JUDUL LANJUTAN “SAMUEL”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22-AKU TIDAK SUKA PENOLAKAN
"Jangan perlakukan Aku seenak yang kau mau Sam, Aku bukan mainan mu, kau itu pria matang dewasa, apa kau senang mempermainkan perasaan seorang gadis kecil?"tanya Lenka menunjuk pria itu dengan wajah kesal nya.
Saat ini Lenka dan Samuel sedang berada di apartemen Lenka, setelah kejadian di mall tadi Lenka tidak habis pikir atas perlakuan Samuel kepada nya.
"Hei kenapa kau emosi?"tanya Samuel dengan tenang dan memilih duduk di sofa apartemen Lenka itu.
"Tentu Aku kesal, kau selalu menciumku Aku tidak menyukai nya Sam, jarak umur kita terlalu jauh, Aku tidak yakin jika kau tidak memiliki kekasih,"ketus gadis itu dengan kesal berjalan melewati sofa yang di duduki Samuel.
Brak...
Tangan Lenka di tarik, sehingga tubuh gadis itu terduduk di paha nya membuat Samuel tersenyum menyeringai, seperti nya gadis nya ini sangat susah di bujuk.
"Bagaimana agar kau percaya kalau Aku benar-benar menyukai Anda, Nona William,"bisik pria itu sensual di telinga Lenka.
Gadis itu berusaha berdiri menyingkirkan Samuel yang ada dalam dekapan nya, tapi Samuel sudah menahan posisi gadis itu dengan mengeratkan pelukan pada pinggang nya.
Dengan sekali gerakan Samuel memutar badan Lenka sehingga saat ini Lenka tengah duduk di paha Samuel saling berhadapan dengan posisi yang sangat int1m itu.
Tangan Samuel mengusap leher putih Lenka yang memakai dress itu, deru nafas mereka saling beradu membuat suasana terkesan sangat sensual.
"Babe, harus kah Aku menyerahkan diri ku, agar kau percaya kalau Aku mengiginkan mu, soal umur itu tidak ada masalah, lihat lah Daddy Dia menikah dengan Mommy mu dengan jarak umur yang sama seperti kita, so?"gumam Samuel berbisik pelan.
Posisi Lenka yang mengank@ng menghadap Samuel, dan pinggang nya yang di tahan tidak bisa membuat gadis itu bergerak, karena posisi itu pula dress Lenka tersingkap dan mempeelihatkan paha mulus nya.
Samuel yang mengetahui itu menyeringai tipis, tangan besar nya mengusap pelan paha mulus Lenka membuat gadis itu merinding karena sentuhan sensual Samuel.
"Sa sa sam apa yang kau lakukan,"gumam Lenka menjatuhkan wajah nya ke leher Samuel karena perlakuan pria itu.
Fu*ck seperti nya Samuel membuat gadis polos itu harus belajar hal baru atas perlakuan nya, pria itu menyeringai melihat suara sensual yang di ucapkan Lenka karena memanggil nama nya, ini gil@ kalau Daddy gadis ini tahu, sekaligus atasan Samuel tahu atas perlakuan nya, pasti pria itu sudah di hajar habis habisan oleh pria William tersebut.
"Jangan mengoda ku, Aku ini seorang pria normal babe," bisik Samuel mengigit telinga Lenka memeluk erat Lenka menyalurkan kasih sayang.
Lenka yang menerima pelukan itu merasa sakit di dada nya, karena tekanan dada bidang Samuel yang menakan dada nya kuat membuat gadis itu mau tidak mau mengigit bahu Samuel.
"Ck, kau kita belum mulai sudah kasar,"ucap Samuel mengusap bahu nya.
"Jaga tangan mu Tuan Morgan, Aku bukan B1tch di luar sana yang bisa kau sentuh sembarangan, Aku ini bagian William, kau tahu ini, ini, ini,"ucap Lenka berdiri di depan Samuel yang sedang duduk di sofa itu, sambil menunjuk semua bagian tubuh nya tanpa malu karena kesal.
Lenka menahan tangan nya pada bagian belakang sofa, sehingga wajah nya menduduk dan tertahan berjarak di depan Samuel gadis itu mengusap rahang Samuel sambil tersenyum lucu.
"Ini semua berharga, karena Aku William bukan j@lang,"ujar Lenka dengan bangga nya mengatakan itu, lalu berdiri tegak sambil tersenyum mengejek kearah Samuel.
Pria itu bukan nya kesal, Dia malah menertawakan Lenka dengan keras membuat Lenka mengembungkan wajah nya kesal melihat Samuel tidak henti nya mentertawai diri nya.
"Sayang, jangan bersikap dewasa seperti tadi, itu sangat tidak cocok untuk mu, kau lebih cocok seperti ini, dengan pipi chubby mu yang cemberut seperti bocah, Aku lebih menyukai nya, karena hal seperti tadi membuat ku tertawa, itu tidak sangat cocok, I'm serious haha," ucap Samuel tertawa puas melihat ekspresi Lenka barusan yang masih terekam di otak nya.
"Kau tahu, kau memang benar, Aku tidak cocok, jadi kau menyukai wanita dewasa, maka keluar lah sekarang dari apartemen ku, dan cari wanita mu, jangan mengoda ku Sam, karena Aku masih gadis 19 tahun kau paham!"teriak Lenka kesal menghentakan kaki nya masuk ke kamar meninggalkan Samuel yang masih tertawa puas itu.
Puas, seperti nya Samuel sangat puas mengerjai gadis itu, lihat saja sekarang Dia tidak membuka pintu kamar nya sama sekali setelah Samuel berusaha membujuk nya.
"Jika kau tidak membuka pintu ini, Aku berpikir akan mengacak apartemen mu hingga Aku puas, maybe," ucap Samuel dengan nada mengancam menaikan bahu nya.
Lenka yang sedang berdiri di depan pintu itu masih bisa mendengar nya jelas, dengan kesal gadis itu membuka pintu menatap Samuel yang melipat kedua tangan nya di dada dengan seringai kemenangan nya.
"Oke fine Tuan Morgan, kau menang, katakan dengan cepat karena Aku akan pulang ke mansion,"ketus Lenka kesal.
Sebenarnya Lenka sehabis menerima telpon dari Luis tadi saat di markas Aeros, Dia memang di minta pulang karena Rere sangat merindukan diri nya.
"Kau mau mencoba nya? Dengan ku,"gumam Samuel dengan tatapan serius mengengam tangan Lenka.
"Soal?"tanya Lenka merasa heran karena Samuel berbicara terpotong dan tidak jelas.
"Aku ingin memastikan perasaan ku, apa kau mau membantu ku, Aku nyaman bersama mu, Aku bahagia, tapi satu hal yang tidak bisa Aku ceritakan sekarang, orang yang Aku cintai selalu pergi meninggalkan ku tanpa kesetian yang berarti,"
'Apa Sam memiliki sifat pysco nya karena masa lalu nya?' gumam Lenka menatap mimik wajah Samuel yamg serius tanpa ada kebohongan sedikit pun di mata nya.
"Kau tahu, Aku memang belum pasti dengan perasaan ku, tapi Aku hanya ingin menjadikan ku milik ku sekarang, satu hal yang kau tahu, Aku tidak suka dengan penolakan mu, jadi mari kita berpacaran, karena Aku ingin memiliki mu menjadi wanita ku,"ucap Samuel mengatakan itu.
Pria itu mengeluarkan kotak cincin yang dulu seharusnya Dia berikan saat ulang tahun Lenka, cincin itu Dia sematkan di jemari Lenka dengan cepat.
"Jadi kau sekarang milik ku,"bisik Samuel menyeringai menang.
Satu hal yang dapat Lenka rasakan adalah perasaan senang yang entah kenapa juga merasakan perasaan buruk atas hubungan nya sekarang, gadis itu tidak tahu karena neraka akan menghampiri nya karena hubungan mereka yang akan sangat sulit.
'Aku harap juga bisa mencoba memulai nya Sam,'
......................
Untuk para readers, author menganti judul cerita Samuel dan Lenka sebelum nya karena terlalu terkesan berbelit yah, terimakasih.
aku akan setia nunggu cerita barunya☕☕☕☕☕☕☕☕☕