Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.
Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.
Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Suara tulang yang patah terdengar sangat nyaring.
"Argh!!"
Kedua pengawal elit itu menjerit kesakitan dalam waktu yang bersamaan. Lengan mereka patah seketika. Tubuh mereka terpental ke belakang, menabrak dinding ruangan dengan keras hingga lukisan-lukisan mahal di sana berjatuhan. Mereka langsung kehilangan kesadaran sebelum tubuh mereka menyentuh lantai.
Keheningan yang mencekam langsung menyelimuti ruangan VIP itu. Hanya terdengar suara napas kedua wanita penghibur yang gemetar ketakutan di pojok sofa.
Bos Zhao menjatuhkan gelas wiskinya.
"Prang!"
Gelas itu pecah berkeping-keping. Kaki Bos Zhao gemetar hebat hingga ia jatuh terduduk kembali ke sofanya. Wajahnya yang memerah karena alkohol kini pucat pasi, tak ada sedikit pun warna darah yang tersisa.
Dua pengawal termahalnya, yang konon bisa menghancurkan batu utuh dengan tangan kosong, dikalahkan hanya dalam satu detik oleh seorang mahasiswa yang sedang duduk santai?!
"N-ng... kau... kau monster..." Bos Zhao tergagap, keringat dingin membanjiri wajahnya.
Hao Qi mencondongkan tubuhnya ke depan. Ia mengambil sebuah apel merah dari atas meja kaca, menggosoknya sebentar di lengan jaketnya, lalu menggigitnya dengan suara renyah.
"Kres."
"Monster adalah kata yang kasar, Bos Zhao. Aku adalah mahasiswa yang rajin belajar. Tapi gara-gara kau mengirim anjing-anjing liar untuk menguntitku beberapa hari terakhir ini, waktu belajarku jadi terganggu. Aku bahkan harus berjalan jauh malam-malam begini. Secara psikologis dan fisik, aku sangat dirugikan."
Hao Qi mengunyah apelnya dengan santai. Senyumnya tak pernah luntur.
Bos Zhao bukanlah orang bodoh. Ia tahu kapan harus menundukkan kepala. Pria di depannya ini memiliki kekuatan mutlak yang tidak bisa dilawan oleh uang atau jumlah pasukan preman biasa.
"A-apa yang kau mau? Uang? Aku punya banyak uang! Asal kau membiarkanku hidup, aku akan berikan apa saja!" Bos Zhao memohon dengan suara bergetar.
"Pilihan kata yang sangat tepat," Hao Qi mengangguk setuju. Ia meletakkan sisa apelnya di atas asbak.
"Aku sedang butuh modal untuk usaha. Sebagai biaya kompensasi atas gangguan mental, waktu, dan ancaman nyawa yang kau berikan padaku... kurasa lima juta Yuan adalah angka yang masuk akal. Bagaimana menurutmu?"
"Lima... lima juta Yuan?!" Bos Zhao tersedak ludahnya sendiri. Itu adalah setengah dari seluruh uang tunai yang ia kumpulkan selama dua tahun terakhir dari operasi KTV dan perjudian ilegalnya.
"Kenapa? Angkanya kurang banyak? Atau kau ingin aku menggunakan Tinju Guntur lagi ke arah dadamu?"
Hao Qi mengangkat tangan kanannya. Sedikit energi berkumpul di kepalannya, menciptakan suara gemeretak pelan yang menakutkan.
"Tidak! Tidak! Lima juta sangat masuk akal! Sangat murah!" Bos Zhao berteriak panik sambil melambaikan kedua tangannya.
Ia buru-buru menarik sebuah laptop dari bawah meja kaca, menyalakannya dengan tangan yang gemetar hebat.
"B-berikan nomor rekeningmu. Aku akan mentransfernya sekarang juga. Jalur khusus tanpa pelacakan."
Hao Qi menyebutkan deretan nomor rekening banknya sambil tersenyum.
Hanya dalam waktu tiga menit, ponsel di saku Hao Qi bergetar pelan. Ia mengeluarkan ponsel lamanya dan melihat notifikasi dari bank. Saldo rekeningnya bertambah tepat lima juta Yuan.
Mata Hao Qi berbinar puas.
"Uang sebanyak ini cukup untuk memborong seluruh isi pasar grosir," Hao Qi membatin dengan gembira.
Ia berdiri dari sofa, merapikan jaketnya sedikit. Bos Zhao menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata pemuda itu.
"Transaksi yang sangat menyenangkan, Bos Zhao. Uangnya sudah kuterima. Oh ya, satu hal lagi."
Hao Qi berjalan ke arah Bos Zhao dan menepuk bahu pria tambun itu dengan lembut.
Bos Zhao tersentak dan menahan napasnya.
"Mulai malam ini, kau harus bekerja untukku. Jangan ganggu kehidupanku di kampus, jangan kirim orang untuk mengikutiku. Jika aku butuh sesuatu dari dunia bawah Jiangjing, aku akan menghubungimu. Paham?"
"P-paham! Saya mengerti, Tuan Hao! Saya tidak akan pernah mengganggu Anda lagi!" Bos Zhao mengangguk cepat berkali-kali.
"Bagus. Lanjutkan minummu. Malam ini agak dingin."
Hao Qi berbalik dan berjalan menuju pintu. Ia melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang.
"Hahaha! Selamat malam!"
Pintu VIP tertutup perlahan.
Bos Zhao bersandar lemas di sofanya. Napasnya terengah-engah seolah ia baru saja berlari maraton. Ia menatap kedua pengawalnya yang masih pingsan dengan tangan hancur. Mulai malam ini, ia sadar bahwa raja sesungguhnya dari dunia bawah Distrik Selatan telah berganti tangan.
Sementara itu, Hao Qi berjalan menuruni tangga darurat gedung KTV dengan langkah yang sangat ringan. Ia menatap layar ponselnya sekali lagi, memastikan angka nol yang berjejer panjang di rekeningnya.
"Lima juta Yuan. Besok pagi, kita akan berbelanja besar-besaran. Makanan modern, alat elektronik, obat-obatan, dan mainan. Pelanggan Toko Sepuluh Ribu Alam selanjutnya pasti akan sangat terkejut."
Hao Qi tersenyum lebar menatap langit malam Jiangjing. Petualangannya sebagai pedagang lintas dimensi paling kaya baru saja dimulai.