NovelToon NovelToon
Arsitek Cantik

Arsitek Cantik

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fit TRee Fitri

WARNING 21+
Sesion 1 dan 2
Clara Chen

Hana Mariana, cantik, manis, cerdas, imut, ambisius, berani, ceplas-ceplos, ramah kadang cuek, lengkap sudah kepribadian Wanita yang menggemaskan dan membuat penasaran pria-pria di sekitarnya dan rasa iri bagi beberapa wanita dekatnya.
Arsitek Cantik yang mengagumkan.

Hans Roberto, tinggi, Tampan, cuek, dingin usianya 35 tahun, pujaan dan dambaan semua Wanita, bos perusahaan ternama tempat Hana bekerja.

Syarena, teman sekantor Hana, cantik, putih, manja, cari perhatian Pada semua pria yang dijumpainya.

Andreas Andriano, pria kaya yang manja dan menggoda, Playboy, dikelilingi banyak wanita.
Selalu mendapatkan semua yang ia inginkan, membenci penolakan karena tidak pernah ditolak.
Bos dari banyak perusahaan.

Hengky, kakak kelas Anna yang selalu berada di sampingnya.

Dan pemeran lainnya.

Siapakah pria yang akan menjadi pasangan Anna?

Yuk, ikuti cerita Anna si " Arsitek Cantik"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fit TRee Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Pacarku

Mobil Hengky berhenti di pinggir jalan depan rumah Anna, ia hanya mengantar Anna dan langsung mengendarai mobilnya kembali ke rumah. Anna membuka pintu pagar, terdengar bunyi klakson mobil membuat Anna menoleh.

Hans keluar dari mobil ia melihat Anna dari ujung kepala hingga kaki, dan kembali lagi ke atas, ia menatap wajah Anna,

"Sangat Cantik." Gumam Hans tak terdengar Anna

"Pak Hans, apa yang anda lakukan disini ?" tanya Anna yang tidak jadi membuka pintu pagar

"Menunggu kamu." jawab Hans enteng

"Mari masuk." Anna membuka pintu pagar, masuk diikuti Hans.

Ketika Anna akan mengetuk pintu tangannya di tahan Hans, Anna menoleh kearah Hans dan menatap heran.

"Bisa kita bicara disini?" Hans menunjuk kursi taman berada di samping pagar, tak jauh dari pintu masuk.

"Tentu saja." Anna duduk berhadapan dengan Hans.

"Kamu sangat cantik malam ini." Hans menatap Anna dengan serius.

"Terimakasih." Anna tersenyum

" Anna, Jadilah pacarku" Hans menatap Anna

Anna terdiam mereka saling tatap, Hans mendekatkan diri menyentuh wajah Anna, hingga menyadarkan Anna dan memalingkan wajahnya.

Hans merebahkan tubuhnya di sandaran kursi.

"Jika kamu tidak mau menjadi pacarku, kamu boleh menjadi istriku." perkataan Hans kembali mengejutkan Anna.

"Pak, Anda sangat suka bercanda." Anna tersenyum menoleh ke arah Hans.

"Saya tidak bercanda, usia saya sudah matang untuk menikah, saya sedang mencari calon istri dan bertemu dengan kamu di waktu yang tepat." Hans menegakkan tubuhnya kembali.

"Apa saya terlalu tua dan tidak pantas untuk kamu?" Hans menatap tajam

"Apanya yang tua, orang akan berpikir Hans baru berusia 25 tahun " Anna berkata dalam hati

"Bukan begitu Pak, saya belum berpikir untuk menikah." alasan Anna

"Berarti kamu bisa jadi pacar saya " ucap Hans

"Ya ampun, orang ini maksa banget." hati Nisa kembali berbicara sendiri

"Maaf saya juga belum berpikir untuk pacaran." Anna tersenyum.

"Kamu sudah punya pacar?" tanya Hans.

"Belum Pak, saya sudah jelaskan tadi " jawab Anna

"Ya Sudah, mulai besok kamu adalah pacar saya." Hans berlalu meninggalkan Anna

"Tapi pak." Hans sudah masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan rumah Anna

"Bos Aneh." Anna masuk ke dalam rumah

Bi Yani menemani Kakek menonton TV, mereka memakan buah stroberi dan jeruk yang di panen dari kebun belakang.

"Kakek belum tidur?" Anna memeluk kakeknya

"Belum Non, mau nungguin Non Anna pulang" jawab Bi Yani

"Bi Yani nginep disini?" Anna beranjak dari tempat duduknya

"Tidak Non, kasian anak-anak." jawab Bik Yani

"Kek, Anna masuk kamar ya." Anna mencium pipi kakeknya

" Bibi pamit ya Non" Bik Yani pamit pulang berjalan menuju pintu diikuti Anna yang akan mengunci pintu.

"Terimakasih Bik." Anna melambaikan tangannya.

"Kek, Anna anter kamar ya." Anna memegang tangan Kakek.

Setelah mengantar kakek ke kamar Anna menaiki tangga menuju kamarnya. Ia mencuci muka dan menggantikan pakaian dengan baju tidur.

Anna mengambil ponsel dari dalam tas yang dari tadi menggunakan mode silent.

Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Hans, Mama, Andreas, dan Jenifer.

Anna membuka kotak masuk dari Mama yang menanyakan kabarnya, Jenifer menanyakan bagaimana makan malam, Andreas menanyakan kabar Anna dan mengajak ketemu di lokasi pembangunan, Hans menanyakan Anna dimana.

Anna membalas semua pesan yang masuk dan mematikan ponselnya. Ia tidak mau ada yang melakukan panggilan, ia sangat lelah dan mengantuk.

Anna mematikan Lampu utama dan menyalakan lampu tidur, memejamkan mata tidur nyenyak dan menikmati mimpi indahnya.

***

Hari ini mobil baru baru bisa di antar karena Anna baru memberikan surat - surat yang di butuhkan untuk kepemilikan mobil.

Pagi - pagi sekali Anna telah mengirim pesan kepada Hans dan Jenifer bahwa ia langsung menuju lokasi pembangunan, bahkan Hans belum bangun tidur sehingga ia tidak membaca pesan Anna.

Anna menumpang taxi menuju lokasi pembangunan.

Sesampai di sana Anna berjalan ke seberang jalan ia masuk ke dalam kafetaria.

Anna duduk di samping dinding kaca, ia memesan susu coklat hangat dan roti panggang slai coklat.

Menikmati secangkir susu hangat dan sepotong roti panggang memerhatikan jalanan yang masih sepi.

Andreas mendekati Anna dan berbisik di telinga Anna.

"Sudah lama." bisik Andreas

" Tidak, baru saja, rotiku saja belum habis." Anna tersenyum.

Andreas memanggil pelayan dan memesan kopi panas dan roti panggang tanpa isi.

Tak berapa lama pelayan telah membawa pesanan Andreas.

Setelah menghabiskan makanan dan minuman, Andreas dan Anna berjalan bersama menuju lokasi proyek.

Mereka berdiskusi tentang perkembangan pembangunan.

Anna berjalan berdua dengan Andreas, Tak ada sekretaris dan assisten pribadinya.

Andreas sengaja ia hanya ingin berjalan berdua saja dengan Anna.

Anna dan Andreas berkeliling proyek yang sudah banyak terselesaikan.

"Anna, kapan kamu punya waktu, kita akan ke toko bahan bangunan untuk memilih dan memeriksa bahan yang akan kita gunakan." jelas Andreas.

Itu hanyalah alasan Andreas agar memiliki waktu berdua lagi dengan Anna.

"Aku selalu ada waktu untuk pekerjaan." Anna tersenyum lebar.

"Baguslah, bagaimana jika siang ini setelah makan siang kita menuju ke sana." tanya Andreas

"Tentu saja" jawab Anna singkat

Andreas mengajak Anna beristirahat di bawah pohon yang di sengaja tidak di tebang untuk di jadikan taman.

Anna mengambil tisu mengerikan keringat yang bercucuran di wajah hingga lehernya.

Andreas memperhatikan setiap gerakan tangan Anna.

"Keringkan keringat kamu." Anna memberikan tisu di muka Andreas hingga menutupi pandangan Andreas Kepada Anna.

"Dia paling bisa menghindari tatapan ku" Andreas berbicara di dalam hati dan tersenyum

Udara semakin panas, cahaya Matahari semakin menyengat kulit.

Andreas memperhatikan Anna yang tidak takut dengan ganasnya Matahari, ia terlihat menikmati hari-harinya di bawah terik Matahari.

Senyuman kebahagiaan terpancar jelas di wajah Anna, melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati.

Anna sangat bahagia, bangunan yang ada di depannya adalah hasil rancangan Anna dan ia mengawasi langsung pekerjaan proyek.

"Anna, apa kamu sangat senang dengan kerjasama ini?" Andreas mengamati Anna.

"Tentu saja, aku berharap memiliki proyek sendiri." senyum Anna melihat Andreas sekilas.

"Apa yang kamu inginkan?" tanya Andreas lagi

"Aku ingin memiliki perusahaan desain sendiri." ucap Anna tersenyum.

"Aku yang mendesain dan membangun secara mandiri." ucap Anna.

"Berarti kamu tidak perlu bekerjasama dengan perusahaan lain" ucap Andreas.

"Tentu saja perlu, tetapi aku harus memiliki kendali penuh atas perusahaan itu." Anna tertawa.

"Kenapa kamu tertawa?" Andreas heran.

"Karena kamu menanyakan khayalanku" ucap Anna.

"Itu bisa saja terjadi, tidak ada yang tidak mungkin, khususnya untuk dirimu yang sempurna dan istimewa" Andreas tersenyum memandang wajah Anna.

"Terimakasih." ucap Anna tersenyum.

🤗 Thanks for Reading 😊

**Dukung terus Author jangan lupa like komentar dan Vote Terimakasih 🤗

♥️ Love you Readers 💓**

1
ssyareyys_
Thor ga lanjut?
Sri Mulyati
Luar biasa
Aep Saepurahman
alhamdulillah
Aep Saepurahman
sedih dikit
Aep Saepurahman
hehehe ternyata orang kaya juga sama ya
Aep Saepurahman
hehehe belum pernah jatuh cinta kali si bos
Aep Saepurahman
anna banyak yang suka nih
Aep Saepurahman
semoga sukses anna
Aep Saepurahman
indah nya anna
Aep Saepurahman
masih ok
Aep Saepurahman
menyenangkan
Aep Saepurahman
awal cerita nya menarik
Erina
ceritanya seru thor
nur baiti
bagus kisah cintanya ......
jadi geretan sama ana mau pilih siapa
Widyanti Ningsih
malas baca banyak kejahatan nya gak sesuai dengan judul nya terlalu ber tele"
Widyanti Ningsih
gadis goblok Akir nya hancur gak punya pendirian
Sekar Sekar
ikutan mewek thoor😭😭😭😭
Marhaban ya Nur17
kasihan pak juan
Wahyu Lestari
cerita nya trlalu flatt khusus buat anna,,
Hans,kl bisa di buat greget tegas dn punya bnyak koneksi serta bodyguard,bukankah sultan bgitu
Karate Cat 🐈
jangan bilang hengky satu ayah sama andreas.. bisa kusut urusannya 😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!