NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Di pesta 1 tahun pernikahan, dia dikhianati oleh suami dan sahabatnya. Terlibat dalam kecelakaan mobil yang membuatnya meregang nyawa,

Namun tuhan memberi Reta kesempatan untuk menjalani kehidupan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan mengambil kembali semua yang pernah menjadi miliknya. Berencana menghubungi satu-satunya keluarga,

"Mulai sekarang kamu adalah wanitaku." tegas Max menatap tajam gadis yang telah ia lucuti,

Secuil tragedi mengantar mereka ke hubungan yang salah.

Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelinap masuk

Hembusan angin menerpa dedaunan, beberapa langkah kaki terdengar saling bersahutan.

Leo baru saja selesai melepas duka di hadapan makam. Wajahnya kaget, melihat dua hidung gadis yang berubah semerah tomat,

"Kamu apakan adikku?!" pekiknya

Leo berlari, langsung membelai lembut pipi Ana. Mendorong dagu mungil itu agar mendongak,

"Aku gapapa kok. Cuma kedinginan aja, kayaknya mau pilek..." dusta Ana menggosok cepat bawah hidung yang terasa basah,

"Ya sudah, ayo kita pulang! Kalau mama tahu, bisa gawat..." menggandeng lembut,

Bersiap pergi menjauh namun dihentikan oleh Ana yang menoleh, menarik lengan Lia.

"Ayo, pulang bareng kami." ajaknya memasang wajah polos,

"Kamu gak bawa mobil?"

Leo menoleh, tak disangka mereka berdua langsung akrab dalam sekejap waktu.

"Gapapa. Kalian duluan saja, aku masih menunggu seseorang..." jawab Lia sembari menoleh ke segala sisi,

"Itu dia! Aku pergi dulu," pamit Lia.

Berlari ke sisi lain,

Ana yang diam mengawasi kemana punggung itu berhenti, bertemu pria bersetelan jas di seberang. Mobil mewah itu tidak asing baginya,

"Tuan Maxime? Buat apa Lia menemuinya? Dan kenapa janjian di tempat seperti ini?"

"Lho? Leo kenal sama Om Neil?" pikir Ana terus bersikap tenang,

Mengenali sosok pria yang Lia temui. Mungkin gadis itu hendak menyampaikan pesan terakhir yang dikatakan Reta,

"Tuan Maxime itu siapa?" celetuk Ana berbasa-basi,

"Dia itu pengusahawan." jawabnya dengan lantang,

Menggandeng adiknya masuk ke dalam mobil, menempati kursi pengemudi lalu bersiap pulang ke rumah.

"..." Ana masih termenung, belum terpuaskan oleh jawaban tadi.

Kenapa Leo bisa mengenali sosok pebisnis sukses yang jarang sekali berbisnis di negara sendiri,

Neill Maxime, adik tiri ayahnya adalah pembisnis sukses yang meremehkan negaranya sendiri, sampai tak pernah membangun bisnis di sini.

Namanya kurang terkenal di sini jadi hanya segelintir orang yang bisa mengenali wajahnya.

"Tuan Maxime tadi...apa kakak mengenalnya?"

"Sekedar tahu aja, belum akrab. Soalnya nanti malam kakak ada janji temu sama dia! Di hotel Value."

"Janji?" Ana tersentak dalam hati,

Gadis itu lupa jika Leo juga seorang pengusaha yang telah membangun kerajaan bisnis sendiri.

Meski masih dalam tahap awal, Leo telah membuktikan jika dia mampu mengembangkan perusahaannya.

Dia bahkan berhasil membuat janji dengan Tuan Maxime yang terkenal angkuh, dan sangat perfeksionis.

"Hotel Value, aku harus kesana juga!" tegas Ana dalam hati,

Mendapat cara untuk menghubungi satu-satunya keluarga yang peduli padanya. Berpikir jika dia bisa menyusup dengan wujud barunya,

Pukul 19.00

Meja luas berisi berbagai macam hidangan yang masih tersisa, tampak tiga orang tengah duduk di depan piring bekasnya masing-masing.

"Kak Leo belum turun..." batin Ana melirik tangga, "Berarti, masih ada waktu!"

"Mama. Ana sudah kenyang, dan sangat mengantuk!" bergegas beranjak sebelum mendapat izin,

"Ana mau tidur dulu ya, Ma--Pa?" tambahnya mulai berlari menaiki tangga,

Ana segera masuk ke dalam kamar, menjalankan rencana nekat yang menguasai diri.

Ditatanya bantal serta guling di atas ranjang, lalu membentangkan selimut agar terlihat seperti tubuh yang tertidur.

Setelah selesai, Ana langsung berganti pakaian dan memakai riasan yang berhasil diambil dari kamar mamanya.

Menutupi wajah itu dengan riasan menor agar tampak berbeda. Ana tak ingin dianggap seperti bocah tersesat ketika masuk ke dalam hotel,

Lalu bagaimana cara dia ke sana? Tentu saja dengan menyelinap keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil.

"Huh. Akhirnya bisa keluar juga!" benak Ana merasa lega,

Segera meringkuk di sela tempat duduk agar tak ketahuan.

BRAK!

Leo masuk menutup pembatas mobil, tanpa tahu ada penyusup di kursi belakang.

"Hehe..." Ana tersenyum kegirangan, tak membayangkan derita yang baru saja menyapa.

Mobil itu melaju, menciptakan guncangan demi guncangan yang membuat Ana merasa pusing. Begit panas dan pengap, nyaris membuat Ana muntah karena mual.

"Sial! Aku akan segera menghasilkan uang untuk mebelikanmu mobil baru..." gumam Ana,

Berhasil menahan siksaan demi tempat yang dituju.

Menit pun berlalu,

Ana mendongak, merasakan mobil yang baru saja terparkir dalam gedung.

Dengan seksama melirik punggung berbalut jas, tengah melepas seat belt, menggenggam knop pintu.

BAK!

Ana berhasil mengambil kesempatan, membuka pintu belakang lalu berlari pergi.

"Ng...?" Leo menoleh, merasa ada orang yang baru saja melewatinya.

Namun tak menemukan siapapun,

Hanya terdapat kursi kosong juga barisan mobil yang terlihat dari jendela, "Apa aku salah dengar? Perasaan tadi ada yang buka pintu mobil..."

Pria itu belum menyadari jika pelaku yang dicari telah berhasil kabur lebih dulu. Tanpa niat memastikan, Leo memilih tak acuh dan segera masuk ke dalam gedung.

Ana melancarkan aksi dengan berlagak santai,

Dia hafal kebiasaan pamannya yang selalu menyewa kamar pribadi saat pertemuan bisnis. Maka dari itu secara diam-diam Ana menghampiri meja resepsionis,

"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu." sapa seorang wanita dengan senyum juga logat ramahnya,

"Saya ingin menemui Tuan Maxime. Berapa ya, nomor kamarnya?"

"Ng, maaf--kalau boleh tahu. Anda siapa?" ujarnya mengamati penampilan gadis yang terkesan begitu mencolok,

"Reta, saya keponakannya." sahut Ana berusaha tenang,

Merasa gugup, sampai lupa kalau dia telah berdandan layaknya tante girang. Seharusnya dia mengaku sebagai pacar,

"Pft...Keponakan?" tambah sang resepsionis tertawa remeh,

"Iya. Apa kamu tidak percaya?!" lugas Ana merasa kesal,

"Apa perlu aku menghubunginya untuk memecatmu?" ujarnya sambil melotot,

"Ti-tidak. Saya percaya, beliau ada di kamar 450."

"Kuncinya?"

"Maaf, Nona. Itu melanggar--"

"Apa kamu ingin kehilangan pekerjaan?" timpal Ana menatap sinis,

"Tapi, nama anda tidak terdaftar pada lembar reservasi. Dan kami dilarang memberikan kunci pada orang asing,"

"Hh, apa katamu? Orang asing! Kamu belum percaya kalau aku keponakannya. Dia tiba-tiba saja menyuruhku kesini, dia pasti lupa mencatat namaku."

1
Lili
Untung cuma om tiri naa😍🤣
Anonymous
Tuan Maxime😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!