NovelToon NovelToon
Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Duda / Tamat
Popularitas:19.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Season 1: Bara x Retha

Jalinan cinta antara dua orang yang saling menguntungkan antara seorang duda dengan seorang guru yayasan yang memiliki pekerjaan sampingan. Bara membutuhkan wanita untuk mengobati kesepiannya dan Retha membutuhkan uang untuk melunasi hutang ayahnya.

Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka dan lika-likunya menghadapi dunia? Akankah keduanya akan bersatu?


Season 2: Hendry x Citra

Cinta masa SMA yang dipertemukan kembali saat keduanya baru saja mengalami kegagalan berumah tangga. Hendry ditinggalkan istrinya karena permasalahan kesuburan. Sedangkan Citra memutuskan bercerai dari suaminya yang telah berselingkuh dan menghamili wanita lain.

Akankah mereka bisa menghadapi trauma hubungan sebelumnya? Bagaimana cara mereka bisa kembali membuka hati dan akhirnya hidup bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asisten Pribadi

Kehadiran Bara di kantor menyita perhatian setiap karyawan yang berpapasan dengannya. CEO yang terkenal dingin kepada siapapun terutama wanita, hari ini datang bersama seorang wanita yang mendorong kursi rodanya. Saking dinginnya kepada wanita, bahkan sempat ada rumor yang mengatakan bahwa Bara telah berubah haluan sebagai penyuka sesama jenis. Apalagi ia hanya bisa benar-benar dekat dengan Zack yang notabene terkenal playboy akut.

Meskipun dalam kondisi sakit, karismanya sebagai seorang CEO muda tetap ada. Ia memang dikenal sebagai pekerja keras, pantang libur kerja selama masih hidup. Kedisiplinannya menular kepada para pegawai yang benar-benar mendedikasikan waktunya untuk bekerja demi perusahaan. Jangan harap Bara akan mempertahankan pegawai yang tidak kompeten dan pemalas.

"Siapa itu?"

"Aku juga tidak tahu. Mungkin sekertaris baru Pak Bara."

"Setahuku Pak Rona masih bekerja kemarin. Masa tiba-tiba diganti."

"Aku juga hanya mengira-ira. Lagipula, apa urusannya dengan kita? Yang penting kita tidak dipecat saja sudah syukur."

"Tapi, syukurlah kalau Pak Bara masih normal."

"Memangnya kenapa kalau Pak Bara normal? Beliau juga pasti tidak akan melirikmu!"

Retha terlihat risih karena diperhatikan oleh setiap orang yang ditemuinya. Ia hanya bisa menunduk sembari berpura-pura tidak tahu kalau ada banyak orang yang berbisik-bisik membicarakan tentangnya. Ternyata, berhubungan dengan orang penting tidak semudah yang ia pikirkan. Tentu saja ia akan ikut menjadi sorotan karena berada dekat dengan seseorang yang memiliki jabatan tinggi.

"Jangan menunjukkan sikap canggung di depan orang-orang. Nanti kamu akan kewalahan ditanya yang macam-macam. Bersikap biasa saja supaya mereka yakin kalau kamu adalah asisten pribadiku," tegur Bara. Ia tahu wanita itu merasa risih berada di kantor.

"Baik, Pak. Maafkan saya." Retha kembali menegakkan pandangannya. Seperti yang dikatakan Bara, ia harus meyakinkan sebagai seorang asisten pribadi.

"Selamat pagi, Pak Bara," sapa seorang lelaki paruh baya yang masih tampak bugar dengan pakaian kerjanya.

"Selamat Pagi, Pak Fahri." Bara menjawabnya dengan nada datar dan sikap yang tegas.

"Apa kondisi Anda sudah membaik? Bukankah kata dokter Anda perlu rehat selama satu dua bulan ke depan?"

Bara hanya tersenyum dengan pertanyaan Pak Fahri. Ia tahu ada sebagian orang yang sangat ingin dirinya hengkang dari proyek tersebut. Mereka berusaha mencari celah kesalahan agar bisa menggantikan posisinya sebagai pimpinan utama yang dipercaya para investor.

"Hanya kaki kanan saya yang sakit, Pak Fahri. Tangan dan otak saya dalam kondisi yang sangat sehat untuk bisa meneruskan proyek ini dengan baik. Saya jamin kondisi saya juga tidak akan menjadi halangan karena saya didampingi oleh asisten pribadi saya, Retha. Juga masih ada sekertaris kepercayaan saya, Pak Rona."

"Syukurlah kalau begitu. Saya ikut senang dengan semangat anak muda dalam berbisnis."

"Kami duluan, Pak Fahri. Sampai jumpa di ruang rapat," pamit Bara.

"Silakan, Pak Bara."

Pak Fahri menahan rasa kesalnya dengan sikap angkuh yang ditunjukkan oleh Bara. Meskipun bibirnya tersenyum, dalam hatinya ia menyimpan dendam yang mendalam terhadap pengusaha baru yang selalu terlihat menonjol. Ia ingin kembali mendapatkan tempatnya menjadi seorang pengusaha yang disegani.

Bara dan Retha masuk ke dalam lift menuju lantai teratas tempat rapat akan dilaksanakan. Lift yang mereka gunakan khusus untuk VIP sehingga Pak Fahri tidak bisa naik bersama mereka.

"Kenapa cara bicara Anda seperti itu, Pak? Saya rasa orang tadi jadi kurang suka dengan Anda." Retha cukup khawatir dengan sikap yang Bara tunjukkan kepada orang lain. Sikap ketus dan angkuh bisa membuat orang berpenyakit hati berubah menjadi pendendam. Apalagi Bara hidup di lingkungan pengusaha yang erat kaitannya dengan persaingan.

"Tidak apa-apa. Dia memang tidak menyukai posisi saya di dalam proyek ini."

"Bara!" seru Zack yang tercengang melihat kemunculan sahabatnya dari balik pintu lift. Lebih terkejut lagi melihat Retha dibawa oleh Bara ke kantor dengan berpakaian formal. Zack benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Retha tampak lebih menawan mengenakan setelan formalnya.

"Matanya jangan lupa kedip, nanti lepas!" ketus Bara yang menyadari Zack tidak henti-hentinya memandang wanita yang sedang mendorong kursi rodanya.

"Pak Bara, saya sudah menyiapkan semua berkas yang Anda minta," ucap Rona yang sedari tadi sedang berdiskusi dengan Zack di depan pintu ruang pertemuan.

"Terima kasih atas kerja kerasnya, Pak," ucap Bara.

"Bar, kenapa kamu ajak dia ke sini? Kamu mau pamer pacar baru?" sindir Zack.

"Sekarang dia asisten pribadiku. Kamu tidak boleh mengganggunya," tegas Bara.

Zack begitu heran dengan Bara. Sudah jelas-jelas dia yang pertama kali menemukan Retha. Dia juga yang mengirim Retha ke tempat iti dengan biaya puluhan juta hanya untuk Retha, bahkan bisa ratusan juta jika digabung dengan wanita pesanan lainnya. Zack yang repot mengurus Retha sampai di sana, seenaknya saja Bara meminta wanita pilihannya itu. Kalau bukan demi persahabatan, mungkin mereka akan bertengkar.

"Retha, kamu tunggu saya di luar ruang rapat saja," pinta Bara.

"Tapi ...."

"Setelah ini Zack dan Pak Rona yang akan membantuku. Rapatnya hanya sekitar satu jam, usahakan kamu sudah ada di sini jelang rapat berakhir, mengerti?"

Retha mengangguk. "Baik, Pak."

Bara memberi kode agar Retha mendekatkan wajahnya. "Jangan coba-coba dekat dengan siapapun. Kamu bekerja untukku. Awas kalau sampai ada yang menjadikanmu sebagai alat menjatuhkanku," ancamnya.

Sekali lagi Retha mengangguk.

Retha masih berdiri di pintu ruang rapat, melihat kursi roda Bara didorong oleh Pak Zack dan Pak Rona. Setelah pintu kembali tertutup, ia memilih untuk duduk di salah satu bangku yang letaknya paling ujung. Sengaja ia pilih tempat itu agar tidak banyak berpapasan dengan orang lain.

*****

"Loh! Kamu Retha?" seseorang keluar dari balik pintu emergency menenteng kain pel dan seember air.

"Damar?" ucap Retha ragu.

"Benar, aku Damar, teman SMP kamu dulu. Sudah lama, ya, kita tidak bertemu." Damar meletakkan alat kerjanya dan duduk di sebelah Retha. Bertemu dengan teman lama selalu menjadi sesuatu hal yang seru. "Apa kabar, Ta? Kayaknya sekarang kamu jadi orang yang sukses," puji Damar yang menilai Retha dari penampilannya.

Retha hanya tersenyum lebar. Kalau Damar tahu kehidupannya yang sebelumnya, ia pasti akan tertawa.

"Kamu bekerja di sini?" tanya Retha.

"Iya, aku bekerja di sini. Seperti kamu lihat, aku hanya bekerja sebagai petugas kebersihan. Beda banget kan sama kamu?" Damar sedikit minder melihat penampilan temannya. Meskipun ia juga bangga memiliki teman yang sukses.

"Kita sama kok, Damar. Mungkin hanya seragam kita yang beda," ucapnya. sebenarnya Retha berkata jujur, namun ia tak bisa mengatakan pada Damar kalau dia hanya pura-pura menjadi orang penting di sana.

1
✨️ɛ.
syaiton mana yg telah meminjam tubuh si Zack ini ya.. /Facepalm/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semoga kamu juga di balas Tuhan karena pengkhianatan mu sm suami trus menelantarkan anak plus membunuh calon bayi, udah 3 itu berati karma mu lebih banyak nanti 😜🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hmm dasar gemblung
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mbak nya ni kocak minta di bawain kaca ibu tiri nya snow white kali ya, dia ngatain orang lain pelacur karena mau sama suami nya lha dia sendiri isteri orang tp minggat ga ada kabar trus jd peliharaan laki lain 😂🤣 halah halah gaya sama omongan mu mbak mbak, sekolah dulu kata ku mendingan biar otak mu ga kosong2 bgt gitub😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 ni manusia bukannya tobat malah nambahin dosa 😮‍💨
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya bodo itu nama nya mbak, emang situ mau ngerawat anak yg bukan darah daging, bara ngelakuin itu sekali karena udah terlanjur sayang kenzo juga kalo sekali lagi ya dapet piring cantik kok masa seumur idup biayain sm ngurusin anak yg bukan dr bibit dia 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya ga salah mbak nama nya isteri minta suami, gua juga begitu tp minta mu tu ga masuk di akal kalo ratusan juta di abisin buat tas sm sepatu, emang tas mu sm sepatu mu kalo laper bisa bikin kamu kenyang 😩 kecuali duit nya suami mu sebulan unlimited ya, kalo udah di jatah sebulan 200 juta ya harusnya diatur, boleh aja beli tas perhiasan tp kan harusnya manajemen duit mu ga langsung habis bunda, bisa itu buat nabung sm makan gojek 3x sehari lebih dr cukup 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kalo ini isteri nya sih yg bermasalah trus mengkambinghitam kan mertua nya, emang dasar nya lu matre aja mbak 😌 mosok 200 juta abis seminggu, makan tambang ama belerang lu? 🤪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya juga kalo mantu nya baik pasti sedikit banyak bakal bantu ya kalo tau dr keluarga isteri emang kureng tp kok anda ndremis😩 ngasih itu berdasar kemampuan orang nya pakde kalo anda matok jumlah nama nya gatau diri 😤🤬😡
Gintania nia
Luar biasa
pdm
sek diajari sinau edis tp aku sek moco kok melu puyeng /Facepalm/
Arsina Zain
Buruk
Intan Risma Wandy
hamidun kayakne si silvi
Intan Risma Wandy
ciey cieyyyy sayang 😀😀
Fitri Zalfa
Luar biasa
Diah Anggraini
maachi ka..
ceritanya bagus
Diah Anggraini
zack
paling paling kau..
haaa
Diah Anggraini
salut sama bara yang tenang dan baik
Diah Anggraini
parah silvia..
keluar juga sifat aslinya
Diah Anggraini
haaaaa.
guut Bara..
puas dah tawain thea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!