Zayn Adzriel, pria berumur 30 tahun yang sulit jatuh cinta karena pernah mengalami gagal percintaan sebab kurang gerak cepat mengungkapkan isi hati ke gadis pujaan. Hingga membuat Zayn akhirnya memilih menjomblo selama bertahun-tahun lamanya.
Hingga pertemuannya tak diduga dengan Lusy Fernandez, membuat cinta tumbuh di hati Zayn.
Namun, ada masa lalu yang membuat Zayn ragu. Akankah Zayn memperjuangkan perasaannya? Ataukah mundur saat tahu Lusy seorang singel Mom?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benar tertarik
Zayn masih terlihat mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, saat Kenzo menghampiri dirinya setelah meletakkan barang bawaan pemuda itu ke dapur. Zayn melihat Kenzo yang menatapnya curiga, hingga kemudian mencoba bersikap biasa agar Kenzo tidak bertanya. Namun, ternyata terlambat karena temannya itu sudah menatap curiga dengan sikap Zayn yang terlihat aneh.
“Nyari apaan kamu?” tanya Kenzo masih menatap Zayn, kemudian duduk di sofa yang berhadapan dengan temannya itu.
Zayn cukup terkejut mendengar pertanyaan Kenzo, lantas berdeham dan membetulkan posisi duduk sambil menatap Kenzo.
“Tidak nyari apa-apa,” jawab Zayn, “hanya menilai, setelah menikah ternyata tatanan ruanganmu masih sama seperti dulu,” kilah Zayn kemudian. Kedua bola mata berwarna kecoklatan itu sedikit melirik ke kiri dan kanan menghindari tatapan Kenzo.
Kenzo menyipitkan mata seolah tak percaya dengan jawaban Zayn, tapi kemudian mengabaikan karena Joya datang membawa minuman dan makanan yang dibawa Zayn.
“Minumlah,” kata Joya sambil menyajikan kopi di atas meja untuk Zayn dan Kenzo, serta menurunkan makanan yang tersaji di piring.
“Terima … kasih.” Zayn berucap sedikit terputus karena melihat tanda merah di leher Joya. Hingga mengatupkan bibir dan berpura-pura tak melihat.
Joya merasa sedikit aneh dengan sikap Zayn, hingga secara impulsif menutup leher dengan satu tangan, takut dan sedikit malu jika Zayn melihat tanda merah yang ditinggalkan suaminya, lantas berjalan dan duduk di sebelah Kenzo.
Zayn sendiri mengambil cangkir berisi kopi, kemudian menyesap perlahan.
“Tumbenan kamu datang ke apartemen, apa ada masalah penting?” tanya Kenzo saat melihat Zayn minum.
“Tidak juga, hanya ingin main,” jawab Zayn setelah minum. “Oh ya, aku tidak melihat Cheryl?” tanya Zayn kemudian, mencoba mencari informasi melalui Cheryl karena tak mungkin juga baginya langsung bertanya soal Lusy.
Zayn kembali menyesap kopi buatan Joya, sambil menunggu jawaban dari Kenzo maupun Joya.
“Oh … Cheryl dibawa ibunya balik ke Paris,” jawab Joya karena Kenzo juga sedang minum.
Zayn sangat terkejut, membuat kopi yang baru saja mau masuk ke kerongkongan langsung kembali keluar, menyembur hingga Joya dan Kenzo terkejut. Saat mendengar hal itu, ada rasa tak rela yang menggelayuti hati. Entah kenapa Zayn juga begitu kecewa mengetahui jika Lusy kembali ke Paris secepat itu. Wajahnya berubah murung, tatapannya seolah memiliki banyak pertanyaan.
Joya penasaran dengan yang terjadi karena Zayn bersikap berlebih, hingga kemudian bertanya ke sang suami. Kenzo hendak menjelaskan, tapi Zayn mencoba untuk mencegah, tapi hal itu malah membuat Kenzo semakin bersemangat bercerita dan menggoda temannya.
“Sejak awal di bandara, aku melihat Zayn memperhatikan Lusy. Saat aku mengantarnya pulang, dia juga tanya banyak hal tentang Lusy, aku curiga jika dia sebenarnya tertarik pada Lusy.” Kenzo bicara dengan cepat agar Zayn tidak bisa menyela atau memotong ucapannya.
Zayn sangat terkejut Kenzo sudah curiga sampai ke sana. Ia terlihat kebingungan saat melihat ekspresi wajah Joya.
Joya sama terkejutnya, tapi tentu saja beda ekspresi. Ia menoleh Zayn, seolah tak percaya jika pemuda itu benar-benar tertarik dengan Lusy.
“Apa itu benar?” tanya Joya menatap Zayn.
Zayn langsung mengangkat satu tangan ke depan, lantas membuat gerakan jika menolak apa yang dikatakan Kenzo.
“Jangan percaya pada suamimu, dia bohong!” sangkal Zayn. Wajahnya memerah menahan malu.
Joya kini menoleh Kenzo, tentu saja sebenarnya percaya pada sang suami daripada Zayn.
“Aku bicara jujur, Joy. Dia tidak pernah membahas atau bertanya soal wanita sama sekali, aku sudah curiga sejak dia menatap Lusy dan bertanya banyak hal tentangnya.” Seolah tahu akan arti tatapan Joya yang meminta penjelasan, Kenzo menjelaskan dengan cepat saat Joya menatapnya.
Zayn semakin kebingungan karena Kenzo memberitahu hal itu pada Joya. Ia melotot dan dalam hatinya mengumpat karena kesal.
“Kamu beneran tertarik dengan Lusy?” tanya Joya pada Zayn.
Zayn terkejut dengan pertanyaan Joya, sampai gugup karena bingung harus menjawab apa. Ia mengusap tengkuk, menunjukkan jika sedang gelisah.
“Itu hanya perasaan Kenzo saja,” jawab Zayn kemudian, menatap Joya dan Kenzo bergantian. “Terkadang penasaran dengan seseorang itu ‘kan wajar, apalagi dia itu ibunya Cheryl, bayi yang kalian rawat,” kilah Zayn sekenanya.
Joya menaikkan kedua sudut alis mendengar ucapan Zayn, antara percaya atau tidak dengan pengakuan pemuda itu. Hingga Joya menangkap satu sikap dan gerakan yang berbeda, perilaku sama saat Zayn menyukainya tapi tak mau mengakui.
“Oh … tidak apa-apa penasaran,” ucap Joya pada akhirnya. “Aku ingat dulu ada pemuda sama sepertimu, dia diam-diam mencari tahu informasi tentang seorang gadis, mencari tahu apa kesukaannya, lalu apa yang sedang dikerjakan, sebelum kemudian mendekati dengan alasan butuh, kebetulan sekali gadis itu juga sedang butuh bantuan,” ujar Joya panjang lebar.
Zayn menelan ludah susah payah, sepertinya berbohong pada Joya takkan berhasil.
Kenzo mengerutkan alis, tak paham dengan yang diceritakan oleh istrinya.
“Memangnya siapa? Temanmu?” tanya Kenzo pada Joya.
Joya melirik Zayn yang tampak tertunduk dengan masih mengusap tengkuk, sebelum kemudian menatap suaminya yang menunggu jawaban darinya. Ia lantas menunjuk Zayn dengan dagu, memberitahu kalau pemuda itu adalah Zayn yang berarti gadis itu Joya.
Kenzo langsung bisa menangkap isyarat dari Joya, sedikit kesal juga karena Zayn dulu mendekati istrinya dengan cara seperti itu, tapi tetap merasa lega karena sekarang dirinya yang mendapatkan Joya.
“Misal kamu memang tertarik, itu juga hak kamu. Mungkin sebagai teman, kita bisa bantu kasih saran. Benar nggak, Ken?” Joya bicara tapi juga seperti memancing reaksi Zayn.
“Benar, bagaimanapun teman adalah tim pendukung hal positif,” timpal Kenzo seolah mendukung apa yang akan dilakukan Joya.
“Memangnya kalian bisa kasih saran apa?” tanya Zayn yang terpancing ucapan Joya.
Zayn akhirnya jujur jika memang memiliki ketertarikan dengan Lusy, tapi dirinya juga masih bimbang apakah itu cinta atau ketertarikan semata. Dia sendiri tidak ingin langsung menyimpulkan karena takut jika kecewa. Zayn adalah pemuda yang sangat pilih-pilih dalam pasangan dan tidak mudah suka dengan wanita, hingga inilah yang membuatnya ragu dengan perasaannya sekarang.
**
Setelah berbincang lama dengan Kenzo dan Joya serta mendapatkan jawaban yang ingin didengar, Zayn pun pamit untuk kembali ke perusahaan dan kini berada di mobil yang melaju di jalanan.
“Apa sebenarnya aku bimbang karena masa lalunya? Apa benar seperti itu?” Zayn bertanya-tanya sambil fokus mengemudikan mobil.
Zayn mulai memikirkan ketertarikannya kepada Lusy, saat pertama melihat dan bertemu, Zayn memang sangat ingin mengetahui tentang Lusy. Namun, saat mengetahui jika Lusy memiliki anak, belum lagi mendengar cerita dari Kenzo, sejak itu Zayn merasa begitu bimbang. Dari sini dia bisa menyimpulkan, keraguannya muncul karena mengetahui masa lalu Lusy.
“Apa aku tidak bisa menerima masa lalunya?”
tapi belum tentu juga sih itu penyebabny, tinggal nunggu hasilnya dulu berarti 🏃🏃
yang sabar, mungkin ga semudah itu
kali aja bisa sekalian jodohnya zahra hahahah
bodyguard++(++nya itu maksutnya suami) hihihihi
nah, bagus sih kalau Zahra masih mau model dikasih bodyguard.
tapi semoga aga Zahra ga khilaf pergi ke club lagi mentang² udah ada bodyguard, karna kan kita ga tau orang² yang iri dengan kita bakalan berbuat apa
🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀
my bodyguard my lovely