“Kamu lihat wanita yang memakai gaun merah muda itu? Jika kamu bisa menidurinya malam ini juga, ayo kita menikah lagi!” ucap Zoya.
Awalnya, Hyera tak lebih dari wanita taruhan yang harus Elmer tiduri, seperti syarat yang harus Elmer jalani agar dirinya bisa kembali menikah dengan Zoya sang mantan istri. Namun, pesona Hyera yang selain sangat cantik mirip barbie hidup, tapi juga penuh keceriaan sekaligus hangat, membuat dunia Elmer hanya dimiliki Hyera. Zoya bahkan tak lagi penting bagi Elmer, terlebih selama ini, Zoya selalu semena-mena kepada Elmer.
Elmer bahkan berjuang penuh untuk bisa menikahi Hyera dan mengukir cinta yang manis bersama Hyera.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 : Rasa Setelah Menikah
Keluar dari kamar untuk menghadiri makan malam bersama, Elmer dan Hyera disuguhi pemandangan kebersamaan keluarga Hyera. Semuanya masih dalam formasi lengkap. Acara makan malamnya pun akan tetap diadakan di rumah orang tua Hyera. Namun dari cara ibu Chole dan pak Helios yang cenderung fokus pada anak-anak mas Brandon, Hyera jadi bertanya-tanya.
Ternyata, bersama kedua orang tuanya, Hansol dan Handsome akan pulang subuh besok juga. Dari semua saudara Hyera, rumah mas Brandon memang yang paling jauh. Mas Brandon dan keluarga kecilnya tinggal di Kalimantan karena usahanya pun ada di sana. Yang mana meski dari semuanya mas Brandon juga paling irit bicara, kemampuan bisnis pria itu sangat matang. Anggota keluarga Hyera saja dibuat tak percaya ketika mengetahui bahwa seorang Brandon yang sering diguna-guna karena terlalu tampan, sudah menjadi salah satu juragan kebun sawit di Kalimantan, sejak lama. Hobi berinvestasi sejak kecil lah alasan mas Brandon sesukses sekarang.
“Anjar juga mau ikut pulang ke mas Brand?” tanya Hyera kepada Anjar yang tak lain iparnya mas Brandon.
Menikahi mbak Aini memang membuat mas Brandon menjadi pengganti kepala rumah tangga wanita itu berikut sang adik. Mengingat sejak awal menikah, keduanya memang sebatang kara.
Terlepas dari apa yang Hyera berikut keluarganya tengah lakukan, diam-diam Elmer malah sangat khawatir. Elmer bahkan takut, dirinya memang tidak subur hingga pemandangan saudara Hyera yang memiliki banyak anak, tidak akan terjadi kepada Hyera.
“Kok malah langsung mens, ya? Kirain Hyera bakalan langsung hamil,” pikir Elmer.
Yang Elmer tahu, setiap hubungan se.ksual dan dilakukan tanpa pengaman, harusnya selalu bisa membuat si wanita hamil. Sementara selama dirinya menikah dengan Zoya, alasan kenyataan tersebut tidak terjadi karena memang Elmer yang bermasalah.
“Duuuh ...,” batin Elmer yang diam-diam jadi kerap menghela napas pelan. Apalagi ketika ia melihat interaksi manis antara Hyera dan para keponakan. Itu menunjukkan betapa sang istri juga sangat menyukai anak kecil.
“S—sayang, ... maaf ya, kalau kita terancam telat punya anak. Sepertinya aku memang masih kurang subur. Meski untuk urusan impoten, aku sudah menemukan kamu sebagai pawangku,” batin Elmer.
***
Rasa bersalah sekaligus takut yang Elmer rasa, membuat pria itu tidak bisa tidur. Elmer jadi menghabiskan waktunya untuk memandangi wajah Hyera yang sudah sangat lelap. Tangan kanan Elmer menggenggam tangan kiri Hyera. Sering kali, Elmer juga akan mengec.up tangan tersebut, hingga dirinya berakhir ketiduran.
“Aku pulas banget tidurnya. Kayaknya baru tadi banget tidur, eh alarm sudah bunyi,” batin Hyera.
Hyera tidak berniat membangunkan sang suami. Ia akan mengantar kepulangan keluarga mas Brandon sendiri. Namun Elmer tetap terbangun meski Hyera sudah meninggalkannya dengan hati-hati.
“Mau ke mana?” lirih Elmer dengan suara berat. Ia berangsur duduk dengan kedua mata masih sering menyipit.
“Mau antar mas Brandon bentar,” lirih Hyera.
“Bentar, ... saya ikut!” ucap Elmer dan sampai detik ini memang masih berbicara formal kepada Hyera.
“Keluarga Hyera sekompak ini. Semuanya punya empati sekaligus simpati sangat tinggi,” batin Elmer lagi-lagi dibuat takjub dengan kekompakan Hyera dan keluarganya.
Sampai akhirnya mereka masuk ke kamar masing-masing, Elmer yang merasa gemas kepada istrinya refleks membopong Hyera kemudian membawanya menggunakan tangan kanan. Benar-benar hanya dengan satu tangan layaknya tengah mengemban bocah. Hyera sampai cekikikan karena merasa lucu pada kelakuan suaminya yang memperlakukannya layaknya bocah.
“Lempar ke kasur, boleh?” tanya Elmer sengaja jail kepada istrinya yang langsung ketakutan. Elmer menertawakannya karena Hyera juga langsung tertawa.
***
Sebagian besar perempuan yang tinggal di rumah mertua, kerap mengeluhkan bahwa senyaman-nyamannya tinggal di rumah mertua, tinggal di rumah sendiri pasti lebih nyaman. Padahal, percaya tidak percaya, keadaan tersebut juga turut dirasakan oleh para menantu laki-laki. Layaknya apa yang tengah Elmer alami, diam-diam pria itu tengah merasakannya. Ditambah lagi, perbedaan kasta di antara mereka. Elmer tetap minder sebaik apa pun keluarga Hyera menyikapinya.
“Menurutmu? Dikiranya menantu laki-laki enggak pakai perasaan, hati, termasuk kebaperan?” lembut Elmer sambil menahan tawanya. Ia menatap gemas sang istri yang tengah ia suapi.
Tanpa terasa sudah jam makan siang. Waktu memang terasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Sementara baik Hyera maupun Elmer belum menentukan kapan mereka akan pulang. Tentunya, Elmer akan mengikuti kapan Hyera mau atau setidaknya siap. Ditambah lagi, keluarga Hyera memang masih ada di kediaman pak Helios. Elmer khawatir, Hyera masih ingin bersama keluarganya. Apalagi Elmer tahu, momen seperti itu terbilang langka untuk Hyera sekeluarga.
Kedua mata lebar Hyera berkedip sendu menatap Elmer. Baru iya sadari, bahwa laki-laki—para suami—juga manusia biasa yang memiliki rasa. Andaipun mereka diam dan berusaha menyesuaikan dengan keadaan, tentu itu terjadi karena para suami sedang menjaga perasaan istri dan pihak keluarganya. Karenanya, sebagai reward, kedua tangan Hyera meraih sekaligus menggenggam tangan kiri Elmer.
“I love you ... sabar bentar, ya. Nunggu yang lain pada pulang, syukur-syukur, kita enggak begitu bikin mama papa kesepian,” lembut Hyera sambil mengelus-elus tangan kiri Elmer di tengah tatapan sendunya kepada Elmer. Karena kebetulan, di depan kolam ikan, mereka tengah makan hanya berdua.
Mendapat ucapan i love you dari Hyera, dada Elmer jadi berbunga-bunga. Di sana seolah ada musim semi hingga keindahan menjadi warna utamanya. “Saya sabar, kok. Cari yang ternyaman saja buat kamu!” lembut Elmer.
Kesabaran Elmer malah membuat Hyera merasa sangat bersalah. Ditambah lagi Hyera masih ingat, ada ibu Ami dan keluarga Elmer lainnya yang harus ia hadapi.
“Aku pasti bisa. Karena menikah memang enggak hanya aku dan suamiku. Namun juga keluarga kami. Yang terpenting, hubungan kami diutamakan, sementara sisanya, ya semampu kami karena kami pasti akan melakukan yang terbaik,” batin Hyera. Meski belum apa-apa, Hyera selalu merasa berat jika ingat keadaan keluarga suaminya. Ditambah lagi, mereka dirasa Hyera memiliki gaya hidup berbeda dengan Hyera sekeluarga. Bukan mengenai latar belakang, tapi ini mengenai cara mereka dalam mendapatkan apa yang diinginkan. Malahan yang membuat Hyera ngeri, mama kandung Elmer merupakan seorang pelakor dan sampai saat ini, tingkahnya masih meresahkan.
“Kasihan banget ya suamiku. Beban hidupnya beneran berat. Pantas, dia terasa pendiam introvert banget. Kebanyakan orang introvert kan karena mereka terlalu takut melukai orang lain apalagi orang yang dia sayang. Orang-orang introvert kebanyakan royal ke orang yang disayang, tapi egois ke diri sendiri,” batin Hyera lagi yang refleks mengecu.p pipi kiri Elmer. Tindakan refleks yang ia lakukan karena ia sangat peduli sekaligus menyayangi suaminya.
🌟🌟🌟🌟
Cara agar pembaca bisa mendukung retensi penulis :
Jangan berani baca bab pertama jika ke judul, genre, bahkan blurbnya saja kalian tidak sreg atau cocok. Khususnya untuk karya belum tamat, kalian jangan melakukannya. Namun andai sampai telanjur buka bab satu, kalian WAJIB baca, jangan diskip, baca scrol dan cukup dikasih like. Enggakkkk, like dari kalian bukan penentunya. Yang menentukan itu keseriusan baca kalian. Karena retensi membuat kita berurusan dengan sistim. Jangankan sistim, manusia saja banyak yang enggak punya hati kan?
Bacanya wajib setiap bab update. Maksimal di hari itu sebelum puku.l 23.00 atau itu sebelas malam. Karena waktu pergantian Noveltoon atau Mangatoon mengikuti China.
Jika kalian pembaca yang gampang bosan dan suka skip novel, atau kalian sibuk dan akan nabung bab. Apa sengaja intip-intip cerita, baca utuhnya nanti, INI KALIAN WAJIB JANGAN DILANJUT KEBIASAAN INI. TIPIKAL KALIAN INI COCOKNYA BACA KARYA TAMAT.
Aku sengaja bikin peringatan kayak gini, agar kita sama-sama menghargai. Karena menulis butuh waktu yang jauh lebih panjang ketimbang membaca. Apalagi dengan sistim retensi, biar pembaca jutaan tapi novel itu banyak didatangi oleh pembaca yang suka skip novel, intip-intip, sudah tahu dari genre, judul, blurb saja enggak suka, seperti di ss bawah ini :
Jangan ya. Aku mohon jangan banget. Tolong hargai penulis minimal baca sesuai aturan retensi. Kurang lebih seperti yang aku jelaskan. Karena kami para penulis juga sebisa mungkin kasih kalian para pembaca yang spesial 🙏