Saat suamimu merundungmu dan mengataimu hanya karena fisikmu yang berukuran XXL, bagaimanakah perasaanmu?
Kanaya Salsabilla, Penulis Novel Digital yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya merundungnya, melakukan kekerasan verbal, hingga bermain api dengan mantan terindahnya di depan matanya.
Darren Jaya Wardhana, Direktur Pemasaran Jaya Corp yang merupakan pria mapan dan gagal move on dari cinta masa lalunya itu, justru memperlakukan Kanaya sebagai istrinya dengan buruk.
Di satu sisi, ada Bisma Adi Pradana, seorang Dokter yang membantu Kanaya dan terus memotivasi gadis itu untuk mengubah penampilannya.
"Tidak ada yang lebih menyakitkan selain hidup seatap dengan suami yang terang-terangan terjebak dengan mantan terindanya." Kanaya Salsabilla.
"Aku menolakmu. Menikahi Kalkun Jelek sepertimu, justru membuatku mendapatkan kutukan." Darren Jaya Wardhana.
"Teruslah berusaha, karena pintu selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah." Bisma Adi Pr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembaca Novel Ugly Woman
Menjadi seorang Dokter bukan berarti membuat seorang Bisma Adi Pradana sibuk sepanjang hari, sebagai pria lajang dan belum ada yang diurusi selain mengurus dirinya sendiri, rupanya pria yang berprofesi sebagai Dokter ini memiliki kebiasaan unik yaitu membaca novel digital sebelum dia tidur di malam hari
Sejak kapan rutinitas itu terbentuk? Entahlah, tetapi ada satu Novel yang pernah Dokter Bisma, Novel yang disertakan dalam sebuah event menulis dengan tema Berbagi Cinta/Poligami yang berjudul Meminang Tanpa Cinta (kisah tentang Radit dan Khaira, silakan mampir membaca ❤) itu menjadi novel pertama yang dibaca oleh Dokter Bisma. Awalnya Dokter Bisma begitu kecewa dengan tokoh utama pria yang diceritakan bagaimana pria itu menikahi kekasihnya dan meninggalkan istri sahnya begitu saja di malam pertama mereka. Dalam hati, Dokter Bisma berkata bahwa dia tidak akan pernah menjadi pria seperti yang dia baca dalam novel itu. Akan tetapi, lambat laun melihat alur cerita, perjuangan cinta, penokohan yang kuat, dan setting yang dibangun oleh penulis, Dokter Bisma bisa menerima perjuangan tokoh pertama pria tersebut dan kini dia justru belajar banyak mengenai rumah tangga yang harmonis dari dua tokoh utama dalam novel tersebut.
Penjelajahan Dokter Bisma untuk menbaca novel tidak berhenti di situ saja. Baru-baru ini dia cukup tertarik dengan novel berjudul “Ugly Woman” yang ditulis oleh Author dengan nama pena “Nay2Nay”. Bisma bisa menemukan novel ini karena kebetulan novel dengan judul Ugly Woman ini keluar dalam jajaran novel di Bulan Baru yang keluar di berandanya. Saat Bisma menekan klik pada novel tersebut, rupanya jumlah orang yang menambahkan novel ini sudah berkisar ribuan padahal novel tersebut belum lama dipublikasikan. Seolah tertarik, maka perlahan Bisma membaca novel tersebut di mulai dari membaca terlebih dahulu sinopsisnya dan membaca bab demi bab dari novel itu.
Baru membaca Bab pertama, Bisma sudah mengernyitkan keningnya. Pria itu merasa jikalau benar sebuah novel, kenapa kalimat demi kalimat, dialog demi dialog terasa seperti kisah nyata, terlebih cara penulis menyampaikannya terasa menggetarkan hatinya. Merasa ada sesuatu yang menarik, Bisma kemudian menekan foto profil penulis Ugly Woman tersebut.
Pria itu cukup membolakan matanya saat melihat Author bernama Nay2Nay itu memiliki ribuan pengikut, beberapa novelnya juga memiliki popularitas tinggi. Bisma lain menekan kotak “Mengikuti” yang tertera di profil Author tersebut, kemudian dia mengirimkan chat kepada Author yang baru saja dia ikuti tersebut.
[To: Author Nay2Nay]
[Malam Thor ….]
[Aku pembaca Ugly Woman, membaca novel Author ini kenapa aku resah ya ….]
[Aku merasa kalau Author memiliki insecure dengan penampilan.]
[Jangan hiraukan pendapat orang lain, karena yang terpenting adalah diri Author sendiri. Bisa kita bertemu dan mengobrol?]
[-Bispradana-]
Mengapa rasanya, Bisma ingin sekali bertemu dengan penulis Ugly Woman tersebut dan membicarakan perihal insecurenya dengan bertatap muka. Untuk pertama kali, Bisma berusaha mengirimkan chat kepada seorang Author dan berniat untuk mengajaknya bertemu.
...🍁🍁🍁...
Sementara di tempatnya, Kanaya nampak sedang menambahkan bab baru untuk novelnya. Karena antusias pembaca sangat tinggi, khusus hari ini Kanaya telah menambahkan kurang lebih empat Bab. Itu semua karena beberapa komentar bahkan pembaca yang mengirimkan chat padanya untuk terus menambah bab.
Merasa Ugly Woman mendapat antusiasme yang tinggi, maka Kanaya mau-mau saja menambahkan bab demi bab khusus hari itu. Setelah selesai menambahkan Bab, Kanaya lantas mengecek chat yang masuk untuknya. Namun seakan tak percaya, Kanaya menerima chat dari pembaca novelnya dengan panjang.
Betapa Kanaya seakan tertohok saat pembaca yang diyakininya adalah pembaca baru itu menilai bahwa penulis Ugly Woman merasa dirinya insecure dengan penampilannya. Untuk menghargai pesan yang diberikan, Kanaya pun berniat membalas pesan berikut.
[To: Bispradana]
[Terima kasih Kak sudah mampir dan membaca Ugly Woman.]
[Sayangnya, apa penilaian Kakak tidak benar ya, saya tidak insecure dengan diri saya sendiri.]
[Kalau Kakak berdomisili di area Jakarta, bolehkan Kak kita bisa kopi darat.]
[Berikan alamatnya dan jam berapa, saya akan menemui Kakak dengan senang hati.]
[-Nay2Nay-]
Usai menulis pesan itu, Kanaya melanjutkan menulis bab yang akan dijadikan sebagai tabungan, sehingga saat dia ada keperluan atau sedang tidak enak badan, Kanaya tetap bisa menambahkan bab baru setiap harinya, dengan demikian pembaca setianya tidak akan menunggu berlama-lama.
Akan tetapi, beberapa menit berselang rupanya Kanaya sudah menerima balasan chat yang berupakan hari, tanggal, jam, dan lokasi kapan mereka yang bertemu. Pembaca setianya itu meminta untuk bertemu di area salah satu Rumah Sakit yang berada tidak jauh dari apartemen Kanaya.
...🍁🍁🍁...
Beberapa hari kemudian ….
Saat yang dijanjikan untuk bertemu tatap muka dengan pembaca novel Ugly Woman pun tiba, di apartemennya Kanaya berusaha mengatur napasnya dan memastikan dirinya tidak terlihat insecure dengan dirinya sendiri. Dia ingin mematahkan anggapan dan penilaian dari pembaca yang Kanaya yakini adalah pembaca baru atau mungkin adalah pembaca senyap. Sebab sebelumnya, Kanaya tidak pernah mendapatkan like dan komentar dari pemilik akun tersebut.
Tujuan Kanaya untuk menemui pembacanya itu adalah untuk melihat siapa orang yang dengan lugas menilai bahwa dirinya insecure dengan penampilannya.
Dengan sangat tidak percaya diri, Kanaya mendatangi sebuah kafe yang berada di dekat Rumah Sakit tempatnya di rawat dulu. Pertama-tama, Kanaya memasuki kafe tersebut, gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya kemudian dia mendapati punggung seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna navy.
Kanaya membuka lagi akun chat di platform novelnya, dan benar bahwa pembacanya yang mengajaknya bertemu itu mengenakan kemeja navy. Kanaya lantas berjalan menuju tempat di sudut ruangan itu, lalu menepuk pundak pria yang sudah duduk di tempat itu.
“Apa benar kamu Bispradana?” tanya Kanaya dari belakang.
Hingga kemudian pria yang disapa itu pun menegakkan punggungnya kemudian berdiri perlahan dan berbalik, hingga kini keduanya saling berhadap-hadapan.
“Kamu ….”
“Kamu ….”
Keduanya sama-sama berucap sembari menunjuk satu sama lain.
“Dokter Bisma?” ucap Kanaya seakan tak percaya, bagaimana mungkin seorang Dokter memiliki waktu untuk membaca novelnya yang recehan.
Dokter Bisma pun menganggukkan kepalanya. “Iya, ini aku, Nay … jadi, kamu Nay2Nay penulis Ugly Woman?” tanya Bisma seakan tak percaya. Di luar dugaan ternyata penulis novel yang barusan dia baca adalah Kanaya, teman SMA dan sekaligus teman yang beberapa kali ditemuinya secara tidak sengaja.
Kanaya berdiri dan menggigit bibir bagian dalamnya, kepercayaan diri yang dia bangun dan kumpulkan dari apartemennya sebelum ke sini runtuhlah sudah saat berhadapan dengan Dokter Bisma. Yang tersisa hanya kecemasan karena sudah pasti Bisma tahu siapa Kanaya.
Gadis itu pun menganggukkan kepalanya secara perlahan. “Ii … iya. Itu aku.” ucap Kanaya dengan gugup sembari berusaha mengumpulkan kembali sisa-sisa kepercayaan dirinya.
tubruk aja itu laki laki..hingga terjungkal
terimakasih thor atas ilmunya aku yg hanya tinggal baca novel dngan gratis , kadang suka ngeluh kalau nunggu lama up