Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: Teknik Pedang Naga Hitam
Hutan pegunungan itu tenggelam dalam kegelapan malam. Api unggun yang tadi menyala kini telah padam akibat benturan energi dari dua pedang yang bertarung tanpa henti. Di tengah kegelapan, hanya cahaya tipis bulan yang menembus celah dedaunan, menerangi sosok Goo Yoon dan pemimpin dari Sekte Naga Hitam yang berdiri saling berhadapan.
Suasana terasa sangat tegang.
Dua murid Sekte Naga Hitam yang tadi menyerang kini mundur beberapa langkah. Mereka tidak lagi berani maju sembarangan. Dari cara Goo Yoon menangkis serangan mereka sebelumnya, jelas terlihat bahwa pemuda itu bukan pendekar biasa.
Pemimpin mereka mengangkat pedangnya perlahan.
Pedang itu berwarna hitam pekat dengan ukiran naga yang melilit di sepanjang bilahnya. Bahkan dalam cahaya bulan yang redup, pedang itu terlihat memancarkan aura yang mengintimidasi.
“Aku belum memperkenalkan diriku,” katanya dengan suara tenang namun berat.
“Namaku Kang Dae-Rin. Murid inti Sekte Naga Hitam.”
Goo Yoon memegang pedangnya dengan erat.
Ia bisa merasakan tekanan besar dari aura pria di depannya. Jelas sekali bahwa Kang Dae-Rin jauh lebih kuat dibandingkan musuh yang pernah ia lawan sebelumnya.
Namun Goo Yoon tidak mundur.
“Aku Goo Yoon,” jawabnya singkat.
Angin malam berhembus pelan melewati mereka.
Daun-daun bergoyang, menciptakan suara gemerisik yang seakan menjadi saksi pertarungan yang akan terjadi.
Kang Dae-Rin tersenyum tipis.
“Kalau begitu, Goo Yoon… mari kita lihat apakah rumor tentangmu benar.”
Dalam sekejap—
WHOOSH!
Tubuh Kang Dae-Rin melesat maju dengan kecepatan luar biasa.
Pedangnya menyambar seperti kilat.
CLANG!!
Goo Yoon langsung mengangkat pedangnya untuk menahan serangan itu.
Benturan keras membuat tanah di bawah kaki mereka sedikit retak.
Tekanan dari pedang Kang Dae-Rin terasa sangat berat.
“Cepat sekali…” pikir Goo Yoon.
Ia segera melompat mundur untuk menciptakan jarak.
Namun Kang Dae-Rin tidak memberinya kesempatan bernapas.
Satu langkah maju.
Lalu satu tebasan horizontal yang tajam.
Slash!
Angin dari tebasan pedang itu bahkan membelah dedaunan di sekitar mereka.
Goo Yoon memutar tubuhnya dan menangkis.
Clang!
Percikan api kecil kembali muncul.
Pertarungan mereka berlangsung cepat dan sengit.
Pedang bertemu pedang berkali-kali.
Clang! Clang! Clang!
Setiap benturan menghasilkan gelombang energi yang membuat tanah bergetar.
Dua murid Sekte Naga Hitam yang menonton mulai terlihat tegang.
“Sungguh cepat…”
“Aku hampir tidak bisa melihat gerakan mereka…”
Sementara itu Goo Yoon mulai menyadari sesuatu.
Teknik pedang lawannya sangat berbeda dari yang pernah ia lihat.
Setiap gerakan Kang Dae-Rin terasa halus, namun penuh kekuatan tersembunyi.
Seperti naga yang bergerak di dalam bayangan.
Tiba-tiba Kang Dae-Rin mundur satu langkah.
Lalu ia memutar pedangnya dengan gerakan elegan.
Aura hitam tipis mulai muncul di sekitar bilah pedangnya.
“Kau cukup kuat,” katanya.
“Tapi sekarang aku akan menunjukkan sesuatu.”
Matanya menjadi tajam.
“Teknik Pedang Naga Hitam.”
Aura hitam di pedangnya semakin pekat.
Udara di sekitar mereka terasa lebih berat.
Bahkan kedua murid di belakangnya ikut merasakan tekanan itu.
Kang Dae-Rin melangkah maju perlahan.
“Gerakan pertama…”
Tubuhnya tiba-tiba menghilang dari pandangan.
Detik berikutnya—
SLASH!!
Sebuah tebasan besar muncul dari udara.
Goo Yoon hampir tidak sempat bereaksi.
Clang!!
Ia menangkisnya dengan susah payah.
Tekanan besar membuat tubuhnya terdorong beberapa langkah ke belakang.
Tanah di bawah kakinya terbelah.
“Tekanan yang luar biasa…” pikirnya.
Namun serangan itu belum selesai.
Kang Dae-Rin muncul lagi di sampingnya.
Pedangnya bergerak seperti bayangan naga yang melingkar.
Slash! Slash! Slash!
Serangan datang dari berbagai arah.
Goo Yoon menangkis sebisanya.
Clang! Clang! Clang!
Namun salah satu tebasan akhirnya berhasil menembus pertahanannya.
Sret!
Lengan Goo Yoon terluka ringan.
Darah menetes ke tanah.
Dua murid Sekte Naga Hitam tersenyum puas.
“Selesai sudah.”
“Dia tidak bisa menang melawan Kakak Kang.”
Namun Goo Yoon hanya menatap luka di lengannya sebentar.
Lalu ia mengangkat pedangnya kembali.
Matanya kini jauh lebih fokus.
“Kuat sekali…”
Ia menarik napas panjang.
Energi dalam tubuhnya mulai berputar lebih cepat.
Latihan keras selama perjalanan mulai menunjukkan hasilnya.
Goo Yoon mengingat semua pertarungan yang pernah ia lalui.
Bandit gunung.
Pendekar bayangan.
Dan semua lawan yang pernah hampir mengalahkannya.
Setiap pertarungan membuatnya lebih kuat.
Ia menggenggam pedangnya lebih erat.
“Kalau begitu… aku juga tidak akan menahan diri.”
Tubuh Goo Yoon bergerak maju.
Kecepatannya kali ini jauh berbeda.
WHOOSH!
Kang Dae-Rin sedikit terkejut.
“Dia jadi lebih cepat?”
Pedang Goo Yoon datang dari bawah dengan tebasan tajam.
Clang!
Kang Dae-Rin menangkisnya.
Namun Goo Yoon tidak berhenti.
Ia memutar tubuhnya dan menyerang lagi.
Slash!
Clang!
Slash!
Clang!
Serangan Goo Yoon kini semakin cepat dan agresif.
Tekniknya mungkin tidak sehalus milik Kang Dae-Rin.
Namun kekuatan dan tekad di balik setiap ayunan pedangnya sangat besar.
Kang Dae-Rin mulai menyipitkan mata.
“Menarik…”
Ia mendorong Goo Yoon mundur dengan satu tebasan kuat.
BOOM!
Tanah di antara mereka retak.
Keduanya berdiri terpisah beberapa meter.
Kang Dae-Rin mengangkat pedangnya lagi.
Aura hitam di sekitarnya kembali meningkat.
“Kau benar-benar lebih kuat dari yang kukira.”
Ia tersenyum dingin.
“Tapi pertarungan ini akan segera berakhir.”
Energi di pedangnya berkumpul semakin besar.
Angin di sekitar mereka mulai berputar.
Bahkan pepohonan di hutan itu ikut bergoyang.
“Gerakan kedua dari Teknik Pedang Naga Hitam…”
Kang Dae-Rin mengangkat pedangnya tinggi.
Bayangan aura naga hitam samar terlihat di udara.
Dua murid Sekte Naga Hitam menatap dengan kagum.
“Itu jurus andalan Kakak Kang…”
“Pemuda itu tidak mungkin selamat.”
Sementara itu Goo Yoon berdiri tegak di tempatnya.
Ia bisa merasakan kekuatan besar yang akan datang.
Namun ia tidak mundur.
Sebaliknya—
Ia menutup matanya sejenak.
Menarik napas panjang.
Lalu membuka matanya kembali.
Tatapannya berubah.
Lebih tajam.
Lebih tenang.
Tangannya mengangkat pedang perlahan.
Energi dalam tubuhnya mengalir menuju bilah pedang.
“Kalau kau punya teknik terkuat…”
gumamnya pelan,
“…aku juga akan menyerang dengan seluruh kekuatanku.”
Angin malam berhenti sejenak.
Seolah dunia menahan napas.
Dua pendekar muda berdiri saling berhadapan.
Energi mereka terus meningkat.
Detik berikutnya—
Keduanya bergerak bersamaan.
WHOOSH!!!
Pedang mereka bertabrakan di tengah udara.
Dan ledakan energi besar mengguncang seluruh hutan.
yg bner mn nih?
Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/