NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kekuasaan Baru dan Penebusan

Pelarian: Insting di Kegelapan

Natalie berlari menembus kegelapan, menggunakan naluri survival yang ia asah di jalanan. Pistol yang diberikan Ares kini terasa dingin dan berat di tangannya, tetapi ia fokus pada tujuannya: cakram logam kecil—Buku Merah—yang ia genggam erat di tangan kirinya.

Di belakangnya, ia mendengar tembakan dan suara pertempuran yang datang dari dalam rumah.

Ia mengabaikan rute lari yang jelas. Sebaliknya, ia menyelinap di bawah semak-semak lebat, merangkak melalui lumpur dan dedaunan, menuju area tebing yang ia ingat dari peta Rook—tempat yang ideal untuk evakuasi helikopter.

Di udara, ia mendengar suara rotor yang samar. Rook sudah menunggu.

Saat Natalie mencapai tepi tebing, ia melihat bayangan dua pria keamanan Tuan Viktor yang berjaga. Mereka mencari di tempat yang terlalu jelas.

Natalie tidak menembak. Ia mengeluarkan pistolnya, mengarahkannya ke salah satu lampu sorot yang tergantung di pohon, dan menembak. Pecah. Kegelapan kembali menyelimuti area itu.

Saat kedua pria itu panik dan saling berteriak, Natalie melompat keluar dari persembunyiannya dan berlari ke titik evakuasi.

Tepat saat ia mencapai tepi tebing, Rook keluar dari bayangan, mengambil cakram dari tangannya, dan menariknya ke dalam helikopter yang mendarat dengan cepat.

"Ares?" tanya Natalie, terengah-engah.

"Dia sudah diurus. Kita harus segera pergi!" balas Rook, menutup pintu.

Helikopter itu naik dengan cepat, meninggalkan properti tua itu dalam kekacauan.

Panggilan Terakhir Raja

Sementara itu, di dalam rumah, Ares berhasil melumpuhkan tim keamanan yang diaktifkan Tuan Viktor. Ia berjalan keluar dari rumah yang gelap, mengabaikan mayat-mayat dan pintu-pintu yang terkunci, menuju mobil lapis baja yang sudah menunggu.

Saat mobil itu melaju kencang, menjauh dari properti yang kini terbakar, Ares mengeluarkan telepon satelit yang terenkripsi. Ia tahu Tuan Viktor sedang menunggu.

Ares menelepon nomor pribadi Ayahnya.

"Ares," suara Tuan Viktor terdengar dingin dan tenang, tetapi ada nada kekalahan di dalamnya. "Kau berani. Kau tahu konsekuensi memasuki rumahku dan mencuri dariku."

"Aku tidak mencuri, Ayah. Aku mengambil kembali apa yang selalu menjadi hakku," jawab Ares, suaranya sedingin baja.

"Buku Merah itu terlalu besar untuk kau kontrol. Itu akan menghancurkanmu. Aku menyimpannya agar kau bisa fokus pada hal-hal yang legal. Kembalikan padaku, dan aku akan melupakan ini."

"Kau tahu mengapa aku datang untuk Buku Merah, Ayah," kata Ares. "Bukan untuk bisnis. Itu untuk Rima. Untuk wanita yang kau paksa meninggalkan putrinya sendiri karena dia mengkhianatimu. Kau menggunakan kelemahanmu untuk mengendalikan keluargamu."

Keheningan panjang di seberang sana.

"Rima adalah kesalahan yang perlu diperbaiki," aku Tuan Viktor, suaranya sedikit goyah. "Dia tahu terlalu banyak."

"Kesalahanmu bukanlah Rima, Ayah. Kesalahanmu adalah berpikir bahwa kau bisa mengendalikan orang yang kucintai. Aku tidak akan mengembalikannya padamu. Aku akan menggunakannya untuk membersihkan namamu dari semua aset ilegal. Aku tidak ingin menjadi bayanganmu lagi."

Ares memberi keputusan terakhirnya. "Mulai sekarang, kau sudah pensiun, Ayah. Jika kau mencoba menghubungiku, Natalie, atau Rima, atau bahkan mencoba menjual informasi lagi, aku akan merilis Buku Merah ke media. Kau akan hidup di sisa uangmu, tanpa kekuasaan. Ini adalah keputusan terakhirku. Perang sudah berakhir."

Ares mematikan telepon itu. Dia telah memotong ikatan terakhirnya dengan masa lalu yang penuh bayangan.

Penebusan dan Kekuatan Penuh

Helikopter Ares mendarat di atap penthouse tak lama setelah mobilnya tiba. Natalie berlari ke landing pad untuk menemuinya.

Ares berjalan keluar dari helikopter, ada darah musuh di lengan bajunya, tetapi wajahnya menunjukkan kemenangan yang tenang.

Natalie berlari ke pelukannya. Dia tidak menciumnya dulu; dia hanya memastikan Ares tidak terluka parah.

"Kau aman," bisik Natalie, lega.

"Kau membawanya?" tanya Ares, tangannya menyentuh punggung Natalie.

Natalie menunjuk ke Rook, yang memegang cakram logam itu. "Buku Merah. Ada di tangan kita."

Ares memeluk Natalie erat-erat. "Perang sudah selesai, Natalie. Kita bebas."

Ares memimpin Natalie kembali ke penthouse. Mereka berdiri di depan jendela yang menghadap kota yang kini sepenuhnya milik mereka.

"Buku Merah itu berisi informasi tentang aset tersembunyi, politisi yang korup, dan utang-utang yang dipegang Ayahku. Dengan ini, aku tidak hanya mengamankan tahtaku, tetapi aku juga bisa memberikan ibumu, Rima, perlindungan permanen. Tidak ada yang bisa menyentuhnya lagi," jelas Ares.

Natalie mengambil cakram logam itu, terasa dingin dan berbobot di tangannya. Ini adalah kunci kerajaan mereka.

Natalie menoleh ke Ares. "Kau melakukan ini untukku."

"Aku melakukan ini untuk kita," balas Ares. "Kau memberiku segalanya. Loyalitas, cinta, dan kekuatan untuk menghadapi masa lalu. Dan aku akan membalasnya dengan seluruh kerajaanku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!