menjalani hidup sebagai seorang siswa dan sebagai istri di usia yang masih terbilang sangat muda ada lah pantangan tersendiri bagi Almira Larasati namun ia harus menjalankan walaupun hati kecilnya menolak namun karena ingin mendengarkan jantung nenek yang ada di tubuh orang yang akan di nikahi nya ia bersedia menikah muda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiang ifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tentang nama
My diary
Abi Syarif malendra
"Adalah nama yang akan membuat aku tersenyum lebar, betapa bahagianya diriku bisa bertemu dengan dia yang begitu romantis, dia adalah guru ku di sekolah. Walaupun dia baru, dan terasa asing dalam hidup ku, tapi aku bisa merasakan, bahwa dia benar-benar tulus dalam mencintai diriku, yah walaupun usia kami terpadu sangat jauh."
Menulis di saat luang adalah kebiasaan Amira, untuk menuangkan isi kepalanya pada Coretan kertas, bila nanti lupa dia bisa membacanya.
Di kamar rumah sakit yang bergaya Eropa itu, meski berada di Singapore, karena desain arsitektur nya adalah orang Eropa. Di kamar itu hanya ada Abi dan Amira sepasang pengantin baru yang mendapat musibah.
"Emm aku boleh nanya." ucap Amira berkata
Raut wajah bingung Abi nampak bingung setelah Amira berkata.
"Ngapain harus pamit dulu."ucap Abi heran.
"Emm kenapa, bapak di keluarga ini di panggil nya Syarif bukan Abi.? tanya Amira penasaran.
"Abi Syarif Malendra. Abi panggilan untuk orang luar, Syarif untuk orang terdekat ku, dan malendra adalah nama bawahan keluarga. Aa seperti Renata malendra dan aku." ujar Abi memperjelas
Amira mengangguk paham dengan penjelasan Abi.
"Pasti kamu gak tahu kan, kalau papah punya Kaka dan adik." Amira menggeleng cepat agar Abi menjelaskan garis besarnya keluarganya.
"Papa itu punya Kaka namanya, Sofia dia sekarang lagi di Paris, dia tuh perempuan hebat dalam keturunan keluarga malendra, Bibi Sofi tuh lebih tertarik dalam dunia politik ketimbang bisnis, walaupun dia yang mengelola beberapa saham dari Oma juga." ujar Abi menjelaskan silsilah keluarga melendra.
"Trus kalau adek papa." tanya Amira.
"namanya Hartono malendra punya anak namanya Andy malendra dia anak yang cerdas dan hanya anak satu-satunya." ujar Abi perjelas
Amira yang senang mendengarkan cerita silsilah keluarga suaminya itu, memiliki banyak gaya, kadang ia duduk kadang juga berbaring di lengan Abi.
Dua Minggu sudah Amira berada di Singapore, pengobatan yang di lakukan nya berangsur membaik semakin hari. Dan kedekatan nya dengan Abi juga berdampak baik. Amira tak sedikitpun menyimpan dendam pada Abi yang mengakibatkan dirinya berada di ruangan itu selama 2 Minggu ini.
Kata dokter Fredrik yang menangani Amira, dirinya tak boleh terkena paparan sinar matahari, dan juga untuk sementara waktu menghindari debu. Hasil nya Abi tak membiarkan Amira keluar dari kamar dan juga Amira merasa terkurung, untung saja bersama Abi suaminya.
Rada bosan kerap melanda batin Amira, tapi mengingat Abi yang begitu posesif dengan tindakan apapun yang berhubungan dengan sinar matahari dan debu membuat Abi akan protes dan posesif.
"Masih ada yang mau kamu tanyakan." ucap Abi setelah mengatakan semuanya pada Amira ya
Amira menggeleng kepalanya, paham sudah dengan silsilah keluarga Abi.
"Aku keluar bentar ya." ucap Abi segera beranjak
Amira menatap kepergian Abi, seakan tak mau di tinggalkan, hanya saja Amira tak mau membatasi Abi untuk hal hal yang tak perlu.
Pintu kamar tertutup rapat, Amira membaringkan tubuhnya sedikit kesal, Namun, tak lama suara pintu terdengar kembali. Amora berbalik cepat dan terlihat Abi membawa nampan berisikan makanan.
"Udah lapar belum." Tersenyum mendekati Amira.
Amira bangun, menghampiri Abi yang berjalan mendekati Nya.
"Mau sekalian nonton gak." tawar Abi, tersenyum pada Amira
"Emang boleh keluar, Mau aku mau." nada penuh harap.
Abi meraih remote tv lalu menghidupkan nya.
"Kalo udah sembuh, baru boleh keluar." protes Abi paham tujuan Amira
Amira menekuk wajahnya, kesedihan nampak pada garis wajah gadis itu yang sudah hampir sembuh.
Abi menyuapi Amira, dengan perlahan-lahan.
Setelah melahap habis makanan nya , Amira beranjak kembali ke tempat tidur.
"Aku bosan." teriak Amira menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Ucapan Amira membuat hati Abi sakit, paham benar karena ulahnya membuat dirinya sedikit merasa iba.
Abi menatap Amira yang berbaring, dengan pandangan sedih.
Klik ....
Mencari siaran, untuk di tonton, pilihan Abi jatuh pada film romantis Dinikahi bos posesif
Abi berbaring di samping Amira dan memeluk nya dengan erat
"Jangan sedih, boleh gak? Rasanya sakit mir, lihat kamu kayak gini. Oke aku tahu yang salah tuh aku, Makanya aku sebisa mungkin hibur kamu, maaf yah, cuman bisa gini dulu. Abis ini aku janji bawa kamu jalan jalan kalau udah sembuh." menyembunyikan wajahnya di leher Amira yang tertutup selimut.
Ucapan barusan menyadarkan Amira, kalau dirinya terlalu egois, padahal Abi juga bersamanya setiap waktu. Demi kesembuhannya bahkan Abi tak pernah meninggalkan Amira dalam jangka waktu yang lama.
Amira berbalik, memeluk Abi dengan desahan ingus yang cair. mencari tempat nyaman untuk wajah mendengus.
"Maaf yah pak." tutur Amira merasa bersalah.
"Jadi, gimana mau nonton sambil pelukan." goda Abi tersenyum.
*****
assalamualaikum
para raidersss yang Budiman saya mohon ya bantuannya . jempol nya sama jejaknya . terus koin sama poin nya sekalian maafkan outor ya banyak minta 🙏🙏🙏 hanya sampai tanggal 15 ko 👍👌