REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.Rencana Gagal
Seminggu kemudian, Vilna mengajak kakak ipar nya untuk pergi ke salon langganan keluarga nya. Vilna memilih sendiri gaun yang akan di gunakan Zura, karena Zura tak mengerti dengan konsep gaun apa yang akan ia guna kan.
Pilihan gadis itu jatuh pada gaun yang berwarna silver.
Gaun sederhana namun terlihat cantik saat membalut tubuh Zura. Mata Vilna bahkan tal berkedip saat melihat kakak ipar nya, karena selama ini Vilna tak pernah melihat kakak ipar nya menggunakan gaun.
Cukup melelahkan, akhir nya Zura dan Vilna telah selesai mempercantik diri. Di hotel, acara mewah dan glamour membuat semua tamu nya juga dari orang-orang berkelas. Viska nampak murung namun ia menutupi nya dengan senyum yang ia paksa. Tak ketinggalan Ines dan Shinta yang seakan-akan menjadi tamu spesial malam ini.
Mata Elvan mulai jengah melihat tingkah Ines yang selalu mendekati nya, Elvan lalu memilih bergabung dengan para sahabat nya.
Namun semua mata tiba-tiba tertuju pada pintu yang baru saja di buka, dua wanita cantik memasuki tempat acara. Mata Elvan tak berkedip mana kala melihat ke arah istri nya. Di lain sisi, Ines merasa panas saat melihat kehadiran Azura.
Ines berusaha menghampiri Elvan, namun pria itu lebih dahulu menghampiri istri nya lalu menggandeng tangan Zura. Ines sangat kesal namun ia tahan, di tambah Risma yang berusaha mengompori Viska namun tak ada tanggapan dari Viska.
Acara di mulai, semua orang menyanyikan lagu ulang tahun lalu memotong kue. Setelah itu, semua orang memberi selamat kemudian Menikmati jamuan yang tersedia.
"Bagaimana rencana tante?" tanya Ines berbisik.
"Sebaiknya sekarang kamu cepat pergi." perintah Risma.
Zura, wanita itu sedikit malu bahkan jantung nya berdetak kencang saat Elvan menggenggam erat tangan nya. Ia bahkan tak sedikit pun canggung berada di antara sahabat-sahabat Elvan.
Seorang pelayan memberikan minuman pada Elvan, meski menolak Elvan akhir nya mengambil minuman itu. Elvan masih mengobrol dengan sahabat nya, tiba-tiba tubuh nya menegang dan hawa panas menjalar.
Elvan memilih pergi ke toilet, pria itu berjalan sempoyong, Elvan membasuh wajah nya namun rasa panas semakin menjalar. Julian dan Raka yang melihat gelagat aneh pada Elvan langsung menyusul nya. Julian dan Raka mulai khawatir, mereka paham apa yang telah terjadi pada Elvan.
"Cepat suruh Erkan membawa Azura pulang." perintah Julian pada Raka.
Bergegas Raka berlari menghampiri Erkan dan Zura, pria itu lalu membisukan sesuatu ke telinga Erkan. Tanpa berkata sedikit pun, Erkan langsung menarik tangan Azura menuju keluar.
Julian dan Raka membopong Elvan melewati jalan belakang, membuat Risma dan Shinta yang sedari tadi mulai gusar mencari Elvan.
"Kemana Elvan?" tanya Shinta kalang kabut.
"Entahlah, bahkan kita telah mencari nya kesana kemari." sambung Risma.
Erkan melajukan mobil nya dengan sangat kencang, pria itu bahkan tak menjawab satu pun pertanyaan dari Azura yang sedang kebingungan.
Tak butuh waktu lama dari hotel, Julian dan Raka yang tiba terlebih dahulu di rumah Elvan langsung memasukan Elvan ke kamar Azura.
Tak berselang lama, Erkan dan Azura tiba.
"Apa yang telah terjadi?" tanya Azura.
"Elvan butuh kamu saat ini cepat masuk." ujar Raka.
"Memang nya Elvan kenapa?"
"Cepatlah Zura, ini demi keselamatan Elvan."
Bergegas Azura masuk, ia mendapati suami nya yang sudah berantakan, dengan wajah yang memerah seperti orang kerasukan.
"Sebaiknya kita pulang." ujar Erkan.
"Bagaimana dengan Azura." tanta Julian.
"Jangan ikut campur urusan rumah tangga orang, tugas kita telah selesai." sambung Raka lalu mereka semua pergi.
Elvan melihat kehadiran Azura, pria itu menatap Azura lalu langsung memeluk erat istri nya dengan kasar. Azura berontak, namun ia kalah dengan kekuatan suami nya.
Elvan merobek gaun yang di gunakan istri nya dengan membabi buta, membuat Azura menangis histeris ketakutan.
Elvan mendekap tubuh istri nya erat, pria itu kemudian mencium istri nya dengan kasar. Air mata mengalir deras, namun tenaga Azura sudah mulai habis untuk melawan keganasan suami nya.
Elvan kemudian melepaskan semua hasrat panas yang sejak tadi menggerayangi tubuh nya. Azura terisak saat Elvan merenggut paksa apa yang selama ini ia jaga. Meski melakukan dengan suami nya sendiri, namun kekasaran Elvan membuat Azura trauma.
Cukup lama, akhir nya tubuh Elvan tumbang tak berdaya di samping istri nya. Azura yang masih terisak akhir nya juga tertidur karena kelelahan.
Di hotel, Risma merasa kesal dan marah besar saat mengetahui jika Elvan telah di antar pulang oleh sahabat nya. Wanita itu mengumpat habis-habisan karena semua rencana nya telah gagal.
Pesta yang semula membuat Azura kagum kini telah berubah dengan derai air mata, ia tak menyangka jika Elvan akan melakukan dengan penuh kekasaran.