A Mystery Thriller Novel
Hansel hanyalah biang onar di sekolah lamanya. Predikat cowok tampan yang suka menebar cinta sana-sini melekat kuat. Namun saat terpaksa pindah sekolah, semuanya berubah. Hansel dihadapkan pada perkara sulit. Tepatnya saat seorang gadis misterius dengan tatapan kosong mengatakan, "Aku bisa membuat hidupmu lebih menarik dibanding kisah dari novel thriller."
Anehnya, gadis itu benar. Kasus-kasus bunuh diri marak terjadi di SMA Gajah Mada. Yang mengherankan: kenapa si gadis misterius ikut menjadi korban?
Teror tak berhenti sampai di situ. Setelah kasus bunuh diri, dilaporkan ada seorang gadis yang menginjak mata manusia di depan gerbang.
Hansel tentu tak tinggal diam, mendadak ia berubah menjadi Detektif Holmes-Poirot. Dibantu dengan rekan sejawat, Ali dan Grisel, ia akan mengungkap siapa dalang di balik semua ini. Namun yang tidak Hansel tahu, akan ada luka besar yang menunggunya di akhir permainan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minnie Harissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Satu: Hanselio Kaban
Semalaman aku dan Grisel terjebak di dalam gudang yang pengapnya nauzubillah banget. Dikerubungi nyamuk dan kegelapan yang mencekam. Untung saja ada sedikit cahaya bulan purnama yang masuk melalui ventilasi udara. Sangat minim, tapi setidaknya kami tidak buta total. Kegelapan penuh terkadang membuat kita bingung sendiri.
Si situ kami melewati malam dengan saling mengejek, bercanda, dan juga berbagi cerita---termasuk hubungan dia dengan si menyebalkan Dieter dan awal pertemuan dia dengan Tengku. Perihal Dieter ternyata mereka pacaran saat masih SMP dan putus beberapa bulan lalu karena ia memang tak pernah benar-benar jatuh hati pada pemuda itu. Kasihan sekali dia. Sepertinya selama ini ia bertepuk sebelah tangan dan masih terus berharap sampai sekarang (kalian tentu ingat bagaimana tingkahnya saat bertemu Grisel di kantin). Sedangkan mengenai Tengku, ternyata pemuda itu sudah SKSD dari pertama kali Grisel pindah sekolah dan jadi murid baru di SMA Gajah Mada ini. Benar, dia juga murid pindahan sama sepertiku. Tapi ia baru masuk sekitar empat bulan ini. Jadi bisa dibilang aku lebih senior.
Kupandangi gadis itu yang kini masih tertidur lelap, wajahnya menempel pada meja yang menyatu dengan kursi tempat duduknya. Aku tidak tahu kami mulai tertidur jam berapa. Tapi beberapa menit ke depan, agaknya akan seperti saat-saat kebebasan kami ketika kulihat Pak Wawan, penjaga sekolah, lewat melalui jendela. Segera aku mendekat ke sana dan mengetuk-ngetuk kaca.
Pak Wawan tampak kaget sekaligus ngeri melihat mukaku. Ia mengernyit sebentar lalu wajahnya kelihatan panik. Buru-buru ia mendekati pintu dan membukanya. Selepasnya semua berjalan dengan begitu cepat, Grisel terbangun akibat keributan yang kubuat. Kami yang menjelaskan pada penjaga sekolah tentang apa yang menimpa kami. Dan kami juga sempatkan bertanya apakah ada sesuatu yang mencurigakan terjadi.
"Satu-satunya yang mencurigakan, ya cuma adik berdua ini," ucap Pak Wawan pagi tadi.
Sesudahnya aku dan Grisel memilih pulang terlebih dahulu. Tentu saja, pelajaran pertama akan dimulai sekitar 45 menit lagi. Bisa-bisa kami terlambat kalau tidak cepat-cepat. Mengenai apakah ada atau tidaknya pembunuhan lain, kami belum tahu. Tapi tak mungkin kan aku dan Grisel memeriksa satu per satu ruangan di sekolah. Jadi lebih baik kami pulang saja meski dalam hati rasanya tidak tenang. Kalau pun memang ada, pastilah sudah sangat terlambat.
Saat aku pulang, keadaan rumah sangat sepi. Nenek memang sedang pergi ke rumah salah satu tanteku yang tidak kutahu. Aku memang kurang paham tentang siapa-siapa saja keluargaku. Dan selama ini memang belum pernah bertemu.
Lalu Randall kuperkirakan masih bergelung dalam selimut tebalnya. Dia memang manusia yang parah banget hidupnya.
Begitu selesai bersiap, aku lantas bergegas ke sekolah yang ternyata sudah bel masuk. Gerbang sudah dikunci ketika aku sampai.
Sebuah pesan masuk menarikku untuk membacanya.
Grisel: Kamu udah sampai sekolah?
Gue terlambat. Sekarang lagi di depan gerbang.
Grisel: Aku gak tau ternyata kamu rempong juga jadi cowok. Lama banget. Aku aja udah di kelas sekarang.
Aku mendengus dikatai rempong oleh makhluk Tuhan yang diciptakan rempong.
Grisel: Nanti aku sama Ali bakal bantu kamu masuk di jam istirahat. Sekarang santai aja, gak ada kejadian aneh kok.
Atau mungkin belum ada.
Grisel: Ya, entahlah. Tapi berdoa aja semoga gak ada kejadian buruk.
Amin.
Semoga aja. Jadi sekarang gue harus gimana?
Grisel: Wah ternyata kamu belum pernah bolos sebelumnya, ya? Aku juga gak tau harus apa kalau bolos. Mungkin kamu ke warung kopi yang biasa dipakai sama wawak-wawak tukang becak ngopi.
Belum pernah bolos katanya. Dia belum tahu saja.
Oke, deh. Gue gabung sama wawak-wawak aja.
Mau bagaimana lagi kan?
***
Sincerely,
Dark Pappermint
puas juga gk apa"x dia mati😏
apa mungkin Gisel, Seno dan si mantannya Gisel arghh... bingung aku