Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasuki Alam Bawah Sadar .
Waktu menunjukkan pukul 23.50 , Aziel pun terbangun dari tidurnya dan bergegas untuk berwudhu .
"alhamdulillah , aku masih diberi ketepatan waktu untuk mengerjakan amalan" gumam Aziel .
Aziel pun melaksanakan shalat sunnah tahajud dan dilanjut dengan sunnah hajat .
"assalamualaikum warahmatullaaah... assalamualaikum warahmatullaaaah...alhamdulillah" aziel selesai melaksanakan shalat sunnah .
seketika Aziel pun melirik kearah benda pusaka yang ia terima ketika malam jumat.
"aku harus bisa berkomunikasi dengan Eyang Abdullah Shiddiq Maulana , karena ini sebuah amanat , jadi aku harus bicarakan perihal pembahasan kiyai Ismajati dan kiyai Sukmoadji denganku tadi , apalagi mereka menantikan berita dan perkembangan jika aku sudah mendapatkan pusaka , aku harus bisa melakukan komunikasi dengan Eyang" ujar Aziel bergumam sendiri .
#ya Allah , ridhoilah hamba untuk bisa berkomunikasi dengan Eyang Abdullah Shiddiq Maulana , agar hamba mendapat petunjuk perihal amanat yang Eyang berikan pada hamba ya Allah , ridhoilah hamba yang tiada daya dan upaya ini ya Allah selain dari KuasaMu Ya Allah# isi hati aziel ketika akan mengerjakan amalan .
Aziel pun mengerjakan amalan , dengan tingkat konsentrasi yang baik , Aziel pun bisa dengan mudah memfokuskan pikirannya ketika sedang mengerjakan amalan .
sangat tak disangka-sangka kalau Allah mengabulkan doanya agar bisa berkomunikasi dengan Eyang Abdullah Shiddiq Maulana .
Tiba-tiba seakan berada disebuah tempat yang hampa namun dipenuhi cahaya , Aziel pun mendengar suara Eyang Abdullah Shiddiq Maulana .
"alhamdulillah akhirnya kau bisa berada ditempat ini" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
Aziel pun tanpa pikir panjang langsung membuka matanya dan melihat sosok Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tersebut ada didepannya , namun Aziel masih belum sadar perihal tempatnya , karena sudah terlanjur fokus melihat Eyang Abdullah Shiddiq Maulana yang berdiri di hadapannya .
"assalamualaikum Eyang" aziel mengucap salam pada Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"walaikumsalam...ya , akhirnya kau bisa sampai di titik ini nak , tak salah jika kamu terpilih sebagai titisan seorang raja" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"ya Eyang , alhamdulillah Allah meridhoi aziel untuk bisa berkomunikasi dengan Eyang" jawab Aziel .
"hahaha memang sudah menjadi takdir nak , dan kau harus bersyukur atas semua ini" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tertawa senang melihat keturunannya sudah mencapai tingkat ini dengan sangat cepat dan diluar dugaan.
"baik Eyang , namun maksud dan tujuan aziel adalah untuk menanyakan sesuatu perihal pusaka Cemeti Rogo Sukmo Eyang" ujar Aziel .
"ya , aku sudah tahu , tanpa kau bertanya aku pun akan memberitahunya" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana
"benarkah Eyang ? itu berarti Eyang sudah mengetahui semuanya ? maksud dan tujuanku berikut apa yang terjadi hari ini ?" ujar Aziel .
"jelas aku mengetahui semuanya , karena apa yang kamu lihat itu semua juga terilhat di mataku" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"subhanallah , baiklah Eyang , lalu sekarang bagaimana Eyang ? apa yang harus aziel lakukan ?" tanya Aziel .
"beritahu saja kepada gurumu , agar dia memberitahu rekannya. karena disitulah nanti kamu membuka semua kemampuanmu nak , lewat mereka lah kamu memulai kewajibanmu sebagai seorang titisan raja" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
aziel pun termenung mendengar kalimat "memulai kewajiban menjadi seorang titisan raja" , ia pun bertanya-tanya apa sebenarnya kewajiban seorang titisan raja .
"lalu apa yang sebenarnya harus kulakukan Eyang ? apa arti dari kata kewajiban seorang titisan raja ? apa kewajibanku selanjutnya Eyang ? aziel masih belum tahu apa yang harus aziel lakukan" ujar Aziel .
"itu semua nanti akan terjawab dengan sendirinya nak , yang jelas jangan memiliki sifat iri dengki , jauhkan dirimu dari sifat angkara murka , itu yang terpenting nak" jawab Eyang Abdullah Shiddiq.
"baiklah Eyang , aziel mohon bimbingannya , rasanya senang sudah bisa berkomunikasi dengan Eyang" ujar Aziel.
"aku sangat terkejut dengan kemajuanmu , kau bisa mencapai tingkat ini dalam waktu yang sangat singkat" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"aziel hanya berusaha sesuai kemampuan aziel Eyang , selebihnya ini semua Kuasa dan Ijin dari Allah" ujar Aziel .
"kau sangat bijaksana dan rendah hati , sifat yang ada dalam dirimu sejak lahir , dan itu adalah sifat yang memang harus dimiliki seorang raja" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tersenyum senang melihat garis keturunannya bukan hanya menjadi seorang titisan raja , namun sikap dan sifatnya pun mencerminkan seorang raja yang baik dan murah hati .
"tidak perlu memujiku berlebihan Eyang , aziel hanya menjalani hidup yang semestinya Eyang" ujar aziel .
"tidak berlebihan , itu adalah kenyataan , awalnya aku sempat ragu dengan garis keturunanku , aku takut warisan titisan raja ini jatuh kepada orang yang dipenuhi watak angkara murka , karena beberapa abad terakhir titisan raja ini jatuh ke tangan garis keturunanku yang memiliki sifat angkara murka , dan dia menjadi seorang raja yang tamak dan tidak disenangi oleh rakyatnya" Eyang Abdullah Shiddiq Maulana sedikit bercerita tentang keresahannya di masa sebelumnya.
"jadi sebelumnya sebelum pun ada titisan raja Eyang ?" tanya aziel .
"ya , titisan raja akan terus ada , tapi kita tak akan pernah tahu kapan dan pada siapa itu akan diwariskan" jawab Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
Aziel pun termenung mendengar keresahan Eyang Abdullah Shiddiq Maulana di masa lampau. namun tekadnya semakin bulat untuk ia menjadi seorang titisan raja yang bisa berarti untuk sesama makhluk Allah.
"lalu apakah benda pusaka ini bisa di gunakan dalam kehidupan sehari-hari Eyang ?" tanya Aziel perihal pusaka tersebut .
"tentu saja bisa , namun kau harus menjalani puasa terlebih dahulu , dan mengerjakan amalan yang di khususkan untuk kegunaan pusaka tersebut" jawab Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"puasa Eyang ? berapa lama aziel harus berpuasa ? lalu amalan apa yang harus ku kerjakan Eyang ?" tanya Aziel .
"jalankanlah puasa selama 7 hari , dan kerjakanlah amalan ini...." jawab Eyang Abdullah Shiddiq Maulana sembari memberikan sebuah amalan kepada Aziel.
Eyang Abdullah Shiddiq Maulana pun memberikan amalan kepada aziel untuk di amalkan setiap malamnya .
"amalan itu kau kerjakan setelah mengamalkan amalan dari gurumu , ketika sudah selesai kau amalkan amalan dari gurumu lalu lanjutkan amalan yang telah kuberikan nak" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"baik Eyang , akan kulaksanakan , lalu setelah 7 hari aziel berpuasa apa yang harus aziel lakukan Eyang ?" ujar aziel
"setelah selesai menjalankan puasa 7 hari kembalilah ke tempat ini" jawab Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"oh iya Eyang , ini tempat apa , mengapa terlihat hampa begini , luas seakan tak berujung ?" aziel teringat soal tempat yang saat ini ia berada .
"ini adalah alam bawah sadarmu dan dimensi alamku nak , hanya disinilah dirimu bisa bertemu dan berkomunikasi denganku , berkat kekhusyukan mu lah akhirnya kamu bisa berada disini bahkan bisa mengusai ini dalam waktu yang sangat singkat" jawab Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tersenyum melihat garis keturunannya yang polos dan selalu ingin tahu .
"baiklah Eyang aziel mengerti" ujar aziel .
"sudah waktunya kita akhiri pembicaraan ini , dan kau pun harus kembali ke alam sadarmu karena perbedaan waktu disini dengan di dunia nyata berbeda nak , disini waktu disini berjalan begitu cepat nak" ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.
"baiklah Eyang , selebihnya aziel memohon bimbingannya" ujar aziel .
"ya , aku pamit , assalamualaikum " ucap salam Eyang Abdullah Shiddiq Maulana
"walaikumsalam..." jawab aziel .
seketika tempat pun berubah menjadi gelap seperti biasa aziel melakukan amalan dengan menutup mata .
Aziel pun membuka mata dan melihat ke arah jam dinding .
"sudah pukul 03.00 ..??? rasanya baru beberapa menit saja aku berbincang dengan Eyang , ternyata benar yang diucapkan Eyang , waktu di alam bawah sadar tadi berjalan lebih cepat dibandingkan di dunia nyata" gumam Aziel .
Aziel pun beristirahat sejenak sembari menunggu waktu subuh .
aziel tak sadar bahwa ketika waktu ia melakukan amalan dan bertemu dengan Eyang Abdullah Shiddiq Maulana suasana di sekitar padepokan sama seperti waktu itu , yaitu aura keemasan yang keluar dari kamar aziel dan mengitari seluruh sudut padepokan .
masih ditempat yang sama Kuntadi pun masih duduk memperhatikan kegiatan aziel , dan menyaksikan langsung apa yang terjadi saat aziel melakukan amalan .
dan sekarang ini bukan hanya kiyai Ismajati yang menyaksikan aura keemasan tersebut , namun Kuntadi pun sudah mengetahui soal aura keemasan tersebut .
Kuntadi pun terkagum-kagum melihat temannya mempunyai kekuatan tersembunyi yang luar biasa , Kuntadi belum banyak memahami soal kanuragan , namun ia merasakan kekuatan dan kemampuan yang sangat besar ketika melihat fenomena yang ia saksikan sendiri dengan mata kepalanya .
aura keemasan itu menghilang karena aziel sudah selesai melakukan amalan , dan saat itu juga Kuntadi kembali ke kamarnya dengan rasa kagum yang tak bisa di ungkapkan .
tunggulah akhir kisahmu Danu