Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia Dan Air Mata
Rencana John untuk menikah dengan Ella sudah disampaikan olehnya kepada keluarga besarnya, yang hari ini memang sengaja John memonta papi dan maminya mengumpulkan mereka malam ini di rumah.
Sepulang dari mall, memang John mengantar Ella ke apartemen, yang sampai sekarang dia tahu, bahwa itu milik sahabatnya Kamila Sari anak pengusaha kaya di pulau dewata dan dia juga seorang dokter.
"Mas, ada urusan ya sayang, jam sepuluh baru mas balik ke apartemen temani ade."
Ella hanya tersenyum. Setelah menerima ciuman mesra dari kekasihnya. John yang menurunkan Ella di depan teras lobi apartemen, langsung menancap gas mobilnya pulang ke rumah karena jam enam ini semua keluarga sudah berkumpul ke rumahnya.
Ella karena kelelahan dan sudah kenyang langsung mandi dan beristirahat. Sementara itu di rumah kediaman Keluarga Lantang sedang membahas persiapan lamaran dan pernikahan John dan Ella. Orangtua John kaget, karena memang John dan Ella sudah menabung selama tiga tahun buat pernikahan mereka. Setelah semua rencana disusun matang.
"Tabungan adek dengan Ella jangan di gunakan. Papi mau kamu simpan dan serahkan buat Ella istrimu nanti."
"Mami yang akan membayar semua biaya pernikahan kamu dan Ella, mami dan papi sudah siapkan semua."
"Terima kasih pi, mi." John langsung memeluk kedua orang tuamu.
"Dek, mami mau ngomong, soal Melinda. Mami tahu perasaan kamu cinta kamu hanya buat Ella, namun ingat Melinda itu bisa saja mencelakai Ella."
"Adek tahu mi dan mengerti." John langsung menceritakan kejadian yang tadi siang hingga sore yang terjadi waktu bersama Ella. Orangtuanya hanya mengelengkan kepala. Selesai oma dan opa serta om - om dan tante - tantenya pulang Jhon kembali ke apartemen dengan membawa makanan yang di bungkus oleh Jesica dedenya John.
Lampu - lampu di apartemen gelap semua, jam sembilan lewat tiga puluh, kalaupun tidur Ella pasti menyalakan lampu kecil di pojok ruangan untuk menerangi ruangan ini. Jendela balkon terbuka. John langsung menyalakan lampu dan menutup jendela. Dia merasa tenang karena mendengar bunyi AC di kamar.
Di kamar dia menjumpai kekasihnya sedang tertidur. Dia menyalakan lampu. Dan mulai mencium kekasihnya.
"Sayang, bangun kamu belum makan."
Mulai terlihat pergerakan dari kekasihnya, John tersenyum. Ella sadar bahwa dia tidur dari sore sampai sudah malam.
"Bangun makan dulu, baru tidur lagi." Ella tersenyum, dia bahagia mendapat perhatian dan kasih sayang dari kekasihnya. Ella merentangkan tangannya dan John tahu bahwa ada yang mau di gendong. Ini pertama kali John mengendong kekasihnya.
"Sayang aku berat ya??"
"Ngak, aku senang kamu meminta hal seperti ini kepeda mas." Ella sudah hanyut dalam pelukan kekasihnya. Dia berlindung dalam ceruk leher kekasihnya
"Terima kasih ya mas ku sayang sudah meratukan aku. Ade harap sampai selama - lamanya begini ya, selalu di ratukan."
"Mas berjanji akan meratukan kamu selalu."
"Meskipun nanti ade sudah tua, sudah memberikan anak kepadamu, sudah jelek tidak cantik lagi." John langsung mencium bibir Ella dengan mesra.
"Menua lah bersamaku sayang, kamu tetap ratu di hidup mas. Janji mas."
Orangtua Ella sudah ada di Jakarta. Karena besok akan menghadiri wisudanya anak mereka. Pukul tujuh malam, mami, papi Jefry dan Jesica datang bertamu ke apartemen dimana Ella tinggal. Ella dan orangtuanya tahu bahwa orangtua John dan saudara - saudarinya akan datang. Kue dan makanan sudah disiapkan untuk makan malam bersama.
"Tidak masalah nak John melangkahi kakaknya menikah lebih dahulu??"
"John dan Jefry ini kembar bu. Kebetulan saja waktu operasi Jefry yang lebih dahulu di tarik keluar oleh dokter, baru John. Sebagai orangtua tidak ada masalah lah."
Kami semua tersenyum. Pembicaraan antara kedua orangtua ini sangat seru di tambah lagi dengan canda ke empat anak ini membuat suasana semakin seru dan bahagia. Ella masih belum tahu kapan dia akan di lamar dan menikah. Namun semua surat - surat buat nikah dinas sudah di siapkan dan di serahkan ke kesatuan. Ella tidak tahu bahwa lusa akan ada nikah dinas. Sehari setelah Ella wisuda.
Pagi - pagi sangat sibuk sekali. John tidur bersama Ella. Mama dan papa sudah tahu itu, karena sekali lagi John sudah berjanji untuk menjaga sampai mereka menikah. Ella tidak ke salon, dia dandan sendiri. Dan John melihat ketrampilan kekasihnya dalam merias diri.
"Bisa dari mana sayang??"
"Kan ada youtube mas. Nonton."
"Kamu ngak dipoles apa pun sudah cantik. Memang aslinya cantik sayang."
"Terima kasih sayang."
"Boleh memujinya selesai???"
"Mama, menganggu John saja. Lagi asik menikmati keindahan karya Tuhan yang di titipkan ke mama dan papa nih. Cewek Toraja campuran Ambon."
"Dia akan menjadi istri kamu."
"Berdoa terus ya mama, sampai semua acaranya selesai."
"Sayang, apa hanya aku yang ngak tahu kapan kita menikah???"
"Ini kejutan buat kamu sayangku."
Sekarang kami semua sudah di aula tempat dilangsungkan wisuda. John bersama kedua mertuanya menggunakan seragam yang memang dijahitkan khusus oleh Ella untuk orang- orang yang dia cintai.
John bersama orangtua Ella tidak menyangka bahwa Ella menjadi lulusan terbaik. Setelah selesai wisuda dan sumpah janji profesi. Ella di kejutkan dengan satu vidio pendek. Berisi aktivitasnya bersam John waktu liburan mereka, menyelam dan snorkling di Papua dan kata - kata indah. Semua orang yang hadir di tempat itu takjub. John telah berganti baju dengan seragam dinasnya lengkap dengan pangkatnya melamar Ella.
"Dokter Pamella Christine Giardini mau kah kamu menikah denganku??"
Ella langsung memeluk John, namun John berbisik, ditelinga kekasihnya menanyakan apa jawabannya.
"Yes, aku mau sayang." Cincin berlian melingkar di jari manis Ella. Seketika tamu yang hadir menyaksikan wisuda itu menangis ya Dokter Esau juga hadir diantara banyak orang di aula itu ketika tahu Ella orang yang masih dia sayang akan menikah. Begitu juga dengan Melinda dia lari ke toilet dan menangis.
Pulang wisuda sudah ada mami, papi, Jefry, Kamila dan Jesica di restoran yang sudah dipesan oleh John untuk syukuran wisuda kekasihnya. Begitu Ella melihat Kamila langsung berlari memeluk sahabatnya itu.
"Terima kasih sis, kamu selalu ada dalam kebahagiaanku. Terima kasih pinjaman apartemennya."
"Ini apartemen bukan punyaku lagi. Calon suamimu sudah membelinya buat kamu."
"What????!!!"
"Yes honey, Mayor John Christo Nagasaki Lantang sudah membelinya."
Ella melihat ke arah John, dia hanya tersenyum. Kemudian dia mendekati memeluk pinggang kekasihnya. Dan menyampaikan rencana mereka dan kapan menikah.
Besok pagi sekali dengan baju dinas lengkap dan baju jalasenastri John dan Ella ke kesatuan untuk nikah dinas. Ini kewajiban yang harus dilakukan sebelum mereka menikah secara ke agamaan maupun catatan sipil.