NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Dua hari berlayar bersama Elira membawa perubahan kecil namun terasa dalam kehidupan Ryden. Untuk pertama kalinya sejak enam tahun terakhir, ia tidak lagi makan sendirian, tidak lagi berbicara hanya dengan dirinya sendiri di tengah kesunyian laut. Elira, meski masih menyimpan misteri, ternyata memiliki kepribadian ceria yang perlahan mencairkan sikap dingin Ryden.

"Jadi kau benar-benar bisa membuat retakan di udara begitu saja?" tanya Elira suatu sore, matanya berbinar penasaran saat menyaksikan Ryden berlatih mengendalikan kekuatannya di geladak kapal.

"Begitulah," jawab Ryden singkat, menciptakan sebuah retakan kecil yang melayang di udara sebagai demonstrasi. "Meski masih ada batasannya. Terlalu sering digunakan, staminaku akan terkuras habis."

"Keren sekali," Elira bertepuk tangan kagum. "Di duniaku, kekuatan seperti ini hanya ada di film-film fiksi ilmiah."

Percakapan ringan seperti itu menjadi rutinitas baru mereka, mengisi hari-hari pelayaran dengan obrolan yang jauh dari kesan mencekam dunia bajak laut yang mereka jalani. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Menjelang senja hari ketiga, kabut tebal tiba-tiba menyelimuti lautan tanpa peringatan, memaksa Ryden memperlambat laju kapal. Firasat buruk yang sudah lama tidak ia rasakan kembali muncul, membuat bulu kuduknya berdiri.

"Elira, masuk ke dalam kabin," perintah Ryden tegas, matanya menyipit menatap kabut tebal yang mengelilingi kapal mereka dari segala arah.

"Ada apa?" tanya Elira, suaranya mulai gemetar merasakan perubahan suasana yang tiba-tiba.

"Sesuatu mendekat," jawab Ryden pelan, mengaktifkan Haki Observasinya sebisa mungkin. Ia bisa merasakan beberapa kehadiran samar di dalam kabut—jumlahnya tidak sedikit, dan yang lebih mengkhawatirkan, salah satu dari kehadiran itu terasa jauh lebih kuat dibanding yang lain, memancarkan tekanan yang membuat napas Ryden sedikit tercekat.

Dari balik kabut, sosok-sosok mulai bermunculan—sebuah kapal bajak laut besar dengan bendera bergambar tengkorak berhiaskan taring panjang, dikelilingi beberapa kapal kecil pengawal. Di geladak kapal utama, berdiri seorang pria bertubuh raksasa dengan kulit dipenuhi bekas luka pertempuran, memegang kapak besar yang tampak sudah termakan usia namun tetap berkilau tajam.

"Kapal kecil yang berani berlayar di wilayah kekuasaanku," suara pria itu menggelegar, terdengar jelas meski jaraknya masih cukup jauh. "Namaku Groth Si Kapak Berdarah. Serahkan semua harta kalian, atau kalian akan menjadi santapan ikan malam ini!"

Ryden menatap tajam sosok raksasa itu, merasakan tekanan Haki yang cukup kuat terpancar dari tubuhnya—jelas bukan bajak laut kelas teri yang biasa ia hadapi selama ini. Nama itu juga tidak pernah ia dengar dari ingatan kehidupan sebelumnya, semakin menegaskan bahwa dunia ini memang sudah menyimpang jauh dari kisah asli yang ia kenal.

Bajak laut baru yang tidak ada dalam catatanku, pikir Ryden, tangannya perlahan terangkat bersiap. Sepertinya aku harus menguji seberapa jauh kekuatanku telah berkembang selama ini.

Di belakangnya, dari balik pintu kabin yang sedikit terbuka, Elira mengintip dengan wajah pucat pasi, menyaksikan sosok raksasa mengerikan itu untuk pertama kalinya sejak ia terdampar di dunia yang begitu asing dan berbahaya ini.

"Ryden..." bisiknya pelan, suaranya bergetar ketakutan.

"Tetap di dalam," ucap Ryden tanpa menoleh, matanya tak lepas dari lawannya yang baru. Sebuah retakan besar mulai terbentuk di udara di sekeliling tangannya, tanda bahwa pertarungan sesungguhnya baru saja akan dimulai. Kabut di sekitar kapal seakan menahan napas, seolah alam semesta sendiri tahu bahwa sesuatu yang besar akan segera terjadi di lautan yang tenang ini.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!