follow Ig ainunharahap12.
Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.
Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.
Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.
"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.
"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.
"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22 Menginap.
"Dasar payah," sahut Alea yang menghela nafasnya yang tidak mendapatkan jawaban dari Alvian.
"Mana mungkin aku cantik. Jika aku cantik nasibku tidak akan seperti ini. Aku hanya dimanfaatkan dan terus dibanding-bandingkan dan juga tidak ada pria yang suka pada ku. Aku tidak pernah mendapat ketulusan dari siapapun. Aku tidak pernah seberuntung wanita di luaran sana," ucap Alea yang merengut seolah sangat sedih dan ingin menangis yang menerima nasibnya.
"Kamu cantik Alea!" ucap Alvian tiba-tiba yang membuat Alea menatap mata pria itu yang terlihat jujur. Alea sangat lama menatap mata Alvin.
"Benarkah?" tanya Alea yang ingin kepastian dari perkara Alvian.
"Kamu cantik. Tapi kamu sangat bodoh," lanjut Alvian dengan suara dinginnya.
Alea langsung tertawa mendengar perkataan Alvian.
"Iya,iya, iya itu benar, aku sangat bodoh dan memang begitu bodoh dan sangat bodoh," jawab Alea dengan tersenyum getir pada Alvian.
"Kamu tau apa yang aku lakukan tadi juga adalah hal bodoh. Aku pikir aku sudah merasa hebat dengan berani mengatakan di depan adikku yang disayang-sayang itu. Jika aku ingin ke hotel bersama calon suaminya. Kau tahu tidak saat aku mengatakan itu jantungku berbunyi dengan kencang. Aku merasa sudah gila bisa melakukan itu,"
"Dug,dug, dug, suaranya seperti itu," ucap Alea dengan menerikan detak jantungnya.
"Aku marah, makanya aku melakukan hal itu tapi aku juga tidak berpikir jika aku akan terkena imbasnya. Aku akan mendapat masalah setelah ini. Setelah pulang ke rumah pipiku akan ditampar lagi oleh wanita itu. Aku yakin anaknya sudah mengadu dan kau tau apa yang akan terjadi setelah itu. Aku akan berdiri di tengah dan semua orang-orang itu akan mengelilingiku dengan mengeluarkan kata-kata mutiara kepadaku wanita itu," Alea kembali bercerita dengan tangan yang bergerak-gerak sembari menunjuk-nunjuk.
"Ya itulah kebodohanku," sahut Alea tersenyum getir.
"Seharusnya aku sudah tahu takdirku seperti apa. Ketika aku tau calon suamiku itu menyukai adikku dan mereka punya hubungan di belakangku Seharusnya aku tuh pura-pura tidak tahu saja dan membiarkan hal itu karena memang aku dilahirkan dengan takdir yang seperti itu," lanjutnya lagi.
"Tapi aku sok marah dan melakukan tindakan bodoh yang pasti aku akan menjadi sasaran setelah ini," lanjutnya.
"Oh iya, aku katakan satu rahasia kepadamu kau tau tidak waktu di depan rumahku kau memberinya hadiah dan aku ingin menabrak kalian. Aku bohong jika aku bilang rem mobilku blong. Itu tidak benar, aku sengaja ingin menabrak kalian berdua," Alea yang bercerita sembari tertawa-tawa dan Alvian hanya mendengarkan saja setiap apa yang dikatakan wanita yang sangat menyedihkan itu.
Aku memang sangat bodoh, aku tidak tau bagaimana nasibku sekarang," Alea merendahkan suaranya dengan penuh kebingungan.
Alvian menghela nafasnya dan melihat ke arah pelayan bar tersebut.
"Kami pesan satu kamar!" ucap Alvian.
"Baik tuan!" sahut pria itu dengan menganggukkan kepalanya dan langsung memberikan kunci pada Alvian.
"Sudah cukup bicaranya. Ayo pergi!" ucap Alvian.
"kita mau kemana? Aku masih mau di sini. Aku tidak mau kemana-mana," Alea memberontak. Namun Alvian tidak peduli kepada Alea dan langsung menggendong Alea ala bridal style.
"Issss Alvian, kau mau membawaku kemana. Kau ingin menculik ku. Alvian kau benar-benar, Sanga menyebalkan, aku masih mau minum, tenggorokan ku sakit," Alea terus meronta-ronta dengan menggoyang-goyangkan kakinya yang ingin dilepaskan oleh Alvian. Namun Alvian tidak peduli sama sekali dan terus membawa wanita itu.
**********
Akhirnya Alvian dan Alea sampai juga ke dalam kamar yang sudah dipesan Alvian.
"Kamu istirahatlah!" ucap Alvian yang mendudukkan Alea di pinggir ranjang dan Alvian yang ingin pergi. Tiba-tiba pinggangnya di peluk oleh Alea.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon tolong aku. Aku lelah dengan semua ini, aku cape. Aku tidak tau harus melakukan apa. Aku benar-benar capek," suara Alea terdengar lirih yang memang terlihat sangat lelah dengan keadaannya.
Alvian menghela napasnya dan memegang kedua tangan Alea dengan melepaskan tangan Alea dari pinggangnya. Lalu menghadap Alea yang masih duduk di pinggir ranjang.
"Istirahat!" titah Alvian yang membantu Alea membaringkan tubuh Alea. Tapi tiba-tiba Alea mengalungkan kembali tangannya di leher Alvian dan langsung mencium bibir Alvian. Hal itu membuat Alvian kaget. Alea hanya mengecup sebentar dan melepasnya kembali dengan Alea yang tersenyum.
"Kau benar-benar selalu mencari gara-gara denganku," desis Alvian yang memegang pipi Alea dan memajukan wajah Alea untuk lebih dekat lagi kepadanya dan Alvian langsung mencium bibir Alea dengan Alea yang memejamkan matanya. Kalau Alvian di pancing itu yang terjadi. Namun saat Alvian sudah menautkan kedua bibir mereka.
Ehegg.
Ciuman itu berakhir dengan Alea yang muntah dan habis semua muntahnya ke baju Alvian yang membuat Alea geram dengan giginya yang rapat melihat horor Alea yang tersenyum merasa tidak berdosa dan Alea langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang yang bisa-bisanya langsung tertidur.
"Alea kau benar-benar!" geram Alvian dengan napasnya yang naik turun yang harus menahan kesabarannya dengan wanita yang dihadapinya.
"Jika bukan wanita, aku mungkin sudah menendang mu keluar. Kau benar-benar sangat merepotkan!" umpat Alvian dengan emosi kepada Alea.
***********
Cahaya sinar matahari sudah kembali tiba. Cahaya matahari yang cerah masuk dari jendela yang tirai kamarnya sudah dibuka dan langsung menyoroti mata Alea yang membuat mata Alea mengkerut.
"Ahhhhh!" Alea melenguh dengan memijat kepalanya yang terasa berat dan membuka matanya yang melihat di sekelilingnya.
"Di mana ini!" gumamnya dengan kebingungan yang melihat di sekitarnya dan Alea langsung duduk. Matanya turun pada pakaiannya yang sudah berganti dengan memakai bathrobe.
Alea mengingat kejadian sebelumnya yang mana dia kemarin bersama Alvian dan Ale juga mengingat Alvian menggendongnya dan malam itu dia menyadari. Jika dirinya mabuk.
"Aissss sial. Kalau begini terus. Aku benar-benar bisa hamil," umpatnya yang menyadari kebodohannya.
Karena pakaiannya yang sudah berganti membuat Alea berpikiran. Jika Alvian dan dia sudah kembali berhubungan yang padahal memang tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Lalu di mana lagi ini," Alea bertanya-tanya dengan wajahnya yang penuh dengan kebingungan melihat di sekelilingnya.
"Dan dia kemana?" Alea juga mencari Alvian. Alea kelas mengingat Alvian bersamanya.
"Aisss!" Alea berdesis sendiri dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya sembari menyibak rambutnya ke belakang dan kembali memijat kepalanya yang terasa sangat berat dengan kepalanya yang sakit.
Alea terlihat sangat suntuk dengan apa yang terjadi dan bagaimana tidak suntuk jika bangun-bangun bajunya sudah diganti dan pikirannya pasti sudah kemana-mana.
**********
Alea menemukan pakaiannya yang berada di kamar mandi yang masih bau alkohol dan Alea memakai pakaiannya kembali. Sejak tadi Alvian tidak juga muncul dan membuat Alea bertanya-tanya.
"Apa dia meninggalkanku di sini? Kenapa tidak ada di sini? Pergi kemana dia?" tanya Alea dengan menghela nafasnya.
Alea yang ingin berjalan menuju pintu keluar dan membuka pintu dan kebetulan Alvian juga masuk yang akhirnya mereka bertemu di depan pintu.
"Kau mau kabur ke-2 kalinya?" tanya Alvin dengan alisnya terangkat dan kedua tangannya berada di dalam saku celananya.
Bersambung