"Ini semua bukan kemauan aku kan, aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, hanya saja kesalahan ku dalam memilih pasangan membuat aku terpaksa menerima perjodohan ini,...." Yunda menundukkan kepala nya berusaha menyembunyikan air mata nya yang hampir menetes,
Yuda yang duduk didepan nya hanya memutar bola mata malas, ia sangat benci melihat wanita menangis...
"Ingat Yunda, aku menyetujui pernikahan ini karna papaku, jadi jangan pernah berharap lebih dari hubungan ini,..."Ujar Yuda dengan tegas kemudian berdiri lalu meninggalkan Yunda yang hanya menunduk diam...
Akankah pernikahan kedua adik kakak ini berjalan mulus tanpa hambatan, atau malah akan hancur berantakan karna tidak ada nya cinta antara kedua nya???....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23) memulai dari awal
Usai makan malam, Yunda memilih tidur lebih awal, kepalanya terasa pusing dan juga merasa mual, beberapa saat Yunda membaringkan tubuh nya disofa, terdengar pintu kamar dibuka, Yunda hanya diam saja seraya menutup mata karna Yunda tau jika yang masuk adalah Yuda....
"Yund sebaiknya kamu tidur di ranjang, kita kan sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal...."Ujar Yuda kala melihat Yunda yang tidur disofa, bukan tanpa alasan Yuda ingin memulai semua nya dari awal, hanya saja dia tak ingin terjebak lagi dengan perasaan nya yang belum berubah pada Sera, jadi Yuda berusaha menerima dan mencintai Yunda sebagai istri sah nya....
Yunda membuka mata dan melihat kearah Yuda yang sudah duduk diatas ranjang seraya menyenderkan punggungnya di kepala Ranjang, Yunda terlihat ragu untuk pindah, ia masih sedikit takut apa lagi jika mengingat kejadian malam itu, rasanya Yunda masih bisa merasakan rasa sakit nya.....
"Ayo pindah kesini, aku janji ngak bakal ngapa-ngapain kamu..."Yuda menepuk tempat disampingnya, meminta untuk Yunda berpindah kesamping nya, Yunda pun bangun dan menyeret selimut tebalnya, Yunda melihat ranjang yang masih kosong, ada perasaan takut dihati nya, Yuda yang mengerti pun menaruh bantal ditengah-tengah agar dijadikan batas dirinya dan Yunda.....
Dengan penuh keraguan, Yunda pun naik keatas ranjang, dengan tatapan tajam pada Yuda, seolah meminta agar laki-laki itu tidak melakukan hal yang tidak-tidak terhadap nya....
"Ngak aku apa-apa Yund tenang aja...."Ujar Yuda kala mendapat tatapan sinis dari sang istri, Yunda pun membaringkan tubuhnya membelakangi Yuda yang sedang bermain ponsel, sekali-kali melihat kebelakang takut Yuda melakukan hal yang buruk pada nya, Yunda belum percaya seratus persen jika suami nya itu mau memperbaiki hubungan mereka dari awal, Yunda masih ingat betul ucapan Yuda kala pertemuan mereka di restoran sebelum mereka menikah....
Hanya butuh sekitar 10 menit, Yunda sudah tertidur pulas, Yuda mencondongkan tubuhnya memeriksa Yunda, dan benar saja perempuan itu sudah tidur, dengkuran halus juga terdengar, Yuda tersenyum kemudian mengusap lembut kepala Yunda, kemudian beranjak dari ranjang menuju balkon kamar....
Jemari Yuda dengan lincah menari diatas layar ponsel nya, tak lama kemudian meletakkan benda pipih itu di daun telinga nya menunggu sambungan telfon terhubung....
"Hay, udah tidur belum?...."tanya nya dengan suara lembut kala sambungan telepon terhubung....
"Belum, ini baru aja selesai nidurin Sira setelah minum obat, kamu kenapa belum tidur? ngak takut istri kamu marah, awas loh nanti salah paham sama kita...."Yuda melihat kearah ranjang dan tersenyum kala melihat Yunda tidur....
"Ngak, dia udah tidur, aku telfon kamu cuman pengen tau keadaan kamu aja...."Sera tersenyum terkekeh diseberang telfon kala Yuda bertanya tentang keadaan nya....
"Aku baik-baik aja, ini mau tidur...."
"Ya udah kamu tidur saja, ingat besok harus kerja, perbanyak istirahat...."
Yuda pun menyudahi obrolan nya dan kembali kekamar, berbaring disamping Yunda, Yuda kembali merasakan dilema pada perasaan nya kala menatap wajah Yunda yang kini telah berhadapan dengannya entah itu perasaan nyaman atau hanya karena rasa bersalah Yuda tidak tau tapi yang pastinya Yuda berjanji akan merubah sikap nya kepada Yunda, dia akan berusaha memberikan kesan yang baik pada Yunda sebelum mereka akan benar-benar berpisah nantinya.....
Yunda terbangun kala merasakan perut nya bergejolak, dengan cepat dia bangun dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi memuntahkan isi perutnya, Yuda yang mendengar Yunda muntah pun ikut terbangun dan menyusul Yunda kedalam kamar mandi....
"Kamu kenapa Yund, sakit?...."tanya Yuda mencoba membantu Yunda dengan mengusap lembut tengkuk leher istri nya, Yunda sedikit terkejut dengan kedatangan Yuda, Yunda segera berkumur-kumur dan mencuci wajahnya.....
"Aku ngak apa-apa kok kak, cuman masuk angin doang,...."Ujar Yunda kembali berbohong....
"Kamu yakin ngak apa-apa, wajah kamu pucat banget loh, mending hari ini kamu ngak usah kerja dulu nanti biar aku yang izin kekantor kamu...."Yuda sedikit khawatir melihat wajah Yunda yang terlihat sangat pucat, ia takut jika terjadi sesuatu pada Yunda dikantor.....
"Ngak usah kak, aku udah sering izin, lagian ini cuman masuk angin biasa kok, dulu waktu cewek juga aku gitu, nanti kalau tidur akan makin sakit, mending kakak keluar aku mau mandi...."seru Yunda mendorong suaminya agar keluar dari kamar mandi, sejujurnya dia masih ingin muntah tapi ditahan karna tidak ingin Yuda curiga, Yunda belum ingin memberitahu tentang kehamilan nya pada Yuda sebelum dia memastikan sendiri jika Yuda benar-benar ingin menjalin hubungan serius dengan nya.....
Setelah mandi, Yunda pun keluar dari kamar mandi, dia sangat terkejut kala membuka pintu dan melihat Yuda sedang menunggu didepan pintu, menatap nya dengan pandangan tajam seolah ingin menerkamnya saat itu juga....
"Ada apa sih kak kok liatin nya gitu amat...."tanya Yunda yang risih dengan tatapan Yuda terhadap nya....
"Apa kamu benar-benar tidak apa-apa, aku mendengar kamu muntah lagi...."Yunda menggeleng pelan kemudian berlalu menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian kerja nya, sementara Yuda hanya diam saja memperhatikan setiap gerakan Yuda, Yunda tentu merasa aneh dengan sikap Yunda, tapi dia hanya diam tidak ingin memaksa Yunda untuk bercerita.....
Yunda menarik napas lega kala melihat Yuda telah masuk kedalam kamar mandi, entah mengapa rasanya Yunda sangat takut jika Yuda tau dia sedang hamil, sementara mereka belum memiliki perasaan satu sama lain, Yunda tak menyangka jika makan kelabu itu akan membawa nya masuk kedalam dunia yang baru, dunia yang akan menjadikan nya sebagai seorang ibu.....
Sementara didalam kamar mandi, Yuda yang selalu melakukan perawatan khusus wajah, harus mendesah kesal saat mengetahui sabun perawatan wajah nya telah habis, ia melempar botol sabun itu ketempat sampah yang disediakan didalam kamar mandi...
Tapi karna Lemparan Yuda sedikit keras membuat tempat sampah itu tumpah dan alhasil membuat Yuda semakin kesal, Yuda pun mencoba memasukkan beberapa sampah kedalam tempat sampah, tapi seketika mata nya tak sengaja menangkap sesuatu benda kecil dan panjang, Yuda melihat nya dan terkejut melihat benda kecil itu Yuda mengambil nya dan melihat nya baik-baik, diusia Yuda yang terbilang tak lagi ABG, Yuda tau betul dan mengerti benda itu dan fungsinya untuk apa.....
Yuda keluar dari kamar mandi dan langsung mencari keberadaan Yunda yang pergi entah kemana,.....
Dan saat bersamaan, pintu kamar terbuka, terlihat Yunda baru saja masuk, dengan langkah cepat Yuda menghampiri Yunda yang baru saja menutup pintu kamar, Yuda menyodorkan benda kecil itu tepat didepan wajah Yunda yang membuat wanita itu terkejut dan langsung menoleh kearah sang suami,.....