NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.Bertemu Kakek.

Seharusnya dia lah yang menerima tatapan yang dipenuhi dengan kekaguman itu,bukan Jane.

Camelia nyaris saja menghancurkan ketenangannya sendiri,ketika Jane melangkah semakin dekat kearah mereka.Dibawah tatapan tajam Carlos.

"Maaf,aku terlambat."

Camelia menyembunyikan kebencian diwajahnya ketika mendengar suara Jane,yang lembut dan ceria.

"Tidak masalah! Kami juga baru saja duduk." Jawabnya tanpa memberikan kesempatan bagi Carlos maupun Mark,untuk berbicara dengan Jane.

"Silahkan duduk dimana saja,buat diri Anda senyaman mungkin." Camelia kembali berbicara.Kali ini , dia bahkan bertingkah sebagai tuan rumah yang sebenarnya.

Dibawah tatapan heran ketiga orang itu,Camelia bangkit dari duduknya,dan bahkan menghampiri Jane dengan lembut.

"Biasanya kami sarapan ringan.Saya tidak tahu jika Anda juga bergabung dengan kami,pagi ini.Sehingga saya tidak meminta kepala pelayan untuk membuatkan sarapan sesuai dengan selera Anda.Saya harap Anda memaafkan saya,Nona Alexander." Katanya dengan lembut.

Jane yang dibimbing olehnya,hanya bisa pasrah.

'Ada apa dengan wanita ini..?' pikirnya.

Bukan hanya Jane.Bahkan Carlos dan Mark juga kebingungan akan sikap tidak biasa Camelia,pagi ini.

Namun, karena keduanya adalah seorang pria.Mereka enggan ikut campur kedalam percakapan para wanita.

Jadi, keduanya memutuskan untuk diam.

Yang dimana keputusan ini semakin membuat Camelia bertingkah tidak normal.Dia mulai membicarakan betapa dia mengenal Carlos dan keluarga ini.Bahkan masa kecil Carlos juga ikut dibahas.Tentu saja hal ini membuat,bahkan Carlos pun menjadi sedikit tidak suka.

Carlos menatap Camelia dengan aneh,lalu menegurnya dengan lembut.

"Cukup basa-basi mu.Kami tidak akan ikut sarapan.Jangan lupa makan obat mu setelah sarapan.Ayo pergi." Carlos sama sekali tidak memberi kesempatan bagi Camelia untuk membantah.

Dia sudah berdiri dari duduknya,dan menoleh kearah Jane.Dibawah tatapan tidak suka Camelia,ketiganya pergi meninggalkan meja makan.

"Berengsek!!!!" Makinya.

.....

Jane dan Carlos langsung disambut oleh seorang kepala pelayan tua,yang bertugas dibawah perintah langsung Tuan Tua keluarga Benjamin.Robert Benjamin.

"Kita sudah sampai Tuan Muda." Kata Mark dengan tenang.

Carlos yang sejak tadi memejamkan kedua matanya,seketika terbangun.Lalu menoleh kearah Jane,yang duduk disampingnya.

"Kakek mungkin sedikit lebih tegas,terlebih terhadap orang baru.Yang harus kau lakukan adalah duduk dengan tenang.Jika tidak ditanya,tidak perlu berbicara." Jelas Carlos.

Karena sempat terpesona dengan penampilan Jane,Carlos bahkan lupa untuk menyampaikan hal sepenting ini kepada Jane.Jadi, dia hanya bisa memberitahukan kepada Jane,sekarang.

"Baik." Jawab Jane singkat.

Untung saja Jane bukanlah tipe wanita yang merepotkan.Dia tidak akan pernah melakukan hal-hal yang membuatnya kesulitan.Ditambah lagi, drama murahan yang baru saja tersaji didepannya.Jane semakin tidak berniat melakukan apapun hari ini.Hanya saja, karena mereka telah berada ditempat ini.Maka lebih baik untuk ikut masuk saja.

Setelah memastikan tidak ada yang salah.Keduanya segera turun dari mobil.

"Salam,Tuan dan Nyonya Muda." Seorang pria tua berambut putih yang tertata rapi,menyapa mereka berdua dengan penuh hormat.

Jane menjawab dengan anggukan singkat,sembari tersenyum tipis.Sementara Carlos,hanya melenggang pergi begitu saja.

Untungnya pria tua itu sama sekali tidak merasa tersinggung akan sikap Carlos.

Dia bahkan masih dapat bersikap ramah kepada Jane. "Mari,Nyonya Muda." Katanya.

Jane mengangguk kembali,lalu mengikuti langkah kaki mereka menuju kerumah minimalis,namun sangat luas pekarangannya itu.

Tampaknya,kakek Carlos adalah tipe pria tua yang gemar bercocok tanam.Hal ini terbukti dari pekarangan rumahnya,yang dipenuhi dengan berbagai jenis tumbuhan hijau yang cerah dan alami.Halaman yang luas disisi kiri dipenuhi dengan berbagai jenis sayuran,paprika,daun bawang,dan umbi-umbian.Sementara disisi kanannya terdapat berbagai tanaman hias langka,yang ditata sedemikian rupa.

Sepanjang perjalanan,mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan hijau yang segar dan alami.Dan Jane merasa sangat senang.Dia seperti kembali ke desa tempat dia tumbuh dan besar,selama ini.

Mereka berjalan selama lima menit,sebelum sampai didepan sebuah rumah kayu minimalis,yang tampak hangat.

"Tuan Tua,sudah menanti Anda berdua didalam." Pria tua yang masih mendampingi mereka,membuka pintu dan mempersilahkan keduanya masuk.

"Terimaksih.!" Kali ini Jane berinisiatif untuk berbicara.

"Sama-sama,Nyonya Muda." Balas pria tua itu dengan sopan.

Carlos menatap pria tua itu dengan penuh peringatan,lalu mengelos pergi.

Yang membuat suasana semakin canggung.

Karena tidak ingin mengundang masalah yang tidak perlu,Jane segera menyusul langkah kaki Carlos.

Begitu keduanya masuk kedalam rumah tersebut,aroma pekat dari kopi pahit yang baru diseduh segera menyerbu indra penciuman keduanya.

"Apa yang kalian tunggu...? Membuat ku berdiri sendiri ,lalu menyambut kalian?" Sebuah suara tua yang berat, tiba-tiba terdengar dari dalam rumah.

Jane yang masih berdiri dibelakang Carlos,harus berdiri dengan menjinjit ketika ingin melihat kedalam rumah.

Melalui celah dari ujung telinga Carlos,Jane dapat melihat seorang pria tua yang masih tampak sehat dan kuat.Yang tengah duduk dengan nyaman di kursi kayunya.Tepat didepan pria tua itu ada sepoci kopi yang tampak baru mendidih.Aroma dari kopi inilah yang tercium oleh mereka baru saja,ketika pintu dibuka.

Mungkin karena pria tua itu memiliki intuisi yang tajam.Tiba-tiba saja dia menoleh kearah Jane dan Carlos.Lalu mata tajamnya yang mulai keruh,bersitatapan dengan mata hijau tua Jane.

Tubuh Jane menegang sejenak,dia buru-buru menegakkan tubuhnya yang membuat keningnya menghantam siku Carlos.

Dug.

Jane menggigit bibirnya agar tidak mengaduh.

"Maaf." Lirihnya dengan pelan ketika Carlos berbalik menatapnya dengan dalam.

"Masuklah."

Sebelum sempat Carlos membuka mulutnya,pria tua itu kembali berbicara.Kali ini ,dia berbicara dengan nada yang sedikit lebih lembut.

Carlos membalikkan pandangannya kembali ke arah sang kakek,lalu melangkah masuk kedalam rumah.

"Kakek!" Sapanya pelan.

Tidak hangat,tidak dingin.

Tampaknya hubungan antara kakek dan cucu ini sama sekali tidak harmonis,seperti kebanyakan.

"Hem." Kakek Carlos juga melakukan hal yang sama.Namun,tatapannya dengan cepat berpindah kepada Jane,yang senantiasa mengikuti dibelakang Carlos.

Sadar akan hal tersebut,Jane tidak berusaha menghindar lagi.

Dengan lembut dan sopan,dia menyapa kakek Carlos. "Kakek."

Pria tua itu mengamati sebentar,sebelum mengangguk dengan puas.

"Duduklah,buat diri mu nyaman." Katanya kemudian.

Jane tidak langsung duduk,melainkan menatap kearah Carlos.Seolah-olah meminta persetujuannya.Hanya setelah melihat Carlos mengangguk,barulah Jane berani untuk duduk.

"Kau suka kopi atau susu?"

Sebuah pertanyaan tiba-tiba tertuju kepadanya.Membuat Jane sedikit terkesiap,namun dengan cepat dia mengendalikan diri.

"Saya lebih suka jika keduanya digabungkan bersama,Kakek." Jawab Jane dengan sopan.

Dia sangat berhati-hati pada setiap tindakan,ekpresi,dan ucapannya.Karena Carlos telah memperingatkannya tentang betapa tidak ramahnya sang kakek.

1
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!