Reykania cantika murni ia adalah gadis cantik yang sangat rupawan, tapi karna masa lalunya membuat ia menjadi gadis dingin dan Arogan pada pria tampan.
disisi lain ada pria tampan yang menjadi obsesi semua wanita bahkan dikalangan gadis sekalipun, pesona nya tidak bisa dibantah, banyak wanita dan para gadis pengusaha dan para model internasional begitu menginginkannya,
tapi mereka tau laki-laki tampan yang satu itu bukanlah laki-laki yang mudah untuk ditaklukkan hatinya. oleh karna itu, mereka hanya bisa berlomba-lomba ingin semalam saja bersamanya. berapa kalipun mereka berusaha sealu ditolak mentah-mentah yang awalnya mereka berfikir kalau Rezio Mahadiningrat juga pria normal yang memiliki hawa nafsu.
namun siapa sangka Gio bukanlah penjahat wanita karena dia memiliki ibu yang sangat ia cintai belum lagi adiknya yg berusia 17 tahun.
Gio percaya akan adanya hukum karma jika ia mempermainkan wanita ia takut adik tersayangnya juga dipermainkan oleh laki-laki lain.
ia memiliki seorang ratu dihatinya!
pertemuan singkat dimalam itu begitu terkesan olehnya hingga ia begitu terobsesi pada gadis itu..
siapakah gadis itu?
....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Yoza & Dino
😊😊😊😊,......
-----
Kania, Ranita dan Yoza duduk di kursi dan sofa sederhana di rumah kania saling bersandar, mereka semua memejamkan mata seolah melepas penat.
"Kania,,, sudah berapa uang mu terkumpul? " Tanya Yoza, ia bangun dan melihat Kania serius.
"Hmmm... 280 JT... " Jawab Kania tanpa mengubah posisinya saat itu.
"huf.... 720 JT lagiii.... !" Sahut Ranita.
dengan nada lemas.
mereka semua menghela napas bersamaan, Kania tersenyum dan Yoza malah memarahinya Jangan tersenyum karna itu yang diinginkan Kania, Yoza dan Ranita tidak boleh membantu.
"Kalian ingat kan 2 Hari lagi ulang tahunku yang ke 23 tahun.. " Tutur Yoza mengingatkan kedua temannya itu.
Ranita menghela napas pasrah.
"Aku harus pergi dengannya yaa!, " Gumam Ranita dengan nada malas-malasan.
Yoza tertawa kecil..
"Oh... Ayolah.. Tunanganmu itu sangat Menyukaimu... , Buktinya dia menolak semua perempuan yang ingin dijodohkan dengannya iya kan? .. saat bertemu denganmu dia langsung meminta kalian bertunangan di hari itu juga... "
Ranita menghela napas lagi.. dia bangun dari selonjorannya menatap dengan mata berotasi menanggapi akan perkataan Yoza.
"Kenapa Pesta Ulang Tahunmu yang 23 tahun ini harus berpasangan.. . teruss bagaimana dengan Kania.. dia tidak memiliki pasangan?". Pertanyaan Ranita membuat Kania menoleh dia bangun dari posisinya dan mulai menatap serius Yoza.
"mungkin aku tidak bisa datang, maafkan aku ya Za.". Sahut Kania dengan nada merasa bersalah.
"kau harus datang,, Aku dan Dino sudah menemukan jalan keluarnya..! " Jawaban Yoza membuat Kania menatap nya dengan mata melotot kaget.
sedangkan Yoza terlihat antusias dan penasaran.
"Siapa yang menjadi pasangan Kania? " Tanya Ranita semangat.
"Gio! " Jawab Yoza nyengir.
sedangkan Kania Syok mendengarnya, Kania sampai memijit pelipisnya dan Ranita hanya tersenyum Bangga.
"Hebat kau memilih Pasangan yang sangat membuat Kania bisa menyombongkan diri.. Gio itu tidak pernah berpacaran.. selama ini tidak pernah ada skandal nya dengan perempuan lain dan aku tau dia pasti laki-laki yang Baik! ". Puji Ranita sambil tersenyum melihat Kania.
"Kenapa harus dia siii? " Tanya Kania
"Hei ayolah Kania... Aku juga mau Gio datang papaku sangat ingin bertemu dengannya bisa memulai bekerja sama dengannya. bertemu dengannya sungguh sangat sulit.. Aku juga mau memperkenalkan Dino pada semua keluarga Ku... " Jawab Yoza sambil menggaruk keningnya dan tersenyum malu.
"Oh ya? hubungan kalian sudah serius rupanya padahal belum 1 Minggu kan? ". Sambung Ranita tiba-tiba dengan senyumnya yang tulus akan kebahagiaan kakaknya itu.
"Kau yakin dia tidak keberatan? " Tanya Kania.
Yoza mengangguk antusias.
"Aku mengikat Kaki nya mana mungkin dia tidak bisa mengikuti langkah kaki kita ". Sahut Yoza nyengir lagi.
"Maksudmu.. mengikat kaki nya bagaimana? ". tanya Ranita penasaran.
"Dino... dia itu Kakinya.. ya begitulah kira -kira istilahnya! ". Jawaban Yoza membuat tawa Ranita pecah seketika dia hanya mengangguk-ngangguk membenarkan perkataan Yoza.
"Hubungan mereka sangat dekat, mungkin seperti saudara kandung!" Tutur Kania.
Yoza dan Ranita saling pandang Yoza beralih menatap Kania.
"Keluarga Dino dari dulu adalah Abdi setia keluarga Mahadiningrat.. Papanya Dino kan Orang kepercayaan Papanya Gio,, dan Dino dari kecil memang sudah di latih setia pada Gio mengikuti apapun pelajaran yang diikutinya. Wajarkan Gio menganggap nya seperti saudara kandung... Bagi Keluarga Konglomerat Mahadiningrat Orang yang Setia itu sangat penting Kania... ". Jawab Yoza serius.
"Hidup Orang Kaya tidak seenak yang kamu kira kania... mereka mungkin bergelimang harta tapi mereka tidak punya teman yang tulus pada mereka.. semua yang mendekati mereka hanya karna kekayaan dan kekuasaan mereka saja. " Sambung Ranita juga serius.
"Kamu boleh berburuk sangka sama Laki-laki berkuasa, tapi tidak semua Laki-laki berkuasa akan semena-mena seperti yang kau pikirkan selama ini... " Lanjut Ranita Lagi.
Kania hanya menghela napas.
"Iya Maaf... Karna trauma ku.. Aku benar-benar membenci Pria berkuasa. " Jawab Kania dengan Lirih.
Yoza dan Ranita saling pandang dan tersenyum.
mereka memeluk Kania bersama-sama dan akhirnya tertawa bersama.
------
keluarga Mahadiningrat berkumpul di Sofa ruang tamu mereka.
"Siapa yang Jadi pasangan kakak.. di pesta ulang tahun Pacarnya kak Dino..? " Tanya Sari sambil memakan Keripik kentang ditangannya.
"Kania... Dia Malaikat kita... !" Jawab Gio membelai rambut Sari.
sari malah bingung, Kedua orang tua mereka malah saling pandang heran.
"Malaikat kita? " Tanya Sari lagi.
Gio membenarkan perkataan Sari dengan tersenyum manis.
"Malaikat kalian.. Maksudnya Gadis yang menyelamatkan kalian waktu itu? " Tanya Andhan Papanya Gio memastikan.
Gio beralih menatap Papanya.
"Iya Pa... Gio sudah menemukannya! " Jawab Gio sambil tersenyum malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Papa Gio tertawa, Mamanya Gio terkejut lalu tersenyum Sari malah melotot tidak percaya.
"Kakak sudah menemukan kakak Cantik itu? " Tanya Sari memastikan lagi.
Gio mengernyitkan dahinya.. tatapannya menjadi serius pada adiknya itu. dia memegang tangan adiknya.
"Kenapa Sari bilang Kakak cantik, memang Kamu Lihat wajahnya apa? " Bukannya menjawab Gio malah balik bertanya pada adiknya itu.
Sari tersenyum dan mengangguk kecil. Gio memandang Papa dan Mama nya lalu beralih menatap Adiknya itu.
"Sa,, Kamu yakin melihat wajahnya? " Tanya Gio lagi.
"Iya kak, walaupun Sari sangat ketakutan waktu itu.. Kakak cantik itu menyenter wajahnya sendiri, dia bilang 'Gadis kecil, kakak bukan penjahat kenapa kamu bisa diculik sayang.. ' ." Sari memperagakan Kata-kata lembut penyelamat nya yang berada di dalam ingatannya itu.
" Awalnya juga aku ragu.. trus dia menyebutkan namanya! ". Lanjut Sari melihat kakaknya yang sudah duduk di bawahnya sambil memegang kedua tangannya.
"Dia menyebutkan namanya padamu sayang?" Tanya Mama Raisa memastikan.
Sari beralih mengangguk pada mamanya itu.
Papanya malah tersenyum kecil karna Putri nya itu sudah tidak trauma lagi pada kejadian itu. Biasanya Jika Gio bertanya tentang malam itu saja Sari langsung pucat pasi dan menggigit bibirnya seraya menggeleng-geleng ketakutan. itu sebabnya mereka tidak pernah mengungkit Kejadian Malam itu pada putri bungsunya itu.
"Dia bilang waktu itu..
' kalau kakak bukan orang jahat terus kakak siapa'
nama kakak.. Kania sayang.. kakak akan bantu kamu keluar dari sini ya' 'tapi kakak laki-laki aku pingsan, ' (gadis itu menoleh pada pria dengan mata ditutup tidak sadarkan diri tak jauh dari tempatnya sekarang)
'Kakak akan bebaskan dia juga.. 'kalau gitu kakak bawa kakak laki-laki ku dulu ya ' (gadis itu hanya mengangguk). begitulah saat itu ada 1 pria badan besar yang memergoki kakak cantik itu masuk. kakak itu langsung memukul kepala laki-laki itu dengan kayu yang sudah dibawanya saat dia masuk ke tempat kita waktu itu. "
Jawab Sari tenang.. sepertinya dia memang sudah tidak trauma lagi mengingat kejadian itu. melihat bagaimana fasihnya dia memperagakan kata-kata penyelamatnya itu.
"Kania.. berarti memang benar firasat kakak. walaupun Dino berkali-kali mengatakan kalau dia masih meragukan Gadis itu. entah mengapa saat kakak melihat fotonya pertama kali kakak merasa itu memanglah dia, maka nya kakak langsung menyuruh Dino mencari identitas Gadis itu. " Jawab Gio sambil duduk di sofa dekat adiknya itu membelai rambut adiknya itu.
"berarti menantu mama sudah dekat ni". Sahut Mama Raisa tersenyum manis.
Papanya hanya memeluk bahu istrinya itu dan tertawa kecil akan perkataan istrinya itu.
"sepertinya kau sudah tidak sabar sayang !". Seru Andhan menatap istrinya itu.
Mama Raisa hanya tertawa sambil mengangguk antusias.
"Gak bisa buru-buru Ma.. . Gio Gak mau dia lari dari Gio.. Biar Gio mendekatinya perlahan ya ma? biar Gio sendiri yang membawanya masuk ke rumah ini.. saat itu juga Mama boleh menyambutnya.. Ok! " Jawab Gio memandang Mama nya lembut.
Mama dan Papa nya Gio hanya tersenyum Bahagia dan mengangguk antusias. Pasalnya mereka juga sangat ingin bertemu dengan gadis kecil yang menyelamatkan Putra-putri mereka yang bisa membuat Putra nya berubah drastis, perempuan yang bisa membuat anak mereka menjadi lebih Dewasa tidak lagi Penakut tentu saja mereka memberi dukungan pada putra nya itu, membiarkan putra nya itu mencari Gadis pilihannya dari mana pun asal-usul gadis itu.
"Kakak harus jadi Penyelamat kakak cantik itu,, selalu ada untuknya... perempuan mana pun pasti akan luluh pada pria yang selalu ada untuknya.. " Tutur Sari memberi masukan pada kakaknya itu.
"iya.. kakak akan menjaga nya.. selalu ada untuknya.. melindunginya.. kau yakin Kakak akan mendapatkan hati kakak cantikmu itu? " Tanya Gio lagi pada adiknya itu.
"Aku juga perempuan Kak.. Laki-laki yang selalu ada melindungiku.. dimana pun dan selalu ada di saat-saat aku butuh.. aku pasti akan bergantung padanya dan nyaman di dekatnya dan pada akhirnya aku akan jatuh cinta padanya.. " Jawab Sari tersenyum manis memandang kakaknya itu.
Gio hanya tersenyum dan mengacak Gemas rambut adiknya itu, Sari hanya tersenyum manis akan perlakuan kakaknya itu, lalu dia beralih memakan keripik kentangnya lagi. Gio merapikan rambut adiknya yang di berantakin nya tadi, dan menyibak kan rambut adiknya kebelakang agar Sari bisa makan lebih leluasa.
Mama Raisa yang melihat putra-putri mereka akur sangat bahagia dia memandang suaminya yang tersenyum manis padanya dan bersandar pada bahu suaminya itu sedang suaminya hanya memeluk bahu Istrinya mencium keningnya dengan lembut.