Lahirlah seorang anak bernama Tatsuya Ryuzhaki dari keluarga miskin di pinggiran kota yang selalu disebut para rendahan. Orang tua Tatsuya adalah orang yang terdaftar di akademi VIOLET yang terkenal dengan sebutan PEMBERSIHAN PORTAL. Akademi VIOLET adalah salah satu nama dari akademi yang ada di seluruh dunia.
Tatsuya memiliki teman masa kecil yang bernama Mikha Aerin yang sangat berharga untuk hidupnya. Dia adalah teman pertama yang didapatkan ketika dia beruasia 6 tahun dan mereka telah membuat janji untuk saling melindungi di masa depan.
Tatsuya Ryuzhaki mempunyai harapan besar untuk menjadi seorang pasukan yang menempati kedudukan tertinggi di dunia, menjadi terkenal, mempunyai status di hadapan publik, dan di kagumi oleh semua orang yang ada di penjuru dunia.
Apakah janji tersebut akan sesuai dengan harapnnya dimasa depan nanti?
Apakah dia akan berhasil melalui semua tantangan yang akan dihadapinya?
Apakah dia sanggup mencapai status level tertinggi di dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22 Memasuki Portal Yang Merenggut Nyawa Ayah dan Ibu Tatsuya
Suasana pantai semakin ramai ketika matahari mulai terbenam. Kesenangan Tatsuya terganggu dengan melihat adanya Thor dan keluarganya datang untuk berlibur. Siapa sangka, Mikha dan Keluarganya juga ikut dalam liburan tersebut.
"Ayolah hentikan Tasya jangan membuatku terus ingin tertawa dengan kelakuanmu. Eh itu!" ucap Tatsuya dengan terkejut.
"Dasar Tatsuya bodoh. Bodoh. Bodoh." ucap Tasya dengan kesal.
kemudian Tasya berhenti dan melihat wajah Tatsuya. Raut wajah Tatsuya seketika berubah. Kebencian telah kembali ke dalam hatinya. Namun Tatsuya tetap menahannya sebelum waktunya tiba.
"Eh ada apa Tatsuya?" tanya Tasya.
"Ti-tidak ada apa-apa. Sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya." ucap Tatsuya.
Kemudian Tatsuya memegang tangan Tasya dan secepatnya pergi dari tempat itu.
"Tu-tunggu kenapa mendadak begini? Padahal ini waktunya sangat bagus untuk melihat matahari terbenam." ucap Tasya dengan bingung.
Sesaat Tatsuya berpikir untuk tidak memaksa Tasya mengikuti keinginannya untuk pergi dari tempat itu. Kemudian Tatsuya melepas tangan Tasya.
"Ma-maaf. Aku hanya merasa lelah dan ingin beristirahat. Oh iya kalau kamu masih suka disini jangan lupa nanti jam 19.00 kita semua berkumpul di depan restoran." ucap Tatsuya sambil tersenyum tipis.
Tasya mulai curiga dengan tingkah laku Tatsuya yang tiba-tiba berubah.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Aku ingin mengetahuinya sekarang!" tanya Tasya dengan serius.
"Maaf, untuk saat ini aku masih belum ingin menceritakannya dengan siapapun. Maafkan aku, aku masih belum siap untuk menerima kenyataannya. kalau begitu aku pergi duluan." ucap Tatsuya.
"Baiklah aku juga ikut pergi, lagian aku sudah bosan." ucap Tasya dengan kecewa.
Tatsuya dan Tasya pergi dari tempat itu. Perkataan terakhir Tasya membuat dia sempat berpikir dengan apa yang telah terjadi sebenarnya dengan Tatsuya.
Waktu hampir menunjukan jam 19.00 semuanya sudah berkumpul di depan restoran dan bersiap-siap untuk pulang.
Semua teman Tatsuya begitu juga dengannya mengucapkan terimakasih untuk hari ini lalu berpamitan kepada Muzan dan Tasya.
Mereka semua memasuki mobilnya masing-masing. Disaat dalam perjalanan menuju hotel. Tasya terdiam dan memikirkan perkataan terakhir yang di ucapkan Tatsuya.
"Menerima kenyataannya? Maksudnya apa?" ucap Tasya dalam hati.
"Hei Tasya. Kenapa kamu melamun? Apakah tadi tidak berjalan lancar?" tanya Muzan.
"Dasar kakak bodoh, jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!" ucap Tasya dengan kesal.
"Hahaha, maaf. Lantas kenapa kamu muram begitu? Apakah terjadi sesuatu?" tanya Muzan.
"Aku hanya memikirkan sesuatu saja. Oh ya kak. Apakah aku boleh meminta bantuan kakak?" tanya Tasya.
"Bantuan? Apakah untuk jadian dengan Tatsuya? Padahal aku sudah menyetujuinya." ucap Muzan.
"Dasar kakak bodoh jangan asal-asalan menyimpulkannya. Kakak bodoh." ucap Tasya dengan wajah memerah.
"Mm. Terus bantuan apa?" tanya Muzan.
"Aku hanya ingin mengetahui semua latar belakang Tatsuya. Terlebih lagi dengan semua kejadian yang di alami Tatsuya. Kakak kan seorang Assasint di negara kita dan sangat ahli dalam mencari informasi. Apakah kakak bisa melakukannya?" tanya Tasya dengan serius.
"Haha ternyata cuma ini. Aku pasti bisa melakukannya. Terlebih lagi untuk adik tercantikku. Haha" ucap Muzan sambil tertawa.
"Jawab yang serius kakak!" ucap Tasya dengan kesal.
Dengan perubahan Tasya yang drastis. Keinginan kakaknya sedikit demi sedikit akan terwujud. Dibandingkan sebelum pergi ke negara ini Tasya selalu diam dan dingin kepada semua orang di negara jepang.
Setelah tiba di hotel. Muzan segera menghubungi ayahnya yang ada di jepang.
"Hallo ayah. Apakah disana baik-baik saja?" tanya Muzan.
"Hallo anakku. Saat ini tidak ada yang berubah. Bagaimana dengan adikmu apakah kamu sudah bertemu dengannya?" tanya Ayahnya.
"Sudah ayah. Aku juga mendapatkan seseorang yang sangat menarik disini." ucap Muzan dengan serius.
Kemudian Muzan menceritakan semua tentang Tatsuya Ryuzhaki walaupun informasi ini hanya sedikit. Tentu saja hal ini membuat ayahnya sangat senang apalagi bisa membuat Tasya berubah.
"Baiklah anakku, lakukanlah yang terbaik bagi adikmu. Ayah tidak ingin dia bertunangan dengan seorang anak dari guild Yakuza." ucap Ayahnya.
"Baiklah ayah. Aku akan melakukan yang terbaik." ucap Muzan.
Setelah itu Muzan menutup telphonenya. Hal ini membuat Muzan ingin segera memusnahkan guild Yakuza.
Di kediaman keluarga Khilar.
Tatsuya dan Khilar sudah sampai dirumah. Seperti biasa ayah dan ibunya masih belum pulang karena urusan bisnis.
"Huff. Ayah dan ibu masih belum pulang. Oh iya Tatsuya, bagaimana tadi coba ceritakan? Apakah semuanya berjalan lancar?" tanya Khilar.
"Berhentilah bertanya seperti itu, ah aku lelah dan ingin cepat istirahat. Hari ini gagal masuk portal hanya tersisa 3 hari lagi. Beritahu kepada semuanya besok kita pergi ke portal kelas E jam 6 pagi." ucap Tatsuya.
"Kenapa pagi sekali?" tanya Khilar.
"Jangan bermalas-malasan. Terlebih lagi kita harus cepat mengejar lvl kelas A. Apalagi kamu berbeda tim denganku." ucap Tatsuya.
"Oh iya aku lupa. Baiklah kalau begitu." ucap Khilar sambil berwajah muram.
Kemudian mereka berdua beristirahat di kamarnya masing-masing.
Sebelum tidur Tatsuya sempat memikirkan tentang kejadian hari ini. Dengan sengaja Tatsuya melihat status Thor dan Tasya. Mereka berdua sudah berada di lvl 15.
"Sial. Sebenarnya latihan apa yang mereka jalani? Aku tertinggal 3 lvl dari mereka. Jika seperti ini terus aku tidak akan bisa membalaskan semua penghinaan ini." ucap Tatsuya dalam hatinya sebelum dia tertidur.
Pagi sudah tiba. Tatsuya bangun jam 05.00. Setiap pagi Tatsuya melakukan olahraga ringan secara rutin.
Setelah selesai Tatsuya segera membangunkan Khilar yang tengah sedang tertidus pulas.
"Tok.. Tok.. Tok.."
"Cklek"
"Khilar aku masuk, yah dia masih saja malas bangun pagi.!" ucap Tatsuya.
Kemudian Tatsuya membangunkan Khilar.
"Uuhh Tatsuya, lagi enaknya bermimpi indah." ucap Khilar.
"Ayo cepat, jika tidak bangun aku pergi sendiri saja." ucap Tatsuya.
"Baiklah aku bangun sekarang." ucap Khilar.
Kemudian Tatsuya dan Khilar segera mandi dan langsung bersiap-siap. Setelah sarapan bersama keluarga mereka berpamitan dan segera menjemput semua temannya di titik jemput yang telah di tentukan semalam oleh Khilar.
Semuanya sudah menunggu dan mereka langsung masuk ke dalam mobil. Setiba di portal kelas E. Mereka semua terkejut dengan adanya banyak orang yang ingin memasuki portal tersebut.
"Ramai sekali." ucap Kim Nung.
"Ya benar, setidaknya ada 25 orang yang ingin masuk ke dalam portal kelas E ini." ucap Zhusan.
"Kenapa banyak sekali orang yang ingin memasuki portal kelas E ini?" tanya Shen Ji.
"Apakah kalian semua tidak melihat berita yang beredar di tv? Bahkan di dalam media social seperti instagram juga sudah banyak beredar." tanya Merry.
Semuanya terkejut dan bertanya kepada Merry.
"Memangnya apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tatsuya.
"Ahh kalian ini para lelaki malas untuk baca informasi. Mulai hari ini petinggi akademi meresmikan untuk pembersihan portal bagi semua guild. Untuk portal kelas F dan kelas E diserahkan kepada guild-guild kecil." jawab Merry.
"Pantas saja seragam mereka berbeda-beda." ucap Khilar.
"Kalau seperti ini bisa menghambat waktu kita. Ayo kita cari lagi portal yang kosong." ucap Tatsuya.
Kemudian mereka mulai mencari portal yang kosong untuk berlatih sekaligus menaikkan level mereka.
Sudah ke 20 tempat semuanya penuh. Namun akhirnya mereka semua menemukan portal yang kosong dan juga tidak ada penjaganya. Mereka semua turun dari mobil.
"Akhirnya kita menemukan portal kelas E yang kosong." ucap Khilar.
"Baiklah ayo segera bersiap-siap." ucap Shen Ji.
Tatsuya sempat berpikir karena ada yang aneh.
"Tunggu sebentar!" ucap Tatsuya.
"Apalagi yang kita tunggu ketua?" tanya Kim Nung.
"Apakah kalian tidak merasakan keanehan?" tanya Tatsuya.
"Keanehan apa?" tanya Zhusan.
"Seharusnya ada penjagaan di setiap portal bahkan portal kelas F sekalipun. Terlebih lagi tidak ada keterangan di depan portal ini." jawab Tatsuya.
"Mungkin ini hanya portal kelas F. Jadi tidak terlalu ketat." ucap Shen Ji.
"Ayo cepat sebelum banyak orang. Walaupun hanya kelas F sangat bagus bagi kita untuk melatih kata kunci baru lagi." ucap Merry.
"Baiklah kalau begitu." ucap Tatsuya.
Kemudian mereka semua memasuki portal tersebut. Mereka mengira bahwa portal ini adalah portal kelas F. Namun portal ini adalah portal kelas D sekaligus portal yang merenggut ayah dan ibu Tatsuya.
Portal ini tidak diketahui keberadaanya karena berada di bukit yang jauh dari kota.
Sesaat Tatsuya merasakan keanehan yang ada di dalam portal ini. Keadaan portal ini sangat indah, bahkan hewan-hewan sepertu kupu-kupu maupun serangga hidup di dalam portal ini.
"Wah sangat indah, apalagi dengan udaranya yang segar." ucap Merry.
"Benar, sangat nyaman untuk istirahat." ucap Zhusan.
"Jangan bermain-main kita fokus untuk berlatih dasar kalian ini." ucap Shen Ji.
"Sebaiknya kita harus hati-hati. Tidak ada salahnya kita harus waspada pada tempat yang belum kita ketahui." ucap Tatsuya.
"Baiklah, ayo kita cari mosnters penghuni portal ini." ucap Khilar.
Kemudian mereka semua berjalan kedepan dan mulai memasuki hutan. Keadaan di dalam hutan sangat indah dan sinar matahari masuk dari celah-celah dedaunan pohon yang tinggi.
Kemudian mereka melihat seekor monsters yang sedang mencari makanan.
"Lihat sepertinya aku melihat monsters." ucap Kim Nung.
"Lakukan serangan jarak jauh Kim Nung. Gunakan senjata yang memakai peredam di moncongnya." ucap Tatsuya.
"Siap ketua." ucap Kim Nung sambil mengatakan kata kunci Sniper.
"Dorr"
"Whooosss"
"Clebb"
"Brukk"
Satu monster berhasil dikalahkan. Kemampuan Kim Nung mulai meningkat karena levelnya selalu naik di bantu Tatsuya.
"Sebaiknya kita belajar menyergap mosnters sebelum mereka menyerang." ucap Tatsuya.
"Baik" ucap semuanya.
Kemudian Tatsuya dan semua temannya bergerak secara sembunyi-sembunyi. Hal ini dia pelajari dari pengalamannya setelah mengalahkan Boss Goblin beserta semua bawahannya.
Tiba-tiba semua gelang mereka bergetar.
Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Goblin
▪︎Level : 4
▪︎RANK : Baris III
▪︎JOBS : Penyiksa
Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Goblin
▪︎Level : 4
▪︎RANK : Baris III
▪︎JOBS : Pemanah
"Aku akan menyerang duluan." ucap Kim Nung.
"Jangan! Sebaiknya kita bersembunyi dan membuat ini lebih mudah. Aku akan mebagi kalian tugas masing-masing."
"Baik." ucap semuanya.
"Merry siapkan lubang yang bisa kamu buat. Shen Ji siapkan dinding untuk memblokir jalan mereka. Aku ingin mereka menuju jebakan." ucap Tatsuya.
"Baik kami mengerti, ayo Merry." ucap Shen Ji sambil mengajak Merry.
"Zhusan dan Khilar persiapkan kata kunci petir kalian serang mereka tanpa ragu. Jangan gunakan bola api! Aku tidak ingin hutan ini terbakar." ucap Tatsuya.
"Baik kami mengerti." ucap Khilar sambil pergi bersama Zhusan untuk menyusul mereka.
"Bagaimana denganku?" tanya Kim Nung.
"Tadi kamu bilang ingin menyerang mereka duluan. Jadi kita akan menyerang dan memancing mereka ke tempat jebakan tersebut." ucap Tatsuya.
"Baiklah ketua, aku sangat ingin menghabisi mereka." ucap Kim Nung.
Kemudian mereka semua bersiap-siap untuk membunuh monsters dengan strategi yang di jelaskan Tatsuya. Sesaat Tatsuya selalu merasakan hal aneh dan masih memikirkannya sampai saat ini.
"Perasaan apa ini? Setelah memasuki portal ini perasaanku jadi tidak enak." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Bersambung....
{Pemberitahuan Update}
Update setiap hari jam 09.00
Jika berkenan dan bersedia. Jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Coment, Vote, Rate novel ini agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya.
Terimakasih 🙏
Orang yang nolak di ancam...
Senayan mam smr SM SM zmam mam
tamtama gema sangkakala sudah sm mam
srmsk smr SM SM SM SMA smdm dm SMA smdm sm dm
amemh mama msmemam masa depan
Yamin ameumefm SM SM entertainment news network Thursday june
tmamaam SM SMA Smyth aymam USM SM
andam oi oi yang ma