"Di tinggal pas lagi sayang-sayange."
Mungkin, istilah kata itu sangat tepat untuk seorang gadis bernama Faiz. Menjalin hubungan sejak dirinya masih duduk di bangku kelas SD. Hingga saat selesai masa putih Abu-Abu. Di berikan janji dan impian setinggi langit, namun pada akhirnya di tinggalkan begitu saja oleh sang kekasih.
Perjuangan dan pengorbanan dia lakukan untuk merebut kembali kekasihnya dari tangan para pelakor. Mampukah Faiz mengembalikan sang kekasih ke dalam pelukan nya?
Ataukah, Faiz malah menemukan laki-laki lain yang bisa membuatnya untuk. Move on dari cinta pertama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback
...~Happy Reading~...
...Flashback on!...
Fayya langsung berteriak kencang ketika melihat Faiz tak sadarkan diri. Ia sedikit menarik tubuh Faiz ke tempat tidur, lalu setelah nya ia berlari keluar kamar dan meminta bantuan kakak nya agar membantu nya mengantarkan Faiz kembali ke apartemen.
Edward pun tanpa rasa curiga, di tengah kepanikan nya segera mengangkat tubuh Faiz ala bridal dan membawa nya ke dalam mobil.
“Kak, Fayya mau ikut hiks hiks. Fayya mau nemenin kak Faiz,” kata Fayya menghapus air mata nya, karena tak tega, dan tanpa curiga, Edward mengiyakan.
“Bagaimana bisa dia pingsan?” tanya Edward di tengah fokus nya menyetir.
“Gak tahu, tadi kak Faiz nangis nangis abis curhat sama Fayya. Dia bilang benci banget sama kakak. Kakak kenapa jahat banget sih jadi cowok, kenapa kakak tega nyakitin kak Faiz. Fayya gak tahu, apa yang sudah kakak lakuin yang jelas, Fayya gak mau sampai kehilangan kakak ipar kaya kak Faiz!” ucap Fayya sedikit terisak di bangku belakang sambil memeluk kepala Faiz.
Edward hanya diam dan mendengarkan semua ucapan dan umpatan Fayya yang menirukan pembicaraan Faiz beberapa saat yang lalu. Rasa bersalah di hati Edward semakin mencuat, dan semain sulit untuk melepaskan Faiz. Singkat cerita, setelah sampai di apartemen milik faiz, Edward dan Fayya segera membawa Faiz masuk dan menidurkan nya ke kamar.
Mengapa Faiz tidak di biarkan tidur atau menginap di rumah Edward saja, karena Faiz sudah tidak mau lagi berada di sana. Maka dari itu, Fayya menghargainya dan memaksa agar Edward mengantarkan nya ke Apartemen.
‘Kakak, maafin Fayy,’ gumam Fayya dalam hati ketika melihat Edward dengan perlahan membaringkan tubuh Faiz di atas tempat tidur.
Ia menarik nafas nya cukup dalam, sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan kepada Faiz. Dan benar saja, rencana nya berhasil. Tubuh Edward langsung terkapar tepat berada di atas tubuh Faiz.
‘Ini demi kebaikan kalian berdua. Fayya gak mau kehilangan orang yang Fayya sayang lagi,”gumam gadis itu lagi, lalu ia segera mengatur rencana nya.
Fayya sengaja menyuntikkan sebuah cairan obat tidur dengan dosis cukup tinggi kepada Faiz dan Edward sehingga keduanya sama sama tidak sadarkan diri. Entah pandai atau licik, katakanlah bahwa dirinya adik yang kejam, namun itu semua ia lakukan karena tidak mau kehilangan kakak dan kakak ipar.
‘Semangat Fayya, kamu pasti bisa!” ucap Fayya menyemangati dirinya sendiri. Ia mulai melepaskan semua pakaian Faiz dan Edward satu persatu.
Tidak sampai polos, hanya saja hampir. Fayya masih menyisakan celana pendek dan tank top mini untuk Faiz. Sementara untuk kakak tercintanya, ia terpaksa harus membuka seluruh baju dan celana panjang nya, hingga kini Edward hanya memakai celana kolor berwarna putih dan kuning.
‘Aku gak tau mau kasihan atau mau tertawa. Ya Tuhan, semoga engkau memaafkan ku karena sudah berbuat sebaik ini, tapi ppfftt.”
Fayya sudah tidak bisa menahan tawa nya ketika ia melihat motif celana kolor pendek di atas lutut yang di kenakan sang kakak. Celana pendek kolor dengan warna putih dan gambar binatang unggas kecil berwarna kuning.
‘Tampang doang Cassanova, tapi daleman aja bebek! Hadeuh, sumpah kamu itu malu maluin aja sih kak! Dan semoga kak Faiz gak kaget lihat bebek itu.”
‘Otak ku bener bener udah konslet,’ gumam Fayya lagi terkekeh. Setelah itu, ia pun kembali fokus dan mengatur posisi keduanya agar terlihat begitu mesra.
Tak lupa, Fayya juga memberikan tetesan air pada dahi dan wajah keduanya agar terlihat seperti keringat, sangat pandai dan teliti bukan?
‘Perfect!’ kata Fayya lalu mulai mencari angle yang bagus untuk memfoto nya. Setelah mendapatkan apa yang dia mau, ia pun segera mengambil ponsel nya yang satu lagi dan mengirimkan foto Faiz dan Edward kepada orang tuanya. Leon, Bastian dan juga Nisa.
Saat itu, Leon sedang berada di Indonesia. Sementara Bastian dan Nisa kebetulan sedang berada di Jerman, jadi mereka langsung datang ketika membuka pesan dari nomor yang tidak di kenalnya.
...Flashback off....
kurang pinter ngeboongnya 😂😂😂
gitu ko bangga anda ya 😅🤣🤣🤣