NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asalkan Alisha Senang

Alisha menuruni tangga saat tengah malam. Tadi sebelum dia tertidur, Emeline mertuanya itu mengirimkan dia pesan yang isinya:

'Alisha, tolong berikan Giovan makan. Mommy yakin Giovan belum makan. Tolong ya Alisha, hanya kamu yang bisa bantu Mommy.'

Dengan rasa malas, akhirnya Alisha mengambilkan Giovan makan. Tak lupa ia juga membawa obat merah untuk mengobati pria itu.

Saat berjalan menuju ruangan bawah tanah, Alisha dicegat tiga pengawal yang berjaga di sana.

"Maaf sekali, Nona. Anda dilarang masuk ke dalam."

Alisha menghela napasnya dengan kasar. "Aku hanya ingin memberikan suamiku makan!"

"Tapi, tetap saja tidak boleh."

"Kau, buka enggak?!!" paksa Alisha.

"Maaf, Nona. Tapi, ini larangan dari Tuan Edward."

"Astaga, buka! Kalian tahu, kan Kakek sangat menyayangi aku? Jangan sampai aku suruh Kakek untuk menembak kepala kalian bertiga karena melarangku masuk!"

Ketiganya langsung kicep saat mendengar ucapan Alisha. Mereka bertiga saling tatap lalu mengangguk.

"Baik, silakan, Nona."

Senyum Alisha mengembang, gadis itu segera masuk ke dalam ruangan bawah tanah dan saat pertama kalinya masuk, hal yang dia cium adalah..

Bau hanyir, seperti darah.

"Uuhh, kenapa bau sekali," gumam Alisha.

Pengawal yang mengikuti Alisha hanya bungkam, mereka berdua berhenti di depan pintu kamar.

"Ini, Nona. Kamar Tuan Giovan, silakan masuk."

"Hm."

Ceklek.

Ruang tersebut sedikit gelap dengan cahaya yang remang-remang.

"Gov?"

"Giovan?"

Kaki Alisha melangkah masuk untuk mencari keberadaan suaminya itu.

"Giovan?"

"Hum."

Mata Alisha mengedar saat dia mendengar deheman kecil seseorang. Dan ia melihat seseorang yang tengah meringkuk di sisi ranjang.

"Gov?"

"Giovan?"

"Hm."

Alisha semakin mendekati orang tersebut dan ternyata benar, orang itu adalah Giovan.

"Gov."

"Hm."

Kepala Giovan terangkat untuk menatap Alisha, lalu ia kembali menunduk karena punggungnya terasa sangat perih dan sakit.

"Ini, makan dulu," ujar Alisha.

"...." Giovan bungkam, ia tidak menyahut ucapan Alisha yang memintanya untuk makan.

"Gov!"

"P-punggungku sakit," lirih Giovan.

Alisha menatap luka yang berada di punggung suaminya, lalu dia meringis karena luka tersebut terlihat menganga dengan kulit dan daging Giovan yang terbuka.

"Sshh, sini aku obati," ucap Alisha seraya membuka kotak merah yang untung saja dia bawa.

"Buka dulu bajumu," pinta Alisha.

Giovan menggeleng kecil. "S-sakit."

"Ciih, jangan manja! Duduk dulu sini, biar aku yang bukakan bajunya!"

Giovan duduk tegak berhadapan dengan Alisha di hadapannya.

Tangan Alisha membuka satu per satu kancing kemeja Giovan, ia menahan napasnya sendiri saat melihat dada bidang Giovan yang sangat menggoda iman.

"Kenapa?" tanya Giovan yang melihat pipi Alisha sedikit merona.

"Apanya, kenapa?!!"

"Pipi kamu, kenapa?"

"Oh, enggak papa!"

Satu per satu kancing baju Giovan akhirnya terbuka. Dengan perlahan Alisha mencoba membuka kemeja tersebut dari tubuh Giovan.

Alisha menatap tubuh suaminya yang kini hanya polosan saja. Lalu ia segera mengobati luka Giovan.

"Sshh, pelan-pelan, Lis," desis Giovan seraya mencengkram paha Alisha yang terekspos.

Alisha menghentikan aksinya dan menatap tangan Giovan yang berada di pahanya.

Namun, ia mengabaikan itu lalu mengobati kembali luka Giovan.

"Sshh, ahhk!"

Tangan Giovan semakin naik dari paha bawah sampai ke paha atas Alisha.

"Gov, tanganmu!" tegur Alisha.

"Ehh?" Giovan segera menarik tangannya sendiri.

Karena tangan Giovan yang berada di sana mampu membuat aliran listrik yang... Selesai memberikan Giovan makan, Alisha memutuskan untuk keluar dari sana.

"Aku pergi dulu," pamit Alisha.

Giovan hanya mengangguk sekilas. Saat Alisha hendak membuka handle pintu, tiba-tiba saja Giovan kembali bersuara.

"Terima kasih," ucap Giovan tiba-tiba.

Alisha membalikkan tubuhnya dengan alis yang mengerut. "Hm," dehem Alisha yang langsung keluar dari kamar Giovan.

Giovan berdecak. "Setidaknya bilang sama-sama kek!" gerutunya.

---

Kaki Alisha semakin melangkah keluar dari ruang bawah tanah, ia memegangi dadanya sendiri karena jantungnya berdetak berkali-kali lipat.

"Omg, enggak mungkin kan aku suka sama Giovan?" gumam Alisha.

"Tapi, jantungku kenapa..." "Aaakhh, sial. Sepertinya aku harus berobat nih," gumam Alisha.

---

Pagi harinya.

Di meja makan semua orang sudah berkumpul kecuali Giovan. Suami dari Alisha itu ternyata masih dihukum dan tak diizinkan untuk makan bersama.

"Alisha, apa benar semalam kamu ke ruangan bawah tanah untuk memberikan Giovan makan?" tanya Edward.

Alisha yang sedang mengunyah makanannya lalu mengangguk dan menelan semua makanan di mulutnya.

"Iya, Kakek," jawab Alisha.

"Kenapa? Um, maksud Kakek kenapa kamu mau kasih dia makan, padahal dia sudah selingkuhi kamu?!"

"Aku hanya kasihan saja, Kakek. Walaupun dia salah, tapi hati kecilku sangat tak tega jika harus melihat dia mati kelaparan."

Edward menatap salut pada Alisha, tangan pria tua itu terangkat untuk mengelus kepala Alisha.

"Kau sangat baik, Alisha. Kakek sangat beruntung mempunyai cucu sebaik kamu."

Alisha memberikan senyum manisnya pada Kakek. "Aku juga sangat beruntung, karena Kakek aku bisa hidup enak."

"Ya, kamu bisa lakukan apa pun yang kamu mau, Alisha."

"Serius, Kakek?"

"Hm, serius."

"Kalau misalnya aku mau beli mal sama helikopter, boleh, Kakek?" tanya Alisha.

"Boleh, boleh banget. Kamu mau kapan belinya?"

Alisha terlihat langsung antusias. "Aku mau sekarang, Kakek!!"

Edward mengangguk sekilas, ia mengangkat tangannya meminta Ferdi (anak buah kepercayaan Edward), untuk mendekat.

"Iya, Tuan."

"Ambilkan ATM-ku yang berada di meja kerja."

"Baik, Tuan."

Tak lama kemudian Ferdi kembali dengan membawa kartu American Express Platinum.

"Ini, Tuan."

Edward mengambil kartu tersebut dan menyerahkannya pada Alisha.

"Ini Alisha, ambillah dan belanjakan apa pun yang kamu mau. Ingat, apa pun!!" ujar Edward.

Alisha segera mengambil American Express Platinum tersebut, dia tahu kartu ini kartu tanpa limit yang artinya pasti isinya sangat banyak.

"Kakek serius?!" tanya Alisha tak percaya.

"Iya, serius!" jawab Edward sambil terkekeh kecil karena melihat wajah Alisha yang terlihat bersemangat sekali.

"AAHKK, KAKEK TERIMA KASIH!"

Alisha bangkit dari kursinya dan memeluk tubuh Edward. Keluarga Vizcaya yang melihat Alisha hanya bisa berdecak.

"Norak!"

"Tau, deh. Norak banget!"

Fiona selaku menantu yang tidak pernah dimanjakan oleh Edward tentu saja merasa iri hati pada Alisha.

"Bukankah kemarin kamu baru saja membeli tiga mobil mahal? Sekarang udah mau beli helikopter?" tanya Fiona.

"Iya! Bukan hanya helikopter saja sih yang akan kubeli, tapi aku juga ingin membeli mal."

"Astaga, kamu boros banget, Alisha!"

"Tak apa, asalkan Alisha senang," ujar Edward.

Alisha menjulurkan lidahnya pada Fiona, seolah-olah meledek wanita tersebut.

---

Bersambung

1
Anne Soraya
lanjut
Lucky Ferdinand Sihombing
mana nih up nya😄
Lucky Ferdinand Sihombing
apa itu Alisha 🤭🤭
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut dong
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut
jeeny sihombing
double dong thor🤭
jeeny sihombing
lanjut
Nelson Sihombing
lanjut dong
Anne Soraya
lanjut 👍
SANG
Semangat terus ya dek👍💪
SANG
Like iklan plus komen
Alia Chans: thanks 😍😣
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru dek👍💪
SANG
Novel baru semangat baru ya dek👍💪
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ
Kak, tadi aku sempat ngira “PRANGG!” itu dialog karakter, baru sadar ternyata suara gelas pecah 😭 Mungkin bisa tanpa tanda petik biar lebih jelas kalau itu SFX.
Alia Chans: wk" thanks dh mampir
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Alisa💪✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife
waa female fatal nih go go alisha
Alia Chans
Halo guys
ini Novel baru aku👈✍️
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ: Haloo~
Aku mampir ☝🏻✨
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!