Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Tetangga wanita
Sebelum subuh, Athar dan Mina sudah dalam perjalanan menuju mesjid. Mina tampak berjalan di belakang Athar. Ia merasa tertekan karena selalu di paksa untuk mengikuti Athar ke mesjid.
"Ustad!" panggil seorang tetangga wanita bernama Julia. Ia tampak rapih dengan mukenanya.
Athar menghentikan langkahnya. Menoleh ke arah Julia. "Iya ada apa.."
"Hehe..cuma mau barengan, saya juga mau ke mesjid," ucap Julia cengar-cengir.
Mina terheran menatap tetangganya itu, tak biasanya Julia sholat di mesjid. "Tumben bangat ni tetangga baru mau ke mesjid," batin Mina.
Mina ternganga melihat Julia berjalan sejajar dengan Athar, sedangkan Mina sendiri berjalan di belakang.
"Ustad..saya tuh mau hijrah, mau jadi lebih baik gitu," kata Julia mendekatkan langkahnya ke Athar.
"Oh..iya Alhamdulillah kalo gitu," ucap Athar sambil menjauhkan dirinya dari Julia. Sesekali Athar menoleh ke belakang, menatap Mina yang tampak cuek.
Athar ingin mengisyaratkan Mina agar berjalan di samping dirinya. Namun Mina tampak tidak perduli.
"Saya tuh pengen jadi wanita yang Sholehah, kali aja dapat suami yang ganteng kayak ustad," lanjut Julia.
"Mohon maaf, saya hanya ingin meluruskan, kalau mau berubah itu coba niatnya karena Allah bukan karena yang lainnya,luruskan dulu niatnya ya, insyaallah Allah maha pengampun, tak perduli seberapa buruk hambanya, jika masih mau bertaubat maka insyaallah jika benar cara taubatnya, maka akan di terima oleh Allah," jelas Athar panjang lebar.
"Subhanallah..ustad keren bangat deh," Julia malah memuji Athar yang tampak berkharisma.
"Kalau lihat yang baik baik itu ucapnya bukan subhanallah, tapi Maasyaa Allah," Mina tampak geram melihat sikap centil tetangganya itu. Rasanya ia tak ingin mendengar lagi.
Mina yang tadinya berjalan di belakang, kini mempercepat langkahnya, ia menerobos Athar dan Julia, dan buru-buru berjalan lebih cepat ke mesjid.
Azan subuh berkumandang,
Athar seperti biasa menjadi imam di mesjid. Sedangkan Mina, hari ini dan seterusnya ia harus sholat subuh di mesjid selama ada Tante Nurul di rumah. Ia selalu di paksa untuk mengikuti Athar ke mesjid.
Assalamualaikum warahmatullah..
Assalamualaikum warahmatullah..
Suara dari mesjid yang menandakan telah usai sholat subuh.
Sepulangnya, Athar tampak tersenyum lucu melihat tingkah Mina yang amat random. Mina tak sadar bahwa Athar ternyata mengawasi dirinya.
Mina baru saja keluar dari mesjid, melihat sendal Jepit Julia membuat otaknya berkerja dengan baik. Ia lalu menendang sendal Julia hingga melayang ke semak-semak.
Sambil tersenyum sendiri ia bergegas pulang. Athar yang melihat itu langsung mengambil kembali sendal Julia dan menempatkannya di posisi semula.
Setelah itu Athar mengikuti langkah Mina yang berjalan menuju rumah.
"Ehem...seneng bangat kayaknya, ada apa nih," sapa Athar mengejutkan Mina.
Mina menoleh ke belakang, ada Athar yang mengikuti langkahnya.
"Senang apanya sih, aku biasa aja,"
"Yakin?? tadi kayaknya kamu habis lakuin sesuatu,"
"Apaan sih, nggak ada,aku nggak ngapa-ngapain,"
"Sendal jepit pink mendarat di semak semak, aku heran kok bisa ya sendal melayang sendiri seperti itu," ucap Athar seolah menyindir halus.
Mina terkejut bercampur malu mendengar ucapan Athar. Ia tertangkap basah menjahili tetangga.
"Aku nggak ngerti maksud kamu apa," Mina mempercepat langkahnya.
"Kalau cemburu nggak usah segitunya kali Mina, kan aku tadi udah kasih kode biar kamu jalan di samping aku,"
"Ih nggak usah mimpi kamu! nggak ada cemburu cemburu, kamu yang salah persepsi," gerutu Mina dan buru-buru masuk ke dalam rumah.
...**...
Pagi ini Mina dan Athar sarapan bersama Tante Nurul. ketiganya tampak harmonis bercanda di pagi hari.
"Pagi Tante.." sapa Athar.
"Pagi..ayok sarapan, kamu mau kerja kan,"
"Iya tan,"
Mina tampak asyik makan.
"Kalau kamu mau kemana hari ini," tanya Tante pada Mina.
"Oh aku mau ke panti Tan,"
"Beneran ke panti kan,"
"Iya Tante ..ih Tante kok jadi nggak percayaan gitu sih sama Mina," gerutu Mina tampak kesal.
"Nggak..Tante cuma mau memastikan aja,"
...***...
Athar dan Mina tengah dalam perjalanan menuju panti Asuhan. Seperti biasanya Athar harus mengantar Mina terlebih dahulu ke panti sebelum berangkat ke kantor.
"Aku lihat kamu sama Tante Nurul nggak sekompak dulu lagi, setau aku pas SMA dulu kamu malah lebih dekat sama Tante Nurul," Athar membuka pembicaraan.
"Kamu nggak perlu tau apa apa,"
"HM..ya udah deh nggak pa pa kalau kamu nggak mau cerita,"
"Aku ingetin sama kamu ya, jangan merasa menang karena kamu selalu di belain Tante ku," tegas Mina memperingati Athar.
"Apanya yang menang sih Mina, ini bukan lomba,"
"Sok polos lagi, semuanya tuh gara gara kamu makanya aku sering diomelin sama Tante. Kamu emang paling pinter kelihatan alim di depan orang orang, padahal mah cuma modal ganteng doang," gerutu Mina memaparkan kekesalannya.
"Akhirnya kamu sadar juga kalau aku ganteng,"
"Maksud aku bukan ganteng tapi sok ganteng!"
Sampailah di panti Asuhan.
"Salim dulu!" suruh Athar.
"Tuh Salim sama kang ojek," cetus Mina dan buru-buru masuk ke dalam panti asuhan.
Namun Athar masih bisa-bisanya tersenyum menebalkan kesabarannya menghadapi Mina.
Baru saja Mina tiba di panti, ternyata sudah ada Bagas di sana. Teman SMA Mina yang dulu selalu menyelamatkan dirinya ketika Athar mengganggu dirinya.
"Assalamualaikum.. Mina, tumben kamu ke sini," sapa Bagas sembari menatap Mina.
"Waalaikumussalam, iya Bagas, akhir akhir ini aku emang ke sini tiap hari," tutur Mina.
Agar lebih nyaman mengobrol,Mina dan Bagas duduk di ayunan bawah pohon ceri di taman.
"Awalnya aku terkejut pas tau kalau kamu menikah dengan Athar, rasanya kayak habis mimpi aja, aku teringat gimana kalian pas SMA dulu," Bagas memulai pembicaraan.
"Ya begitulah..kamu sendiri udah nikah?" tanya Mina.
"Belum," Bagas tersenyum
"Kenapa belum, apa Belum ada yang cocok?"
"Ada yang cocok tapi.. takdir tidak menyatukan kami,"
"Yang sabar ya Bagas, semoga kamu bisa segera dapat jodoh yang lebih baik," ucap Mina menyemangati Bagas, ia tak tau bahwa yang dimaksud Bagas adalah Mina sendiri.
"Amin.."
"Kalau boleh tau, wanita yang kamu maksud siapa?" tanya Mina yang penasaran.
"Aku udah lama suka sama gadis ini dari SMA, dia teman dekat ku, namun dulu dia pergi tanpa kabar, dan sekarang kami bertemu lagi, tapi ternyata aku terlambat, dia sudah menjadi istri orang lain," jelas Bagas.
Secara tidak langsung orang yang dimaksud Bagas merujuk pada Mina.
Mina tau betul bahwa Bagas tak memiliki teman wanita selain dirinya. Mina curiga bahwa gadis yang di ceritakan adalah dirinya sendiri. Namun ia pura-pura tidak mengerti.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..