NovelToon NovelToon
V.I.P (KILL YOU)

V.I.P (KILL YOU)

Status: tamat
Genre:Misteri / Thriller / Mata-mata/Agen / TKP / Psikopat itu cintaku / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dae_Hwa

“Siapa pun yang masuk ke pulau ini ... tak akan pernah keluar dengan selamat.”

Pulau Darasila diduga menjadi markas penelitian bioteknologi terlarang. Bella, agen BIN yang menyamar sebagai dosen KKN, ditugaskan menyelidikinya. Namun sejak kedatangannya, Bella menemukan tanda-tanda ganjil bermunculan. Beberapa kali ia mendapati penduduk pulau memiliki tatto misterius yang sama persis dengan milik Edwin, suaminya. la pun mulai menduga-duga, mungkinkah sosok sang suami yang dulunya memiliki masa lalu kelam, kembali melakukan kesalahan dan turut terlibat dengan hal yang akan diselidikinya?

Misi Bella yang awalnya hanya soal penyelidikan, kini berubah menjadi perjuangan bertahan hidup. Karena siapa pun yang masuk ke Pulau Darasila tak akan pernah bisa keluar dengan selamat kecuali dengan satu syarat. Akankah Bella mampu menuntaskan misinya dan keluar hidup-hidup?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dae_Hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VIP30

“Apa kalian tuli?! Hancurkan negeri ini ... SEKARANG!”

Suara Andika menggelegar di dalam ruangan laboratorium. Wajahnya memerah, napasnya tak beraturan. Rambut gondrong yang biasanya terikat rapi kini terurai berantakan, menutupi sebagian dahinya yang berkeringat.

Salah satu ilmuwan yang tadi terjerembab di lantai berusaha bangkit. Dengan langkah goyah, ia mendekat setengah takut.

“Ketua ... tolong tenang dulu, Ketua. Apa yang terjadi hingga Anda—”

DOR!

Letusan timah panas memotong kalimatnya.

Andika yang dikuasai angkara murka menurunkan pistolnya perlahan. Asap tipis masih mengepul dari moncongnya. Peluru itu menembus kaki sang ilmuwan, membuat pria itu kembali terhempas ke lantai baja dan mengerang kesakitan.

Ilmuwan lainnya membeku di tempat, wajahnya pucat pasi.

“Kalian kira aku membayar mahal semua ini hanya untuk menerima bantahan dari kalian, hah?!”

Andika semakin naik pitam. Pria itu mengusap keringat di dahinya dengan gagang pistol yang ia genggam, lalu melangkah mendekat ke panel kendali utama. Jemarinya menunjuk tegas ke arah layar, sementara matanya menatap tajam ke para ilmuwan.

“Mulai prosedur peluncurannya sekarang. Kalau kalian sengaja mengulur waktu sedetik saja,” ia mengokang pistolnya lagi, “peluru berikutnya akan menembus otak kalian yang tak berguna itu!”

Salah satu ilmuwan mengangguk gemetar, lalu buru-buru memapah rekannya yang tertembak. Mereka bergerak terpincang menuju konsol masing-masing.

Sambil terus mengarahkan senjata api ke arah para ilmuwan, Andika meraih ponselnya yang bergetar di dalam saku celana, lalu buru-buru menggeser ikon hijau yang tertera di layar.

“Bagaimana? Kau sudah menemukan mereka?” tanyanya cepat ketika panggilan telepon terhubung.

Ia mendengarkan ucapan lawan bicaranya dengan saksama, sudut bibirnya terangkat sedikit, sementara kepalanya mengangguk-angguk puas.

“Bagus ... bagus ... hahaha. Kau memang selalu bisa diandalkan. Sekarang, bawa mereka segera kemari, aku sudah tak sabar untuk bersenang-senang.”

.

.

Jeruji besi terakhir berhasil dibuka, para tawanan berhamburan keluar dengan napas tersengal. Wajah-wajah pucat itu menatap Bella, Edwin, dan Abirama dengan campuran takut sekaligus rasa terima kasih yang tak terucap.

“Begitu kalian keluar dari tempat ini, langsung ke titik evakuasi yang kukatakan tadi,” ujar Bella tegas. “Sembunyi di tempat aman dan tunggu sampai tim bantuan datang. Kalian mengerti?”

Beberapa orang mengangguk cepat.

Dada Bella sempat bergemuruh sejenak ketika menatap satu persatu para korban.

Seorang wanita hamil berdiri tak jauh darinya, tubuhnya gemetar. Air mata terus mengalir di pipinya ketika mengenang suaminya yang sudah lebih dulu tewas di pulau itu. Tangannya memeluk perut yang membesar, seolah berusaha melindungi harta satu-satunya yang tersisa.

Di sisi lain, sepasang pengantin baru saling menggenggam erat. Cincin pernikahan mereka masih berkilau di jari. Wajah keduanya penuh luka dan lebam, tapi tangan mereka tak pernah terlepas, seakan takut jika saling melepaskan sedetik saja, dunia akan kembali merenggut salah satunya.

Ada pula seorang pria paruh baya yang terus menoleh ke belakang, mencari-cari anaknya yang tak pernah ditemukan. Seorang remaja perempuan memeluk lengannya sendiri, menatap kosong lantai beton dengan trauma masih jelas tergambar di matanya.

Rahang Bella mengeras. Ia menarik napas dalam, menekan gejolak di dadanya.

“Kalian sudah cukup menderita,” ujarnya pelan. “Sekarang tinggal sedikit lagi. Bertahanlah sebentar lagi sampai bantuan tiba.”

Ia memastikan setiap pasang mata memahami ucapannya.

“Sekarang ... pergilah.”

Begitu para tawanan menjauh, suasana lorong kembali sunyi. Bella, Edwin dan Abirama mulai berpencar.

Bella mengambil jalur kiri, menyusuri lorong sempit. Jemarinya cekatan menempelkan bahan peledak di titik-titik penyangga struktur—dekat sambungan pilar, bawah panel listrik, dan di balik ventilasi besar.

Di sisi lain, Edwin bergerak lebih dalam ke area gudang. Ia menempelkan beberapa peledak di antara peti-peti logam dan tangki bahan bakar cadangan. Sudut bibirnya terangkat tipis saat lampu indikator kecil di perangkat itu berkedip hijau.

Ia lalu berhenti di depan kerangkeng besar yang kini menjadi kandang para Elit. Tanpa banyak kata, Edwin menyelipkan satu bahan peledak di dalamnya, kemudian meninggalkan para Elit yang masih tak sadarkan diri akibat dianiaya sang istri.

“Seberapa kuat Bella memukul mereka?” bulu di tengkuknya langsung meremang.

Sementara itu, Abirama fokus menyisir ruang kontrol tambahan dan lorong akses bawah tanah. Ia berlutut, memasang detonator di balik kabel utama, lalu berdiri lagi dengan napas teratur.

Satu per satu titik telah ditandai. Fondasi markas itu kini telah berada di bawah kendali mereka bertiga.

Bella kembali ke titik temu di persimpangan lorong. Tatapannya bertemu dengan Edwin, lalu Abirama yang muncul dari sisi berlawanan.

“Semua beres?” tanya Bella singkat.

“Beres, Honey.” Edwin mengangguk singkat sambil menatap belahan dada Bella yang sedikit terekspos. “Tinggal diremas.”

Abirama refleks menjeling dengan raut julid, kepalanya menggeleng tak habis pikir.

“Sing eling, Win. Sing santun. Kendaliin isi otakmu yang nggak pernah bener itu.”

*

*

*

1
azka karim
kerennya luar biasa, ceritanya sangat "bagus meskipun banyak adegan kekerasan cenderung ke sadis sih!
tapi aku sangat suka.
maaf thor apa ada ceritanya sebelum mereka dewasa? maksudnya sewaktu ayahnya Edwin masih muda?
kalau ada pasti seru.
terimakasih telah menyuguhkan cerita yang epik , keren dan banyak ilmu yang bisa di ambil ..
lanjutkan karyamu thor .👍👍👍😘😘
azka karim
bilang gragas.........,, padahal aslinya suka, banget malahan🤭🤭🤭
azka karim
ahh..... mosok?
rajin ibadah kok nyosor?
padahal kan durung halal?

maaf .,... maaf saya hilaf " kata abirama"
🤣🤣🤭
azka karim
dunia medis memang terlihat sadis,
tapi dibalik kekejaman dan kesadisan itu kita jadi tahu yang namanya ilmu KEDOKTERAN.
makanya sekolah di bidang kesehatan Mahal dan membutuhkan sangat banyak biaya dan otak.
azka karim
assalamualaikum.......
maaf kak baru kasih komentar, soalnya masih menyimak 🤭🤭
aku suka karya kakak , meskipun banyak adegan kekerasan dan menyimpang, tapi karyamu keren 👍👍👍
syska
sɪɴɢᴋᴀᴛ ᴘᴀᴅᴀᴛ ᴊᴇʟᴀs..
ᴋᴇʀᴇᴇᴇɴɴɴ
Al Fatih
Salah satu karakter psikopat yang d sukai,, d dukung dan d kangenin itu adalah papa Edwin. Kaka othor bisa mengemas karakternya menjadi bisa d terima oleh para readers,, d temani mama Bella dan sahabat mereka maspol abirama.
Cerita mereka slalu menarik dan bikin penasaran.
Makasih utk karyanya Kaka.
Nana Colen
aduuuuh tiga sekawan itu memang konyol sekali... aku suka sekali karyamu thooooor
Nana Colen
aduuuuh dasar ya si Rama disaat genting aja masih saja bodoh 🤣🤣🤣🤣
Y.S Meliana
ko tamat sih kak, nasib abirama sm pacare pie toh kak 😎 pasti ada kejutan ini 😄
Y.S Meliana
mbak bellaaaaa, ada² aja deh 🤣 masa mas Edwin d pakein spatu ceker setan 🤣🤣
istianah istianah
seee youu 😍😍😍
Dede Dedeh
barokallah fi syafakillah kak
Mymy Zizan
luar biasa.../Angry//Drool//Drool//Drool/
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
syafakillah Thor semoga kedepannya bs mghsilkna karya2 terbaik lagi..yg pntg sehat mksh bgt dlm kondisi g fit msh memikirkan reader luar biyasah😍😍😍
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lah syok aku udh tamat y..dtunggu cerita selanjutnya versi anak2 nya jg gpp..mn rama blm jd merit kn
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apaan gur setengah hari ora sisan setengaj jam🤣🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
koplakkk🤣🤣🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
wah seorang psikopat pnya sisi kebaikan yg luar biasa..dsni edwin terbentuk kejam sadis namun target alias korban e bs dblng pantes 🤭 kl bs tikus d negara ini perlu eksekutor ky edwin
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sama sama thor
semoga cepet pulih kembali dan menghasilkan karya karya novel kembali ya 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!