Anya seorang perempuan kaya yang harus meninggalkan semuanya yang dia miliki karena sakit hati yang dia punya kepada Adi. Dia memilih menghilang dari kehidupan masa lalunya dan memulai segala sesuatunya dari nol. Akankah dia bertemu dengan kekasih baru dan mempunyai kehidupan yang lebih baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Arinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Bicara
"Hai, ayo makan siang. Jangan lihat laporan terus, mana bisa kenyang kamu", kata seseorang pria mengagetkan Anya.
Anya mendongak melihat siapa yang mengagetkannya, dan Anya menghela nafas kasar.
"Aku masih sibuk, jangan ganggu", kata Anya kembali berkutat pada dokumennya.
"Ini sudah jam makan siang. Lagipula kamu masih memiliki hutang padaku", kata pria tersebut duduk di kursi depan meja Anya.
"Hutang apaan? Udah deh aku masih sibuk", acuh Anya.
" Makan siang denganku", pria tampan tersebut masih nyengir.
"Kapan kapan saja ya, beneran deh aku sibuk. Ini hari pertamaku kerja dan aku sudah banyak kerjaan", Anya mulai sebal, namun dia tetap melanjutkan pekerjaannya.
Pria tampan tersebut tidak pantang menyerah menerima penolakan Anya, namun dia juga tidak memaksa Anya. Yang pria tersebut lakukan saat ini adalah melihat Anya yang sedeng bekerja dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. Anya yang dipandangi terus menerus akhirnya merasa jengah dengan pria tersebut.
"Baiklah ayo makan siang. Aku tidak bisa fokus jika kamu disini terus", Anya akhirnya menyerah dan mulai berdiri untuk makan siang. Namun pria tersebut masih diam di kursinya.
" Katanya mau makan siang, ayo dong cepetan ", Anya mulai kesal. Ditariknya pria tersebut dari kursi hingga berdiri. Anya menggandeng tangan pria tersebut keluar dari ruangannya menuju kantin. Anya menampakkan ekspresi sebalnya berbeda dengan pria tersebut yang tersenyum lebar.
Saat keluar ruangan, beberapa karyawan menyapa mereka, dan sedikit menundukkan kepalanya. Banyak karyawan yang berbisik bisik melihat keduanya lewat di depannya. Merekapun sampai di kantin.
"Pesenin makanan", kata pria tersebut sesaat setelah mereka sampai di kantin perusahaan. "Aku yang cari tempat duduk". Anya pun segera memesan makanan untuk mereka berdua. Dua porsi soto ayam dan 2 gelas es teh.
"Silahkan duduk tuan", kata Nisa pada pria tampan tersebut. Dia memberikan kursi miliknya dan bergeser di kursi sebelahnya. Namun setelahnya tidak ada obrolan diantara mereka. Hanya Nisa yang tampak senyum senyum sendiri melihat pria tampan disebelahnya. Tidak biasanya pria tersebut makan dikantin, dan sekarang pria tersebut duduk disampingnya. Pria yang Nisa sukai sejak pertama kerja di kantor tersebut.
Tak berapa lama kemudia pria tersebut melambaikan tangannya memberi kode pada seseorang. Nisa yang tidak menyadari itu masih saja tersenyum. Sesaat setelahnya Anya datang membawa nampan berisi 2 porsi makan. Nisa kaget melihat Anya duduk di depan pria tersebut.
"Kamu ngapain kesini? Bisakan cari tempat duduk lain?", kata Nisa dengan nada tidak sukanya. Anya yang sedang menurunkan pesanan pria tersebut pun tersenyum.
" Baiklah aku akan pindah. Sepertinya saya mengganggu anda Bu Nisa", Anya tersenyum dan beranjak berdiri.
"Mau kemana kamu? Duduk", perintah pria tampan. " Dan Nisa kamu ada masalah apa? Saya yang mengajaknya makan disini, kalau kamu tidak suka silahkan kamu saja yang pergi cari tempat duduk lain".
Anya tersenyum penuh kemenangan, dia kembali duduk. Anya mengambil sambal, kecap dan jeruk nipis untuk dicampur ke sotonya. Anya pun mengaduk dan mencobanya.
"Segarnya", kata Anya dengan senangnya. Pria tampan di depannya langsung mengambil mangkok milik Anya dan menukarnya.
" Tuker. Punyamu sepertinya lebih enak", kata pria tersebut langsung memakan sotonya. "Beneran, punyamu lebih enak". Pria tersebut tertawa senang.
" Dasar pria tengil nyebelin", kata Anya sebal. Anya mengambil sambal, kecap dan jeruk nipis lagi untuk dicampurkan di soto yang ditukar oleh pria tengil di depannya. Anya pun mulai makan dengan lahapnya.
Nisa yang melihat kelakuan mereka berdua hanya bisa menggenggam erat sendok di tangannya. Amarahnya seolah memuncak. Bagaimana bisa pria tampan yang disukainya, saat ini tengah makan dengan lahapnya dan dengan senyum mengembang. Padahal selama ini pria tersebut tidak pernah makan sekalipun dikantin dan dia adalah pria dingin yang jarang sekali tersenyum apalagi tertawa. Namun sekarang pria tersebut terlihat sangat bahagia. Nisa sangat benci melihat hal tersebut, apalagi yang bisa membuat tertawa adalah perempuan di depannya kini.
Nisa merasakan amarahnya yang seolah mendidih. Tak ingin berlama-lama disana Nisa pun pamit.
"Tuan saya permisi, saya sudah selesai", kata Nisa sambil berdiri. Hanya Anya yang menengok sekilas padanya. Pria yang dia harap merespon hanya diam saja. Nisa semakin jengkel dengan keadaan tersebut, segera mungkin dia pergi dari tempat tersebut.
" Kamu habis ini ke HRD, minta dibuatkan absen fingerprint, biar kamu kalau telat bisa langsung dipotong gajinya", kata pria tersebut sambil tertawa.
"Ok deh. Makasih dah kasih kasih tahu", jawab Anya memakan suapan terakhir sotonya. Anya lalu minum es teh yang ada di depannya. "Kenyangnya". Anya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
" Nanti malam traktir aku lagi karena aku sudah mengingatkan masalah absen", pria tersebut tersenyum.
"Yaelah, baru kerja sehari udah dipalak terus. Ni uangku tinggal 400 ribu. Gajian masih lama. Kalau gini caranya aku gembel sebelum gajian", Anya memperlihatkan uang di dompetnya dengan sebal.
"Haha, kasian", pria tersebut tertawa kencang. "Minta sama pacarmu dong kalau gitu. Lagipula kamu cantik, pasti banyak cowok yang mau ngelakuin apapun buat kamu, termasuk biayain hidupmu", katanya masih sambil tertawa.
"Gak punya. Lagipula ngapain minta cowok kalau aku aja bisa punya uang sendiri", Anya mengalihkan pandangannya. Ada desiran rasa sakit hati yang tiba-tiba merasuk di dadanya. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku salah bicara ya?", kata pria tersebut menghentikan tawanya melihat perubahan ekspresi pada Anya.
"Udah ya, aku mau kerja lagi. Kerjaanku masih menumpuk banyak. Jangan minta traktir lagi. Bisa jebol dompetku", kata Anya mencoba tersenyum. Anya pun berdiri dan kembali ke ruangannya menyisakan tanda tanya bagi pria tersebut apa yang terjadi.
sukses
semangat
keren dan mantap