NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Kamu itu hanya seorang karyawan, Miranda! Tempat kamu sangat rendah! Jadi lebih baik diam saja dan tunggu!" tekanya.

Miranda kembali terdiam. Sungguh, ingin sekali siang ini dirinya resign dari kerjaan pertamanya itu. Namun, masa depan Tama lebih dari apapun yang dirinya rasakan. Meskipun menahan sakit beberapa tahun, menyimpan rahasia besar seorang diri, tapi masih bersyukurnya ia di pertemukan dengan sosok pria sebaik Arya.

"Selamat siang, Pak Ezar!"

Ezar bangkit, begitu juga Miranda menoleh.

Deg!

Pria itu?

Miranda menelan ludah kasar melihat sosok pria di ambang pintu. Pria asing tadi mendekat. Miranda sangka, rekan Bosnya adalah Enggar, pemilik Perusahaan Elemen.

Tapi, pria itu?

Pikiran Miranda terlempar pada kejadian malam yang nyaris merenggut harga dirinya.

5 tahun yang lalu,

"Astaga Miranda... Apa yang kalian lakukan?" suara pekikan seseorang membuat Miranda bangun dalam keadan tersentak.

Yang lebih membuat Miranda terkejut setengah mati, di sampingnya tetiba ada seorang pria asing yang juga baru bangun dalam keadaan telanjang dada.

Pelanyan tadi berteriak memanggil Majikannya. "Bu Ria... Bu... Lihat ini....."

Ria-Wanita parubaya itu datang dengan tergesa. Dirinya terperanjat, wajahnya menahan amarah yang siap meledak. "Miranda... Ya Tuhan... Apa yang kamu perbuat?! Bangun... Ayo bangun!" sentaknya.

Miranda jelas tak terima dengan semua tuduhan itu. Ia begegas mendekat untuk menjelaskan.

"Bu... Saya berani bersumpah! Saya tidak kenal siapa pria itu, dan... Dan bagaimana bisa dia masuk ke dalam kamar saya, saya juga nggak tahu...." tangisan itu pecah.

Ria menatap berapi-api. Pria tadi segera memungut kaos serta celananya dan segera pergi.

"Dasar kamu wanita murahan! Wanita nggak tahu diri! Berani-beraninya bawa pria asing masuk ke dalam rumah! Kamu pikir ini rumah nenek moyangmu, ha!" Ria bahkan sampai menuding kepala Miranda.

Miranda meluruhkan tubuhnya dibawah kaki sang Majikan. "Bu... Demi Allah saya nggak kenal pria tadi. Saya rasa saya di jebak!"

Ria tersenyum, matanya menertawakan. "Siapa yang mau jebak kamu di rumah ini, Miranda? Kurang kerjaan aja! Rupanya saya salah selama ini. Saya kira kamu wanita baik-baik... Tapi rupanya lebih menjijikan dari Jalang di luaran sana!"

Brug!

Tubuh Miranda terhempas ke belakang ketika Majikannya menendang kuat tubuhnya.

"Sekarang... Lebih baik kamu pergi dari rumah saya! Angkat kakimu dari sini!" Ria murka, lalu segera melenggang pergi.

Miranda menegang, hatinya tersadar jika pria di depanya itu adalah pria yang pernah tidur di sampingnya 5 tahun yang lalu.

"Wah... Pak Ezar... Sekertaris baru ya?" ekor mata pria dewasa itu seolah menelisik wajah cantik Miranda.

Ezar kini juga menatap Miranda seolah menatap barang menjijikan. "Pak Tian... Perkenalkan, dia namanya Miranda, sekertaris baru saya. Selain dia pintar menghandle pekerjaan, dia juga sangat mahir soal urusan RANJANG!"

Deg!

Wajah Miranda menegak kearah Ezar. Dadanya bak teremat, rasanya begitu sesak di permalukan sebegitu rendahnya.

"Jaga bicara Anda, Pak Ezar!" tekan Miranda dengan kepalan tanganya.

Pria bernama Trian itu juga ikut menimpali. "Waw... Apa seperti itu, Pak Ezar? Sudahkah Anda mencobanya?" tawanya iblis.

"Saya ini orang mahal, Pak Tian! Nggak mungkin menyentuh wanita sehina dia! Anda pikir... Berhijab itu murni dari hatinya?" Ezar tertawa sejenak menjeda kalimatnya.

Tian menimpali. "Mungkin saja iya? Atau... Mungkin tidak?!"

"Jelas tidak! Hijabnya hanya untuk menutupi kelakuan busuknya tanpa sepengetahuan orang," mata Ezar menusuk irish mata Miranda.

"Stop! Sudah puas? Sudah puas Anda berdua menghina saya? Sudah suci kah Anda berdua?" Miranda tersenyum getir, meksipun air matanya berlinang. "Hidup saya hanya saya sendiri yang tahu bagaimana baik buruknya. Kalian hanya orang ASING, yang tidak tahu apa-apa tentang hidup saya! Saya memiliki suami, saya juga memiliki keluarga yang menghargai dan menjaga marwah saya. Lalu... Anda datang seenak itu menghina saya? Lebih baik saya keluar, dan mencari kerjaan lain yang dapat menghargai saya!"

Brak!

Miranda meletakan ipad kerja tadi secara kasar, lalu segera melenggang keluar sambil menyeka air matanya.

Ezar menggeram. Kedua tanganya terkepal kuat.

Tanpa peduli rekan bisnisnya, Ezar langsung mengejar sekertarisnya tadi.

Miranda yang sudah bersiap turun ke tangga, lenganya ditarik kasar oleh Ezar secara kuat, dan di hempaskan tubuh kecil itu pada tembok.

"LEPAS! JANGAN PERNAH SENTUH SAYA LAGI! SAYA JIJIK DI SENTUH MAS EZAR-"

"DIAM!" bentak Ezar. "Kenapa kamu memilih pergi?! Kamu memilih meningalkan saya demi pria lain yang kamu banggakan saat ini sebagai suami kamu?! JAWAB?!" mata Ezar merah, terasa hangat, bahkan air matanya sudah menggenang.

Miranda semakin frustasi. "Semua tuduhan itu tidak benar adanya?! Saya tahu kita memang beda agama... Tapi bukan dengan cara menjijikan itu keluarga Mas Ezar memfitnah saya-"

"Stop menyalahkan Mamah!" Ezar lebih dulu menyela. "Jika bukan dari Mamah, saya tidak tahu sebusuk apa kelakuan kamu!"

Miranda sudah lelah. Percuma saja ia menjelaskan jika akhirnya akan sia-sia. "Baik! Saya ini memang wanita murahan! Saya jalang. Saya juga sadar diri, tidak akan mungkin kita bersatu dalam kiblat yang sama."

"Tidak usah membawa agama, Miranda! Kamu tidak pantas mengenal Tuhan, jika kelakuanmu begitu menjijikan!" sentak Ezar kembali.

Miranda mengangkat rendah tanganya seakan berkata; aku menyerah, dan aku kalah.

"Mulai detik ini juga, saya keluar dari perusahaan Mas Ezar! Permisi...."

Ezar kembali menahan lengan Miranda. Rasanya belum cukup puas mengolok-olok mantan kekasihnya itu, dan Miranda masih mampu cukup tegar menghadapi kemarahannya.

"Kamu tidak bisa pergi begitu saja, Miranda! Jangan samakan perusahaan dengan para pria yang sudah menggagahi tubuhmu!" tekanya. Raut wajah pria tampan itu menyeringai, senyumya sangat mirip dengan iblis.

Miranda menarik kuat lenganya. Lalu juga sama-sama menghunuskan tatapan tajam.

"Dan pria itu termasuk Mas Ezar sendiri 'kan? Anda adalah salah satu di antara pria yang sudah berhasil menggagahi tubuh saya! Kenapa? Apa Anda marah karena tidak bisa miliki saya seutuhnya?" di tengah linangan air mata itu, Miranda mencoba berbesar hati; jika pun harus hancur, biarkan hancur sekalian.

Ezar menggeram. Ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Miranda hingga membuat wanita berjilbab itu menghindar.

"Kenapa menghindar? Ini 'kan yang para jalang sepertimu mau? Kenapa menolak!" tangan kekar itu menekan dua sisi tembok.

Wajah cantik Miranda masih selalu sama.

Apalagi sekarang dalam balutan jilbab. Antara dendam dan benci yang menghantam dadanya, matanya berhasil mencari celah, irish hitam itu menusuk tembus jantungnya, dan sulit sekali untuk sekedar berdamai.

"Tolong jangan bersikap menjijikan seperti ini! Saya sudah bersuami, dan suami saya sudah berhasil menjaga marwah saya!" Miranda mendorong bahu Ezar.

Pria tampan dalam balutan jas maron itu tertawa remeh. Dirinya yang memulai, dirinya juga yang terpancing.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!