NovelToon NovelToon
Sang Penjaga (The Guardian)

Sang Penjaga (The Guardian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Penyelamat / Romansa Fantasi / Action / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abdullah Perwira Ginting

100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.

Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.

Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!

Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.

Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Pelatihan Xu Feng!

Sekali lagi, Sekte Sang Raja sepertinya ditakdirkan untuk memimpin dunia ini. Setelah terpilihnya Sekte Sang Raja sebagai pemimpin aliansi, akhirnya Huang mulai membuka suara. Dia memaparkan peraturan yang wajib maupun tidak pada seluruh anggota aliansi, dan bukan hanya itu, mereka juga membahas tentang markas besar atau pusat aliansi. Rencanya, Huang berniat membangun cabang aliansi Darah Legenda di setiap negara dan kota-kota besar lainnya.

Awalnya banyak yang merasa keberatan karena hal itu akan memakan biaya dan sumber daya yang tidak sedikit jumlahnya. Namun Huang menjelaskan bahwa Sekte Sang Raja akan menanggung sebagian besar apapun yang dibutuhkan, anggota aliansi disuruh untuk menyumbang sumber daya sesanggup mereka.

Terkait rencana aliansi yang akan menyerang dan merebut kembali wilayah ras manusia satu persatu, dalam kurun waktu lima tahun, menurut anggota aliansi itu terlalu singkat. Namun Huang lagi-lagi menjelaskan kalau itu bukan masalah untuknya. Pada akhirnya, keputusan besar tetap ditangan Huang.

Waktu berlalu begitu cepat, berita tentang telah terbentuknya sebuah aliansi perlawanan untuk melawan invasi ras iblis tersebar keseluruh wilayah ras manusia. Mereka bertanya-tanya, akankah aliansi ini berhasil?

Saat ini, Huang duduk di kursi kebesarannya yang sedikit diubah menjadi lebih berwibawa dan besar. Sekte Sang Raja juga dipilih sebagai pusat aliansi, tentu dia harus melakukan sedikit perubahan di sekte itu. Dihadapannya banyak orang yang sedang bekerja, dengan bantuan dari orang-orang yang dipanggil oleh Huang dari sebuah portal, pekerjaan mereka berjalan dengan cepat dan lancar, termasuk di tempat yang lainnya juga.

Secara keseluruhan, waktu telah berlalu satu bulan kemudian, barulah masalah pembangunan selesai dengan baik. Cabang-cabang aliansi di berbagai kota dan negara juga sudah mulai beroprasi seperti melatih para murid, merekrut dan lain-lain.

Di sekte Sang Raja, Long Tianyu secara khusus membimbing dan melatih para murid secara massal, terlihat seperti sedang melatih sebuah pasukan besar. Huang melihat itu dengan puas. Sekarang saatnya dia fokus pada putranya yang saat ini sedang duduk bersamanya.

"Ikut ayah."

Xu Feng mengangguk dan mengebor dari belakang, seekor kucing putih gemuk melompat ke bahu Xu Feng dan tidak mau ketinggalan. Tentu saja kucing putih itu adalah Bai Laohu.

Beberapa menit kemudian, keduanya telah sampai di halaman sebuah bangunan berlantai tujuh. Di atas pintu masuk tertulis, 'Menara Pelatihan Ekstrem'

Xu Feng sedikit tersentak, "Jadi begitu... "

Xu Feng bergumam pelan, dia mengerti bahwa ayahnya sepertinya akan melatih dirinya. Masa bermain-main nya sepertinya sudah cukup.

Sesampainya di lantai pertama, Huang menyuruh putranya untuk duduk diatas sebuah batu.

"Kamu tahu kenapa ayah membawamu lemari?" Tanyanya.

"Mengerti ayah." Xu Feng mengangguk.

"Bagus kalau begitu ayah tidak perlu menjelaskan panjang lebar."

"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Huang menarik nafas dalam-dalam, ia harus bertanya tentang apakah putranya bersedia atau tidak dengan metode latihan yang akan diberikan olehnya.

"Feng'er, dengarkan ayah baik-baik! Ayah berniat mengajarkanmu metode latihan yang tidak dipelajari oleh siapapun didunia ini. Hanya ayah dan kamu yang akan menjadi pewaris."

Mata Xu Feng berbinar, "Metode latihan ayah aku tahu itu sangat kuat! Aku harus mempelajarinya!"

Tentu saja, siapa yang tidak mau metode latihan yang terbukti berhasil dan menjadi tak tertandingi karenanya? Bahkan Xu Feng sebagai anak sangat mengharapkannya.

"Namun metode ini sangat menyakitkan dan kejam, jika kamu tidak sanggup kamu bisa mundur. Bahkan masa muda ayah hampir mati karena ini, kamu sanggup?"

Xu Feng tersenyum, "Sebagai putra dari seorang legenda, akan memalukan bagiku jika menyerah. Dan aku tidak mau mencoreng nama baik keluarga dengan kata menyerah!"

Huang lumayan terkejut dengan pernyataan putranya itu. "Hahahaha! Puas, ayah sangat puas. Kamu benar-benar putraku Feng'er, jawabanmu melebihi harapanku!"

Huang kemudian mengambil posisi duduk berhadapan dengan Xu Feng. "Kita langsung mulai saja kalau begitu, sekarang tempelkan telapak tanganmu dengan telapak tangan ayah."

Setelah kedua telapak tangannya ditempelkan, Xu Feng merasakan energi hangat yang mengalir dari ayahnya dan dikirim padanya. "Jadi inj energi milik ayah? hangat sekali"

Xu Feng merasa sangat nyaman, beberapa menit kemudian, "Ayah akan mulai mengirim metodenya, kamu harus melihat setiap detailnya, jangan melewatkan sekecil apapun!"

wuung!!!

Dalam kesadaran Xu Feng, ia melihat ayahnya menggenggam sebuah pedang besar dengan satu bilah tajam. Pedang itu di ayunkan kesana kemari, melompat tinggi dan menghantam, lautan terbelah, gunung hancur dan bahkan langitpun terguncang! Xu Feng terpana melihat itu, membuat dia menjadi benar-benar bersemangat dan bertekad untuk harus bisa melatih metode ini.

Tiga puluh menit kemudian, Huang mengakhirinya. "Kamu melihat semuanya?"

"Aku lihat ayah, dan aku sudah mengingatnya dengan baik!"

"Bagus, ayah tidak akan banyak basa-basi lagi, sekarang ayah akan memperkuat seluruh tubuh fisikmu!"

Dengan satu lambaian tangan, Huang tiba-tiba memindahkan putranya keatas sebuah tungku yang biasanya digunakan untuk berlatih membuat pil. Xu Feng terkejut dan bahkan berteriak ketika dia tercebur ke dalam tungku.

Dengan cepat Huang menyalakan api, dalam dua detik air dalam tungku langsung mendidih.

"Aaarrrgghhh! Panas sekali ayah!" Xu Feng menjerit tidak tahan.

"Kamu sudah berjanji, jadi kamu tidak bisa menyerah sekarang!"

Tentu saja Xu Feng tidak berniat untuk menyerah! Dalam mimpi pun tidak akan!

Namun Huang tidak berhenti disitu, ia melakukan segel tangan, dua patung besar muncul dikiri dan kanan Xu Feng, patung itu menggenggam palu besar dan terlihat menakutkan!

"Bagian utamanya baru akan dimulai Feng'er!"

"Hah!? Apa!?"

Xu Feng terbelalak kaget, apakah ayahnya barusan bilang bagian utamanya baru mulai?

Pong!!

Dua palu besar itu tiba-tiba menghantam tubuhnya yang kecil, membuat Xu Feng berteriak keras seperti tulangnya baru saja remuk.

"Kamu harus bertahan, jika tidak kamu bisa mati!" Huang memperingatkan, dia juga sebenarnya khawatir dengan putranya tapi Huang yakin kalau putranya pasti bisa.

Selanjutnya, kedua patung itu kembali bergerak dan memukuli Xu Feng dengan palunya dengan gila! Bisa dibilang mirip seperti sedang menempa sebuah senjata!

Dalam kurun waktu lima menit, Xu Feng terus dipukuli oleh palu itu. Dan selama lima menit itu pula jeritan menyakitkan terdengar sangat memilukan, jika Mu Qingyue sebagai ibu melihat ini, entah bagaimana reaksinya.

Setelah lima menit, Xu Feng ditarik oleh Huang keluar dari tungku, barulah Xu Feng bisa bernafas lega. Dia merasa seluruh tubuhnya remuk dan hancur! Bahkan setelah dia keluar dari tungku, dia masih merasa sedikit panas dan sakit. Pada akhirnya, Xu Feng jatuh tidak sadarkan diri, Huang dengan sigap langsung menangkap putranya dan menggendong nya membawanya pulang dan beristirahat.

"Anak baik! Kamu melakukannya lebih dari cukup!" Huang berkata bangga sambil menggeser anak rambut putranya itu.

Bersambung...

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Uhuk... uhuk... sialan cacing kecil
Nanik S
Hadir
Haryati Tti
mantap 👍💪💪
Haryati Tti
gas💪
Haryati Tti
mantap 👍
Haryati Tti
👍
Haryati Tti
mantap
Haryati Tti
mantap 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!