[Dibuat 17-03-2022] (Karya Pertama)
Satu tahun lalu Zif melamar Shara, mereka bertunangan secara diam-diam dan baru melangsungkan pernikahan tanpa adanya dukungan sang ayah.
Alasan kasta yang berbeda membuat Ayah Zif tidak mau merestui hubungan mereka, Shara hanyalah gadis yang lahir dari keluarga biasa saja sehingga Zif terpaksa menggelar acara pernikahan mandirinya di hotel elit daerah Bali dan kejadian naas pun terjadi.
Tepatnya di malam pertama pernikahan mereka Shara harus merasakan nyeri yang sangat hebat di sebelah wajahnya.
Di detik-detik terjadinya akad nikah.
Seseorang dengan masker hitam telah menyiramkan cairan yang langsung meleburkan kulit mulusnya.
Shara bergeming saat Zif mengatakan bahwa "Aku tidak mengenamu!" setelah wajahnya hancur.
Di tengah frustasi nya Shara berteriak mengumpat suaminya nyaring kemudian menaiki besi pembatas geladak kapal yang entah milik siapa? Di tengah lautan lepas dia mencoba terjun. Lantas dalam sekejap Shara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tampiar
Sekitar tiga puluh menit Gerald menyampaikan hal yang ingin dia tanyakan pada Karina, Gerald mencoba menggali informasi yang ingin dia hasil kan dengan cara halus dan tidak mencurigakan.
Setelah itu Gerald pamit undur, sebab malam sudah semakin larut, lagi pun, sepertinya klinik ini sudah mau tutup. Gerald keluar dari ruangan Karina kemudian berjalan keluar dari bangunan serba kaca ini.
Gerald langkahkan kakinya memasuki mobil BMW miliknya, segera ia beralih kepada gemerlapnya lampu warna-warni yang menemani sepanjang perjalanan malam nya. Gerald membelah jalanan ibukota Jakarta dengan laju yang sangat cepat.
Dalam pemikiran nya, Zif tidak layak Cantik rebut kembali, Zif tidak layak Cantik dekati lagi, Gerald ingin Cantik berhenti dari misinya. Kita tidak tahu, bahaya apa yang akan terjadi jika di teruskan sandiwara ini.
Gerald yakin, mayat perempuan berinisial SR itu bukan Shara tapi sengaja dibuat seperti Shara. Hanya manusia berbahaya saja, yang akan melakukan hal keji seperti itu, lihat saja, menghilangkan nyawa manusia hanya untuk kepentingan pribadi.
Terlepas itu perbuatan siapa, di sisi lainnya Zif masih memiliki rahasia di balik kediamannya, pergulatan batin mengiringi perjalanan.
Tiba di halaman rumah utama dokter Garry, Gerald memarkirkan mobilnya tepat di tengah-tengah antara mobil ayahnya dan mobil adik angkatnya.
Gerald turun dari kendaraan tersebut, ia berjalan gontai menuju halaman belakang lewat pekarangan samping rumah.
Gerald sengaja tidak ingin menunjukkan batang hidungnya kepada tamu yang Shara bilang gadis pilihan ayahnya. Masih ada mobil asing yang Gerald lihat di halaman depan. Mungkin itu mobilnya.
Mendapati pintu masuk belakang terkunci, pada akhirnya Gerald menaiki anak tangga lipat, menuju kamar milik adik angkatnya. Hanya kamar itu yang bisa dia jangkau dari pelataran taman belakang.
Brugh....
Gerald menghentakkan kakinya pada lantai marmer balkon kamar milik Shara, dia ketuk pintu kaca itu lalu menoleh ke kanan dan kiri memastikan tidak ada yang melihat aktivitasnya.
Dug-dug-dug.....
Terdengar suara pintu yang di ketuk, Shara baru saja keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyama tidur berwarna coklat susu berlengan pendek.
Shara membuka pintu utama kamar miliknya, tidak terlihat siapapun di sana, suara ketukan masih kerap terdengar, Shara menoleh ke belakang, rupanya suaranya terdengar dari pintu balkon kamarnya.
Shara berjalan menuju pintu balkon, dia buka tirai putih itu kemudian wajah Abang angkatnya tertampil di balik sana "Buka!" Tak terdengar suaranya namun kecumik mulut Gerald terlihat jelas berkata itu.
Shara geser pintu balkonnya setelah membuka penguncinya "Astaga, lama sekali!" Kata ketus Gerald menatap protes Shara.
Shara mengernyit "Lagian ngapain di sini hah? Orang mana tau coba?" Ketus baliknya.
"Sssuuttz!" Gerald membekap mulut gadis berstatus istri ini "Jangan keras-keras, Daddy bisa mendengar mu!" Tekan nya berbisik.
Shara manggut-manggut "Lepas!" Dia tepuk tangan Gerald agar melepas bekapannya "Huhh!" Dia bernapas lega setelah itu.
Gerald melangkah ke arah pintu utama kamar tersebut, baru saja akan nyelonong keluar, Garry dan satu gadis muda tampak sedang mengobrol di sofa ruang televisi.
Gerald urung melangkahkan kakinya "Sial! Ngapain gue masuk lewat balkon kalo ternyata tuh cewek ada di lantai atas!" Gerald merasa bodoh sudah memilih jalan tikus ini, ujung-ujungnya dia tak bisa melewati Garry dan gadis itu sebab kamar Gerald ada di lantai bawah.
Shara menepuk pundaknya "Ngapain sih?"
Tak ada jawaban dari Gerald, pemuda itu berjalan kembali menuju balkon kamar, berniat turun kembali namun sayangnya tangga lipat miliknya telah hilang entah kemana.
"Astaga, ini pasti kerjaan Mang Asep! Nggak bisa lihat barang berantakan sedikit tuh orang!" Gerutu Gerald.
Shara kembali menepuk pundak Gerald "Ngapain?" Tanyanya lagi.
Gerald menoleh "Abang mau tidur di sini!" Katanya sembari berjalan ke arah pintu utama kamar lalu mengunci nya dan melepas anak kuncinya. Gerald tahu Shara pasti akan melaporkan dirinya pada Garry.
"Tidur di sini? Gila Abang hah? Ini kamar perempuan, laki-laki pamali tidur di sini!" Sanggah Shara melotot.
"Bodo!" Gerald memasuki kamar mandi lalu mencuci tangan kaki dan lainnya sama seperti kebiasaannya sebelum tidur, selang beberapa menit ia lantas keluar hanya dengan celana bokser dan kaos singlet hitam saja.
Gerald sengaja menanggalkan pakaian luarnya di kamar mandi, sebab terlalu menyiksa jika harus tidur dengan pakaian lengkap.
"Abang! Ngapain begitu hah?" Shara yang saat ini masih duduk di sisi ranjang berteriak sambil menutup wajahnya dengan jari yang tak rapat, sesekali melirik mencuri pandang tubuh bidang nan seksi abang angkatnya.
Gerald menyeringai "Lihat saja tidak apa, aku kan Abang mu! Malam ini Abang bobok di sini, bobok sama dedek kesayangan." Ucapnya.
"No!" Shara beranjak dari duduk lalu mendorong tubuh Gerald ke arah pintu "Keluar, jangan tidur di sini, kita bukan kakak adik yang boleh tidur dalam satu kamar!" Pekik nya.
"Stop!" Gerald mendorong balik kening Shara dengan jari telunjuk nya dan perempuan itu mundur hingga terduduk di tepian kasur "Berhenti berisik, tidur lah, nanti setelah cewek siluman itu pergi, aku keluar!" Katanya.
Gerald memaksa tubuh Shara agar terbaring di ranjang, Shara sendiri merasa aneh, kenapa bisa senurut ini padanya "Tapi Abang jangan tidur di sini, pokoknya setelah tamu Daddy pergi, Abang keluar!"
"Yah!" Gerald memutari ranjang kemudian menarik selimut yang sama dengan selimut yang di pakai Shara "Sementara biar Abang bobok di sini." Pintanya.
Shara merebut selimut miliknya "No! Abang kan bisa tidur di bawah!" Dia tendang paha Gerald hingga terguling ke lantai.
"Aakk!" Gerald meringis "Kejam sekali kamu! Dasar adik durhaka! Dulu di kapal kita satu selimut tidak masalah, kita bahkan bukan siapa-siapa waktu itu!" Tampik nya protes.
"Dulu masih Shara yang jelek, mana mau Abang berbuat messum? Sekarang kan Shara dah Cantik, bisa saja kan Abang berbuat messum padaku?" Shara melempar bantal kepala tepat di wajah Gerald
"Hayyyss!" Pria itu beranjak dari posisinya lalu menyerang balik tubuh Shara hingga menyatu, bergumul di atas ranjang yang sama "Kamu memberi ku ide, kita lakukan saja kalau begitu!" Ujarnya menyeringai.
"Lepas! Bodoh! Abang messum!" Shara dorong sekuat tenaga, ia tendang aset berharga milik Gerald dan itu cukup membuat Gerald meringis sambil berguling ke kanan dan kiri "Aahh, sakit, Cantik, ..." Keluh nya.
"Makanya, jangan berani macam-macam padaku, aku bukan cewek lemah, paham!" Pekik Shara.
"Tidur di bawah!" Shara dorong punggung Gerald dengan kaki mungilnya, agar supaya Gerald turun dari ranjangnya, bersamaan dengan itu guling pun ikut menyusul "Setelah tamunya pulang, Abang juga sudah harus keluar dari sini!" Usir nya.
...🖋️••••••••••••🖋️...
...Bersambung... Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya 🤗 Terimakasih dukungan nya Kaka, salam kenal dari saya, Pasha Ayu....