung perak itu seakan kebal dari serangan Han Le

Melihat itu Han Le tersadar ia tak bisa menyerang secara asal, ia harus mencari kelemahan patung Perak itu, ia segera merubah serangan yang tadinya menggunakan tongkat kayu kini menggunakan gerak tipu dari Tapak Delapan Penjuru. Ia bergerak melingkar, membiarkan ketiga patung itu saling bertabrakan satu sama lain saat mereka mencoba mengepungnya.

Heaaaaah

Tak

Dengan satu hentakan kaki yang kuat, ia meluncur ke celah sempit di antara mereka dan memukul titik engsel lutut patung terdepan. melihat ada kesempatan, Han le segera melesat ke lorong sebelah, awalnya ia mengira jika patung perak itu akan mengejarnya tetapi setelah ia masuk ke lorong itu patung perak itu diam tak bergerak lagi, dengan posisi jurus Lohan ke satu Ke tiga dan Ke tujuh

Baru saja ia mengatur napas, lorong itu melebar menjadi sebuah ruangan berbentuk lingkaran. Di tengah ruangan, tujuh patung perak berdiri dalam formasi bintang. Berbeda dengan sebelumnya, patung-patung ini memegang senjata: pedang, toya, dan kait ganda.

" Wuuuut"

" Wuuut"

" Wuuut"

Ketujuh patung itu bergerak serentak. Mereka tidak menyerang secara acak, melainkan mengikuti pola formasi yang rumit. Pedang dari sisi kiri menyambar leher, sementara toya dari arah depan menghujam perut. membuat posisi Han Le terjepit.

Dalam keadaan terdesak, ia teringat pesan gurunya: "Pedang itu tidak bergerak karena kemauanmu, melainkan jiwamu."

Han Le melepaskan pedang kayu yang tersampir di punggungnya. Ia tidak memegangnya, melainkan menggunakan sedikit teknik Pedang Roh Pencabut Bayangan untuk membuat pedang itu melayang di sekitarnya sebagai perisai otomatis, sementara tangannya tetap memainkan tongkat kayu.

Tring! Cring! Pyarr!

Benturan senjata logam dan kayu memenuhi ruangan. Han Le bergerak seperti bayangan di antara kilatan pedang perak.

Syuut

Traaak

klontrang

Whoash

trak

trak

trak

Ia meminjam tenaga dari tebasan pedang patung pertama untuk memukul jatuh senjata patung kedua. Teknik "Awan Membelah Bulan" ia gunakan untuk menciptakan putaran angin yang mengacaukan keseimbangan mekanisme patung-patung tersebut. Setelah sepuluh jurus yang melelahkan, ia berhasil melumpuhkan sendi-sendi utama ketujuh patung itu hingga mereka terdiam mematung.

Han Le semakin masuk ke dalam. Lorong semakin menyempit, dan udara semakin tipis. Di depan sebuah gerbang kayu besar, sembilan patung perak berdiri diam. Namun, aura yang mereka pancarkan jauh lebih menekan. patung-patung yang dialiri tenaga dalam murni dari para tetua entah bagaimana carannya bisa membuat patung itu bergerak

Saat Han Le melangkah satu meter di depan mereka, kesembilan patung itu membuka mata,dua buah batu rubi merah menyala di lubang mata mereka.

Pertarungan kali ini jauh sulit. Selain kekuatan tubuh logam perak mereka, Patung-patung ini juga mampu mengeluarkan getaran tenaga dalam dari telapak tangan mereka. Han Le terkena satu hantaman di bahu kirinya

Wuut

Bugh!

Bluugh

Ia terlempar menabrak dinding batu hingga darah merembes dari sudut mulutnya.

"Sakit sekali... tulangku hampir retak," rintihnya.

Namun, rasa sakit itu justru memicu adrenalinnya. Darah mudanya mendidih. Ia teringat luka bakar yang di alami kedua orang tuanya. Han Le bangkit, membuang tongkat kayunya yang sudah pecah, dan bersiap dengan tangan kosong.

Hiaaaaat

wuuush

Ia menggunakan jurus Tapak Delapan Penjuru dengan kecepatan penuh. Ia bergerak begitu cepat hingga bayangannya nampak ada sembilan orang sekaligus. Setiap kali telapak tangannya mengenai dada patung, ia mengalirkan getaran tenaga dalam ke telapak tangannya

Wuut

Duung

Duung

pukulan Han Le mengeluarkan suara logam keras saat mengenai tubuh patung perak itu

dugh

" aduuuh"

Han Le meringis saat kakinya beradu pukulan dengan tangan patung perak itu, matanya tanpa sadar melihat batu ruby yang menyala

" Apa batu itu kelemahan mereka" gumam Han Le, namun patung perak itu tak memberi waktu

Wuut

swiiing

syuuut

satu persatu dari mereka bergerak dengan kombinasi yang sempurna, jika han le tak mewarisi langkah Ajaib dari ayahnya dan meminum pil pusaka kuil Shaolin sudah di pastikan ia tak bisa menghindari serangan kombinasi seperti itu.

Hiaaaat

trak

trak

trak

dengan gerakan cepat ia memukul setiap batu Ruby yang ada di mata patung itu

Satu per satu, rubi merah di mata patung-patung itu meredup dan mati.

" Ternyata itu sarana penyaluran tenaga dari pada tetua" gumam Han le, ia tak bisa membayangkan kekuatan para tetua itu, hanya melalui patung saja tenaganya sangat kuat.

Pintu kayu besar itu terbuka perlahan, menyingkapkan sebuah aula luas yang dipenuhi oleh cahaya obor berwarna biru. Di sana, berdirilah mereka Delapan Belas Manusia Perunggu yang legendaris. Tubuh mereka jauh lebih besar, berkulit perunggu gelap, dan memancarkan wibawa yang luar biasa.

Han Le berdiri sendirian di tengah aula. Ia merasa kecil di hadapan raksasa-raksasa logam ini. Namun, ia tidak mundur.

"Datanglah!" teriaknya lantang.

Delapan belas patung itu bergerak dalam satu harmoni yang mengerikan. Mereka membentuk lingkaran rapat, lalu secara bergantian menyerang Han Le tanpa henti dengan Jurus Lohan , Han Le merasa tertekan. ia baru ingat ini adalah Barisan Lohan Tin. Barisan penjaga yang pertama di ciptakan oleh pendiri Sholin.

Han Le terkena pukulan di punggung, tendangan di pinggang, dan sayatan di lengannya. Baju jubah abu-abunya robek-robek, bersimbah darah.

Pandangannya mulai kabur. Di tengah kepungan itu, ia melihat tombol menyerah di lantai, hanya beberapa meter darinya.

"Hanya sekali tekan... dan semua rasa sakit ini berakhir," bisik sebuah suara di kepalanya.

Namun, Han Le menggeleng kuat. Ia memejamkan mata, membiarkan tubuhnya merasakan aliran udara di sekitarnya. Ia berhenti menggunakan matanya yang lelah, dan mulai menggunakan "jiwanya" sebagaimana teknik pedang terbang yang ia pelajari.

Tiba-tiba, Han Le merasakan koneksi dengan pedang kayu yang tergeletak di lantai. Dengan satu hentakan niat, pedang itu melesat ke tangannya.

Hiaaaat

Ia meliuk di antara kaki-kaki raksasa perunggu, memanjat bahu mereka, dan menggunakan berat tubuh mereka untuk menjatuhkan satu sama lain. Ia adalah kancil yang cerdik di antara kumpulan gajah logam.

Duar! Duar! Duar!

Han Le melepaskan jurus pamungkas Pedang Roh Pencabut Bayangan tingkat keempat. Pedangnya melesat melingkar seperti gasing api, memotong aliran energi yang menghubungkan delapan belas patung tersebut ke pusat kontrol. Aula itu bergetar hebat. Ledakan energi terjadi saat mekanisme patung-patung itu terkunci mati secara bersamaan.

Han Le berdiri terengah-engah di tengah reruntuhan perunggu yang tak lagi bergerak. Tubuhnya dipenuhi luka memar dan sayatan dalam. Tenaga dalamnya benar-benar terkuras habis hingga ke titik nol.

Dengan sisa-sisa kesadaran yang menipis, Han Le menyeret kakinya menuju pintu keluar di ujung aula. Setiap langkah terasa seperti mendaki gunung yang sangat tinggi. Darah menetes dari ujung jarinya, meninggalkan jejak merah di lantai batu.

Di luar, Biksu Kong Hui, Kong Zhi, dan Lim Hao menunggu dengan napas tertahan. Sudah hampir empat jam Han Le berada di dalam. Keheningan yang panjang membuat Lim Hao hampir menangis karena takut.

Tiba-tiba, suara mekanisme pintu terdengar.

Kreeeeeek...

Pintu batu terbuka perlahan. Di sana, berdiri sosok pemuda yang jubahnya sudah tak berbentuk, wajahnya tertutup debu dan darah, namun matanya masih menyisakan sisa-sisa tekad yang membara.

"Guru... aku... berhasil..." bisik Han Le.

Tepat setelah kata-kata itu keluar, kekuatannya benar-benar habis. Tubuhnya limbung ke depan.

" Susiok!" teriak Lim Hao, ia melesat maju dan menangkap tubuh Han Le sebelum menyentuh tanah.

Biksu Kong Hui segera mendekat, meletakkan dua jarinya di leher Han Le. Ia menghembuskan napas lega. "Amitaba... denyut nadinya kuat. Ia hanya pingsan karena kelelahan luar biasa dan pengurasan tenaga dalam. bawa ia ke ruang pengobatan" ucap Biksu Kong Hui

" Amitaba, Bawa dia ke ruang pengobatan utama. Gunakan sisa ramuan teratai salju agar tenaganya cepat pulih

Han Le dibawa pergi dalam keadaan pingsan, namun di wajahnya yang penuh luka, tersungging senyum tipis yang tenang.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!