Terima kasih tuan, kau baik dan tampan.
Maukah kau menikahi ku??? tolong nikahi aku.
Pleaseeeee.
aku akan baik dan menurut padamu kelak" ucap Sandra dengan wajah memohon, lalu tiba-tiba Sandra menangis , ia memeluk pria itu erat,
di khianati oleh orang yang paling ia cintai membuat Sandra gelap mata dan meminta seseorang yang ia temui secara tak sengaja untuk menikahinya
Rasa sakit hati dan balas dendam membuatnya nekad menikah tanpa cinta.
Akankah Sandra menemukan kebahagiaanya diatas pernikahan palsunya??? ataukah ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meluluhkan Fadly
Fadly membeku, ia merasa di tampar kenyataan ,
Fadly membaca kertas di depannya, ia jatuh terduduk.
surat wasiat itu memang mencoret nama Sarah dan Anya.
hanya Fadly yang memperoleh harta berupa rumah tua, dan akan memperoleh uang gaji sebesar sepuluh juta tiap bulannya, selain itu semuanya milik Sandra, dari kediaman keluarga Haris, Beberapa Vila, kebun teh, kebun kelapa sawit, perusahaan, dan beberapa aset lainya, termasuk perhiasan milik Ajeng.
Fadly sangat shock.
ia menatap getir anak dan istrinya.
Fadly meremas rambutnya frustasi lalu berlalu pergi
Pa ..
papa mau kemanaaa????"tanya Sarah masih menangis
"Biarkan papamu.
untung kau datang. jika tidak???
ah anak sialan itu cepat sekali tahu" gerutu Anya
"Aku dengar Sandra mengacau, lalu aku lihat papa keluar dari kantor, aku hanya kepikiran mama"ucap Sarah merasa sedih melihat kondisi mamanya.
ia lalu mengobati luka di kening Anya.
"Kau memang putriku, sudah hapus air matamu
papa Mus udah tak ada" ucap Anya tersenyum lebar
"Ah sial, untung aku selalu siap bawa obat tetes"gumam Sarah
"Dengar Sarah, papamu belum berada di pihak kita, mama khawatir dia akan goyah dan tak perduli padamu.
Hanya kau harapan mama untuk menaklukan papamu itu, luluhkan hati papamu.
Dia sangat menyayangimu, mama yakin kau bisa"
"Ma luka di keningmu???"
"panggil Bu Mery, dia saja yang mengobati luka di kening mama.
sedari tadi kau hanya menekankan , sakit tahu" gerutu Anya membuat Sarah nyengir.
Sarah memang tak punya pengalaman apapun dalam merawat luka.
"Ma, apa menurut mama papa akan mengembalikan semuanya pada Sandra????"
"Dasar bodoh.
papamu itu pria berhati lembut
jika saja mama tidak selalu mendoktrin dia, sudah pasti papamu akan menyayangi Sandra.
kau selalu membuat mama kesulitan
Sandra si anak sialan itu selalu menjadi nomor satu dalam hal apapun, dari pendidikan, prestasi dan kecantikan.
Dan kau kerjaan mu hanya pacaran enggak jelas.
Kuliah saja terbengkalai, kalau bukan mama yang bertindak, apa kau bisa mendapat ijazah mu????
Sarah, mulai sekarang tunjukkan prestasimu.
mama akan bantu kau dari belakang.
Jika kau tak bisa mengambil hati papamu, tamat riwayatmu" ucap Anya serius membuat Sarah menelan salivanya dengan sulit
Ya Sandra selalu yang terbaik dalam segala hal.
jika saja Anya tak mengusik sisi sensitif Fadly, selalu mengungkit asal usul Sandra, Fadly tentu akan menyayangi keponakanya itu,
Sandra sangat sempurna dan cemerlang.
berbeda dengan putrinya yang....
Ah Anya memijit kepalanya yang sakit
"Sarah apa ku dengar perkataan mama???
Jangan berulah, tunjukan...."
"Iya-iya Sarah tahu.
mama bawel bener sih bikin pusing kepala aja" gerutu Sarah
"Nih anak di kasih tahu ornagtua juga.
apa kau mau kita jadi gembel.
kau bekerja jadi babu???
apa kau sanggup???
Di wasiat itu bahkan kau di coret, yang artinya kita juga akan di depak dari perusahaan.
kalau kau tak bekerja di perusahaan keluarga Harus, kau pikir perusahaan mana yang mau menerimamu???"
"Mama.....
ah sial kau benar ma" ucap Sarah kesal juga setuju.
"Sudah cepat panggil Bu Mery untuk mengobati mama, juga panggil pelayan berisikan lantai itu" ucap Anya merasa kepalanya berdenyut.
"Siap bos"
"Sarah, bagaimana kondisi bayimu????
Mama belum membuat perhitungan denganmu ya" Sarah membeku.
wajahnya pucat pasi.
"Apa kau pikir mama bodoh hah???
mama tahu sepak terjang mu.
kau...
mama harap jaga tingkah lakumu.
sebentar lagi kau akan menjadi nyonya muda keluarga Winata.
setidaknya anak itu bisa menyelamatkanmu dari mama" ucap Anya menatap tajam ke arah Sarah
"Hehehe"
"Sudah sana panggil Mery pelayan.
Lama-lama mama mati muda mikirin kamu" usir Anya
Sarah lalu bergegas pergi sebelum mamanya makin mengomelinya, di kejauhan ia mengelus dadanya.
Bughh
Sarah hampir terjatuh, ia menabrak seseorang
"Apa kau tak punya mata????" bentak Sarah.
Ia melirik Mery yang sudah membawa kotak p3k
Alisnya bertaut.
Pasalnya ia belum memanggil Mery tapi kepala pelayan itu sudah datang dengan membawa kotak p3k.
"Kau...
Bagaimana??"
"Nona muda, saya permisi mengobati nyonya" ucap Mery memotong pembicaraan dan berjalan menuju tempat dimana Anya sedang duduk memegangi dahinya
"Aneh" gumam Sarah.
"Biiiii, bersihkan lantai ruang keluarga.
Ada gelas pecah" teriak Sarah.
dua orang pelayan datang tergopoh-gopoh
"Baik non"
"Sama sekalian buatkan aku juicy melon.
sekalian sama Carikan bubur ayam
aku mau makan bubur ayam" perintah Sarah membuat dua pelayan rumah itu saling lempar pandang.
Ini jam sebelas siang, dimana mereka harus mencari bubur menjelang makan siang???
"Non, anu...
bibi buatkan saja ya???
ini sudah jam makan siang, susah mencarinya"
"Ya sudah buatkan.
awas enggak enak kamu aku pecat" bentak Sarah lalu berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya
"Astaghfirullah orang hamil kok kelakuannya begitu"
"Stttt, kau mau di pecat apa???
Dia majikan kita" bisik rekannya
"Dia cuma orang numpang, majikan kita yangs sebenarnya non Sandra.
ah mikirin non Sandra hatiku nelongso" gumam pelayan itu mengelus dadanya
"Sudah, kita orang kecil.
Enggak bisa berkata apa-apa.
Semoga Gusti Allah melindungi non Sandra"
"Amiiinnnn" ucap keduanya
"Ayo kita kerja, aku buat bubur saja
kau bereskan gelas"
perintah rekannya.Kedua pelayan itu lalu berpencar mengerjakan tugas masing-masing.
Sementara di ruang keluarga
"Mery pelan dong, sakit tahu" jerit Anya.
ya Mery sengaja menekan luka di kening Anya.
ia geregetan sekali dengan manusia di depannya itu.
Jika saja Mery tak takut dosa, sudah dia racuni Anya.
"Kamu mau ngobatin saya apa mau bunuh saya sih??" protes Anya lagi
"Nyonya, kalau enggak di berisikan dulu kalau infeksi bagaimana???
ini wajah loh nyah.
Masa iya wajah cantik begini keningnya korengan"
"Jangan nakut-nakutin saya kamu mer.
ya udah cepet bersihkan
Fadly sialan,. dia akan membayar rasa sakit ini" cap Anya lirih
Mery berusaha menahan kekesalannya.
Ya Ia mencuri dengar pembicaraan ketiga manusia tak punya akhlak itu.
sekalipun Fadly sedikit berbeda dengan istri dan anaknya, tapi dia pria lemah.
Pria yng bahkan menentukan jalan hidupnya saja tak bisa, buat apa jadi pria.
"Nyah, siang ini saya izin keluar ya nyah"
"Mau kemana kamu??" tanya Anya menyelidik
"Ya kali nyah kerja terus sekali-kali healing" ucap Mery membuat Anya melotot lalu sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak
"Ya ampun baby juga mau healing??
ya sudah pergilah.
sekali-kali nikmatin dunia luar biar enggak cepet tua" ucap Anya masih cekikikan.
Mery sengaja menekan kuat luka di dahi Anya.
babu, babu
kalau enggak ada babu apa Anya bisa makan??
"status kamu mungkin rendah di matamu, tapi kami lebih terhormat dari kamu wanita iblis" gerutu Mery dalam hati
"Meryyyyy kau beneran punya dendam sama saya????"
"Maaf nyaaaaah"