NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22

Di lantai bawah,

"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu merasa bersalah Wira."

Wira meminta maaf sekali lagi pada Papa mertuanya soal yang di ucapkan Audrey tadi. Jujur, Wira tidak menyangka Audrey akan mengadukannya secepat itu. Padahal Wira sudah bilang ketika dalam perjalanan, meski dirinya tidak datang tapi dia tau segalanya tentang sang istri. Dia telah mengutus orang untuk menjaga Audrey dari jarak aman. Pak RT dan beberapa warga pun tau. Hanya Audrey saja yang tidak peka.

"Tahun ini Audrey lulus kuliah, rencananya Papa mau memberikan jabatan Manager Operasional perusahaan Adiwangsa pada Audrey sebagai pelajaran awal untuk memulai bisnis. Bagaimana menurut kamu ?"

"Jika Papa menanyakan pendapat saya, maka sejujurnya saya tidak ingin Audrey bekerja. Saya ingin Audrey dirumah saja dan menghabiskan seluruh uang yang telah saya hasilkan. Saya tidak mau dan tidak rela jika istri saya terlalu banyak bertemu dengan lawan jenis."

Papa terdiam sejenak mencerna semuanya. Perlahan senyum lebar merekah di wajah tuanya.

"Tentu begitu seharusnya,"

"Sudah, sudah... Ngobrolnya di lanjut nanti, biarkan Wira dan Audrey makan malam dulu." Mama memotong percakapan diruang tengah, lalu memanggil Audrey dari lantai bawah.

Setengah berlari Audrey menuruni tangga.

"Ayo ajak suamimu makan dulu, Mama, Papa dan Kak Vincent di taman belakang, ya.."

Setelah Mama, Papa dan Kaka Vincent meninggalkan mereka, Audrey mengajak Wira untuk langsung makan.

"Ayo makan dulu, Kak." Kata Audrey kaku.

Wira bangun dari duduknya disofa ruang tengah untuk bergabung dengan Audrey di meja makan.

Audrey mengambil piring di depan Wira, lalu bertanya, "Kakak mau makan apa ?" tanya Audrey lembut.

Deg.

Ada hentakan kecil didada Wira entah kenapa. Perhatian Audrey iti terasa begitu.....hangat. Menggelitik sisi-sisi kosong yang bahkan tidak disadari ada.

"Kak ?! Kok malah bengong, ayo, kakak mau makan apa ? Itu ada Ayam goreng kipas, capcay udang sama Bakwan jagung. Kakak mau semuanya ?" tanya Audrey sekali lagi. Audrey tau apa yang harus dilakukan meskipun belum pernah karena Mama Ruby selalu melakukan hal seperti itu untuk Papa, alias suami nya.

"Capcay udang dengan bakwan jagung saja. Nasinya jangan terlalu banyak." Jawab Wira.

Audrey segera mengisi piring Wira dengan menu yang di sebutkan. Makan malam ini terasa begitu spesial bagi Audrey dan Wira. Mereka memiliki perasaan yang sama hanya saja keduanya belum benar-benar menyadari.

"Kak, aku mau tidur disini malam ini. Boleh, kan ?" tanya Audrey di sela-sela makan malam mereka.

Wira mengangguk,

"Kakak kalau mau pulang ke mansion, pulang saja."

Wira menatap Audrey, "Kamu mengusirku ?"

Audrey reflek menjatuhkan sendok dan garpunya, "Ng-nggak...bu-bukan gitu, kak.. Maksud aku itu, aku takut kakak nggak betah tidur disini, lagian kakak kan nggak pernah mau sekamar sama aku. Dari pada orang rumah tau, mending kakak pulang aja ke mansion."

Wira menarik nafas. Audrey tidak tau kalau selama ini Wira harus bergelut dengan ketakutan setiap malam.

"Yasudah." Jawab Wira pada akhirnya. "Aku akan pulang tapi besok aku akan mengantarmu kembali ke desa."

Audrey mengangguk, ada perasaan kecewa yang tidak bisa Audrey ungkapkan. Padahal ingin Audrey, Wira menyanggah, tapi pria itu malah langsung mengiyakan dengan begitu enteng tanpa perlawanan.

"Aku sudah selesai." Audrey mengakhiri sesi makannya padahal nasi di piring masih banyak. Tiba-tiba jadi tidak selera lagi.

"Kenapa tidak dihabiskan ?!"

"Kenyang." Jawab Audrey singkat. Rautnya berubah dingin.

"Sebentar, aku kasih tau Mama dan Papa kalau Kak Wira mau pulang." Audrey mengangkat bokongnya dengan kasar lalu pergi ke taman belakang.

"Astaga anak itu, aku kan masih makan." Ucap Wira yang terpaksa berhenti mengunyah. Wira membalikkan garpu dan sendoknya. Meneguk air digelas lalu mengusap mulut dengan tisu sebelum menyusul Audrey ke taman belakang.

"Nak Wira mau pulang ?" tanya Papa Adiwangsa ketika Wira sudah sampai di meja taman dekat kolam.

"Iya, Pa. Ada yang harus saya bahas dengan Ayah soal tender yang baru saja kami menangkan." Bohong Wira. Audrey memalingkan wajah yang mulai panas, ingin menangis.

"Oh yasudah, kalau begitu hati-hati. Maaf kami tidak bisa mengantar ke depan."

Wira mengangguk paham. "Tidak apa-apa, Pa, Ma. O ya. Terimakasih untuk makan malamnya."

"Audrey, kamu antar suami mu kedepan. Ayo cepat.." Mama mendorong Audrey yang sejak tadi diam saja padahal Wira sudah keluar dari taman dan masuk kembali ke dalam rumah.

Audrey terlihat ogah-ogahan, tapi tetap menyusul Wira kedepan.

Audrey berdiri di teras, memandangi Wira yang sudah masuk ke dalam mobil sambil memeluk dirinya sendiri.

"Jangan salahkan aku kalau nanti aku jatuh cinta pada pria yang hangat yang tidak seperti diri mu, Kak." Batin Audrey nelangsa.

Menikah sudah mau dua bulan tapi tidak pernah sekalipun tidur di kamar yang sama. Aneh tapi itu nyata adanya dan sangat menyakitkan bagi Audrey.

Sementara itu Wira menatap Audrey dari balik kemudi. Tatapan nya begitu dalam, namun tak mampu diungkapkan dengan kata-kata.

Audrey tak sanggup melihat kepergian Wira, dia langsung berbalik dan kembali masuk ke dalam rumah sambil menutup pintu dengan keras.

"Suami mu sudah pulang, sayang ?" Tanya Mama Ruby sambil membawa cangkir kopi yang sudah kosong.

Audrey mengangguk seraya memaksakan senyumnya.

"Ma, Audrey ke kamar, ya. Capek."

Tanpa menunggu jawaban Audrey langsung pergi ke kamar nya.

🏵️

Di mansion Bimasena.

Wira baru saja sampai dan dengan sangat antusias Shena menyambut kedatangan kakaknya.

"Kak, kok malem banget pulangnya ? Lembur, ya ?" tanya Shena dengan nada manja yang dibuat-buat. Tangannya seolah memiliki magnet karena begitu Wira datang gadis itu langsung menghampiri dan melingkarkan tangannya di lengan Wira.

Sementara Nabila anak yang paling bungsu justru tidak semanja pada Wira. Padahal kalau pun harus, justru Nabila-lah yang paling pantas.

Nabila tidak beranjak dari depan tv, dia hanya sekilas saja menatap Wira lalu kembali fokus menatap layar televisi yang menampilkan drama korea favoritnya.

"Ikut kakak!" Wira melepas tangan Shena dari lengannya lalu menggenggam pergelangan gadis itu dan menyeretnya ke halaman samping Mansion.

"Kak, jangan buru-buru dong. Pelan-pelan aja," Ucap Shena dengan suara mendayu-dayu sambil terseok-seok karena harus menyeimbangkan langkah Wira yang panjang.

Sampai di halaman belakang Wira langsung menghempaskan tangan Shena dengan kasar.

Raut Shena berubah, "KAK!" pekiknya dengan nada tertekan.

"Ngapain kamu datang ke tempat KKN nya Audrey ? Apa tujuan-mu ?" Wira menatap Shena dingin, matanya menyala menyiratkan kemarahan.

Shena tersentak. Jantungnya serasa mau melompat. Bahkan wajahnya sudah berubah warna.

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!