Setelah membaca tolong tekan LIKE ya.
Diusia yang menginjak usia 25 tahun Keysha Prameswari harus dihadapkan dengan Daniel remaja baru lulus SMA yang setia mengganggunya dengan kata-kata gombal.
Berawal dari pertemuan tak sengaja mereka membuat Daniel jatuh cinta dengan Keysha pada pandangan pertama, Daniel dengan gigih berusaha meraih cinta Keysha meskipun sering di acuhkan tetapi Daniel tak pantang menyerah.
Berbeda dengan Keysha yang merasa ragu karena perbedaan usia mereka.
Yuk ikuti perjuangan Daniel dalam meluluhkan hati Keysha dan keluarga nya.
"Mbak I Love You,"
Yuk kepoin cerita mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penculikan
Siang pun datang.....
"Key ayo kita ke ke resto di sebelah, ada menu bebek terkenal enak dengan sambal pedasnya. Emmm ngebayangin aja bikin ngiler Key," Ajak Rea pada Keysha.
"Ish kamu tuh dasar bebek lovers, pasti kamu lagi bayangin makan bebek ya," cibir Keysha melihat muka sahabatnya itu.
"Kamu ngerti aja Key," ucap Rea malu-malu.
"Awas kolesterol buk," canda Keysha membuat Rea melotot.
"Mana ada, aku kan rajin olahraga. Lihat nih badanku ramping gini," jawab Rea berlenggak-lenggok memperlihatkan tubuh rampingnya.
"Ya ya ya... sudah fashion show nya. Ayo kita berangkat," Kata Keysha malas berdebat dengan sahabatnya. Keysha langsung mengandeng tangan Rea.
"Aldo ikut yuk," ajak Keysha yang melihat Aldo masih diam di belakang mereka berdua.
Aldo menggeleng. "Maaf aku ada urusan penting, kalian berdua saja," bohong Aldo.
Aldo meninggalkan mereka berdua bergegas pergi, Aldo mencoba menghindari Keysha sampai dirinya benar-benar bisa melupakan Keysha.
'Maafkan aku Key,' batin Aldo tak kala melihat raut muka Keysha yang kecewa.
"Ayo Key," ajak Rea menarik tangan Keysha yang masih bengong.
"Rea, sepertinya Aldo tidak seperti biasanya. Dulu dia yang paling kocak di antara kita bertiga, kenapa sekarang dia jadi pendiam?" kata Keysha mengeluarkan uneg-uneg nya selama beberapa hari yang ia pendam.
"Sudahlah jangan pikirkan Aldo, mungkin dia benar ada urusan penting. Kalaupun Aldo ada masalah itu juga bukan urusan kita Key! Beda lagi kalau Aldo minta pendapat kita baru kita cuap-cuap," jelas Rea kepada Keysha.
Mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan kantor, di sepanjang jalan mereka bertegur sapa tak kala melihat rekan kerja yang mereka kenal.
Jarak resto yang dekat membuat keduanya tak perlu menggunakan motor, mereka hanya perlu berjalan beberapa menit untuk sampai ke resto itu.
Mereka sampai di depan resto.
"Benar ini resto nya Rea?" tanya Keysha tak percaya karena dalam fikiran Keysha pasti resto ini ramai.
"Iya benar, pasti kamu berfikir kalau resto yang terkenal pasti ramai. Iya kan?" kata Rea membuat Keysha tertawa kikuk.
"He he he kamu paling ngerti isi pikiranku," jawab Keysha.
"Jarang ada yang makan di tempat ini, mereka lebih suka pesan lewat online Keysha sayang. Ayo masuk pasti kamu tau alasannya nanti," kata Rea menarik tangan Keysha memasuki resto.
"Selamat datang," sapa pelayan resto ramah.
Rea mengajak Keysha duduk, Keysha memandang sekeliling heran.
"Rea kenapa meja cuma ada 6 saja?" tanya Keysha penasaran.
"Itu yang buat orang-orang lebih suka pesan karena meja terbatas. Sudah jangan bahas aneh-aneh, kita mau makan bukan jadi pengamat tempat," kata Rea.
"He he he he," tawa garing Keysha.
Datanglah pelayan menyodorkan menu buat mereka berdua.
"Mbak saya pesan bebek bakar bumbu asam manis sama es teh, kamu pesan apa Key," tanya Rea kepada Keysha.
"Hmm.... Bebek goreng saja sama dua sambal ini dan ini terus minumnya jus jeruk," kata Keysha berfikir sambil menunjuk dua sambal yang kelihatannya mengiurkan untuk di coba.
"Iya kak di tunggu ya pesanannya," kata pelayan ramah.
Baru beberapa menit minuman mereka datang duluan, meja di samping kiri dan kanan sudah di penuhi para penikmat bebek.
Akhirnya bebek pesanan mereka pun tiba.
"Selamat menikmati," kata pelayan sebelum meninggalkan meja mereka beralih menghampiri meja yang lainnya.
Keysha mencoba bebek itu dan benar saja rasanya enak, key pun mencoba dua sambal dan ternyata rasanya pas di lidah Keysha tetapi pedasnya membuat Keysha berkeringat.
"Huuu haaa....." Keysha mengibaskan tangannya karena kepedasan.
"Sudah jangan di terusin kalau pedas," tegur Rea melihat sahabatnya kepedasan.
"Abis enak banget, meskipun pedasnya kebangetan," kata Keysha menyeka keringat di wajahnya dengan tisu.
"Haha ketagihan kan," ejek Rea tertawa melihat muka memerah Keysha.
Mereka menikmati makan sian setelah selesai mereka kembali ke kantor.
Sore pun berlalu...
Mereka bertiga berjalan beriringan berjalan, sampailah mereka di lobi kantor.
"Eh aku duluan ya," teriak Rea kepada dua sahabatnya meninggalkan kantor.
"Iya hati-hati Rea," jawab Keysha melambaikan tangan.
"Aku juga duluan ya key," kata Aldo meninggalkan Keysha tanpa menunggu jawaban Keysha.
Keysha yang baru keluar dari gedung kantor menoleh ke kanan dan kiri mecari keberadaan Daniel.
"Kemana sih tuh bocah," dengus Keysha kesal.
Muncullah orang menanyakan alamat kepada Keysha.
"Mbak tahu tidak alamat ini?" kata orang itu menyodorkan selembar kertas berisi alamat palsu.
"Maaf pak kalau alamat ini jauh dari sini, bapak harus na........" Belum selesai Keysha berbicara mulut dan hidung nya di bekap dengan sapu tangan yang sudah di beri obat tidur. Benar saja baru berapa detik Keysha pun pingsan.
Suasana kantor sepi memudahkan aksi penculikan mereka.
Seseorang yang berada di kejauhan melihat itu pun tersenyum penuh arti.
"Kerja yang bagus," katanya berbicara di telepon dengan seseorang.
Orang suruhan Daniel pun berlari, kala menyadari kekasih bos mereka tengah di bopong dua orang masuk ke dalam mobil.
"Mau kalian bawa kemana nona kami," cegah anak buah Daniel yang berjumlah tujuh orang.
Terjadilah perkelahian antara mereka.
"Sial, brengsek kenapa ada orang yang mau menggagalkan rencana ku," teriak orang itu.
"Kalian cepat kesini bantu teman kalian," teriak Rico kepada anak buahnya.
Tiba-tiba muncullah mobil hitam, dari mobil itu keluarlah dua puluh orang berpakaian sama membantu melawan anak buah Daniel.
Mobil yang membawa Keysha pun melaju meninggalkan tempat itu, sedangkan yang lainnya masih baku hantam.
Anak buah Daniel kalah telak karena jumlah mereka terlalu banyak.
"Bos nona Keysha di culik," ucap anak buah daniel yang bersembunyi.
"Bagaimana kondisi Keysha sekarang?" tanya Daniel di sebrang telephon dengan marah.
"Ma-maaf bos kita kalah, jumlah mereka terlalu banyak jadi kita tidak bisa mencegah mereka me-mbawa nona Keysha pergi," jawab anak buah Daniel terbata-bata karena takut.
"Kalian menjaga satu orang saja tidak bisa, aku tidak mau tahu bagaimanapun Keysha harus kalian temukan," ucap Daniel tanpa bantahan.
Daniel mematikan sambungannya.
"Aaaaaa brengsek siapa yang berani mengusik Daniel, mereka harus mati," teriak Daniel begitu emosi di dalam kamarnya melempar ponselnya ke lantai.
Daniel mengambil ponsel yang ada di dalam laci yang sering dia gunakan dalam keadaan darurat saja.
"Halo cari keberadaan Keysha, dalam satu jam kalian harus bisa menemukannya," perintah Daniel pada orang kepercayaannya.
Daniel mematikan sambungan telepon itu.
"Kalian salah mencari lawan," kata Daniel tersenyum mengerikan.
Dirinya bergegas berganti pakaian dengan cepat, Daniel turun ke bawah dengan tergesa-gesa.
Bersambung.....