NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 MEMILIH

"boleh aku bertanya?? ". Ucap Luna pada Vendra di hadapan nya

   Pertanyaan itu membuat Vendra gelisah entah apa yang Luna ingin tanyakan pada nya.

"mau tanya apa?? ". Jawab Vendra dengan ekpresi bingung.

" Seandainya orang lama kembali, namun posisi kamu bersama orang baru dengan keadaan perjodohan, bagaimana menurut kamu pilihan apa yang kamu ambil nanti nya?? ".

     Pertanyaan itu membuat Vendra bingung entah apa maksudnya, tapi bisa ia jawab.

" Kalau aku pasti bingung.. ya.. karena ada dua pilihan. tergantung perasaan kita sendiri nyaman nya dengan siapa, dan cinta nya sama siapa! intinya jangan pernah kembali dengan versi lama tapi versi yang baru, dengan hal jauh lebih baik dari sebelumnya ". Ujar Vendra lantang

" hemmm!! begitu iya!! kalau seandainya perjodohan tidak memiliki perasaan, maksudnya hanya dia memiliki perasaan masalalu nya, sedangkan kamu memiliki perasaan terhadap nya, menurut mu apa baik? ". Tanya Luna

" Bingung juga ya... hemmm! kalau aku memilih seperti itu rasanya agak sulit, tapi menurut ku tidak ada salahnya kalau kita coba, maksudnya selama dia ingin lembaran baru dan ingin melupakan masa lalu, apa salahnya kita bantu, toh... itu bagus! ". jawab Vendra.

    Luna pun mengangguk kan kepala, sekarang dirinya pun ada jawaban dari benak pikiran nya yang bingung.

    Vendra yang memperhatikan dari tadi hanya dalam kebingungan, padahal dirinya melihat adegan ciuman antara Luna dan Rajab kemarin. tapi kenapa sekarang Luna menayangkan soal perasaan jelas-jelas yang di lihat Vendra mereka berdua ini sedang mencoba memberikan ruang, hanya saja menolak kebenaran. Vendra rasa mereka berdua suka memendam perasaan ketimbang mengatakan. dan Vendra yakin kalau Rajab hal yang sama dengan Luna tapi....??

*****

*****

*****

     Kemudian di rumah Luna terlihat Om Johan sedang berbicara dengan seseorang di depan nya, mereka sedang duduk di sofa di tengah rumah. Kemudian_____

"Aku pulang!! ". Sahut Luna memasuki rumah bersama Vendra

" Ah!! Putri ayah sudah pulang! ". Ucap johan sambut pada anak perempuan nya dengan senyum ramah.

    Vendra tersenyum bahagia melihat kehangatan anak dan ayah, lirik kan mata vendra terahlikan oleh se sosok pria duduk di sofa depan om johan, entah mengapa dirinya mengenali pria itu.

"Kenalin ini kaki tangan Teman ayah! ". Johan berkata mengenalkan seseorang pada sang anak.

    Saat menoleh betapa kaget nya Vendra yang ternyata seniornya yang dulu di sekolah akademi militer. Ia langsung terdiam kaku yang tidak di sangka-sangka, Vendra pikir yang datang Omnya sendiri yaitu Andreas tapi ternyata seniornya yang datang.

******

******.

******

"Bagaimana bisa kamu ada di sini?? ". Tanya Vendra sambil melangkah jalan pelan di sekitar halaman rumah bareng seniornya.

    Dia adalah Bima sesama militer dulu dengan Vendra. dia adalah seniornya yang melatih dirinya selama di sekolah akademi

" Aku di suruh oleh Om kamu untuk melakukan penyelidikan. dia sangat sibuk akhir-akhir ini makannya jadi saya yang turun". Jawabnya

"Oh! pantas saja. tapi bagus lah.. aku sedikit lega! ". Ucap Vendra

" hemmm! lega? tapi ngomong-ngomong kamu ngapain ada di Keluarga om johan". Tanya Bima penasaran

    Pertanyaan yang membuat Vendra sulit untuk berkata jujur, kini dirinya kebingungan harus menjawab apa pada seniornya ini.

"Hmmmm! gimana iya!! ". Vendra bingung harus jawab apa.

" Segitu sulit nya. kamu untuk jujur! ". Ucap Bima mengoda nya.

" Iihhh apaan sih!! Bukan begitu!! ".

" Terus apa? ". Tanya Bima

" hemmm!! nanti ajalah.. pertanyaan itu! ok! ". Minta Vendra

" ok baiklah aku tidak memaksa ". Ucap Bima senyum.

    kini mereka berdua berjalan di halaman rumah dengan menikmati suasana alam

*****

*****

*****

" Ini ada uang sisanya setelah rencana beres! ". Ucap Elisa memberikan uang satu gebok pada pria di hadapan nya.

" Siapa". Jawabnya tersenyum senang menerima uang banyak.

    Pria itu pun melangkah pergi. Tampaknya Elisa memiliki rencana jahat, entah apa yang di rencana kan Elisa pada pria barusan yang ia suruh.

   Kemudian Rajab mendatangi sebuah club (BR) malam-malam sendirian, ia mencari keberadaan seseorang sekitar lingkungan club. Ternyata Rajab saat ini sedang menemui seorang pria yang ternyata suruhan Elisa. Rajab tidak mengetahui bahwa dirinya dalam bahaya, ia pun melangkah menghampiri pria itu yang terduduk sendirian di sana. Sampai lah di meja

"Maaf aku telat! ". Ucap Rajab padanya.

" tidak masalah tenang saja". Jawabnya senyum mencurigakan.

   Rajab pun duduk di kursi berhadapan. Pria itu menyodorkan sebuah segelas kecil yang berisi Alkohol di campuri dengan sebuah serbuk sesuatu.

   Rajab menolak menggeleng kepala. "tidak terimakasih, saya tidak minum! ". Ucap Rajab sambil tangan menolak pemberian pria itu.

" Ayolah... kita minum saja sedikit sebelum kita bicara. aku mohon ". Minta nya memaksa

    Dengan berat hati Rajab terpaksa ambi gelas yang sudah berisi air alkohol, Rajab pun langsung satu teguk ia minum.

Tak

     Rajab tidak mengetahui bahwa yang ia minum sudah di campuri dengan obat perangsang...

" Ah!! bagus itu baru namanya teman bisnis ". Ucap nya sambil bubuk pundak Rajab dengan pelan.

    Kemudian Rajab merasakan puyeng extrem tubuh nya tiba-tiba saja panas tidak karuan merasakan gerah yang cukup tidak tahan, ia melirik sekitar merasa tidak tahan dengan suara musik keras berserta orang-orang banyak. Ia berlahan bangkit dengan tubuh sempoyongan.

"ehh... kamu baik-baik saja". Ucap nya pura-pura panik sambil pegang tubuh Rajab.

" Heeee!! a... aku... baik-baik saja...! ". Dengan ekpresi teler Rajab berusaha untuk tetap sadar, ia melangkah hampir terjatuh namun tetap berdiri.

    Pria itu menelepon Elisa memberitahu bahwa Rajab sudah di ambang efek nya.

   Rajab berlahan melangkah dengan sempoyongan ia tidak tahan dengan suara-suara keras berserta banyak orang, ia terus melangkah pelan menjauh dari mereka semua.

    Di luar Club Rajab dengan pelan melangkah dengan samar-samar, entah mengapa tubuh nya sangat panas tidak tahan. ia ingin sekali pulang kerumah.

saat hendak menghampiri mobil....

Tiiiidddd....

    Hampir saja Rajab tertabrak mobil yang tiba-tiba saja menyebrangi jalan.

   Di dalam mobil keluar seseorang, yang ternyata Luna bergegas menghampiri Rajab dengan keadaan sempoyongan.

"Rajab!! ". Luna pun menolong Rajab, pegang tubuh Rajab yang mulia teler

" Rajab!! kamu kenapa!? ". Tanya Luna sambil pegang tubuh Rajab

" Hemmm!! ". Rajab berusaha melihat lebih jelas namun terlihat samar-samar tidak jelas.

" Ayo, masuk ke dalam ku". Ajak Luna sambil melangkah ke mobil nya.

   Luna membantu Rajab memasukan kedalam mobil, lalu tutup pintu mobil, melangkah ke sisi pintu mobil. masuk kedalam mobil untuk menyetir

    Mobil pun berjalan pergi meninggalkan club

   Tidak lama Luna akhirnya memilih untuk membawa Rajab ke apartemen melangkah masuk ke dalam kamar, mengantarkan Rajab ke arah ranjang kasur sana.

   Mata lirik ke wajah Luna melangkah menghadang dan _____

"Rajab!!? ". Ucap Luna bingung

   Satu tangan kanan Rajab pegang leher samping dengan lembut, wajah nya berlahan mendekat mencoba mencium bibir.

Cup

   akhirnya Rajab mencium bibir Luna dengan hasrat...

   Luna hanya terdiam kaku. Namun ia menyadari kalau Rajab saat ini lagi keadaan mabuk tidak sadar. Luna pun menghentikan ciuman nya. dan mendorong tubuh Rajab dengan pelan

"Rajab!! ".

" Lu... Luna!! ". Rajab dengan kesadaran nya, ia tidak tahan dengan hasrat nya.

   Luna pun sontak terdiam kalau ternyata Rajab sadar dirinya adalah Luna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!