Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Bab 22~
~flashback~
di sebuah ruangan yang gelap, tanpa lampu dan tanpa jendela, satu satunya penerangan yang memberikan cahaya pada ruangan itu hanya lah lilin, di dalam ruangan itu terlihat tiga orang sedang duduk berhadapan di sebuah sofa yang dihiasi oleh hiasan Halloween.
di hadapan Renee, Karen dan kean memasang ekspresi serius, dilihat dari tatapan matanya, mereka benar-benar membuat keputusan yang amat sangat besar.
"Ren, kita mau jujur" tegas Karen dengan menyilangkan tangan.
"apa?
Renee benar-benar heran dengan mereka berdua, mana ada orang ngelawak pas hari duka ya kan?.
" tunjukin ke! Karen menyuruh Likean untuk menunjukkan sesuatu pada Renee.
mendengar ucapan karen, Likean mengangguk, pemuda itu lalu merogoh tas di samping nya dan mengeluarkan laptop, dan juga sebuah flashdisk.
"liat sendiri Ren.
Likean lalu menyodorkan laptop itu pada Renee dan di terima dengan tatapan heran oleh gadis itu.
Renee lalu membuka laptop itu dan terlihat sebuah file yang sepertinya memang di khususkan untuk nya, hal itu di perkuat oleh judul file itu.
"fakta dunia yang harus diketahui yang mulia Reneesha!
" panjang amat tuh judul" batin Renee.
Renee lalu memutar dan mulai menonton dengan seksama Rekaman yang ada di dalam file itu.
1.23 2.45 6.14 12.00.
menit demi menit berlalu, Renee sudah menonton rekaman 12 menit ini sebanyak 6 kali, dan Renee akhirnya paham alasan kenapa mereka menunjukkan hal ini pada nya.
ia lalu menatap karen dan likean di hadapan nya dengan serius, ini bukan waktunya bermain, mungkin kedepan nya ia harus lebih waspada dan tetap berada di lingkungan aman.
"ini kalian yang rekam? setelah cukup lama hening, Renee akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang memang sudah di tungu tungu oleh Karen kean.
" iya! kita yang Rekam! karen dengan bangganya menjawab lantang pertanyaan Renee.
gadis itu menutup satu telinga nya karena suara karen yang terlalu besar.
"terus apa yang bakal kalian lakuin sama Rekaman ini?
kali ini giliran Likean yang menjawab.
" kita gak bakal lakuin apapun sama Rekaman ini, kita bakal nunggu sampai semua bukti ke kumpul dan langsung eksekusi.
"kayak yang lo tau, keluarga kita ini keluarga ternama yang emang udah gak beda jauh sama klan, semua aturan keluarga di pegang sama yang memimpin.
"kakek bentar lagi udah pensiun, jadi otomatis yang jadi kepala keluarga selanjutnya adalah Daddy lo, kakek emang netral, tapi om Andreas itu gak berpihak sama kita, kalau kita tunjukin file ini sekarang, bukanya kemenangan, yang ada kita mungkin bakal di usir dari Al basten.
Renee mengangguk, ia setuju dengan ucapan Likean, bahkan dengan kekuatan mereka bertiga, kekuatan Al basten jauh lebih besar dan mendominasi.
jika mereka menunjukkan hal ini kepada salah satu anggota keluarga, mereka pasti akan di tuduh melakukan penghianatan dan di usir, bahkan darah sekalipun tidak akan ada gunanya.
mungkin hal ini lah yang menjadi penyebab Karen dan Likean merahasiakannya sejak lama dan hanya menunjukkan nya pada dirinya.
"ini cuma salah satu"
"apa?
ucapan karen membuat Renee terkejut, file ini hanya lah salah satu?
sudah berapa lama mereka mencari tau dan seberapa banyak yang mereka tau?.
" kalian tau akibatnya kan? Renee memasang wajah serius, ia akan berhenti bersantai santai karena hari sial tidak ada di kalender.
"justru karena kita tau akibatnya, kita cuma bisa percayain hal ini ke lo Ren. Likean memijit pelan pelipisnya, ia pusing dan bingung bagaimana caranya menjelaskan pada Renee.
" kalian udah tau akibat nya tapi masih nekat cari tau?
"kalo gue jadi kalian, mending gue telen tu bukti biar gaada yang tau.
" tapi makasih udah mau percaya ama gue dan kasih tau semua ini. Renee tersenyum, gadis itu lalu menutup kembali laptop nya dan mengembalikan nya pada Likean.
Likean mengambil laptop itu dari Renee, ia dan karen sudah memikirkan dengan matang hal ini selama berhari-hari, selain itu Satu-satunya orang yang bisa mereka percaya untuk hal ini hanyalah Renee, karena otak anak itu sudah seperti otak ilmuwan dunia.
mereka ingin meyakinkan Renee bahwa mungkin terlahir di keluarga Al Basten bukanlah hal baik.
"terus kalian mau lawan Al Basten pakai bantuan keluarga mana?
" ha?
Karen dan Likean saling menatap binggung, hal ini tak pernah terbesit di pikiran mereka, pakai cara apa?.
"hahaha"
reaksi kebingungan mereka berhasil membuat Renee tertawa, bagaimana bisa mereka berencana melawan Basten tanpa kekuatan.
ia yakin bahkan saat ini pun mereka tidak memiliki sekutu atau pun kerja sama dengan keluarga berpengaruh lain nya.
Renee lalu berdiri dari duduk nya dan mengelus pelan puncak kepala Likean.
ia lalu melakukan hal yang sama pada karen yang terlihat sedang kebingungan.
ia lalu kembali duduk dan meminum kopi buatan nya yang sudah sisa setengah karena di minum Kasa.
"biar gue yang cari.
"lo gila ya!
" lagian ya, kalau yang cari sekutu itu kalian, gue yakin 1000000% pasti gak bakal dapet.
"emang lo cenayang bisa seyakin itu kita gak bakalan dapet. karen memasang wajah songong, jika ia mau, ia bisa saja menyuruh teman temannya membantu nya melawan Basten.
" gue yakin, yang bisa kalian mintai tolong itu cuma anak anak eagle kan?
karen dan likean terdiam, memang benar ucapan Renee, mereka hanya bisa meminta bantuan teman teman mereka karena karen dan likean tidak pernah di didik sebagai calon penerus.
mereka hanya di didik tentang bagaimana kehidupan selanjutnya jika hanya menjadi keluarga cabang.
Renee mengerti perasaan karen dan Likean, mereka berdua adalah anak ke dua, dan masing masing keluarga sudah memiliki perwakilan yang akan membantu Basten untuk naik semakin tinggi, Kasa dan Lionel sudah cukup, tak perlu ada anak lagi yang ikut campur.
tapi berbeda dengan mereka berdua, keluarga Renee adalah keluarga dari anak pertama, jadi saat ayah mereka naik menjadi kepala keluarga, mereka bisa dengan bebas memperebutkan siapa yang layak menjadi penerus selanjutnya.
"gue bakal manfaatin semua orang yang bisa di manfaatin.
" termasuk Gabriel?
Renee sedikit mengerutkan kening, entah kenapa ucapan Likean sedikit mengganggu nya.
"semua yang bisa di manfaatin.