Harap bijak dalam membaca!
Doragonshadou adalah sebuah yakuza terbesar di dunia yang dipimpin oleh Kagami Jiro. Mereka terkenal kejam dan bengis dalam meringkus penjahat.
Kagami Jiro sangat terkenal dengan keahlian bertarungnya. Ketampanannya juga membuat dirinya digandrungi dan dikejar-kejar oleh banyak wanita.
Namun siapa sangka, ada seorang gadis yang ditemuinya saat pameran karya malah menolak dirinya mentah-mentah. Perlakuan dari gadis itu sangat membuat rasa penasaran yang begitu besar untuk seorang Kagami Jiro.
"Aku adalah Kagami Jiro! Pemimpin dari Doragonshadou, dan aku akan mendapatkan apapun yang aku inginkan. Sekalipun gadis bernama Yuna yang sudah berani menolakku itu! Aku akan mendapatkanmu dan membuatku tergila-gila padaku!" itulah janji dari Kagami Jiro yang dia ikrarkan dengan penuh percaya diri.
Apakan gadis bernama Yuna itu bisa luluh oleh seorang pemimpin Doragonshadou yang begitu kejam namun mempesona itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Dengan Yukimura
Di sebuah ruangan perawatan VIP di rumah sakit terbesar di Tokyo, St. Luke's International Hospital. Yang terletak di Tsukiji, Chuo Tokyo Jepang, terbaringlah seorang pria dewasa yang tubuhnya begitu kekar dan dipenuhi dengan tato.
Di beberapa bagian di tubuhnya, dipenuhi dengan perban yang sudah melilit rapi tubuh besarnya, bahkan pada bagian wajahnya juga di penuhi dengan perban. Pada bagian tangan kiri dan juga kaki kirinya juga sudah terpasang gips. Pria dewasa itu terlihat masih belum sadarkan diri sejak kemarin malam.
Sementara di luar ruangan seorang pemuda tampan dengan setelan jaz yang begitu rapi dan mewah mulai berbincang dengan seseorang, yang sepertinya adalah anak buahnya. Karena sangat terlihat pria yang satunya selalu berbicara dengan begitu patuh dan selalu berbicara dengan nada yang begitu rendah.
"Bagaimana keadaannya? Apa masih belum sadarkan diri?" tanya pemuda tampan yang memiliki sepasang mata kecoklatan dengan berpakaian setelan jaz mewah itu.
"Dia masih belum sadarkan diri, Tuan. Dia sudah kehilangan cukup banyak darah. Serta dia juga mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. Namun tranfusi darah sudah langsung dilakukan kemarin malam." ucap seorang pria yang juga berpakaian rapi melaporkan keadaan pria dewasa yang sedang dirawat di dalam ruangan VIP itu.
"Bagaimana dengan keluarganya yang lain? Apa masih tidak ada yang bisa dihubungi?" tanya pemuda tampan itu lagi mengkerutkan keningnya.
"Tidak, Tuan. Dia hanyalah seorang pria dewasa yang selama ini tinggal hanya bersama kedua orang tuanya. Adiknya sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Dia juga belum menikah. Bahkan kedua orang tuanya yang berkerja pada tuan Tadashi Yusen, sudah terbunuh oleh anggota death eyes kemarin malam." jelas pria yang berpakaian serba hitam itu.
"Hhm. Baiklah ... kalau begitu aku akan melihatnya sebentar." ucap pemuda tampan itu lalu mulai melenggang dan berniat untuk memasuki ruangan rawat VIP itu.
"Baik, Tuan ..." pria berpakaian serba hitam itu menyauti dengan sedikit membungkukkan badannya.
Namun, belum sempat pemuda tampan itu memasuki ruangan rawat itu, terlihat seorang dokter wanita dengan almamater putih kebanggaannya yang sudah dia kenakan baru saja keluar dari ruangan rawat VIP itu. Dokter itu segera menghampiri kedua pria yang sedang berada di depan ruangan itu.
"Tuan Kagami Jiro. Pasien sudah mulai sadar, namun belum sepenuhnya pulih. Karena dia cukup kehilangan banyak darah dan mengalami patah tulang di beberapa bagian di tubuhnya." ucap dokter wanita itu melaporkan.
"Baiklah. Lakukan dan berikan saja perawatan yang terbaik untuknya. Aku yang akan menanggung semua biaya rumah sakitnya!" ujar Kagami Jiro.
"Baik, Tuan Kagami Jiro." sahut dokter wanita itu dengan sangat ramah.
"Igor, tolong urus semua biaya administrasinya! Aku akan masuk dan melihat Yukimura."
"Baik, Tuan Jiro." Igor menyauti dengan nada rendah dan segera bergegas untuk ke ruang administrasi.
Pemuda tampan itu kini segera membuka pintu itu dan segera memasuki ruangan rawat VIP itu.
DDRRKK ...
Terlihat seorang pria yang kira-kira berusia 27 tahun masih terbaring dengan lemah di atas brankar. Sepasang mata kecoklatan itu menatap nanar jendela di sebelahnya dan terlihat seperti sedang melamun.
Kagami Jiro mulai berjalan mendekati brankar lalu menarik sebuah kursi dan menduduki kursi itu.
"Hallo, Yukimura ..." sapa Kagami Jiro dengan seulas senyum.
"Mengapa membawaku ke rumah sakit? Mengapa tidak membiarkanku mati saja? Aku bahkan adalah salah satu dari Death Eyes. Aku adalah seorang kriminal, sama seperti mereka!" ucap Yukimura begitu lirih dan masih menatap ke luar jendela.
"Kau bukan seorang kriminal! Sejak malam itu kau bukan lagi bagian dari Death Eyes!" tandas Kagami Jiro dengan tegas sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Seorang kriminal, tidak akan menghalangi kriminal lainnya untuk berusaha menghentikkan kejahatannya!"
Yukimura terlihat mengeraskan rahangnya dan kini terlihat begitu bersedih. Netranya masih menatap ke arah luar jendela, namun pasti bukan itu yang dilihatnya saat ini.
"Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini ... bahkan kemarin malam aku melihat mayat kedua orang tuaku .... aku sudah tidak punya tujuan hidup lagi! Karena mereka kini sudah tiada! Mengapa kau menyelamatkanku ... mengapa?!" ucap Yukimura yang terdengar begitu memilukan, bahkan dia sudah hampir menangis.
Apalagi ditambah dia mengatakannya dengan keadaan dia yang seperti ini, dengan seluruh tubuh yang sedang terluka. Terlihat begitu memilukan dan miris.
Yukimura pasti merasakan sakit luar biasa saat ini. Sakit luar dan dalam sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Pasti begitu tersiksa dan sangat menyakitkan. Kehilangan orang yang selama ini menjadi penyemangat dan alasan untuknya tetap hidup dan bertahan. Rasanya begitu terpuruk dan seperti tak ada kekuatan lagi di dalam dirinya. Seakan dunianya sudah runtuh seketika saat menyadari kedua orang tuanya telah tiada, bahkan mereka terbunuh karena perbuatan rekan satu organisasinya sendiri.
"Yukimura! Kehidupanmu belum berakhir! Perjalanan hidupmu tidak boleh berakhir sampai disini saja! Aku sudah membalaskan semua perbuatan mereka. Dan sekarang mereka semua sudah ditahan dan akan diberikan hukuman yang berat karena perbuatan mereka sendiri." ucap Kagami Jiro mulai menurunkan intonasinya.
"Mulai sekarang hiduplah dengan baik bersama Doragonshadou! Aku sangat yakin, kau memiliki potensi luar biasa." imbuh Kagami Jiro lagi.
Yukimura menunduk dan terlihat sedang berpikir keras. Pria dewasa itu kembali mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Baiklah! Mulai sekarang aku akan menjadi bagian dari Doragonshadou! Dan aku berjanji akan menyerahkan seluruh sisa hidupku untuk selalu mengabdi dan selalu berada di pihakmu, Tuan Kagami Jiro!" Yukimura mengucapkan janji dengan suara yang begitu bergetar dan mulai menatap Kagami Jiro dengan sepasang mata coklatnya yang semakin berair.
"Panggil aku Jiro! Karena aku ingin kita menjadi partner! Bukan hubungan seorang tuan dan bawahan!" ucap Kagami Jiro dengan seulas senyumnya yang begitu hangat.
Yukimura semakin terharu oleh ucapan yang baru saja Kagami Jiro lontarkan. Sepasang mata kecoklatan itu kini tak sanggup lagi membendung tangis harunya. Dengan cepat, Yukimura segera mengalihkan pandangannya lagi agar Kagami Jiro tidak melihatnya dan menilainya sebagai pria yang cengeng dan tidak kuat!
"Baiklah, Jiro! Mulai sekarang kita adalah partner." ucap Yukimura begitu pelan. "Terima kasih sudah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepadaku untuk menjadi salah satu keluarga dari Doragonshadou!"
"Tentu saja, Yukimura! Namun aku memiliki sebuah permintaan kepadamu ..." ucap Kagami Jiro yang kini bangkit dari duduknya, lalu mulai melenggang mendekati jendela dan menatap sisi luar jendela dan memandangi keindahan luar rumah sakit.
"Katakan padaku! Apapun itu, aku akan berusaha untuk memenuhinya ... sekalipun mengorbankan nyawaku sendiri." ucap Yukimura begitu yakin, namun suaranya masih terdengar begitu lemah.
Kagami Jiro segera berbalik dan menatap Yukimura lagi dengan seulas senyum tipis, "Aku akan memberitahukan kepadamu di waktu yang tepat."
"Hhm. Baiklah ..."
...⚜⚜⚜...
karyanya bagus 👍👍👍👍, ikutan ngrasain pas Yuna sebel sm Jiro
terimakasih ya author 😍😍😍😍👍👍👍👍
kenapa dari awal gk buat cerita
langgsun aja
YUNA&JIRO....
terlalu bertele_tele
padahal cuman mute² di tempat aja.niiihhh cerita....
apaka thor kekurangan ide
😤😤😤😤😤
terlalu pendek...
thorr menambahkan cerita lain
yg panjan lebarr
dan bertele_tele
sampai aku sendiri bingun
siapa MC perempuan yg sebenarnya
paling membagonkan
adalah,,,...
kemana hilang nya gadis² yg di awal
kocakkk nya lagiii
masa ada supir driver
yg lemot dan lambat macam
kura²🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bocah 16 thn pun tau cemburu....aduiii Yuna otak mu d mana...??