NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:42
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 5

2 jam setelah kepergian Oval dan Arden, Apis pun datang ke warung tersebut dan memutuskan untuk istirahat sejenak.

Apis bertanya kepada pemilik warung tentang Oval dan Arden, "Mereka berbaju hijau dan putih," ucap Apis.

Pemilik warung menjelaskan bahwa benar ada dua pendekar yang bermalam dan membantu pemilik warung menggagalkan perampok yang akan merampok warung makan.

Namun, dua pendekar tersebut sudah pergi melanjutkan perjalanan 2 jam lalu.

Apis tersenyum karena arahnya sudah benar dan masih bisa menyusul jika Apis berkuda dengan cepat.

Apis menanyakan berapa jauh Lembah Larangan, dan pemilik warung menjawab sekitar 4 jam berkuda. Jika pagi ini berangkat, mungkin siang sudah sampai.

Apis hendak melanjutkan perjalanan, namun perutnya terasa lapar.

Apis memutuskan untuk menunda perjalanan dan memesan makanan.

Setelah makan, Apis meminta dibungkus beberapa kue dan cemilan untuk bekal di jalan.

Badan Apis terasa segar setelah sarapan pagi hari, dan cahaya matahari mulai muncul.

Saat Apis menanyakan harga makan dan kue, pemilik warung menjawab bahwa semuanya gratis sebagai tanda terima kasih kepada Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Putih yang telah menolong pemilik warung dari ulah para perampok.

Apis bingung karena tidak tahu apa-apa dan tidak ikut membantu, namun pemilik warung menjelaskan bahwa beliau belum berterima kasih sebagai balas budi terhadap dua pendekar tersebut.

Pemilik warung mengetahui bahwa Apis adalah sahabat dari dua pendekar tersebut dan melebihkan bekal yang dipesan Apis untuk mereka.

"Tolong sampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya untuk kedua pendekar tersebut," ucap pemilik warung.

Apis mengerti dan menerima, lalu Apis pamit untuk melanjutkan perjalanan.

Apis melanjutkan perjalanan.

Apis pun bersemangat dan memacu lari kudanya dengan kecepatan penuh, berharap dapat menyusul Oval dan Arden sebelum mereka mencapai Lembah Larangan.

Sementara itu, di Lembah Larangan,

Siang sangat terik, matahari sudah di atas.

Pendekar Harimau sedang gembira karena pasukan suruhannya berhasil merampas tongkat pusaka.

"Haha... Kerja bagus kawan-kawan ku... Ini peringatan untuk kerajaan kencana untuk tidak memandang remeh kekuatan kita hahaha..." ucap Pendekar Harimau dengan gembira.

Para gerombolan tersebut tertawa, seolah memenangkan sebuah peperangan.

Pendekar Harimau memegang tongkat tersebut dan melompat ke depan di tanah lapang, memperagakan beberapa jurus yang memukau.

Pasukan Pendekar Harimau bertepuk tangan melihat jurus-jurus yang diperagakan oleh Pendekar Harimau.

Namun, kegembiraan itu tiba-tiba terganggu dengan kedatangan dua pendekar berkuda yang berjubah hijau dan putih.

Terlihat dua orang berkuda memasuki pintu gerbang yang terbuka lebar dan mendekati Pendekar Harimau.

"Siapa kalian..!!!" bentak Pendekar Harimau kepada dua pendekar yang baru datang.

Pasukan Pendekar Harimau yang berjumlah 50 orang mengepung 2 pendekar tersebut, menunjukkan kesiapan untuk bertarung.

Oval dan Arden tidak gentar dengan situasi tersebut, mereka memandang Pendekar Harimau dengan tenang dan siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

"Kami datang untuk mengambil kembali tongkat pusaka yang telah kalian rampas, itu tongkat pusaka yang kau pegang, itu milik kerajaan dan tolong serahkan kepada kami".ucap Oval dengan tegas.

Lalu Oval memperkenalkan diri kepada gerombolan pengacau tersebut.

"Kami utusan dari Kerajaan Kencana... Saya Pendekar Naga Hijau dan ini yang tampan seperti artis Korea bernama Pendekar Naga Putih."

Arden menambahkan dengan nada bercanda, "Uanjirrr... Artis Korea gak tuh, suwee banget dah...."

Raut wajah Pendekar Harimau berubah menjadi panik.

"Pendekar naga, apakah mereka murid dari pendekar naga langit."ucap pendekar harimau dalam hati.

Pendekar harimau tak menduga jika pihak kerajaan akan merespon dengan cepat dan mengirim pendekar yang tidak sembarangan.

"Cepat sekali kerajaan merespon hal ini dengan segera sudah datang pendekar kemari. Ini pasti bukan pendekar sembarangan, namun mereka masih nampak muda," ucap Pendekar Harimau dalam hati.

Pendekar Harimau menatap Oval dan Arden dengan galak, "Apakah kalian murid dari Pendekar Naga Langit??"

Arden menjawab dengan santai, "Uh keren guru saya terkenal juga sampai sini".

Oval menambahkan, "Iya benar kami muridnya Pendekar Naga Langit... Apa kau takut ..."

Pendekar Harimau tertawa keras, "Hahaha saya tak takut pada siapapun.... Guru mu itu senior saya ketika masih bertugas di kerajaan, memang Pendekar Naga Langit sangat sakti dan ini suatu kehormatan bagi saya bisa bertarung dengan kalian... Akan saya buat Pendekar Naga Langit menyesal karena telah mengirim muridnya ke markas ini...."

Pendekar harimau berjalan ke teras markas dan meletakkan kembali tongkat pusaka kerajaan ke dalam kotak.

Lalu dengan langkah penuh kesombongan pendekar harimau berjalan mendekati pendekar naga hijau dan pendekar naga putih.

Arden nampak kesal melihat gaya pendekar harimau.

Aden tidak ingin berlama-lama, "Jika tak bisa cara baik-baik maka maafkan kami karena bertindak secara kasar..."

"Hiattt!!!"

Aden melompat ke atas dengan salto beberapa kali dan langsung mengerahkan tendangan ke arah Pendekar Harimau.

Terjadi pertarungan seru antara Aden dan Pendekar Harimau, keduanya menunjukkan kemampuan yang luar biasa.

Beberapa kali Aden melakukan serangan namun pendekar harimau mampu menghindari.

Mereka beradu tenaga dalam.

Pukulan Naga Arden berisi tenaga dalam di adu dengan pukulan harimau.

Duuuaarrr....!!!

Dentuman keras terdengar ketika dua pukulan sakti beradu.

Tampak dua pendekar terdorong beberapa meter ke arah belakang.

Pendekar harimau kesakitan di tangannya.

Namun serangan dari Pendekar naga putih sudah datang kembali dan tak sempat di hindari oleh pendekar harimau.

Buk!!! Bukkkg!

Dua tendangan keras berhasil mendarat, membuat pendekar harimau terpental ke belakang dan terjatuh.

....

Para prajurit Pendekar Harimau menyerang Oval secara serentak, namun Oval tidak gentar.

Ia loncat dari kuda ke tempat yang aman, lalu langsung maju untuk menghadapi 50 prajurit bersenjata lengkap.

Dengan gerakan yang gesit dan lincah, Oval menghadapi prajurit-prajurit tersebut dengan percaya diri.

Ia mengeluarkan jurus-jurus yang cepat dan akurat, membuat prajurit-prajurit tersebut kewalahan.

Oval berhasil menumbangkan beberapa prajurit dan merebut pedang dari mereka dan Oval gunakan pedang tersebut untuk menangkis serangan lawan.

Oval bertarung dengan sangat efektif, menggunakan setiap kesempatan untuk mengalahkan prajurit-prajurit tersebut.

Ia tidak menunjukkan tanda-tanda lelah, bahkan semakin lama semakin ganas dalam pertarungan.

Sementara itu, Aden masih bertarung dengan Pendekar Harimau, keduanya masih saling serang dan bertahan.

Pertarungan antara Aden dan Pendekar Harimau semakin sengit, keduanya tidak ada yang mau mengalah.

Tampak beberapa luka dialami penderita harimau akibat serangan Arden yang kuat.

Pendekar Harimau terdesak oleh jurus naga yang dilancarkan oleh Aden. Pukulan Aden berhasil masuk beberapa kali, membuat Pendekar Harimau merasakan sakit yang luar biasa.

Pendekar Harimau loncat menghindar untuk menghindari serangan Aden yang terus berlanjut.

Pendekar Harimau melihat prajurit-prajuritnya banyak yang tumbang terkena pukulan sakti yang dilancarkan oleh Oval.

Prajurit-prajuritnya tidak seimbang dengan kesaktian Oval, hanya menang banyak saja.

Sangat mudah bagi Oval untuk menghindar dan balas menyerang. Satu jurus berhasil menumbangkan satu prajurit.

Pendekar harimau berpikir jika dibiarkan bisa habis pasukan prajurit yang dimiliki oleh pendekar harimau.

Pendekar harimau memerintah kan prajurit nya untuk mundur.

Biar orang sakti saja yang menghadapi pendekar naga utusan dari kerajaan kencana.

"Prajurit mundur kalian semua!!!!"ucap Pendekar Harimau kepada prajurit nya.

Para prajurit yang bertarung segera berhenti dan mematuhi perintah dari pendekar harimau, dan mundur dari petarung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!