Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
SELAMAT MEMBACA !!!
" Alhamdulilah kalau rame Dik, bayar seperti biasanya Dik kalau mereka lembur dan jangan sampai kita memakan keringat mereka Dik. Kita akan berdosa sama Mereka dan untuk Kayla nanti Kakak saja yang hubungi dia . Kakak takut jangan sampai kita mendholimi mereka Dik ." Jawab Sarah lagi .
" Ya Kak, kemarin Sasa langsung membayar upah lemburnya Kak seperti biasanya kalau pas Kakak disini. Jangan khawatirkan yang disini Kak ." Ucap Sasa menenangkan Kakak angkatnya yang sudah dianggap Kakak sendiri .
" Ya sudah Dik, Kakak mau memandikan keponakanmu dulu ya itu dia sudah berkeringat karena main sepeda sama para besty nya, Assalamualaikum Dik ."
" Walaikumsalam Kak, salam buat keluarga disana yan Kak ." Ucap Sasa juga mengakhiri acara telponnya.
Sarah menutup telponnya dan menyuruh Tasya sama Riri pulang buat mandi dulu dan Vania langsung di gendong Sarah menuju kamarnya untuk mandi .
" Alhamdulillah ya Mbok, kita punya anak yang baik dan sayang sama kita walaupun kita sebenarnya bukan siapa siapanya Nak Sarah !" Seru Bu Leni setelah kepergian Sarah sama Vania .
" Benar Nak, dulu saya juga cuma pembantu yang ditemukan dipinggir jalan waktu saya dibuang keponakan sendiri Nak, pas itu Nak Sarah baru pulang dari Butiknya dulu Butiknya belum besar seperti sekarang dan baru juga nikah sama mantan suaminya. Saya diperlakukan sangat baik dan dia nggak pernah marah maupun meninggikan suaranya sama saya Nak ." Ucap Mbok Marni menceritakan pertemuannya dulu sama Sarah .
" Ya Alhamdulillah ya Mbok. Orang sebaik Nak Sarah kok diselingkuhi apa matanya mantannya itu sudah ke tutup sama selangkangan selingkuhannya ya Mbok, Aku semakin penasaran sama selingkuhannya Mbok apa dia lebih hebat dari Sarah ." Ucap Bu Leni menggebu gebu membayangkan Sarah yang baik, lembut dan sopan kok mantannya bisa menduakannya .
" Mungkin juga jodohnya sampai disitu Nak, kita bisa berdoa semoga nanti jodohnya dia lebih baik dari mantannya dan bisa menerima Vania sebagai anaknya ya Nak ."
" Amin amin ya robbal'alamin ."
Dari jauh sana ada beberapa orang yang mau bertamu ke rumahnya Sarah dan disana juga ada Mbak Rika sama Mbak Leha.
" Assalamualaikum Bu Leni, Mbok Marni !" Sapa mereka semua.
" Walaikumsalam semuanya , ini ada apa ya kok berdatangan kesini ya Mbak Leha ?" Tanya Bu Leni kepada Mbak Leha, Bu Leni takut kalau ada apa apa dengan Sarah .
" Begini Bu Leni, tadi Mbak Sarah berpesan sama saya untuk mencarikan karyawan disekitar kampung kita ini Bu Leni dan Mbak Sarah berpesan nggak sah yang punya ijazah saja yang nggak punya ijazah juga boleh asalkan dia rajin, mau bekerja keras dan yang paling penting jujur. Dan saya sama Mbak Rika sudah mendapatkan mereka Bu Leni dan Mbak Sarah menyuruh membawa mereka kesini ." Jawab Mbak Leha menjelaskan masalahnya .
" Oh kalau begitu, mari silahkan masuk semuanya dan tunggu sebentar ya Sarahnya baru memandikan anaknya ." Ucap Bu Leni kemudian menyuruh mereka untuk masuk ke rumah .
Mbok Marni dibantu Bu Leni membuatkan minuman dan membawa toples yang berisi jajanan yang selalu disiapkan oleh Sarah mulai dari dulu dia selalu sedia jajanan kalau ada tamu yang datang .
" Ayo semua diminum dulu dan dimakan jajanannya sambil menunggu Sarah ." Ucap Bu Leni.
Tak lama menunggu Sarah keluar sambil menggandeng tangannya Vania, putri kesayangannya.
" Lho kalian sudah datang! Maaf ya menunggu lama maklum punya buntut harus memandikan dulu Tasya sama Riri nggak ikut Mbak ?" Sapa Sarah sambil menyanakan anak anaknya Mbak Leha sama Mbak Rika .
" Dia tadi baru dimandikan Ayahnya kebetulan Ayahnya sudah pulang , lagi sepi Mbak Sarah ." Jawab Mbak Leha.
" Mbak Sarah beliau yang akan ikut kerja di Butik kenalkan nama kalian Dik ." Ujar Mbak Leha .
" Nama saya Diah, ini Andin, ini Agus dan disebelahnya lagi Budi Mbak Sarah atau kami harus panggil apa? Tapi maaf sebelumnya kami cuma lulusan SMP dan yang lulusan SMA cuma Andin !" Seru Diah mengenalkan teman temannya .
" Oke kalian bisa panggil Mbak Sarah saja, biar kita dekat jangan karena panggilan kita terasa jauh dan untuk lulusan sekolah, aku nggak mempermasalahkan yang penting rajin, sopan, ramah dan yang paling penting jujur aku nggak mau punya karyawan yang sudah berbohong dan kalau ada masalah segera beritahukan saya atau kalau kalian takut bisa bicara sama Mbak Leha atau Mbak Rika . Kalian saya terima semuanya dan mulai bekerja besok ya karena harus bersih bersih tempatnya dulu baru lusa barang barang yang mau dijual datang dari Jakarta. Apa ada yang mau ditanyakan dan untuk gaji kalian akan aku bayar tiga juta rupiah dan kalau setiap bulannya penjualan mencari target bulanan kalian akan mendapatkan bonus. Dan kalau ada lembur uang lemburannya akan langsung dibayar hari itu juga . Kalian mengerti !" Seru Sarah menjelaskan semua yang menjadi peraturan Butiknya.
" Alhamdulillah ya Allah, terima kasih Mbak Sarah !" Seru mereka serempak .
" Saya mau bertanya Mbak Sarah untuk jam berangkatnya ?" Tanya Agus .
" Bagus pertanyaan Dik Agus! Untuk jamnya kalian bisa datang jam delapan dan mulai buka Butiknya jam sembilan dan untuk jam pulang kita tutup Butik jam empat sore seandainya rame nanti kita bicarakan lagi dan untuk makan siang kalian nggak sah bawa bekal nanti kalian dapat makan siang dari Butik dan minum sepuasnya sudah aku siapkan di Butik ." Ucap Sarah sambil tersenyum melihat wajah berbinar calon karyawannya .
" Terima kasih sekali lagi ya Mbak ." Ucap Diah lagi sambil tersenyum.
" Dan saya mau tanya Butiknya disebelah mana ya Mbak, maaf saya belum tau tempatnya ?" Tanya Budi dan Sarah menepuk keningnya lupa apalagi besok mereka langsung berangkat kerja .
" Sini Dik, Mbak share lok tempatnya ." Jawab Sarah meminta hapenya Budi .
" Karena kami sudah diterima dan sudah mau magrib kami pulang dulu ya Mbak Sarah sampai ketemu di Butik besok pagi ." Ucap Diah lagi kalau Andini cuma menyimak dia nggak terlalu banyak bicara orangnya pendiam dan malu .
" Ya silahkan, besok kalau berangkat hati hati dijalan ya !" Pesan Sarah sama ke enam calon karyawannya .
Bu Leni sama Mbok Marni menyusul Sarah dan ikut duduk di sofa ruang tamunya.
" Berarti peresmian Butiknya hari apa Nak ?" Tanya Bu Leni kemudian setelah duduk .
" Insya Allah hari sabtunya saja Bu, siapa tau setelah peresmian dan minggunya sudah rame sama pengunjung yang datang ." Jawab Sarah dengan tersenyum.
" Amin amin ya robbal'alamin. Ibu cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kamu Nak sama Vania Nak ." Ucap Bu Leni lagi.
" Terus untuk acaranya mau buat nasi tumpeng nggak Nak atau mau pesan makanan saja ?" Tanya Mbok Marni yang biasanya melihat acara acara peresmian toko.
salam sehat sehat selalu
Aamiin