NovelToon NovelToon
Dibuang Keluarga, Didekap Sang Mafia

Dibuang Keluarga, Didekap Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arraziq

Selama dua puluh tahun, Aisha mengira dia adalah gadis paling beruntung karena diadopsi oleh keluarga kaya. Namun, segalanya berubah saat anak kandung keluarga tersebut, Clara, yang sempat hilang, akhirnya ditemukan. Seketika, posisi Aisha bergeser menjadi "pembantu" tak kasat mata.

Puncaknya terjadi ketika Clara terjerat hutang miliaran rupiah pada jaringan mafia kejam akibat gaya hidupnya yang liar. Enggan mengorbankan putri kandung mereka, orang tua angkat Aisha tega menumbalkannya. Aisha dipaksa menikah dengan Devan Alister, putra mahkota dari keluarga mafia terbesar sekaligus CEO muda yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.

Aisha mengira hidupnya akan berakhir di neraka. Devan menyambutnya dengan tatapan tajam dan peringatan keras agar Aisha tidak berharap lebih dari pernikahan kontrak ini. Namun, di balik sikap galak dan dinding es yang dibangun Devan, perlahan Aisha menemukan sisi lain dari sang CEO, kepedulian diam-diam yang mulai mengikis luka di hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arraziq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Madam Rosalia

Gugup.

Satu kata itu cukup untuk menggambarkan perasaan Aisha selama beberapa hari terakhir.

Sejak Devan menyebutkan bahwa Nenek Alister, yang bernama lengkap Rosalia Alister, telah kembali dari Swiss, pikiran Aisha tidak pernah benar-benar tenang.

Dari cerita singkat Bi Sumi dan Asisten Arya, Aisha tahu bahwa Madam Rosalia adalah sosok wanita sepuh yang sangat dihormati sekaligus ditakuti di lingkaran bangsawan dan pebisnis papan atas.

Wanita berusia 75 tahun itu memegang peranan penting dalam menjaga nama baik dan tradisi keluarga Alister setelah ditinggal pergi oleh putra tunggalnya, ayah Devan puluhan tahun lalu.

Pukul tujuh malam, sebuah mobil Rolls-Royce hitam meluncur mulus menuju Ballroom Hotel Grand Hyatt.

Di dalam mobil, Aisha sibuk merapikan lipatan gaun malamnya yang berwarna biru navy elegan dengan aksen bordir perak yang anggun. Kalung berlian bunga matahari peninggalan ibunya terlingkar indah di leher mulusnya. Rambut hitamnya disanggul modern, menyisakan beberapa helai yang jatuh lembut di sisi wajahnya.

Devan yang duduk di sampingnya memperhatikan gerakan tangan Aisha yang tak bisa diam. Pria itu mengulurkan tangan kasarnya, menggenggam jemari Aisha yang dingin dan agak gemetar.

"Tenanglah," bisik Devan lembut, mengusap punggung tangan istrinya dengan ibu jari.

"Kamu kelihatan sangat cantik malam ini."

Aisha menoleh, menatap Devan yang tampak sangat gagah dengan setelan tuksedo hitam buatan penjahit Italia terbaik.

"Aku hanya takut, bagaimana kalau Nenek tidak menyukaiku, Devan? Latar belakangku sebagai anak adopsi keluarga Hendra."

"Nenek memang kaku dan sangat menjunjung tinggi tata krama," potong Devan tegas, matanya memancarkan kepastian yang menenangkan.

"Tapi beliau bukan orang bodoh seperti keluarga Hendra. Lagipula, kamu adalah istri sahku. Keputusanku adalah hukum tertinggi di keluarga ini."

Aisha menarik napas panjang, mencoba mengalirkan kehangatan dari genggaman Devan ke dalam dadanya yang berdebar.

"Baiklah. Aku akan berusaha sebaik mungkin."

Ballroom Grand Hyatt dipenuhi oleh lampu-lampu kristal raksasa yang memancarkan cahaya keemasan. Ratusan tamu undangan, para pengusaha sukses, pejabat tinggi, hingga tokoh masyarakat terpandang, memenuhi ruangan bernuansa kemewahan tersebut.

Begitu Devan dan Aisha melangkah masuk melalui pintu utama, perhatian seluruh isi ruangan seketika tertuju pada mereka. Bisik-bisik kagum tak terelakkan melihat betapa serasinya sang CEO dingin Alister Group mendampingi wanita anggun di sisinya. Devan melingkarkan tangannya di pinggang Aisha, menjaga agar posisi istrinya tetap rapat di sampingnya.

Setelah menyapa beberapa mitra bisnis senior, Devan menuntun Aisha menuju area VIP yang sedikit lebih tenang di sudut ruangan.

Di sana, di sebuah sofa berukir emas, duduk seorang wanita tua berambut pirang yang tertata rapi. Meski wajahnya sudah digaris oleh usia, sorot matanya masih sangat tajam. Wanita itu mengenakan kebaya beludru hitam dengan perhiasan mutiara langka yang memancarkan keanggunan seorang mafia sejati.

Itu adalah Madam Rosalia Alister.

Di samping Madam Rosalia, berdiri Catherine Lim, mitra bisnis Devan dari Singapura, yang sedang mengobrol ramah sambil sesekali mengipas wanita tua itu.

"Nenek," panggil Devan dengan nada bicara yang penuh rasa hormat namun tetap tegas.

Madam Rosalia menghentikan obrolannya dengan Catherine. Mata tajamnya perlahan terangkat, menatap Devan dengan senyum tipis yang hangat, namun saat pandangannya beralih ke arah Aisha, sorot mata itu mendadak berubah menjadi sangat menilai dan dingin.

"Devan," sapa Madam Rosalia dengan suara yang teratur dan tegas.

"Akhirnya kamu membawa cucu menantuku."

Catherine tersenyum manis ke arah Devan, lalu melirik Aisha sejenak dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Selamat malam, Devan, Aisha."

Aisha melangkah maju satu langkah, membungkukkan badannya sedikit dengan sangat sopan.

"Selamat malam, Nenek. Saya Aisha."

Madam Rosalia tidak langsung menjawab. Wanita tua itu memperhatikan Aisha dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pandangannya sempat terhenti selama beberapa detik pada kalung berlian bunga matahari yang melingkar di leher Aisha.

"Aisha..." gumam Madam Rosalia pelan, intonasinya begitu datar.

"Putri dari mendiang Aris Dirgantara dan Risa."

"Benar, Nenek," jawab Aisha halus.

Madam Rosalia menyesap teh herbal dari cangkir porselennya sebelum meletakkannya kembali ke meja.

"Aku sudah mendengar semua kisah tentang pernikahanmu dan Devan dari Arya. Termasuk bagaimana kamu dibesarkan oleh keluarga Hendra yang serakah itu."

Aisha menahan napasnya. Topik itu selalu menjadi bagian paling sensitif dalam hidupnya.

"Meskipun kamu adalah putri dari sahabat baik putraku," lanjut Madam Rosalia dengan suara yang pelan namun penuh penekanan.

"kehidupanmu selama dua puluh tahun terakhir di lingkungan keluarga seperti itu, jujur saja membuatku mempertanyakan apakah kamu memiliki kesiapan dan keanggunan yang cukup untuk menyandang nama besar Alister."

Aisha merasakan dadanya sedikit mencubit. Ujian pertama dari keluarga Alister baru saja dimulai.

Devan langsung mempererat cengkeramannya di pinggang Aisha, hendak bersuara membela istrinya.

"Nenek, Aisha tidak—"

"Devan, biarkan dia yang menjawab," potong Madam Rosalia cepat, mengangkat satu tangannya dengan wibawa yang tak tertandingi. Mata tajam wanita tua itu menatap lurus ke dalam manik mata Aisha.

"Katakan padaku, Aisha. Selain nama besar orang tuamu di masa lalu, apa yang bisa kamu berikan untuk mendampingi Devan dan menjaga martabat keluarga Alister?"

1
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!