NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ilona

Transmigrasi Ilona

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Teen Angst / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:967.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aquilaliza

Ilona, gadis jalanan yang tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua. Kehidupan jalanan memaksanya menjadi gadis kuat dan pemberani. Berbeda dengan Ayyara, seorang gadis culun yang selalu menjadi sasaran bully di sekolahnya. Selain penampilannya yang culun dan dianggap jelek, dia sedikit gagap saat berbicara. Bahkan kakak dan sepupunya tidak suka padanya.

Hingga suatu hari, terjadi kecelakaan yang membawa perubahan dalam hidup keduanya. Ilona terbangun dalam raga Ayyara. Kecelakaan itu mengubah semua jalan hidup keduanya. Ilona yang tidak memiliki orang tua dan kehidupannya yang susah, berubah mendapatkan kasih sayang orang tua dan kehidupan layak. Dan Ayyara, dia berubah menjadi gadis yang tak mudah ditindas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah

Ayyara menatap satu persatu guru yang ada di ruang guru. Pak Bagus sudah menghubungi Alden sepuluh menit yang lalu. Sementara Deon dan Gian, mereka berdiri di depan ruangan guru, menunggu apa yang diputuskan guru-guru untuk Ayyara.

"Jangan natap saya kayak gitu Pak, Bu! Kayak mau telan saya hidup-hidup aja." Ujar Ayyara tanpa rasa takut.

"Kamu memang ga ada rasa bersalah sedikitpun, Ayya?" Seorang Bu guru angkat bicara. Ia sedikit kesal melihat tingkah Ayyara.

"Buat apa saya merasa bersalah, Bu? Orang bukan saya yang ambil tu soal." Balas Ayyara.

Sementara di halaman depan sekolah, siswa siswi menatap kagum pada seorang yang datang. Terutama para siswi. Mereka dengan berbagai macam decak kagum yang terlontar, tak bisa mengalihkan pandangan dari orang itu. Seorang lelaki yang tak lain adalah Alden.

"Gila! Ganteng banget!" Ujar Elen dengan mata tak bisa beralih dari wajah Alden.

"Lo benar, dia ganteng banget! Satu tingkat diatas Kenzo." Ujar Vanya yang berdiri tak jauh dari Elen. Mendengar itu, Elen menatapnya dengan wajah sinisnya.

"Siapa lo? Kok asal nyambung?" Sinis Elen pada Vanya. Cewek itu akhir-akhir ini mulai menjaga jarak dengan Vanya. Vanya hanya terdiam mendengar ucapan Elen. Satu-satunya temannya mulai menjauh darinya.

Elen bergegas pergi menjauh dari Vanya. Ia memilih bergabung dengan siswi-siswi lain yang masih terus mengagumi wajah tampan Alden.

"Kak, mau ketemu siapa?" Tanya Vanya dengan manisnya saat Alden melewatinya. Namun, bukan Alden jika dia merespon Vanya. Lelaki itu berjalan melewatinya begitu saja layaknya tidak ada siapa pun yang menyapanya.

"Kak, mau aku anterin? Mau ketemu siapa?" Vanya masih belum menyerah. Ia terus mengikuti Alden.

Ck. Cewek ini, gila kali ya? Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana? Batin Alden.

"Kakak mau ketemu adeknya yang sekolah disini?"

"Gue mau ketemu pacar gue, Ayya!" Langkah Vanya langsung berhenti mendengarnya. Ia mengepalkan tangannya. Lagi-lagi nama Ayyara yang ia dengar. Membuatnya muak dan semakin membencinya.

Deon dan Gian yang berdiri di depan ruang guru menegakkan badan mereka saat melihat Alden. Begitupun dengan Kenzo. Ia menegakkan badannya lalu menatap Alden dengan tatapan permusuhan.

Alden segera masuk ke ruangan tersebut dan duduk menghadap guru-guru Ayyara. Guru-guru wanita yang melihatnya mengulum senyum malu. Mereka juga tak henti-hentinya mencuri pandang pada Alden.

"Maaf. Kamu yang dimaksud Ayya, orang kepercayaan Pak Abima?" Tanya Pak Bagus.

"Ya. Om Abima meminta saya menjaga dan bertanggung jawab atas Ayya saat beliau di luar negeri."

Kening Pak Bagus sedikit mengerut mendangar Alden memanggil Abima om. Tapi, ia segera menepisnya.

"Siapa nama kamu? Dan berapa usiamu?"

"Saya Alden Bagaskara..."

"Alden Bagaskara?" Kejut guru-guru serentak. Siapa yang tidak kenal dengan Alden Bagaskara? Pengusaha muda yang berbakat dan terkenal. Juga, satu-satunya pewaris Bagaskara Group. Ayyara yang melihatnya hanya menahan senyum. Alden membuat guru-gurunya hampir jantungan.

"Saya akan menyelesaikan masalah ini. Pertama, saya ingin tanya. Sejak kapan soal ini tiba di sekolah?" Tanya Alden.

"Soalnya dibawa saya tadi pagi dari rumah. Untuk mengamankannya, kami memutuskan untuk menyimpannya di rumah saya. Dan tadi pagi, saya menghitung semuanya dengan benar dan tidak kurang satu pun. Tapi setelah istirahat, soalnya hilang dan di temukan di tas Ayya." Jawab Pak Bagus. Ayyara yang melihatnya kembali menahan senyum. Kenapa sekarang kesannya Alden yang menginterogasi guru-gurunya. Bukankah Alden yang seharusnya di ceramahi guru-gurunya. Ini malah kebalikannya.

Alden menoleh pada Ayya sejenak, lalu kembali menatap Pak Bagus. "Berarti, Ayya memiliki peluang mengambilnya tadi pagi atau pada saat istirahat. Dan itu menunjukkan, jika Ayya belum mempelajari soal itu sama sekali. Jika Ayya hendak berbuat curang, pasti Ayya tidak bisa mengerjakan soalnya sekarang."

"Maksud kamu?"

"Ya, kalian coba saja membiarkan Ayya mengerjakan soal itu. Atau kita periksa saja cctv nya. Itu lebih memudahkan kita mengetahui pelakunya." Ujar Alden, saat matanya tak sengaja melihat cctv yang menempel di dinding.

Guru-guru mengangguk setuju dengan usul Alden. Sejak tadi, mereka tidak kepikiran untuk memeriksa cctv. Pak Bagus dan dua rekan gurunya, juga Alden dan Ayyara segera melihat rekaman cctv. Terlihat, seorang cewek mengendap ke ruang guru dan mengambil satu paket soal dari lemari.

Pak Bagus mengepalkan tangannya melihat siapa pelaku sebenarnya. "Vanyaaa!!" Geram Pak Bagus menggertakkan giginya.

Tanpa menunggu lagi, ia segera menuju kelas XI IPS, dimana kelas Vanya berada. Alden, Ayyara dan beberapa guru juga mengikuti Pak Bagus.

"Maaf, Bu! Saya mengganggu." Ucap Pak Bagus pada ibu guru yang sedang mengajar di kelas itu.

"Vanya! Keluar kamu!" Perintah Pak Bagus.

"Kenapa, Pak?"

"Kenapa lagi kamu tanya. Kamu kan yang fitnah Ayyara? Kamu yang ambil paket soal di lemari, terus disimpan di tas Ayya."

"Pak! Bapak kok ngomong gitu? Jelas-jelas Ayya..."

"Mau liat cctv ruang guru?" Vanya langsung terdiam mendengar ucapan Pak Bagus. Ia tidak bisa mengelak jika dihadapkan dengan cctv. Tanpa banyak membantah lagi, Vanya langsung bergegas keluar, dan menemukan Ayyara sedang menggandeng tangan Alden.

"Gak nyangka ya? Yang paling ngotot nuduh gue, malah dia pelakunya." Sindir Ayyara saat melihat Vanya keluar.

"Diem lo!"

"Vanya! Cepat!" Teriakkan Pak Bagus membuat Vanya memanyunkan bibirnya.

"Awas lo!" Ancamnya pada Ayyara.

"Coba aja! Wleekk." Balas Ayyara sembari menjulurkan lidahnya.

Setelah Vanya menjauh, Ayyara menatap Alden. Ia tersenyum pada lelaki itu. "Terima kasih udah bantuin aku. Aku masuk dulu. Kamu hati-hati pulangnya."

"Iya, sama-sama. Sana gih, masuk! Belajar yang benar." Ucap Alden lembut, dan mengusap pelan puncak kepala Ayyara.

***

Sore hari, Ayyara memutuskan untuk jalan-jalan ke mall. Ia pergi menggunakan motornya tanpa memberitahu Alden, Deon maupun Gian.

Motornya ia lajukan menuju mall. Namun, dalam perjalanannya, ia menemukan seorang cowok sedang dihajar habis-habisan oleh beberapa orang preman. Ia menghentikan motornya dan berlari mendekati mereka.

"Woy! Lo semua ngapain?"

"Cewek, lo ga usah ikut campur! Ini masalah cowok. Cewek ga pantas ikut campur!" Ujar salah satu preman, kemudian lanjut memukul cowok itu.

Ayyara yang mulai tidak tega pun langsung menolongnya. Ia segera melawan keempat preman tersebut. Setelah berhasil mengalahkan mereka, Ayyara segera menghampiri cowok itu.

"Kenzo?" Gumamnya saat melihat siapa cowok yang dihajar preman-preman itu.

"Tolong gue... Ay..." Tubuh Kenzo langsung terkulai tak sadarkan diri. Banyak memar di wajahnya dan darah yang keluar dari mulut dan hidung Kenzo. Ayyara mencoba mengangkatnya. Dan kebetulan, ada taksi yang melintasi jalan itu.

"Pak, ke rumah sakit terdekat sini, Pak!" Ujar Ayyara.

Supir taksi segera membawa Kenzo dan Ayyara menuju rumah sakit. Walaupun dia tidak begitu suka dengan orang yang ditolongnya, tetap saja rasa tidak tega itu menyelimutinya.

1
naura✨
👍☺️
Atoen Bumz Bums
takut nya jadi incaran musuh
Atoen Bumz Bums
buat vidio Aya tunjukkan sama ortu lo
Atoen Bumz Bums
minta kesalon Ilona buat Porong rambut
Qaisaa Nazarudin
KARENA VANYA TAU SEDARI AWAL LO BERDUA SEBAGAI ABANGNYA AYYA AJA SELALU BELAIN VANYA DAN POJOKIN JUGA NGEHINA ADEK SENDIRI,MAKANYA DIA NAIK KEPALA,JADI SALAHIN AJA KALIAN SENDIRI YG SELALU BELAIN DIA DARI AYYA DARI DULU... CKK
Qaisaa Nazarudin
Ayyara kenapa sih ogeb banget mau2 aja di perangkap,Gak belajar dari kejadian yg sudah2..
Qaisaa Nazarudin
Masih umur belasan tahun aja kejahatan nya mengalahkan orang Dewasa,Saat ketangkap dan di jatuhin hukuman ntar nangis2 lalu keluar DRAMA ANAK DI BAWAH UMUR,harus diberikan keringanan hukuman..ckk..
Qaisaa Nazarudin
LHA KI PIKIR GIAN SAMA ELEN EMANG PACARAN,KAN DARI AWAL GIAN SELALU MEMBELA ELEN DAN MEMARAHI AYYA BALIK KALO MEREKA LAGI MEMBULLY AYYA..🤔🤔🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Vanya gak bakalan kapok,percaya deh kata ku...Vanya itu Psyco.
Qaisaa Nazarudin
Ternyata cuman CEWEK MISKIN, yang BERLAGAK mau jadi KAYA... wkwkwkwk bikin malu aja...
Qaisaa Nazarudin
Pindah ya pindah aja,Ngapain harus ada DRAMA peluk pelukan,Bukan mahram juga..
Qaisaa Nazarudin
Oh Astaga..Aku yg pikun,Benar lho nama aslinya Ilona,Yang ounya Raga itu Ayya..kok aku bisa lupa..heee..maaf thor..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener Ortu nya meninggal..
Qaisaa Nazarudin
MAMA PAPA.. bukan kah di bab awal kedua Ortunya Alden udah meninggal ya,Makanya perusahaan ayahnya di pegang Alden semua nya dan juga om nya..🤔🤔
Nonik Anda Swl: baca nya gemana si, jangan di skip si, jelas di depan nisan(berarti kuburan, dah ninggal) meskipun dah ninggal jelas masih papa dan mana dong masio dah alm dan almh, aneh
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Kok Ilona thor? Ilona kan di lapak sebelah..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkkwkw KEPEDEAN, Salah faham kan lo..Malu gak tuh...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
TERLAMBAT,Bukannya dulu lo bilang BENCI sama Ayya..Mana tuh CEWEK kamu,cari sana jangan bikin Ayya dlm masalah terus..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa baru sekarang balasnya..BUKANKAH BIASA NYA KALIAN JUGA MEMBIARKAN SAJA AYYANDI BULLY VANYA CS,DAN KALIAN MALAH BALIK MEMARAHI AYYA JUGA..AYYA SIH TERLALU BAIK MENURUT SAMA DUO CURUT,CKK..
Qaisaa Nazarudin
Ayya masih aja berlembut dan kasih muka kek gini..kalo aku mah udah aku habisin mereka di luar sekolah,Ngapain sih bertele-tele balas dendamnya..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Udah babak belur masih aja gak kapok..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!