NovelToon NovelToon
The Chosen Soul

The Chosen Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Time Travel
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: kyc_ibell

Tiga siswa SMA biasa tidak pernah membayangkan hidup mereka akan berubah hanya karena sebuah buku fiksi misterius di perpustakaan sekolah.

Buku itu terbang ke atas air dan membentuk sebuah portal bercahaya tiba-tiba muncul dan menyeret mereka ke masa lalu, tepatnya ke sebuah dinasti Jepang kuno yang sedang berada di ambang kehancuran.

Negeri itu tidak hanya diguncang oleh perebutan kekuasaan di istana, tetapi juga diteror oleh Makhluk Kutukan, entitas mengerikan yang lahir dari kebencian, dendam, dan ambisi manusia. Kehadiran mereka membuat rakyat hidup dalam ketakutan, sementara para bangsawan sibuk saling menjatuhkan demi takhta.

Namun semakin dalam mereka terlibat, semakin mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah para monster yang berkeliaran di luar tembok istana, melainkan kegelapan yang bersemayam di hati manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyc_ibell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Saat Ryujin dalam perjalanan menuju kediamannya, langkah Ryujin terhenti karena dia merasakan seperti ada sesuatu yang mengikutinya. Dia menoleh ke belakang tetapi tidak ada keanehan apapun, namun saat melihat ke atas langit betapa terkejutnya dia bahwa ada seekor naga yang melihatnya dari bawah.

Ryujin yang selama hidupnya tidak pernah melihat naga sungguhan itupun takut dan berlari sekencang-kencangnya, naga itu justru terus mengikuti kemana arah Ryujin berlari. Naga itu menyalip langkah Ryujin dan berhenti di depannya. Saat itu Ryujin bingung harus melakukan apa, lalu dia mengusir naga itu layaknya mengusir seekor lalat.

Naga itu semakin mendekati Ryujin, saat Ryujin beradu tatap, Ryujin seketika mengingat sesuatu bahwa naga didepannya itu adalah naga inguannya sendiri yang ditunjukkan pada ingatannya yang lalu. Ryujin menghela nafas dan tertawa malu.

"Tertanya kau.. bodohnya aku lari ketakutan saat melihatmu.." ucap Ryujin.

Sambil membelai naganya, Ryujin berkata "Maafkan Tuanmu yang bodoh ini ya.. aku melupakanmu untuk sesaat."

Naga itu tersenyum dan tiba-tiba berubah menjadi sebuah katana. Katana itu adalah milik Ryujin yang datang kepadanya sendiri berwujud naga.

Ryujin memegang katananya sambil berkata "Jadi kau datang sendiri kepada pemilikmu ya.., kuharap tidak ada yang melihatku berlari tadi.. hehehe."

 

Saat Haru memasuki kediamannya, ia melihat Master Seijun telah duduk dengan tenang di kursi utama. Di atas meja depan beliau terletak sebuah kotak mewah berukir naga hitam.

Haru memberi hormat sebelum dipersilahkan membuka kotak itu. Saat penutupnya terbuka, sorot mata Haru seketika berubah.

Di dalamnya terbaring sebilah katana miliknya. Kilauan dingin pedang itu terasa begitu familiar, seolah telah kembali kepada tuannya setelah lama terpisah.

“Bawalah kembali katanamu, seorang pemburu tidak boleh kehilangan taringnya. Jangan lengah karena tugas kita masih belum selesai." ucap Master Seijun.

Master Seijun pergi meninggalkan kediaman Haru setelah Haru menerima katananya.

Sambil menghunuskan katananya Haru berkata, "Kekuatan yang kumiliki saat ini pasti akan berguna bagi semua orang di masa ini."

Malam telah tiba. Yua duduk di teras sambil melihat bintang-bintang di langit.

Teringat sahabatnya Narumi, Yua berkata "Narumi sekarang sedang apa ya? andai saja dia ikut terbawa, pasti akan seru."

Disebuah ruangan, Kaisar dan para menteri kerajaan berkumpul dalam membahas masalah mahkluk kutukan yang baru-baru ini muncul di masyarakat.

Kaisar berkata, "Disini kita semua akan menindak lanjuti masalah baru yang menimpa masyarakat di desa Okaya. Atas kekacauan yang ditimbulkan oleh makhluk kutukan baru-baru ini."

Para menteri mengusulkan pendapatnya masing-masing. Ada yang berkata bahwa kita harus segera menangkap dan membunuh makhluk kutukan itu dan ada yang mengusulkan untuk menyelidiki terlebih dahulu apa latar belakang makhluk kutukan itu.

Seorang menteri keuangan yang bernama Yamato Takamura atau biasa disebut dengan Yamato berkata "Saya harap para pemburu pilihan bisa segera membunuh makhluk itu agar tidak banyak menimbulkan kekacauan yang terjadi, namun saya ragu mereka tidak mampu dan berakhir seperti kejadian minggu lalu."

"Aku khawatir dengan itu, namun aku yakin mereka akan menjalankan tugas ini lebih baik lagi" ucap Kaisar.

"Baiklah hamba percaya kepada Kaisar."

Kaisar berkata, "Besok para pemburu pilihan akan ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini."

Para menteri menjawab "Baik Kaisar kami menyetujuinya."

Keesokan harinya Yua, Haru dan Ryujin di utus menemui Master Seijun untuk membahas masalah ini. Dalam pertemuan ini Master Seijun menjelaskan sesuatu tentang kasus yang terjadi di Desa Okaya.

Master Seijun berkata, "Waktu istirahat kalian sudah selesai dan kini saatnya kita kembali bertugas lagi. Aku harap makhluk-makhluk ini segera musnah dari dunia agar kita bisa bersantai kembali, benar begitu bukan.."

"Hahaha benar, aku harap juga begitu" jawab Ryujin.

"Sebenarnya apa yang terjadi di Desa Okaya tersebut master" tanya Haru.

"Sebuah makhluk telah membuat kegaduhan di Desa Okaya. Makhluk itu mencuri persediaan pangan di desa itu dan menyerang warga hingga membunuh warga yang melihatnya."

Yua berkata "Kasihan sekali.. mengapa makhluk itu sangat jahat dan apa penyebabnya Master?"

"Pertanyaan yang bagus, untuk itu kalian ditugaskan untuk menyelidiki dan membunuh makhluk itu" sahut Master Seijun.

Ryujin berkata "Seperti apa wujud makhluk itu Master?"

"Dari kesaksian warga yang melihat, makhluk itu berwujud seperti manusia namun memiliki 4 tangan dengan kukunya yang tajam, bertaring dan berlari cepat, kebanyakan warga melihat makhluk itu di malam hari."

Dengan menunjukkan segulung kertas Master Seijun berkata "Lihatlah ini adalah sketsa makhluk tersebut."

"Mengerikan sekali.."

"Tenang saja Yua.. aku pasti akan melindungimu" ucap Ryujin.

"Dih.." jawab Yua sambil memalingkan wajah.

Haru berkata, "Tunggu.. untuk apa makhluk seperti ini mencuri persediaan pangan warga?"

"Pertanyaan yang bagus, kalian harus mencari tahu nanti" jawab Master Seijun.

"Dasar orang tua ini" ucap Ryujin di dalam hatinya.

Perjalanan menuju Desa Okaya dimulai. Mereka akan melaksanakan tugas pertamanya sebagai pemburu makhluk kutukan.

Di depan gerbang istana, langkah Yua tiba-tiba terhenti saat seseorang memanggil namanya. Yua menoleh ke belakang dan melihat seorang pemuda tampan berdiri sambil menatapnya dengan senyum hangat.

Pemuda itu berjalan mendekat lalu berkata pelan,

“Kau akan pergi meninggalkanku lagi..”

Yua sempat terdiam, mencoba mengingat wajah pria di hadapannya. Namun sesaat kemudian, ingatannya perlahan kembali.

“Jinsei?”

Pemuda itu tersenyum kecil.

Benar. Dia adalah Jinsei Takamura, sahabat masa kecil Yua sekaligus putra dari Menteri Keuangan, Yamato Takamura.

Yua tersenyum sambil berkata "Jinsei, lama tidak bertemu."

"Maaf aku tidak bisa menjengukmu karena tugas diluar istana."

"Tidak apa-apa."

"Kau akan bertugas di Desa Okaya?"

"Benar bagaimana kau tahu?"

"Aku mengetahuinya dari ayahku, berhati-hatilah dan berjanjilah kau akan kembali lagi ke istana."

Yua tersenyum sambil menatap Jinsei.

Di dalam hatinya Yua berkata "Dia tokoh protagonis atau antagonis ya? tapi dia terlihat sangat perhatian kepadaku."

Ryujin melihat ke belakang dan berkata "Yua, cepatlah jika tidak ingin tertinggal."

"Iya sebentar" sahut Yua dari kejauhan.

Jinsei berkata "Yua, makhluk itu hanya bisa muncul di malam hari karena kelemahannya adalah.."

Jinsei tidak sempat mengatakan kalimat terakhirnya karena ayahnya/Tuan Yamato memanggilnya dari belakang.

Yua berkata "Kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa kembali di istana.."

Jinsei tidak bisa melanjutkan perkataannya karena ayahnya berada di belakangnya.

Tuan Yamato menghampiri Jinsei dan berkata "Sebaiknya kau tidak perlu mencampuri urusan mereka, putraku."

Di perjalanan Ryujin bertanya kepada Yua.

"kau tadi berbicara dengan siapa disana?"

"Oh.. dia Jinsei, putra Menteri Keuangan Tuan Yamato."

"Ada hubungan apa kau dengan dia?"

"Dari ingatanku dia adalah sahabat masa kecilku."

"Jadi begitu."

Di tengah perjalanan, Haru memulai percakapan.

"Aku penasaran dengan makhluk itu apa dia sangat kuat atau sebaliknya."

"Entahlah, ini juga tugas pertama kita, kita harus berhati-hati dan saling melindungi oke.." ucap Ryujin.

"Okee" jawab Yua.

Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di Desa Okaya.

"Wah.. indah sekali pemandangan di Okaya ini, udaranya juga sangat sejuk.." ucap Yua.

"Iya.. tapi tidak untuk di malam hari.." jawab Haru.

Mereka pun tiba di kediaman kepala Daerah. Mereka disambut dengan hangat dan dijelaskan apa saja yang telah terjadi di desa tersebut.

Kepala Daerah berkata "Sudah 4 hari desa kami diteror oleh makhluk ini, kami menghimbau para warga agar tidak keluar rumah saat malam tiba."

"Bisakah kami melihat korban-korban dari makhluk ini?" tanya Ryujin.

"Mari ikuti saya."

"Ini adalah korban-korban makhluk tersebut, dari dua hari ini terdapat 3 orang yang meninggal. Total sebenarnya dari empat hari ini ada 7 orang, 4 korban yang meninggal dua hari yang lalu sudah dimakamkan" jelas Kepala Daerah.

Sambil melihat-lihat mayat tersebut Yua menyadari ada kesamaan antara mayat satu dengan mayat lainnya.

"Lihatlah.. terdapat bekas gigitan di leher para korban."

"Tidak salah lagi, ini pasti adalah taring dari makhluk tersebut" sahut Haru.

"Jadi dapat disimpulkan, selain mengambil bahan pangan warga makhluk ini juga menghisap darah korban untuk energinya" jelas Ryujin.

Sambil menunggu malam tiba, Kepala Daerah dan para Pemburu memikirkan strategi untuk menangkap makhluk ini.

Haru berkata, "Kita harus menangkap makhluk ini di tempat yang sepi dari warga untuk meminimalisir bahaya."

"Ditambah kita harus mengumpulkan banyak bahan pangan agar makhluk itu tertarik" sahut Ryujin.

Kepala Daerah berkata "Baik.. kami akan menyiapkannya."

"Tapi kita juga memerlukan satu manusia untuk umpan yang lebih besar. Kita memerlukan orang yang kuat dan tidak kenal takut" jawab Yua.

"Tetapi siapa? tidak mungkinkan warga? mereka saja tidak memiliki kekuatan" tanya Kepala Daerah.

Sambil tersenyum tipis Yua dan Haru menatap Ryujin.

Ryujin berkata "Kenapa kalian menatapku seperti itu? jangan bilang kalian ingin menjadikanku sebagai umpan."

"Ayolah.. siapa lagi yang bisa kalau bukan kau, kau sendiri kan yang mengatakan bahwa dirimu kuat hehehe" ucap Yua sambil membujuk Ryujin.

"Kalian.. hufff, baiklah aku saja."

"Tenang saja.. kau tidak akan mati secepat ini" ucap Haru sambil tertawa kecil.

 

Di dalam ruangan, Master Seijun menyelidiki tentang makhluk kutukan tersebut. Dia berpikir mengapa selama periode ini muncul makhluk-makhluk kutukan. Apa yang membuat makhluk seperti ini ada? dan bagaimana asal muasalnya? bagaimana cara memecahkan teka-teki ini?.

 

Malam telah tiba, pasokan bahan pangan dialihkan dalam gudang Kepala Daerah, mereka bersiap untuk berjaga-jaga. Dan Ryujin sudah didandani layaknya rakyat biasa.

"Berjalanlah menuju gudang, jangan lengah.. kita semua mengawasi" ucap Haru kepada Ryujin.

"Aku akan berada di belakang gudang untuk mengawasi keadaan" sahut Yua.

"Baik.. aku akan memancing makhluk itu."

Cahaya bulan menerangi jalan. Ryujin berjalan sambil menarik gerobak berisikan bahan pangan menuju gudang Kepala Daerah dengan melirik ke berbagai arah. Ryujin belum merasakan adanya aura negatif di sekitarnya.

Area belakang gudang Kepala Daerah tersebut menghadap ke hutan, sedangkan Yua berada di samping gudang tertutup beberapa balok kayu bakar.

Cahaya rembulan mulai tertutup awan, hawa dingin dan angin menghembus kencang. Karena Yua penasaran, dia pergi ke atas pohon rindang dekat gudang tersebut. Dia melihat Ryujin dari bawah sembari melihat sekeliling.

Yua berkata di dalam hatinya "Mana makhluk itu lama sekali.."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!