Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
“Den mau kemana?” tanya Asih sambil menyiapkan makan malam.
“Main Bik,” jawab Biru sambil mengambil satu paha ayam goreng kesukaannya.
“Nggak makan dulu?”tanya Asih memastikan.
“Nanti aja, makan di luar,” jawab Biru lalu bergegas pergi.
“Hati-hati den,”teriak Asih.
“Kemana dia Bik?” tanya Senja tiba-tiba.
“Main katanya Non,” jawab Asih yang saat ini menyiapkan piring untuk Senja.
“Oh, emang kerjaannya tiap hari main ya Bik, lalu pulang pagi?”tanya Senja penasaran.
“Enggak kok Non, Den Biru anak yang baik, jarang main apalagi sampai pulang pagi, biasanya jam paling malam jam 12, tapi ya gitu dia sering di dalam kamar setiap hari kalau tidak ada teman-teman nya, kan Non tau sendiri aturan tuan Arga di rumah ini ketat banget, makanya den Biru mainnya waktu Tuan dan Nyonya keluar kota, tapi Non bisa jaga rahasia kan, kasian anak laki di kurung mulu,” cerocos Bik Asih panjang lebar.
“Oh, jadi selama ini dia sembunyi sembunyi,” jawab Senja yang selalu ingat Biru pulang pergi lewat balkon.
“Hehehe, jangan bilang ke Tuan ya Non,” mohon Asih dengan wajah melasnya, dia baru saja sadar kalau dia keceplosan.
“Terus, soal mobil?” tanya Senja penasaran.
“Itu mobil kesayangan den Biru, hadiah terakhir dadi Nyonya Anna, makanya Tuan Arga sering mengancam Den Biru menggunakan mobil itu,” jelas Asih lagi.
Saat ini Senja hanya terdiam sambil mengangguk anggukan kepalanya.
......................
“Rumornya yang beredar beneran?” tanya Zay kepada Brandon.
“Rumor apa?” tanya Brandon balik.
“Lu deket sama adiknya Biru?”tanya Zay dengan tatapan mengintimidasi.
“Gue suka beneran sama dia, gue harap Lu nggak nyeret dia ke dalam lingkaran kita bang,” ucap Brandon dengan serius.
Zay langsung tersenyum misterius, “ Gue mau kenalan,” ucap Zay.
“Buat apa?” tanya Brandon curiga.
“Cuma ingin tau aja, cewe seperti apa dia, sampai Lu terpesona gitu,” jelas Zay dengan santai.
“Nggak usah macem macem, lagian Biru nggak bakalan terpengaruh sama dia,” jelas Brandon dengan jujur.
“Kenapa?” tanya Zay semakin penasaran.
“Dia nggak suka sama Senja, dan Senja cuma adik tirinya,” jelas Brandon dengan jujur.
“Oh, namanya Senja?” tanya Zay dengan ekspresi menyeringai. “bawa aja besok ke party yang bakalan kita adakan untuk nyambut mereka, gue mau lihat reaksi Biru, dia benar-benar nggak peduli apa engak,” jelas Zay.
“Nggak…!!” tolak Brandon secara langsung.
“Kita nggak bakalan ngapa- ngapain dia, kan Lu suka sama dia,” jelas Zay. “Cuma ngetes reaksi Biru aja,” tegasnya kepada Brandon. “se’engaknya gue bisa rusak konsentrasi dia kalau dia peduli sama adiknya, tetapi adiknya di kubu kita,” jelasnya lagi.
“Oke, Deal….!!” jawab Brandon. “50% milik gue, jika Lu menang,” tawarnya.
“Gampang…!!” Jawab Zay dengan senyuman penuh kemenangan. “Tapi Lu harus pastikan dia datang,” ucapnya lagi untuk memastikan.
“Gue sih yakin dia mau, soalnya mama papanya sedang di luar kota,” jelas Brandon dengan wajah semringah nya. Dia selalu berbunga bunga saat di dekat Senja, dan melalui Senja juga dia berharap bisa mengorek ngorek kepribadian Biru yang lumayan privat dan misterius itu, lalu mencari kelemahannya yang selama ini tidak bisa mereka temukan.
“Bagus deh,” jawab Zay dengan senyuman misterius nya. Dia berharap bisa mengacaukan Biru lewat adiknya besok di pertandingannya.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍