Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?
Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.
Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.
Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....
Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?
Saksikan eklusif disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 2 : Mau lagi?
"Tidak....daddy tidak akan marah." Ujarnya lembut menyentuh pucuk hidung Crystal.
"Tidak. Daddy pasti akan marah nantii..." Mengerucutkan bibirnya.
"Ahhh....imut sekalii...." Gemas Helena melihat tingkah laku putri bosnya.
"Daddy...tidak akan marah kok...." Ucapnya pelan sambil membuka pintu ruangan presdir. Tanpa ia sadari bosnya Tuan Jimmy mendengar percakapan mereka berdua.
"Helena jangan terlalu memanjakannya!" Ujar Jimmy dingin. Putri kecilnya itu memang suka mencari gara-gara.
Helena yang mendengar nada dingin dari bosnya pun langsung terhenyak kaget. Biasanya Jimmy tidak pernah berbicara dingin pada mereka jika putri kecilnya ada di sana. Tapi hari ini berbeda, baru selangkah Helena melangkahkan kakinya. Jimmy sudah berbicara dengan nada dingin serta menatapnya tajam.
"Hufffff........." Jimmy menghela nafasnya panjang.
"Dia sudah menghabiskan semua matoa pemberianmu. Dia juga merampas matoa milik karyawan lainnya." Jelas Jimmy pada Helena kenapa ia bicara dengan nada yang dingin.
Bisa-bisanya putri kecilnya itu menjual air mata kesedihannya pada Helena. Padahal Jimmy hanya memerintahkan gadis kecil itu untuk minta dibuatkan susu oleh Helena. Karena dirinya tengah sibuk memeriksa berkas kerja sama dengan keluarga Ritchie.
"Uuhhhh......takutttt....." Menyembunyikan wajahnya di dada Helena.
"Crystal turun!" Perintahnya tegas.
"Bibii....lihatlah daddy galak sekali...." Menunjuk kearah daddynya.
"Crystalee......" Nada menekan.
"Bibiii....." Memeluk erat Helena.
"Crystalee turun atau daddy tabok yah?!" Teriak Jimmy sedikit kesal. Bocah perempuan itu pasti akan memainkan drama jika Helena berada di sisinya.
"Bibii......" Makin erat.
"Turunn....bukannya mau susu tadi?!" Ujarnya ketus memaksa Crystal turun dari gendongannya karena merasa di bohongi.
Bagaimana tidak bosnya tidak akan marah coba? Jika gadis kecil itu sudah menghabiskan 2 kg matoa seorang diri. Tapi masih merampas milik karyawan lainnya.
Namun masih merasa belum puas juga. Andai Helena yang menjadi ibunya pasti sudah memukulinya habis-habisan. Beruntung ia bukan ibu dari bayi kecil itu. Jika iya kepalanya bisa-bisa pecah di hari pertama.
"Bibiii...." Rengek Crystal pada Helena.
"Huhhh......" Mendengus kesal meninggalkan Crystal yang terduduk di lantai. Berjalan menuju dispenser air di sudut ruangan.
Mengambil botol susu yang berada diatas dispenser. Mengisinya dengan air hangat sebanyak 250 ml lalu menuangkan 5 sendok takar susu formula. Menutup rapat botol susu. Memutar botol susu menggunakan kedua telapak tangannya. Supaya air dan susu tercampur sempurna.
"Taruh saja disana. Aku akan memberikannya sendiri. Cuci saja botol susu yang kotor di pantry. Setelah kering letakkan kembali di atas dispenser seperti biasanya." Perintah Jimmy sembari menghampiri putri kecilnya yang sedang terduduk di lantai.
"Baiklah." Meletakkan susu yang telah dibuatnya keatas dispenser. Membawa empat buah botol susu kotor ke pantry untuk dicuci.
"Daddyyy......" Ujar Crystal manja mendesal didada sang daddy.
"Dasar manja" Cibir Jimmy pada putri kecilnya. Walau Jimmy telah memarahi gadis kecil itu habis-habisan. Ia tidak pernah takut sama sekali yang ada putri kecilnya bertambah semakin manja.
"Pelukkk....." Memeluk erat tubuh daddynya. Mulai memejamkan matanya yang tinggal lima watt saja.
"Eeittsss....tunggu dulu. Minum susunya dulu, Bibi Helena sudah terlanjur membuatnya." Ujarnya menggoyangkan tubuh putrinya yang hampir terlelap.
"Uhhh......" Menggeliat pelan.
"......" Mengocok botol susu terlebih dahulu sebelum memberikannya pada putrinya.
"Hupppp" Nipple botol susu masuk ke dalam bibir mungil Crystal. Menghisap air susu perlahan memejamkan matanya dalam pelukan sang daddy.
Jimmy merebahkan putri kecilnya didalam pelukannya. Menepuk-nepuk pantat kecilnya supaya gadis kecilnya tertidur pulas. Kurang dari lima menit sudah tertidur pulas dan menghabiskan susunya.
Jimmy segera membawa putri kecilnya Crystal ke kamarnya yang berada di ruangan presdir miliknya. Menidurkan bayi mungilnya di atas tempat tidur. Lalu melepaskan jasnya menyelimuti Crystal menggunakan jasnya. Agar gadis kecil itu tidak bangun sampai ia membangunkannya.
Jika tidak gadis kecil itu akan terbangun saat dirinya tiada dan membuat keonaran di menara Jakarta miliknya. Kemudian Jimmy mengambil satu jas baru di lemarinya yang sama persis.
Tanpa terasa waktu telah berlalu hari telah sore. Langit mulai menunjukkan nyala merahnya. Seluruh karyawan menara Jakarta kini berbondong-bondong pulang ke kediamannya masing-masing.
Meninggalkan kesibukan mereka hari ini. Beristirahat guna menghilangkan rasa penat mereka seharian. Supaya tubuh mereka fit kembali keesokan harinya.
Sementara Jimmy masih sibuk dengan pekerjaannya. Menggendong bayi mungil yang extra manja. Plkkkk......Crystal menempel erat padanya. Seakan ia tahu ia sedang berada dipelukan Jimmy. Tidak seperti tadi siang dia di bohongi menggunakan selembar jas bekas pakai sang daddy.
"Tuan lihatlah dia semakin imut saja" Ujar Clyde memandangi wajah imut Crystal.
"Tidak. Dia bukan semakin imut tapi semakin manja padaku." Menimang-nimang pelan putri kecilnya.
"Uhhh.....anak daddy...." Ujar Jimmy gemas melihat putrinya yang menggeliat.
"Kira-kira bagaimana jika ia sudah besar nanti?" Clyde menerkah-nerkah kemanjaan putri bosnya.
"Jika sudah besar nanti dia tidak akan manja seperti ini lagi, Clyde." Ujar Jimmy santai tanpa ia tahu bahwa dimasa depan nanti putrinya akan semakin menempel padanya. Sangking menempelnya putri kecilnya itu bahkan akan mengikutinya sampai ke club malam.
"Semoga saja, Tuan." Ujar Clyde penuh harap. Sebenarnya orang berada di posisi paling bahaya jika sih bungsu sangat menempel pada Tuannya hingga dewasa adalah dirinya.
Putri kecil Tuannya itu sangat menempel pada Tuannya. Bukan hanya sekedar sangat menempel pada sang daddy. Crystal juga sangat pencemburu buta. Ia paling benci jika ada wanita yang menyentuh daddnya.
Semua orang tahu seorang ceo sekelas Jimmy. Setidaknya memiliki satu asisten pribadi dan tiga orang sekretaris. Untuk membantu Jimmy menghandle semua pekerjaannya.
Bukan rahasia umum lagi 70% sekretaris muda suka sekali menggoda bos mereka. Guna menaiki tangga sosial dengan mudah.
Tak dapat ia bayangkan nanti jika sifat manja dan pencemburu Crystal tetap bertahan sampai ia tumbuh besar. Berapa kali Clyde harus mengadakan wawancara mencari sekretaris baru untuk bosnya.
Dua hari yang lalu saja Clyde baru memecat dua orang sekretaris bosnya. Karena mereka berusaha menggoda Jimmy. Parahnya mereka melakukan hal tak senonoh tersebut di depan Crystal.
Tentu saja gadis itu langsung menangis histeris dan tak lupa memukul sekretaris tersebut menggunakan kotak makan siangnya. Detik itu juga Jimmy langsung memecat sekretaris tak bermoralnya.
Jika setiap kali ada sekretaris baru Jimmy yang menggatal dan mereka harus memecatnya. Jadi berapa kali dalam sebulan ia harus mengadakan seleksi wawancara sekretaris baru?