NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Pukul empat sore, Aruna sudah siap dengan semua perlengkapannya untuk pulang. Ia sudah berada ditempat parkir kantor dan helm juga terpasang rapi dikepalanya, ia tinggal menjalankan motornya saja.

Namun Meski hal semudah itu, Aruna tidak dapat melakukannya, Bukan, Bukan karena Aruna mendadak lumpuh ataupun Aruna yang tiba-tiba hilang ingatan jalan pulang untuk kerumah. Hanya saja, sosok tinggi dengan masker dan topi yang melindungi sebagian tubuhnya membuat Aruna menghentikan aktivitasnya.

Aruna yang masih duduk diatas motor hanya melihat sosok didepannya dengan alisnya yang terangkat sebelah, This is big surprise right? Batin Aruna menjerit gila

"....."

Namun, Jangan kalian fikir Aruna akan mengeluarkan suaranya untuk sosok itu. Aruna hanya memperhatikan sosok itu tanpa berniat untuk basa-basi. Ayolah, tenaganya hari ini benar-benar terkuras habis dan jika ia mengeluarkan suaranya, maka sudah dapat dipastikan hanya emosi yang akan keluar. Karena sosok didepannya itu adalah awal mula yang menjadi mood buruknya hari ini.

"Runa we need talk"

"I don't think so"

"Please. I'm sorry okay? Motor mu biar disini aja. Kamu ikut aku dulu. Kita bicara"

"Kamu sadar kehadiran kamu disini ini bahaya!"

Aruna yang sejak tadi was-was sebenarnya akhirnya tidak tahan untuk mengungkapkan rasa kesalnya. Kenapa laki-laki ini nekat sekali menemuinya ditempat umum. Meskipun saat ini suasana disekitarnya sangat sepi alias tidak begitu banyak orang. Namun, hari sial tetap saja tidak ada yang tahu bukan?

"Kalau gitu kita masuk mobil oke?"

Tidak ada pilihan lain. Dan akhirnya Aruna pun harus menuruti kemauan laki-laki didepannya ini. Ia menyimpan helmnya dalam jog motor, kembali memarkirkan motornya dan setelahnya ia dengan cepat memasuki mobil sesuai permintaan sang kekasih.

Kini ia duduk dibalik kursi penumpang depan. Didalam mobil pun, mereka tiba-tiba terdiam tanpa pembicaraan sedikitpun hingga membuat Aruna jengah sendiri. Aruna bahkan tidak tahu kemana laki-laki disampingnya ini akan membawanya. Mobil yang mereka kendarai sudah berjalan hampir 20 menitan.

"Kalau kamu cuma diem aja mending aku pulang!" Akhirnya ia tidak tahan juga.

"Wait ya Run. Aku masih sulit menghafal jalanan sini. Kita bicara kalau sudah sampai"

"Kamu bawa aku kemana sih?!"

"Oke kita sudah sampai"

"Villa?! Ngapain kita ke villa?"

Kenapa Aruna harus tergila-gila dengan laki-laki tua seperti Marinos? Kenapa juga takdir harus membawanya menjadi kekasihnya? Haruskah Aruna menyesalinya?

"Kita ada perayaan kecil-kecilan jadi aku rasa kamu juga harus ikut nemenin aku"

"Kamu udah gila? Kita? Yang kamu maksud kamu dan team kamu kan? Itu berarti ada--"

"Run, i know Rehan sudah tahu soal kita kan?"

Bibir Aruna yang hendak terbuka lebar kembali merapat. Ia terdiam seribu bahasa seketika. Matanya menilik seseorang disampingnya yang kini juga menatapnya. Rinos tiba-tiba membawa kedua tangannya untuk digenggam. Runa tahu, ada pendar yang sulit Runa tafsirkan didalam bola mata coklat terang itu.

Tiba-tiba Runa dirundung perasaan gelisah. Ada ketakutan yang melingkupinya, "Kamu sudah tahu?"

"Kakakmu minta penjelasan"

"Apa Rehan menyulitkan kamu?"

"Don't worry. Sepertinya dia biasa saja, santai meskipun cukup protektif. Dia cuma tanya sejauh mana kita berhubungan"

"I'm sorry. Mungkin setelah ini kamu akan nggak nyaman"

Rinos tersenyum kecil, Lalu membawa kedua tangan milik Aruna untuk dikecupnya, "Kita semua sudah dewasa and I trust jika kita, aku, Rehan dan yang lainnya bisa bersikap seperti yang seharusnya "

"Kamu yakin?"

"Trust me. Aku juga nggak mau sembunyi seperti pencuri terus menerus. Aku juga ingin menunjukkan kalau aku punya kamu"

Bolehkah Aruna menangis terharu sekarang? Atau Aruna terkesan lebay? Tapi jujur saja, ini adalah kali pertama Aruna diperlakukan dengan sangat istimewa oleh seseorang yang ia puja. Dengan perasaan haru biru, akhirnya Aruna melepaskan semua rasa amarah yang tadi menggelayut dihatinya. Ia lebih memilih memberikan pelukannya pada sang kekasih.

"I love you"

"I love you more"

.

.

.

.

.

Sudahkah Aruna beri tahu bagaimana kisah cintanya dengan Marinos Dekker? Kalau belum biar Aruna sedikit beri tahu. Sebenarnya cukup klasik bagaimana ia dan Marinos, seorang atlet bola internasional itu terlibat hubungan. Tapi biar bagaimanapun Aruna harus menuntaskan rasa penasaran kalian kan?

Marinos Dekker 28 tahun. Pria berkebangsaan Belanda itu pertama kali ia jumpai ketika Aruna sedang berada di penerbangan untuk pekerjaannya yang pertama kali. Mereka secara tidak sengaja bertemu di kursi penumpang yang sama. Berlanjut dengan drama koper tertukar hingga berakhir kejadian kebetulan-kebetulan lainnya yang mempertemukan mereka, Namun bukan itu yang terpenting.

Seiring berjalannya waktu, dengan kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja Aruna dan Marinos mulai terlibat hubungan. Marinos adalah yang pertama kali menyatakan ketertarikannya pada sosok Aruna. Laki-laki itu dibuat seratus persen penasaran dengan sosok Aruna yang mandiri dan cantik. Begitu pula sebaliknya. Bagi Aruna Marinos adalah sosok laki-laki yang mampu meruntuhkan segala bentuk pertahanan ke-kakuannya terhadap lawan jenis, Meskipun perbedaan usia yang cukup signifikan tidak membuat Aruna minder untuk menjalin hubungan dengan Rinos. Apalagi ketika laki-laki itu dengan segala perjuangannya untuk meyakinkan dirinya bahwa mereka bisa menjalin hubungan tanpa harus merugikan apa, siapa, dan bagaimana kedepannya.

Rinos yang mampu dan tahu bagaimana cara mengimbangi berhubungan dengan gadis 22 tahun seperti Aruna adalah sesuatu yang patut Aruna syukuri.

"Rehan bilang apa saja ke kamu?"

"Nggak banyak. Cuma tanya bagaimana dan dimana aku sama kamu bisa ketemu"

"Just it?"

"Dia juga tanya kenapa harus kamu wanitanya "

"Terus kamu jawab apa?"

"Cause you beautiful and smart girl"

"Ckckck bohong!!"

"Serius. Itu kenyataannya kan?"

"Halah! Ngga usah gombal kamu. Aku benci cowok mulut manis"

Rinos terkekeh pelan lalu ia memberi kecupan singkat pada pucuk kepala Aruna, Lalu ia kembali membawa Aruna untuk lebih masuk kedalam Villa. Selain cantik dan pintar hal yang paling Rinos suka adalah mulut Aruna yang apa adanya, Dia sungguh jatuh cinta dengan Aruna.

"Jangan gugup. Disana ngga hanya ada Rehan. Semua teamku ada"

"Aku nggak gugup. Aku cuma terlalu canggung dan malu ketemu teman-teman mu"

"Mereka baik"

"Ngga ada yang bilang ya kalau mereka penjahat"

Sekarang Aruna menyesali keputusan untuk ikut sang kekasih masuk kedalam mobil, ia sangat gugup dan malu. Apalagi ketika Rinos dengan gAmblangnya memperkenalkan dirinya pada teman-temannya seperti sekarang. Ia dengan terpaksa harus menarik satu garis senyuman untuk para teman-teman Rinos yang melempar sapaan padanya.

"Aku mau ke toilet Kamu disini aja oke?"

"Nggak! Enak aja jangan tinggalin aku"

"Sebentar aja run. Ada Julie juga kan kakak iparmu"

"Nggak mau Rinos"

"Kamu mau nemenin aku buang air?"

Rinos sialan! Kalau sudah begini Aruna hanya mencebik kesal. Ia dengan sangat terpaksa harus duduk sendirian seperti orang tolol di pojok ruangan. Ayolah, tidak ada yang banyak untuk dilakukan. Aruna masih belum terlalu akrab dengan teman-teman Rinos meskipun ada sang kakak beserta istrinya mengamatinya dari kejauhan dan juga beberapa pasang mata yang sesekali meliriknya.

Namun Aruna tidak bisa langsung berbaur akrab begitu saja. Aruna tidak bisa melakukan itu. Ia juga tidak ingin dicap sebagai wanita yang sok akrab meskipun dari beberapa team Rinos ini ada yang sudah mengenal Aruna karena ia adik dari Rehan.

"Jadi, kamu Aruna?"

Ditengah kesibukannya yang menjelajah ponselnya, Aruna dikejutkan oleh kedatangan laki-laki tinggi dengan potongan rambut semi mullet, dan Tanpa permisi laki-laki itu duduk begitu saja tepat disampingnya.

"Sorry? Aku rasa kita ngga saling kenal kan?"

"Aku Liam. William"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!