Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!
Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.
Apa yang terjadi dengan wanita itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22. Ingatan kelam
Ryuga menurunkan CD hitam milik Elena, dia melepaskan sisa kain terakhir di tubuh Elena yang kini polos tanpa sehelai pun benang yang tersisa. Ryuga meninggalkan jejak-jejak cinta miliknya di tubuh Elena, beberapa kali dia menggigit kulit putih itu hingga meninggalkan bekas deretan rapi dari giginya.
Elena masih meronta, tapi dia menikmati semua yang dilakukan oleh Ryuga. Mungkin karena itu adalah pertama kalinya Elena menikmati sentuhan dari laki-laki, sebab Elena tidak dapat mengingat kejadian di malam pesta yang membuat dirinya kehilangan mahkotanya, dia bahkan tidak tau siapa yang sudah membuat dirinya hamil.
Ryuga masih bermain di atas tubuh Elena, sesekali dia menyentuh bagian bawah wanita itu, membuat Elena menggelinjang dan mendes*h panjang. Melihat wanita itu sudah menjinak, Ryuga berdiri, dia melepas sendiri semua pakaian yang dia kenakan.
Elena menoleh ke bawah, matanya langsung membelalak. Terkejut dan ngeri ketika melihat sebuah benda besar yang bergantung di tubuh Ryuga. Benda tumpul yang berdiri tegak serta menunjuk ke arah Elena.
Ryuga kembali menindih tubuh kecil Elena, membuat benda tumpul menusuk di bagian perut wanita yang berada di bawahnya.
Elena merasa aneh, rasanya dia pernah merasakan sentuhan yang mirip dan tidak asing. Tapi tidak ada ingatan yang jelas, hanya bayang-bayang dan potongan kenangan yang hilang dan timbul.
"Elena! Sekarang, kamu akan menjadi milikku, hanya milik Ryuga."
Ryuga memasukkan benda tumpul miliknya ke dalam tubuh Elena, wanita itu merintih kesakitan, membuat Ryuga berhenti sesaat.
"Sakit?" tanya Ryuga sambil menatap wajah Elena yang hampir menangis.
Elena mengangguk pelan, air mata mengalir dari kedua sudut matanya. Ryuga mencium laku menjil*t air mata Elena, ciumannya lalu turun ke pipi dan bibir Elena. Turun dan turun lagi hingga mencapai bukit kembar yang menantang mata Ryuga.
Jari dan bibir Ryuga segera bermain sepuasnya, dia merem*s, mengul*m dan menghis*p sesuatu di puncak bukitnya. Membuat Elena berulang kali memejamkan mata sambil meliuk ke segala arah.
Ryuga turun lagi, kali ini dia bermain di bawah perut Elena. Suara desah*n kembali terdengar, membuat Ryuga tidak bisa menahan lagi hasratnya yang sudah melambung tinggi.
Rudalnya kembali di luncurkan, kali ini lebih cepat dan lebih dalam. Elena berteriak kesakitan, namun itu tak menghentikan gerakan Ryuga yang berulang-ulang.
"Kenapa masih sempit dan seketat ini? Bukankah dia sudah memiliki suami dan juga seorang anak?" benak Ryuga.
"Aaaaghhhh!!!" suara rintihan Elena kini berubah menjadi suara desah*n panjang.
Ryuga masih sibuk memompa tubuh Elena, sementara wanita itu tiba-tiba saja menangis tanpa bersuara.
"Malam itu, seseorang melakukan hal yang sama terhadapku. Laki-laki yang telah mengambil semua kehormatanku sebagai seorang wanita. Siapa? Siapa sebenarnya laki-laki bajingan itu?" benak Elena.
Ryuga hampir mencapai puncaknya, dia mempercepat gerakan maju mundur ke tubuh Elena, hingga akhirnya junior milik Ryuga menanam benih di dalam rahim Elena.
Setelah puas melampiaskan hasratnya, Ryuga menatap wajah Elena.
"Len, kamu kenapa nangis?" tanya Ryuga yang segera duduk di samping tubuh Elena.
Ryuga menghapus air mata di wajah Elena, "Kenapa? Sakit yah?" tanyanya lagi dengan perasaan yang merasa bersalah.
Elena menggelengkan kepala, "Nggak, aku hanya teringat malam di pesta itu." jawab Elena yang kembali menangis sedih.
Ryuga mengangkat tubuh Elena ke posisi duduk, dia memeluk Elena sembari mengelus belakang kepalanya.
"Siapa? Siapa sebenarnya laki-laki bajingan itu? Kenapa dia melakukan ini kepadaku? Apa salahku?" tanya Elena sambil menangis dan memukuli tubuh Ryuga.
^^^BERSAMBUNG...^^^
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗